Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 56


__ADS_3

Sore itu mereka sampai rumah dengan selamat. Berbeda dengan triplets yang sudah kelelahan Ayyub sangat semangat meski seharian telah menjaga triplets.


Melihat ketiga anaknya memasuki ruang tengah dan tidur-tiduran Ayyub segera menyusul istrinya ke kamar mereka. Baru saja Neera selesai meletakkan tas tangan di kursi meja rias Ayyub sudah memeluknya dari belakang.


"Sayang, kamu sangat cantik hari ini" sembari menciumi tengkuk sang istri.


"Neera tidak yakin jika itu hanya sebuah pujian" ucap Neera.


"Kamu memang sangat mengerti suamimu, sayang" ucap Ayyub yang telah memasukkan tangannya ke dalam baju Neera.


"Uda, bisakah kita melakukannya nanti saja. Kasihan triplets bermain diluar" ungkap Neera.


"Tolonglah sayang, sebentar saja. Uda sudah benar-benar tidak tahan dari klinik tadi. Entah mengapa berada di dekatmu membuat junior Uda memberontak" desak Ayyub menempelkan tubuhnya pada Neera.


Sadar bahwa tidak boleh dan tentu saja tidak bisa menolak keinginan suaminya, Neera hanya pasrah tubuhnya di belai dan dimainkan suaminya.


"Sayang cepatlah, nanti triplets mencari kita dan lagi mereka belum mandi sayang" rengek Neera.


"Sabar sayang, mereka akan baik-baik saja dan Uda akan lebih cepat. Hanya sekali saja tetapi nanti Uda tambah lagi ya" melas Ayyub.


Meskipun Ayyub hanya mengatakan sekali tentu saja itu tidak akan sebentar, Neera tahu pasti itu. Namun demikian ia hanya tersenyum manis pada suaminya.


Mendapat lampu hijau dari sang istri Ayyub langsung beraksi. Kali ini ia akan melakukannya sembari berdiri karena jika sudah di tempat tidur tentu saja akan sulit untuk berhenti.


Setelah puas mengecap bibir indah istrinya Ayyub berpindah kebagian leher hingga depan tubuh Neera, tidak ada yang luput dari permainan mulut dan lidahnya.


Segera ia membuka pakaian Neera dan pakaiannya sendiri setelah sebelumnya mengunci pintu. Segera Ayyub mengangkat tubuh istrinya. Terlihat seperti mengangkat kapas.


Badan kecil istrinya memudahkan Ayyub untuk menopang hanya dengan satu lengannya sementara lengan yang lain berusaha membantu junior memasuki sarangnya.


Hampir setengah jam berlalu mereka belum juga usai. Benar saja seperti dugaan Neera, suami pilotnya itu sangat kuat dan tahan lama, bahkan Neera sedikit kewalahan.

__ADS_1


Setelah beberapa lama akhirnya Neera bisa bernapas lega. Suaminya itu kini tengah tersenyum dengan wajah berbinar. Ia sangat puas setelah mengempur istrinya hingga kini Neera tertelungkup di sandaran sofa yang ada di kamar mereka.


Bahkan untuk bangun saja Neera sudah tidak sanggup. Suaminya benar-benar ganas jika sudah urusan ranjang. Bisa-bisa jika dilanjutkan Neera tidak bisa berjalan sama sekali.


Tidak dipungkiri hal itu dikarenakan peran istrinya yang pandai merawat diri dengan baik dan mengetahui kemauan suaminya sehingga Ayyub tidak pernah bosan dan selalu ingin lagi dan lagi.


Bahkan Neera dahulu selalu meminum ramuan rempah setelah melahirkan triplets dan terbukti kembali kesat dan sempit. Memang awalnya merawat diri bagi Neera adalah untuk dirinya karena menurutnya hal itu sangat penting sebagai individu agar lebih mencintai diri sendiri.


Kini setelah puas memandangi Neera Ayyub memukul pelan bokong Neera bermaksud membangunkannya, akan tetapi melihat pemandangan itu juniornya kembali naik seiring dengan keinginannya mengobrak abrik Neera kembali.


Mengetahui gerak gerik suaminya Neera segera bangun ke kamar mandi namun sayang tangannya sudah ditarik duluan oleh Ayyub.


"Sayang, sekali lagi ya" pinta Ayyub yang sudah mepet ketubuh Neera.


"Sayang, nanti saja ya. Sekarang kita mandi dulu dan makan malam" lembut Neera.


"Please sayang, junior bangun lagi. Uda bisa pusing nanti" ngotot Ayyub.


Lagi dan lagi Neera hanya bisa tersenyum dan hal itu merupakan lampu hijau bagi Ayyub. Tentu saja ia tidak menyia-nyiakan hal itu. Segera Ayyub mengangkat Neera ke sofa yang ada disana kemudian membuka lebar kaki Neera.


Setiap jengkalnya begitu nikmat bagi Ayyub apalagi di bagian tertentu yang sudah pasti Ayyub akan berlama-lama disana sehingga membuat Neera panas dingin dan mengelinjng kesana kemari.


"Sayang ahhhhh" desah Neera.


"Teruslah sayang, mendesahlah kamu sangat seksi" ungkap Ayyub sembari memainkan bagian bawah Neera.


"Ah shhh mmmm Ayyubbbss" kembali desahan lolos dari bibir manisnya.


"Bagus sayang, terus sebut namaku. Hanya aku yang boleh membuatmu seperti ini. Kamu sungguh nikmat" racau Ayyub.


Setelah puas memainkan tubuh Neera kini Ayyub mengambil posisi untuk segera memasuki Neera. Melihat hal itu Neera buru-buru bangun dan mengambil batangan Ayyub lalu memainkannya.

__ADS_1


Sontak Ayyub langsung kaget namun kemudian ia memejamkan mata menikmati sentuhan tangan istrinya. Tentu saja Neera sangat mahir karena ia selalu mempelajari bagian sensitif suaminya sehingga tidak begitu lama suaminya sudah meracau kenikmatan.


Tidak hanya itu, sama seperti Ayyub yang mengecup menjilat bahkan memberi kenikmatan dengan mulutnya dibagian bawahnya maka Neera juga memberikan service pada junior Ayyub.


Terang saja hal itu membuat Ayyub merem melek menikmati sensasi mulut istrinya yang sudah semakin lihai dan mengerti keinginan Ayyub.


"Ah sayangmmh kammmhuuu semmmakin ahhh, luarrbbiaassssahh mhhh ah oh yesss sayanggg fasshhteerr ohhh i loveee yoummhh" racau Ayyub semakin tidak karuan.


Melihat ekspresi suaminya yang hendak mencapai puncak Neera berhenti dengan niat mengerjai suami mesumnya itu.


Tiba-tiba Neera melepaskan junior Ayyub dan berjalan menjauh menuju kamar mandi. Begitu Ayyub merasakan tidak ada lagi sentuhan Neera ia membuka mata dan melihat bahwa istri cantiknya itu sudah berjalan kearah kamar mandi dengan gerakan pinggul yang sangat menggoda menurutnya meskipun Neera hanya berjalan biasa.


Langsung saja, Ayyub berlari kearah Neera lantas mengangkat tubuh kecil istrinya hingga ke pundak. Sontak Neera melingkarkan kakinya ke leher Ayyub karena pergerakan tiba-tiba.


Tangan Neera berusaha berpegangan pada kepala Ayyub. Tentu saja Neera sangat terkejut akan gerakan cepat suaminya. Sekarang ia tidak bisa kemana-mana lagi. Baiklah suatu kesalahan besar jika mengerjai kapten Ayyub.


"Kamu nakal ya sayang" ucap Ayyub sembari memukul bokong Neera yang memberikan sensasi yang lain pada istrinya itu.


"Au.., Uda yang nakal main pukul-pukul. Turunin Neera dong"


"Tidak, sebelum kamu dihukum. Kenapa kamu mengerjai Uda hah ?" kali ini tangan Ayyub meremas satu dada Neera sementara tangan yang lain menopang tubuhnya dari belakang.


"Au.. Uda tangannya nakal. Neera gigit ni"


"Sebelum kamu gigit, Uda yang duluan mengigit lemper kamu" ungkap Ayyub yang sudah mempraktekkan dengan menggigit kecil bagian bawah tubuh Neera yang pas berada di wajahnya.


"Ah shhh au Udaaaaa, nakal" teriak Neera.


"Ssshhht sayang, nanti triplets kesini. Uda tuntaskan dulu hasrat junior ya, kamu harus menudurkan dia lagi" ucap Ayyub sembari menurunkan tubuh Neera hingga pinggang.


Selanjutnya Neera kembali melingkarkan kakinya di pinggang Ayyub dan tangannya dileher suami gantengnya itu. Kembali mereka saling ******* memberikan kehangatan dan kenikamatan yang manis.

__ADS_1


Setelahnya Ayyub menuntun junior miliknya untuk benar-benar memasuki Neera. Dengan mudahnya Ayyub mampu menaik turunkan tubuh istrinya tanpa kesusahan. Seperti mengangkat beban yang biasa dilakukannya di ruangan gym.


Sore itu terjadilah pergumulan hebat antara keduanya.


__ADS_2