
Dengan berbagai bujuk rayu dan jurus menyogok makanan akhirnya kini Neera sudah bahagia kembali.
Sesuai dengan rencana awal mereka bahwa akan menghadiri beberapa undangan dari pemerintah dan juga televisi tanah air.
Selama di perjalanan Ayyub harus berkali-kali menyuruh sopir mereka berhenti dan turun membeli berbagai jajanan manis dan bunga seperti janjinya tadi pagi.
Neera bersikukuh bahwa harus Ayyub yang pergi membeli tidak boleh asisten ataupun sopir mereka. Jadilah suami siaga itu sendiri yang turun tangan.
Wajah cantik terbingkai hijab itu kini sumringah saat mendapatkan apa yang diinginkannya. Begitu juga Ayyub rasa lelahnya berjalan keliling dan keluar masuk toko seakan sirna saat melihat kebahagiaan di wajah istrinya.
Neera begitu senang mendapatkan bunga dan berbagai makanan dan minuman yang diinginkannya. Begitu suaminya sampai wanita itu langsung berterima kasih dan memberikan pelukannya. Lantas memakan semua yang dibelikan Ayyub hingga tandas tak bersisa.
Ayyub yang menyaksikan napsu makan istrinya dibuat heran. Tidak biasanya Neera bisa makan sebanyak ini bahkan wanita cantik itu kini tengah berjibaku dengan setumpuh coklat di tangannya.
Tak lama setelah menghabiskan semua makanan di tangannya wanita itu kini tertidur lelap dengan kepala bersandar pada pundak suaminya.
Ayyub yang tengah fokus mengerjakan sesuatu di ipadnya menjadi terganggu dengan gerakan kepala istrinya yang tidak teratur sesuai pergerakan mobil.
Saat melihat ke samping ternyata istrinya sudah tertidur lelap dengan sisa coklat yang masih menempel di bibirnya.
Perlahan Ayyub membersihkan bibir Neera dengan jari dan tisu setelah itu membenarkan posisi tidur istrinya agar bersandar penuh di dada bidangnya.
Ayyub takut Neera akan terjatuh oleh sebab itu ia memilih untuk menjadikan dirinya sebagai bantalan sekaligus sandaran tidur istrinya agar wanita itu merasa nyaman.
Perlahan Ayyub memperhatikan wajah polos istrinya saat tertidur. Dengan mulut yang sedikit terbuka sungguh seperti putra mereka, Qeenan. Gemas Ayyub mencubit pelan pipi Neera dan mengecupi wajah istrinya dengan lembut.
Setelah itu Ayyub kembali mengambil ipadnya dan meletakkan disisi lain pahanya. Ia mulai memeriksa laporan perusahaannya kembali dan mempelajari beberapa proposal bisnis yang masuk ke perusahaan pribadinya dan perusahaan Neera.
__ADS_1
Lama mereka diperjalan, selama itu juga Neera tertidur dengan nyenyak bahkan tidak terganggu sama sekali dengan pergerakan suaminya yang sibuk menggeser-geser layar ipadnya.
Hingga akhirnya mereka sampai di istana orang nomor satu di negeri itu. Ayyub akhirnya membangunkan istrinya dengan lembut. Sebenarnya ia tidak tega tetapi bagaimana mungkin, istrinya adalah bintang yang sebenarnya diundang tetapi melalui dirinya.
Perlahan bulu mata lentik itu berpisah dan menampakkan bola mata yang indah. Pandangannya langsung menatap dalam lelaki yang kini juga tersenyum memperhatikan dirinya.
"Morning sayang, tidurnya nyenyak sekali ya ?" sambut Ayyub yang langsung mengecup kening istrinya.
"Uda..." gumam Neera yang masih menatap dalam wajah tampan di depannya sembari berusaha bangun dibantu oleh suaminya.
"Sayang kita sudah sampai, apa Neera sudah segar ?" tanya Ayyub memastikan keadaan istrinya.
"Hmmm iya Uda, Neera sudah bangun. Kita dimana sekarang ?" tanya gadis itu sembari berusaha mengumpulakan kesadarannya.
"Kita sudah sampai di istana negara sayang, ayok kita turun sepertinya sudah ditungguin" ujar Ayyub yang diangguki istrinya.
"Baiklah Uda tunggu, tapi sayang Neera tetap cantik kok. Kapanpun itu, Uda tidak bohong" yakin Ayyub.
"Hehe ya menurut Uda, menurut orang lain tidak" cengir Neera.
"No sayang, kamu wanita tercantik yang ada di hidup Uda" gombal Ayyub lagi.
"Iya, iya yasudah Uda tunggu sebentar Neera ngaca dulu. Tidak baik kalau dilihat tamu saat kita tidak rapi dan bersih" ujar Neera.
Akhirnya lelaki tampan itu hanya bisa menatap istrinya yang kini tengah menggerakan tangannya diatas wajah yang memang sudah tercipta cantik dan merapikan hijabnya. Terakhir wanita itu menyemprotkan parfum dengan aroma khas dirinya.
Tak lupa tangan lincahnya juga merapikan setelah jas dan dasi suaminya yang sedikit berkerut akibat tertimpa dirinya saat tidur.
__ADS_1
Setelah yakin rapi mereka menuruni mobil dengan anggun. Lihatlah betapa posisifnya Ayyub memeluk pinggang ramping yang kini semakin berbentuk itu dengan lengan kokohnya.
Perlahan mereka berjalan mendekati tangga yang mana sudah disambut oleh petugas dan menteri luar negri yang ada disana.
Mereka berjalam bersama menuju ruang pertemuan yang sudah dipenuhi oleh beberapa orang menteri dan penjabat penting lainnya. Mereka bersiap menunggu kedatangan orang nomor satu di negara ini.
Pertemuan berjalan lancar, berbagai pertanyaan hingga permintaan mereka sampaikan pada Ayyub dan Neera demi pembangunan negri.
Berbagai proyek juga sudah mereka bahas yang mana Neera tidak mau terlalu terlibat di dalamnya ia lebih memilih menjadi penasihat karena kalau sudah berurusan dengan proyek besar dengan berbagai pendanaan ia lebih memilih berjibaku dengan perusahaanya sendiri.
Berbagai tawaran posisi juga sempat terlontar dari beberapa orang untuk Ayyub dan Neera tetapi keduanya sepakat menjawab dengan senyuman. Mereka lebih memilih mendukung pemerintahan dengan caranya tidak dengan masuk ke dalamnya.
Terlebih Neera yang sudah memutuskan akan mengurangi jam kerjanya demi triplets dan keluarga kecilnya.
Urusan yang ada saja ia merasa sudah sangat sibuk apalagi ditambah dengan mengemvan tugas lain yang pasti pertanggung jawabannya sudah berat.
Sedikit kecewa tetapi para orang penting tersebut terpaksa menerima keputusan sepasang suami istri itu karena keduanya menolak dengan halus dan sopan sehingga tidak ada cela bagi mereka untuk memaksa meskipun dari lubuk hati yang paling dalam mereka masih ingin meminta kesediaan keduanya. Mungkin nanti akan mereka coba kembali.
Selesai dengan pertemuan panjang dan diakhiri dengan makan siang. Ayyub dan Neera melanjutkan untuk memenuhi beberapa undangan lain sebeluma akhirnya mereka ke beberapa stasiun televisi untuk melakukan beberapa wawancara dan talkshow.
Hari ini terasa panjang, beruntung mereka melaluinya bersama. Juga kecekatan Neera yang sudah mempersiapkan segalannya dengan baik, mulai dari penyusunan jadwal hingga pakaian yang sudah tertata di mobil sesuai acara mereka.
Alhasil hari tersebut semua televisi yang menatangkan pasangan fenomenal itu menembus rating tertinggi dan mengakibatkan mereka kembali mendapatkan berbagai tawaran wawancara kembali.
Ayyub yang tau istrinya lelah meminta asisten papa yang kini sementara menjadi asistennya untuk menolak semua dengan baik. Apalagi mereka juga sudah sangat rindu dengan ketiga buah hati mereka.
Ayyub beralasan bahwa ada urusan yang tidak bisa mereka tinggalkan dan meminta permohonan maaf dari pihak terkait. Bukannya ia tidak menghargai tetapi ia tau betul istrinya tidak nyaman begitu disorot banyak orang dan kehidupannya seketika menjadi tidak leluasa lagi.
__ADS_1
Lagi pula menjadi orang terkenal bukanlah tujuan mereka. Ayyub tau betul definisi sukses menurut istrinya dan ia juga sepemahaman dengan itu.