Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 27


__ADS_3

Pagi ini semua sudah bangun, triplet dan Neera tengah bermanja-manja di kasur. Mereka masih betah untuk di tempat tidur sembari bercerita.


Baby Qai dan baby Qai sudah lebih dulu minta jatah ASI mereka pada Neera sebelum baby Qal yang masih tertidur. Kini Neera tengah menyusui baby Qal yang masih sedikit lemah.


"Babies., bolehkah bunda bertanya sesuatu pada semua kesayangan bunda ini ?" tanya Neera menatap satu persatu anaknya.


"Yes bunda, you can" jawab Qai dan Qee sementara Qal masih setia dengan ASI nya.


"Bagaimana menurut kalian uncle yang semalam ?" tanya Neera menarik perhatian ketiganya.


"Dia cangat baik bunda, Qi menyukainya" jawab Qeenan berbinar.


"Yes bunda, dia memeluk kita sampai tertidur, juga cangat kuat bisa menggendong Qai dan Qee" jawab Qaivan semangat.


"Apakah kalian sebegitu menyukainya ?" tanya Neera penasaran.


"Tentu saja kami cuka, he's like superman, like hero" jawab Qee seketika menyentak mereka.


Sejenak Neera memejamkan matanya kemudia menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan.


"Sayang-sayangnya bunda, apakah kalian ingin bertemu ayah ?" tutur Neera menatap dalam ketiganya.


Ketiganya hanya mengangguk lemah tidak yakin.


"Heyyy ada apa dengan kalian, kenapa kalian menjadi bingung ?" ucap Neera dengan wajah heran.


"Apakah ayah akan datang, apakah bunda tidak menangis lagi ?" tanya Qeenan.


"Of course, ayah akan datang dan bermain bersama kalian" jawab Neera menjeda.


Kemudian Neera menciumi satu persatu buah hatinya, dia hanya tidak menyangka di usia mereka yang seharusnya baru masih bisa bicara dan hanya tau bermain tetapi mereka malah dewasa di usianya.


Neera merasakan sangat bersalah bahwa mereka tumbuh terlalu dewasa tetapi dilain sisi Neera juga sangat bangga bahwa mereka mengerti posisi Neera.


"Tentu saja bunda tidak akan menangis lagi, apalagi melihat kalian bahagia. Kalian adalah hidup bunda sayangku" ucap Neera penuh haru.


"Apakah ayah akan datang hali ini ?" tanya Qal yang tiba-tiba melepaskan dada sang bunda.


"Iya sayang, apakah kalian ingat bunda bilang selama ini ayah kemana ?" ucap Neera menatap triplets.


"Keliling dunia bunda" jawab Qai.


"Yups, dan sekarang dia telah menemukan kita" tutur Neera sembari membelai satu persatu kepala mereka.


"Sekalang dimana ayah bunda ?" tanya Qee dengan wajah bingungnya.


" Apakah kalian tidak merasa mirip dengan uncle yang kalian sukai itu ?" tanya balik Neera menaikkan sebelah alisnya.


"oh noooo bunda, leally ?!" sorak mereka bertiga.


"Of course sayang" jawab Neera tersenyum penuh arti pada ketiganya.


"Why Ayah doesn't know we ?" tanya Qee lagi.


"Oh come on., he's just gived you all surprised" ucap Neera menutupi sedikit kenyataan agar tidak melukai triplets.


Ting nong, ting nong...


Terdengar suara bel di tekan seseorang di pintu depan. Seketika keempatnya saling pandang, bertanya siapa yang datang dan mengalihkan perhatian mereka yang tengah membahas mengenai sang ayah.


"Baiklah sayang, are you done ?" tanya Neera pada baby Qal.

__ADS_1


Balita itu tidak menjawab malah mencari dada Neera kembali pertanda dia ingin menyusu dan belum kenyang. Berhubung keadaan kesehatan baby Qal kini maka Neera hanya membiarkannya saja.


"Oke babies, bunda rasa bunda tau siapa yang datang kesini, apakah kalian memikirkan hal yang sama dengan bunda ?" tanya Neera dengan senyum smirk nya.


Qai dan Qee hanya menganggukan kepala kecil mereka. Akhirnya mereka tersenyum dan segera berdiri.


"Sekarang saatnya kita yang membuat surprise babies, you're ready ??" tanya Neera.


"Leady bunda" jawab mereka serempak.


Keduanya langsung berlari kearah pintu dan diikuti Neera dibelakangnya sembari menggendong Qal dengan gendongan, sementara gadis kecil itu masih asik meminum susu bundanya.


Setelah membuka pintu segera Neera sembunyi di balik pintu dan membuka lebar daun pintu menampilkan Qaivan dan Qeenan.


"Ayaaaaaahh !!!" pekik keduanya sembari berlari kearah Ayyub.


Ya, pagi ini Ayyub sudah tidak sabar bertemu istri dan anak-anaknya, beberapa kali dia menekan bel tapi tidak mendapatkan respon.


Ketika akan menekan keempat kali pintu itu terbuka dan menampilkan pemandangan dua buah hatinya yang memanggilnya ayah.


Sungguh tidak ada yang mampu menandingi perasaan bahagia dan haru di dalam hatinya saat ini, mereka memanggil ayah untuk pertama kalinya hingga membuat air matanya luruh dan segera merengkuh kedua jagoannya yang berlari kearahnya.


Lama dia berdiri di depan pintu bersama Qai dan Qee dalam gendongannya. Ayyub terus menciumi mereka dan memeluknya erat seakan tidak takut terlepas lagi.


"Masuklah dulu sayang" suara seorang perempuan.


Tiba-tiba tubuhnya menegang, mencari asal suara tetapi tidak di temukannya. Akhirnya Ayyub masuk ke kamar sembari masih menghendong jagoannya.


Saat itulah pintu tertutup dan barulah dia dapat melihat suara yang mengalihkan perhatiannya itu.


"Sayang.., apa aku tidak salah dengar, apakah kamu barusan memanggil aku sayang ??" tanya Ayyub berkaca-kaca menatap tak percaya pada perempuan yang tengah menggendong putri kecil mereka.


"Ohh sayang.., tentu saja aku sangat menyukainya. Aku hanya tidak percaya" jawab Ayyub yang sudah meneteskan air mata dan menatap lekat Neera.


"Baiklah, ayolah kita masuk dulu" jeda Neera sembari memberi kode pada ketiga anaknya.


"Welcome to our family ayaaahhh., we love you" sorak mereka bersama bersama baby Qal yang juga melepaskan dada bundanya.


Mendengar itu Ayyub tidak bisa berkata-kata, hanya air mata yang terus mengalir dari mata elangnya, sangat tidak cocok dengan wajahnya yang maskulin dan badannya yang kekar.


Segera Ayyub merangkuh mereka semua sembari mencium kepala mereka satu persatu, termasuk Neera.


Akhirnya mereka masuk ke kamar dan memutuskan untuk beramai-ramai bermain di atas kasur, sembari menunggu sarapan datang.


Kini Qaivan dan Qeenan sudah sibuk dengan tontonan kartun favorit mereka. Sementara Neera masih setia menyusui Qalundra yang sudah membuka kain gendongannya dan bersandar di tempat tidur.


Perlahan Ayyub mendekatinya dan memperhatikannya lekat. Sebenarnya sudah semenjak tadi dia begitu terpesona dengan penampilan istrinya itu, entah mengapa wanita itu semakin tampak cantik dan sexy di matanya.


Penampakannya yang hanya memakai setelan baju tidur mini dengan rambut gaya ceplok keatas memamerkan leher jenjangnya di tambah dengan beberapa anak rambutnya yang menjutai menambah kesexyannya.


Apalagi baju itu memamerkan paha putihnya dan bagian atas hanya ditutupi satu tali di bagian bahu membuat jakun Ayyub naik turun. Bahkan dulu Neera tak pernah memakai pakaian tidur seperti itu, entah bagaimana melihatnya sekarang membuat Neera seperi makin muda.


Berbeda dengan Ayyub, sebenarnya Neera sangat risih dilihat Ayyub seperti itu, apalagi mereka telah lama tidak bertemu ditambah lagi kini dia tengah menyusui yang berarti menampakkan bagian pribadinya pada pria itu.


Meskipun pria yang terus menatapnya itu berstatus suami tetapi tetap saja terasa aneh dan tidak terbiasa, oleh sebab itu sedari tadi dia barusaha menutupi bagian dadanya yang terpampang dengan tangannya.


"Sayang, apakah mereka masih ASI" tanya Ayyub yang masih menatap lekat pada dada Neera.


"Iya, aku masih berusaha mengurangi ASI mereka,hmmm bisakah kamu jangan melihat kearah sana ?" ucap Neera ambigu yang mengembangkan senyum aneh Ayyub.


"Kenapa ? aku juga ingin merasakannya, walaupun tidak bisa susunya tapi aku ingin mencicipi tempat penyimpanannya" jawab Ayyub frontal membuat wajah Neera merah padam.

__ADS_1


"Heyy, apa yang kamu katakan, babkan kamu berebut dengan anakmu" jawab Neera antara malu dan kesal.


"Princess ayah yang cantik, ayah boleh ikut juga tidak susu bunda ?" tanya pria itu pada Qalundra yang tengah menyusu setelahnya mencium gadis kecil itu.


"Apa ayah lapal juga ? ayah juga mau mimi bunda ?" tanya polos Qal setelah melepas dada kanan Neera yang memamerkan keseluruhannya.


Sontak hal itu membuat Neera kaget dan malu sementara Ayyub menelan kasar salivanya. Melihat pemandangan didepannya membuat jiwa kelelakiannya bergejolak dan memberikan efek pada bagian bawahnya.


Perlahan dia hanya bisa mengangguk dan menatap antara mulut putrinya dan dada kanan Neera menanggapi pertanyaan putrinya.


"Sayang, apakah Qal sudah selesai ? kalau sudah bunda akan simpan kembali ya dan tidak ada lagi nanti" tutur Neera pada putrinya sembari masih menutupi sumber ASI nya dengan tangannya.


"Cudah bunda., untuk ayah lagi, Qal sudah kenyang kasian ayah juga haus bunda" jawab gadis itu dengan wajah polosnya.


Saat itu juga Qal turun dari pangkuan bundanya dan ikut bergabung dengan kedua saudaranya, meninggalkan Neera yang sangat malu dan Ayyub yang tersenyum nakal penuh dengan kemenangan.


"So, sayang mana bagianku, bukankah putriku sudah mengizinkan aku mimi juga ?" tanya Ayyub sumringah sembari terus mendekat.


"Astaga mulutmu itu, bisakah kamu bicara yang masuk akal, sudah tau kamu punya anak kecil masih sembarangan" jawab Neera jengah sembari membenarkan bajunya.


"Loh apa yang salah sayang, aku hanya ingin mimi dan Qal mengizinkanku" jawab Ayyub yang mulai menggoda Neera.


"Oh bisakah kamu berhenti Ayyub" balas Neera sedikit kesal.


Mendengar suara bundanya yang lumayan keras membuat ketiga anaknya menoleh, dengan wajah bingung kembali Qal bertanya


"Why ayah ? apa ayah miminya nakal sampai di marah bunda ?" tanya polos Qal.


"No, sayang bahkan ayah belum jadi bunda pelit tidak mau memberi ayah sayang" ucap Ayyub memelas meminta dukungan anaknya.


"Why bunda ? Bunda bilang kita tidak boleh pelit" Qeenan menimpali.


"No sayang, kalian lihat tubuh ayah besar dan tinggi. Apa kalian mau mimi bunda habis dan kalian tidak bisa mimi lagi ?" tanya Neera memperhatikan ketiga anaknya.


Kompak ketiganya menggeleng dan terdiam lalu mereka langsung mengalihkan pandangannya ke arah televisi. Kini Ayyub malah terlihat menahan tawanya yang sesekali keluar.


"Lihatlah kelakuanmu, dasar mesum kenapa kamu menodai anakmu" tekan Neera sembari mendelik kearah Ayyub.


Karena sudah tidak tahan lagi Ayyub segera menarik Neera kedalam pelukannya dan menempatkan istrinya itu di pangkuannya.


Kembali dia merasakan kehangatan yang telah hilang selama tiga tahun belakangan dan menghirup aroma istrinya yang terasa memamukkan meskipun Neera belum mandi.


"Sayang, kenapa semakin hot saja ? Apakah setelah melahirkan kamu mejadi semakin sexy dan cantik begini ?" bisik Ayyub di telinga Neera yang membuat wanita itu meremang.


"Entahlah aku tidak merasakannya, aku merasa seperti biasanya" jawab Neera asal.


"Bagaimana mungkin, lihatlah kamu semakin montok dan wajahmu semakin berseri, aku semakin khawatir membiarkanmu berjalan di luar sana" tutur Ayyub masih memeluk erat Neera dalam pangkuannya.


"Diamlah mulutmu itu, aduh kenapa kamu semakin mesum begini setelah tiga tahun" celutuk Neera.


"Tentu saja sayang, tiga tahun aku menahannya dan terus membayangkan tubuhmu" kembali bisik lirih di telinga Neera.


"Ayyub bisakah kamu berhenti, apa kamu tidak melihat anakmu di depan, bahkan aku juga sedang datang bulan" ucap Neera pelan sembari mencubit perut liat suaminya.


"Auuuch sayang, apa kamu menggodaku ?" tanya Ayyub makin manjadi.


"Diamlah Ayyub, berhenti bertingkah aneh atau kamu tidak pernah mendapatkannya sama sekali" ancam Neera yang sudah kesal tanpa menyadari kata-katanya.


"Benar ya sayang., aku mendapatkannya nanti, kamu sudah berjanji padaku. Kamu tidak bisa menariknya lagi" ucap Ayyub sumringah dengan binar bahagianya.


Neera yang menyadari kebodohannya hanya bisa mengiyakan dan menyesali permintaan Ayyub yang kini tengah bergabung dengan triplets dengan senyum cerahnya mengalahkan matahari pagi itu.

__ADS_1


__ADS_2