
Seperti biasa kegiatan Neera sampai rumah akan mandi lalu juga menyiapkan air mandi untuk pak suami berikut dengan baju salianan hingga dalaman.
Sementara Ayyub masih bercengkerama bersama triplets di ruang keluarga mendengar cerita triplets yang tak pernah kehabisan bahan.
Selesai membersihkan diri dan kembali segar Neera bergabung bersama suami dan anak-anaknya. Mendengar sedikit cerita mengenai hari triplets yang sangat menarik versi mereka.
"Ayah, ayah mandi dulu yuk, udah bunda siapkan baju salinannya, airnya juga udah bunda siapkan" ujar Neera yang diangguki suaminya.
Tak lama setelah berlalu ke kamar terdengar suara panggilan dari Ayyub yang sudah di prediksi oleh Neera.
"Bunda, bantuin ayah nda" suara Ayyub dari arah kamar mereka.
"Sayang, bunda bantuin ayah dulu ya, main yang pintar disini. Sebentar lagi bunda akan masak untuk makan malam kita" titah Neera yang langsung mencium satu persatu buah hatinya.
"Okay Bunda" jawab ketiganya.
Segera Neera berjalan menuju kamar mereka sebelum Ayyub kembali memanggil dirinya. Terkadang bayi besarnya itu selalu punya tingkah agar diperhatikan oleh Neera.
"Ada apa sayang ?" tanya Neera ketika sudah berada di kamar mereka.
"Bantuin buka dasi sama baju yang, susah sekali kancingnya kecil-kecil" adu Ayyub yang merengek layaknya anak sekolah.
"Ya ampun sayang, banyak sekali ya alasannya. Bisa tiba-tiba gak bisa buka, terus kalau lagi dinas keluar siapa coba yang bukain disana ?" tanya Neera yang gemas dengan kelakuan suaminya.
"Uda yang buka sendiri lah sayang, tapi kalau itu dia bisa sendiri kalau sekarang susah sekali yang, Uda gak bisa bukanya" alasan Ayyub yang kurang masuk logika.
"Pintar sekali ya Uda ngelesnya" cibir Neera tetapi tangannya sudah bekerja membuka simpul di dasi suaminya.
"Masya Allah, cantik sekali istri Uda" gombal Ayyub saat Neera tengah fokus dengan pekerjaannya.
"Gombalnya" Neera.
"Tidak sayang, memang cantik sekali" yakin Ayyub pada istrinya.
__ADS_1
"Gemesssnya sama bunda, apalagi kalo lagi hamil cantiknya berkali lipat" ungkap Ayyub sembari mencium gemas pipi berisi Neera.
"Uda bisa aja" senyum Neera yang membiarkan tingkah absurb suaminya.
"Sayang, hari ini babies rewel tidak ?" tanya Ayyub yang beralih mengelus lembut perut besar Neera.
"Alhamdulillah twin bunda pintar sekali, sudah mulai aktif mereka yang" cerita Neera.
"Wah Masya Allah, sudah mulai gerak-gerak ya nak, sehat-sehat ya sayang di perut bunda, makan yang banyak, semoga menjadi anak sholeh-sholeha, pintar, dan sehat yang paling penting" do'a Ayyub yang diAmini Neera.
"Sudah sayang, Udah dibuka semua ini, cangcutnya bisa sendirikan yang, masak kalah sama triplets" becanda Neera yang selesai mempereteli pakaian suaminya.
"Bisa dong sayang, tapi kalau Neera mau bukain alangkah senangnya biar bisa sekalian manjain yang di dalamnya" goda Ayyub pada istrinya.
"Jangan sekarang Uda, kasian triplets diluar tambah lagi mereka sudah kelaparan. Malam saja nanti service sekalian ganti olinya" canda Neera yang mendapat sambutan luar biasa dari suaminya.
"Janji ya sayang, Neera udah janji lo tidak boleh ingkar" peringat Ayyub menuntut istrinya.
"Iya Sayang, Insya Allah. Sudah sana mandi dulu biar kita bisa makan malam" ujar Neera yang dituruti suaminya.
Memang Neera sudah menyetel televisi itu dengan ayat lanjutan dari hafalan triplets sehingga saat mereka menghidupkannya sudah langsung terputar.
"Sayang, bunda masak makan malam dulu ya, kalian lanjutkan hafalannya. Mau makan malam apa kesayangan bunda hari ini ?" tanya Neera pada triplets.
"Qai mau salmon bunda" request baby Qaivan.
"Qal mau nasi sama corn terus mau salad sama chicken bunda" pinta si cantik Qalundra.
"Qee juga mau salmon bunda, tapi di asap" keinginan si tampan Qeenan.
"Okay sayang, berarti kita bikin salmon asap, ayam pop sama salad terus nasinya campur jagung ya ?" ringkas Neera memastikan pada buah hatinya.
"Yess Bunda, terima kasih bunda sayang" kompak mereka sembari memberikan peluk dan cium pada Neera.
__ADS_1
"Of course my babies, yasudah bunda ke dapur dulu ya nak" pamit Neera yang segera menyiapkan makan mereka agar tidak telat.
Satu jam adalah waktu yang dibutuhkan Neera untuk berkutat di dapur sudah selasai hingga hidangan di meja tersaji dengan sempurna.
Plus sambal dan kerupuk yang menjadi keharusan untuk lidah minangnya. Semua makanan hari ini request dari triplets karena Ayyub sudah mengatakan akan makan apapun yang diinginkan triplets.
Jadilah mereka makan malam dengan suasana hangat setelah tadi melaksanakan ibadah magrib bersama. Hari ini jadwal tadarus sudah mereka rapel sore tadi bersama Ayyub. Ketika Neera sedang sibuk di dapur jadi setelah magrib mereka langsung mengisi perut yang sudah meronta.
Selesai makan keluarga kecil itu pindah ke ruang keluarga sembari menikmati puding buatan Neera dengan vla yang menggoda. Mereka makan disuapi Neera dalam satu piring yang sama.
"Triplets, besok sudah masuk sekolah ya ?" tanya Neera mengingatkan buah hatinya.
"Iya Bunda, tapi Nda..., boleh tidak masuknya nanti lagi saja ? Qee lebih suka bekerja di kantor ayah Nda" alasan Qee yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan gedung milik ayahnya.
"Loh, kalau Qee tidak mau sekolah dan di kantor ayah terus nanti ketinggalan pelajaran dong. Teman-teman Qee juga sudah mulai banyak belajar lo di sekolah kalau di tunda bisa-bisa Qee ulang di kelas yang sama lagi" nasehat Neera.
"Kalau begitu Qee sekolah saja Nda, tapi Qee mau sama Qai dan Qal juga Nda" pinta Qeenan.
"Iya Qee kita nanti sekolah bersama" setuju Qai dan diangguki oleh Qal.
"Yasudah berarti besok Ayah akan antar triplets sekolah baru setelahnya antar bunda" putus Ayyub.
"Tetapi kalo terlalu jauh Bunda bisa minta sopir jemput Yah, lagian nanti Ayah terlalu lambat masuk kantor" usul Neera berhubung tempat kerjanya lumayan jauh.
"Jangan Bunda, biar Ayah antar saja nanti saat Ayah tidak bisa jemput baru minta tolong mereka Yang" tolak Ayyub.
"Ayah tidak capek nanti saat bekerja ?" tanya Neera lagi.
"Tidak ada yang melelahkan jika itu untuk kesayangannya Ayah, benarkan triplets ?" tanya Ayyub meminta dukungan buah hati mereka.
"That's right Ayah" setuju ketiganya dengan jempol mengarah pada lelaki yang menjadi pahlawan mereka.
"Baiklah, Bunda ikut ketentuan Ayah saja" putus Neera menyetujui aturan suaminya.
__ADS_1
Malam itu mereka habiskan dengan canda tawa hingga triplets di tidurkan di kamar mereka sendiri. Neera dan Ayyub mengapit mereka dipinggir kasur sementara triplets sudah memeluk ayah dan bundanya sembari mendegarkan cerita nabi Muhammad SAW. semasa di Madinah dari Sirah Nabawiyyah yang dibaca Neera.