
Sejenak ruangan kembali hening saat Ayyub sudah memulai kata-katanya. Semua yang hadir penasaran dengan apa yang ingin ia sampaikan tetapi tidak ada yang berani bertanya.
Kali ini Neera hanya duduk di bangku vvip melihat suaminya yang sudah berubah menjadi seorang manusia es didepan podium.
"Sebelumnya saya sangat berterima kasih pada semua rekan kerja terutama investor yang sudah mempercayakan sahamnya kami kelola tetapi dalam sebuah kerjasama saya sangat menjunjung tinggi kredibilitas dan integritas. Meskipun hasil yang didapatkan sangat memuaskan tetapi saya tetap tidak setuju dengan cara yang dilakukan.
Mr. Smith saya sangat kecewa dengan anda, selama ini saya sangat menghargai dan mempercayai kerjasama kita tetapi dengan kejadian ini maaf saya harus menyampaikan kepada anda bahwa hubungan kerjasama kita terpaksa saya hentikan dan tolong kembalikan saham perusahaan ini dengan baik" papar Ayyub yang membuat semua orang terperangah.
Pasalnya pria yang disebutkan Ayyub memiliki image bagus ditengah pebisnis. Ia dikenal sebagai pengusaha senior yang sukses dikalangannya ternyata selama ini persembunyiannya sangat apik.
Sengaja Ayyub tidak ingin menguliti habis pria paruh baya itu karena masih memikirkan reputasinya ditengah rekan kerja dan pebisnis lain tetapi ternyata hal itu tidak diindahkan oleh orang yang dimaksud.
"Maaf Tuan Ayyub, anda sebagai seorang pengusaha tidak seharusnya menggunakan cara yang kejam seperti ini untuk memperoleh keuntungan. Saya tau jika pasaran anda sedang naik karena itu anda menginginkan saham anda kembali karenanya keuntungan akan menjadi milik anda sendiri tetapi kita bekerja sama Tuan, Saya lebih senior dari anda dalam bidang ini tentu kita harus menghargai kerjasama kita tidak bisa semena-mena anda meminta saham kembali dengan cara ini" sangkal pria itu dengan wajah tanpa dosanya.
Awalnya terjadi balasan kata dari Ayyub dan lelaki tua itu. Semakin lama semakin menyulitkan dan pembahasan semakin melebar kemana-mana menjadi bola api yang bergulir ditengah acara.
Neera yang awalnya masih santai semakin lama emosi bumil itu semakin memuncak hingga ia akhirnya tidak tahan dan memanggil asisten suaminya.
Kini wajah pria paruh baya itu dan aktris yang sedang menjadi brand ambassador mereka semakin pongah karena kata-kata hasutan dari mulut keduanya semakin dimakan oleh para tamu yang hadir.
__ADS_1
Jika biasanya Neera tidak peduli tetapi kali ini entah karena hormon kehamilan yang membuatnya mudah tersulut atau memang ia sudah tidak tahan melihat kemunafikan mereka didepan matanya.
Setelah berbincang sejenak Neera mengambil microphone yang diberikan sekretaris Ayyub sementara sang asisten yang tadi berbincang dengannya menuju operator yang ada dibelakang panggung.
"Ehm ehm permisi sejenak. Sebelumnya saya minta maaf atas keikutsertaan saya dalam perbincangan ini tetapi sebagai pemilik saham mayor saya juga berhak ikut serta dalam perbincangan hangat ini" sambut Neera dengan ketenangan yang selalu menyertainya.
Semua tamu tampak menoleh dan seketika Neera menjadi pusat perhatian saat berjalan menuju sisi depan mejanya. Wanita itu tidak ingin menaiki panggung karena sebentar lagi panggung itu akan menjadi pusat perhatian semua orang.
Benar saja, tidak lama berlalu berputar tayangan video mesra sang pemilik saham dan aktris yang duduk disisinya membuat sang istri langsung naik pitam. Tidak hanya sekali bahkan mereka kembali berjalan mesra sembari bercumbu di hotel yang berbeda.
Selain itu juga ada rekaman percakapan rencana penjebakan Ayyub dan beberapa bukti chat yang berisi posisi keberadaan Ayyub yang ternyata ia dapatkan dari salah seorang kepercayaan Ayyub di kantor.
Rambutnya yang tadi ditata rapi bergelombang kini sudah acak-acakan akibat jambakan dan cakaran si wanita yang kini tengah meraung meluapkan kekesalan pada suami dan selingkuhannya.
Wajah Tuan Smith sudah merah padam akhirnya ia meluapkan kemarahan pada Ayyub dan mengumpat mengeluarkan kata-kata yang selama ini berlawanan dengan image yang ia tampilkan.
"****, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan saham perusahaan itu dan kau ingat bahkan aku bersumpah akan mengambil semuanya darimu !!!" teriak lantang lelaki paruh baya itu.
"Ya, anda memang tidak perlu melepaskan apapun Tuan karena memang tidak ada yang perlu anda lepaskan. Mohon maaf saham itu bukan milik anda lagi, jika tidak percaya silahkan mengeceknya di pasar saham dan bawa berkas anda ke bagian hukum untuk memastikannya" celutuk Neera sebelum pernyataan itu dijawab oleh suaminya.
__ADS_1
Namun tidak perlu lama tampilan layar monitor raksasa yang ada didepan panggung memberitau kepemilikan saham beserta keadaan pasar saham real time. Hal itu menjawab semua pertanyaan yang berkecamuk di benak semua tamu yang hadir dan akhirnya setelah mengumpat kesal lelaki itu berjalan meninggalkan sang aktris yang terus mengejarnya meminta pertanggung jawaban atas kariernya yang sudah diujung tanduk.
Sementara istri pria tua itu sudah lebih dulu hengkang dan melarang suaminya pulang ke rumah. Ternyata kekayaan pria itu bersumber dari sang istri. Mereka memulai semua hal dari uang istrinya dan kesuksesan itu juga tak lepas dari campur tangan istri dan keluarga besar istrinya.
Begitu sekelompok orang itu berlalu keluar begitu juga dengan orang kepercayaan Ayyub yang sudah mendapatkan surat pemecatan secara tidak hormat suasana kembali kondusif.
Secara tidak langsung kini pemegang saham terbesar perusahaan Ayyub adalah Neera. Istrinya sendiri, entah bagaimana caranya wanita cantik itu berhasil mendapatkan 5% saham yang berada ditangan Tuan Smith.
Sekarang bisa saja jabatannya digeser atau bahkan digantikan oleh istrinya tetapi wanita itu tetap santai memakan dessert yang sepertinya lebih menarik perhatiannya ketimbang sang suami yang kini tengah ketar-ketir hatinya.
Diamnya Neera adalah bencana bagi Ayyub. Memang didepan semua orang wanita berhijab itu terlihat hangat dan mesra tetapi saat bersama sikap dingin Neera kembali terasa.
Berkali-kali Neera berusaha melepaskan belitan tangan Ayyub dipinggangnya saat mereka duduk atau menghempaskan tangan Ayyub saat pria itu berusaha menggenggam tanggannya atau mengelus perut buncit Neera.
Penolakan dari Neera membuat Ayyub frustasi, ia tau betul semua kesalahan yang sudah ia lakukan tetapi kali ini penyelamatan yang dilakukan Neera sungguh membuatnya selamat dari jurang kehancuran.
Egonya sebagai lelaki telah membenamkan dirinya sendiri. Rasa power yang ingin ia tunjukkan membuatnya terjebak dengan sesuatu yang sebelumnya tak terpikirkan olehnya.
Ternyata kehadiran dan peran seorang istri sangat ia butuhkan dalam karirnya. Seorang istri yang teliti dan selalu memperhatikan detail sekecil apapun mampu membuat dirinya terhindar dari semua hal yang akan menghambat langkahnya. Kejadian ini membuat Ayyub sadar bahwa ia tak bisa berjalan sendiri dan merasa besar tanpa bantuan seorang wanita disisinya.
__ADS_1