
Ayyub maasih tertawa memandangi layar pipih di depannya sembari membayangkan wajah kesal Neera yang begitu menggemaskan. Belum apa-apa ia sudah merindukan kekasih hatinya itu.
"Wow Capt, punya kekasih baru nih. Seleranya berubah haluan ya Capt, jadi imut menggemaskan" ucap Co-Pilot yang sudah biasa dengannya.
"Dia bukan orang baru, dia adalah yang selalu" ungkap Ayyub dan berlalu.
Sementara dibelakang para pramugari sudah berbisik-bisik mengenai peistiwa tadi karena mereka tidak berani dengan Ayyub yang terkesan dingin dan menyeramkan.
"Hey, lihatlah Captain kita tersenyum lebar hari ini"
"Iya, aku juga melihatnya. Malah aku merasa sedang bermimpi.
"Iya, terlihat sangat tampan. Aku jadi makin menyukainya"
"Tapi siapa wanita yang bersamanya tadi, sepertinya Capt sangat mencintainya"
"Benar, aku juga melihatnya, sayang perempuan tadi tidak jelas terlihat. Sepertinya dia mengenakan hijab dan tingginya sanggat tidak sesuai"
"Apakah Capt dengan Vina benar-benar usai, akhirnya Capt terbuka mata dan hatinya"
"Iya benar, meskipun mereka terlihat cocok bersama tapi percayalah Vina itu meskipun kelihatan baik tetapi aslinya iblis"
"Husss jangan bicara begitu, bukankah terakhir kali mereka akan tunangan ?"
"Aku merasa tidak yakin, tetapi aku melihat cincin di jari manis Capt barusan"
"Ah aku jadi tidak mengerti siapa sebenarnya pasangan Captain terbaik sekaligus terdingin kita itu"
"Aku tidak peduli selagi tidak ada Vina atau siapapun itu aku akan berusaha mendapatkan dirinya"
Semua hanya terdiam karena yang berbicara barusan adalah kepala pramugari.
Setelah itu bisik-bisik tetangga terus terjadi antara pramugari yang lain.
Memang banyak sekali yang menginginkan seorang Ayyub. Meskipun ia sangat dingin dan terkesan garang tetapi tidak mematahkan pesonanya yang bahkan menjadi bertambah berkali lipat.
Dahulu ketika saat bersama Vina mereka semua tidak terlalu berani karena selain Vina cantik, seksi dan semampai ia juga merupakan pramugari senior dengan latar belakang keluarga yang kuat.
Selain itu juga mereka mengetahui sepak terjang Vina mendapatkan Ayyub dengan menyingkirkan istri Captain ganteng itu dan saat itu mereka juga berpikir bahwa dulu saja Ayyub bisa berpaling mungkin saja sekarang juga bisa, siapa yang tahu.
Gosip itulah yang beredar selama ini di kantor maskapai penerbangan mereka. Tetapi satupun tak ada yang berani angkat bicara jika Vina dan gengnya berada di dekat mereka ataupun Ayyub.
Selang beberapa menit para awak kabin itu memasuki pesawat untuk persiapan keberangkatan.
Ayyub sudah masuk kebagian cockpit bersama satu co-pilot dan langsung menempati kursi bagian kiri.
Sebelum memulai aktifitasnya Ayyub terlebih dahulu menekan benda pipih persegi ditangannya sebelum akhirnya mendekatkannya ke telinga.
Cukup lama sampai tersengar suara di seberang.
"Assalamu'alaikum sayang"
......
"Uda akan berangkat nanti Uda kabari setelah mendarat lagi"
.....
"Tentu pasti, thank you sayang"
.....
"I miss you and love you so much"
.....
"Bye, Wa'alaikumsalam"
Seorang Co-Pilot yang berada disebelah kanan cockpit terheran-heran mendengarkan percakapan Captainnya bahkan tersenyum sendiri saking bahagianya.
__ADS_1
Sudah sekian lama ia mengenal dan terbang beberapa kali bersama Ayyub tetapi baru kali ini ia melihat tingkah aneh sang captain.
Diburu waktu akhinya ia bungkam dan berencana menanyakan nanti saat ada kesempatan.
Saat ini mereka akan menerbangkan pesawat menuju Paris dan setelahnya Ayyub memiliki rute ke Belanda, Jepang, dan berakhir di Korea.
Memang maskapai penerbangan Ayyub merupakan maskapai penerbnagan internasional yang melayani rute keberbagai negara didunia.
Setelah mengecek pra terbang di bantu auto-pilot, menerima izin pada bagian kendali, lalu mengumumkan pada penumpang maka mereka siap lepas landas.
Kurang dari lima menit mereka berkutat dengan manual keberangkatan sebelum akhirnya pesawat dalam mode auto-pilot yang dikendalikan oleh komputer yang sudah diprogram.
Saat ini mereka sudah bisa istirahat dengan tetap memperhatikan dan mengawasi monitor apakah pesawat terbang sesuai rute program atau tidak.
Setelah mematikan tanda sabuk pengaman keduanya masih setia pada posisi mereka dan terdiam beberapa saat.
"Capt. Bisakah saya bertanya ?" tanya ragu-ragu Co pilot itu.
"Dilarang berbincang didalam cockpit pesawat" tegur Ayyub meskipun hanya candaan.
Melihat respon tersebut co-pilot itu menelan ludah kasar tetapi tidak menyurutkan niatnya.
"Ayolah Capt, aku bisa mati penasaran"
Hanya dilbalas delikan oleh Ayyub.
"Capt. siapakah orang yang kamu telpon, apakah wanita barumu ?" tanya co-pilot itu semangat.
"Mulutmu seperti perempuan" kesal Ayyub.
"Oh ayolah Capt, aku penasaran sekali. Bagaimana bisa dia merubah tampang frozen mu itu"
"Dia istriku" singkat Ayyub dengan senyum tipisnya.
"Wah... aku merinding. Lihatlah senyummu itu yang tak pernah keluar. Wow luar biasa sekali perempuan itu"
"Wah... apa ? Kamu memuji seorang wanita. Bahkan dengan Vina saja kamu tidak pernah sekalipun saat semua mata lelaki tertuju padanya"
"Yes she is"
"Tapi apakah kamu putus dengan Vina Capt, bukankah kalian akan bertunangan kenapa malah kamu sudah menikah. Apakah kamu selingkuh ?"
"Yes, i chitting. But bukan menyelingkuhi Vina tetapi istriku. You must know that i never love her tetapi hanya sebuah kesepakatan bodoh yang harus aku lalui"
"Wah... bagaimana ceritanya. Kenapa bisa begitu ?"
"Yups itu adalah kebodohanku dan aku sangat menyesalinya"
"Dan wanita yang dibandara tadi ?"
"She's my real wife from begining until now and the end"
"What ?! maksudmu dia menerimamu kembali ?"
"Yes she is"
"Why ?! kenapa dia mau ?"
"Maksud mu ?"
"Ah.. maksudku bagaimana bisa dia memaafkan. Biasanya wanita akan sulit menerima kembali dan memaafkan sebuah perselingkuhan"
"Ya, aku juga tidak tau alasan pastinya. Aku rasa dia memiliki hati sebening berlian. Aku beruntung memilikinya"
"Atau apakah dia miskin atau sedang membutuhkan uang ?" selidik Co-pilot itu yang mendapatkan tatapan kekehan Ayyub.
"No, she's rich woman" kekeh Ayyub.
"What ?!"
__ADS_1
"Dia memiliki perusahaannya sendiri, selain seorang dosen dan dokter hewan praktisi dia juga punya berbagai toko, apakah kau pernah mengunjungi Triplets Bakery ?"
"Of course i'm. Tempat itu sangat terkenal dan menunya sangat memanjakan lidah. Bahkan aku baru saja dari sana kemarin"
"Itu punya dia"
"What ?! oh my god i'm gonna die. She's extraordinary woman"
"Yes she is"
"Wah... bagaimana bisa kamu mendapatkannya Capt. Apakah masih ada satu lagi sepertinya ?"
"Yeah, aku rasa tidak"
"Aku jadi ingin mengenalnya. Apa tadi, dia juga seorang dosen dan praktisi ?"
"Yups benar dan sayang sekali aku tidak akan mengenalkannya padamu"
"Apakah lain kali aku bisa mendapatkan diskon jika ke Triplets Bakery lagi ?"
"Apa hubungannya ?"
"Tentu saja ada, kamu captainku dan dia istrimu"
"Haha lain kali aku akan mempertimbangkannya"
"Yah... Tapi ngomong-ngomong kenapa namanya Triplets Bakery. Apakah dia memiliki obsesi pada apapun yang kembar tiga"
"Kau cerewet sekali"
"Ayolah Capt, perjalanan ini akan membesonkan hanya dengan melihat tombol di depan"
"Itu anak kami"
"What ?! apa dia bersama laki-laki lain sebelumnya ?"
"Tidak, sudah kubilang mereka anak kami. Anak-anakku"
"Bagaimana bisa ?!"
"Tentu saja aku menggempurnya, menebar benihku dan jadilah mereka"
"Ah sial, bukan itu maksudku. Jika begitu aku juga biasa melakukannya Capt"
"Lalu apalagi, bukankah semua pramugari dibelakang sudah kau jadikan lahan"
"Hehe kenapa kamu bisa tau Capt. Tapi bagaimana bisa kamu memiliki anak ?" cercah Co-Pilot itu lagi.
"Yah, aku juga baru mengetahuinya beberapa bulan ini. Dia melarikan anakku sampai Edinbrug" kenang Ayyub.
"Bagaimana kamu tau mereka adalah anakmu Capt ?"
"Tentu saja aku bisa, umur mereka sudah dua tahun dengan melihatnya saja siapapun akan langsung tau"
"Benarkah Capt, bisakah aku melihatnya. Tidak mungkin anakmu juga akan kau tutupi"
"Ah baiklah, kau kepo sekali" ucap Ayyub sembari memberikan foto triplets dalam dompetnya"
"What ?! kembar tiga ?! Wah... aku sangat terkejut menerima kenyataan hari ini"
"Berisik sekali, kamu pikir dari mana nama triplets itu jika bukan anakku kembar tiga. Apakah mungkin istriku memberi nama anak kami triplets"
"Wah... aku tidak bisa berkata-kata. Inimah memang copy paste kamu semua Capt"
"Tentu saja aku sangat rajin membuatnya dulu" kenang Ayyub.
"Menang banyak kamu Capt"
"Tentu saja"
__ADS_1