Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 229


__ADS_3

Malam itu Neera menghangatkan makanan yang sudah di dibuat oleh Ayyub dan menata diatas meja makan begitu juga dengan kursi makan triplets. Neera menyiapkan makanan dan susu mereka karena ia tau ketiga buah hati mereka itu akan terbangun sebentar lagi saat mereka tidak merasakan kehadiran bundanya.


Sesuai prediksi mereka bangun bersamaan mencari bundanya hingga ke dapur, setelah mengecup satu persatu buah hatinya Neera membawa mereka ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi seperti biasanya dan membawa mereka makan bersama. Dipertengahan makan Ayyub juga terbangun dan bergabung bersama anak dan istrinya, tentunya kali ini Neera yang melayani sang kepala keluarga.


Selesai makan dan membereskan dapur Neera dan Ayyub membuat panggilan untuk orang tua mereka dengan sambungan langsung melalui PC. Mereka lesehan di lantai yang dialasi karpet tebal nan empuk sehingga nyaman untuk mereka bersantai disana. Begitu panggilan tersambung triplets segera berkerubut duduk berdempet didepan orang tuanya dengan antusias, mereka berebut ingin menyapa Atuk, Nana, Opa dan Oma dan seluruh keluarga yang kebetulan sedang berkumpul.


"Assalamu'alaikum Atuk, Opa, Nana, Oma" sapa keluarga kecil itu.


"Wa'alakumsalaam sayang, udah sampai kah" balas semua yang diawali Opa.


"Alhamdulillah sudah Opa, sudah makan juga" balas Qee.


"Alhamdulillah, semua sehat-sehat disana ?" tanya Atuk.


"Alhamdulillah sudah Atuk, di rumah bagaimana, apakah sehat semua para kakek dan nenek" canda Neera.


"Alhamdulillah sehat sayang, ada apa ini tiba-tiba telpon full team" selidik Nana yang disetujui semuanya.


"Ah... itu Ma, sebenarnya kami mau memberikan kabar untuk semua. Nana kok tau aja" kekeh Ayyub.


"Tentu saja, lihat itu senyum-senyum mencurigakan kalian disana" ledek Mama yang juga mendukung besannya.


"Atuk, Opa, Nana, Oma kita mau punya adik twin !!!!!" seru triplet tak terhentikan.


"Ah apa sayang ?!" kaget Mama yang mewakili semua yang tengah tercengang.


"Iya Ma, Alhamdulillah kami dikasih rezeki kepercayaan lagi, kali ini gak bisa kembar tiga Ma cuma dua yang tercetak" seloroh Ayyub yang langsung mendapatkan senggolan istrinya.


"Masya Allah..., Alhamdulillahirrabbil'alamin..." serentak semua dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Sekarang gimana kondisi Neera Nak ?" tanya Ama yang masih terharu.


"Alhamdulillah baik-baik saja Ma, mabuknya pindah ke ayah anak-anak Ma" ujar Neera yang disambut ketawa semua orang.


"Hahaha, gimana rasanya Yub, jangan mau buatnya saja rasain juga efek sampingnya" ledek para Abang yang dibarengi tawa lepas semua orang.


"Bang, puas banget ketawanya. Harusnya semua orang berterimakasih padaku karena sudah mencetak para bayi lucu demi penerus agama, nusa dan bangsa" pongah Ayyub yang mendapatkan dengusan semua orang.


"Dasar sombong" celutuk Luthfi.


"Ayah, tidak boleh sombong" sambar Qal yang mendengar penuturan Unclenya.


"Hahaha dengar tu Bang, pintar sekali ponakannya aunty" ujar Nola.


"Ohiya sayang, sekarang sudah berapa bulan kandungan Neera Nak ?" tanya Mama yang penasaran.


"Jalan tiga bulan Ma, ternyata mereka sudah hadir sejak di rumah tapi Neera gak perasaan karena sudah kesenangan di rumah" kata Neera menjelaskan.


"Amaaaaa" rengek Neera yang langsung dipeluk Ayyub.


"Ma, gawat ma, sekarang lampu kuning hidup terus Ma" ujar Ayyub sembari berseloroh.


"Hahahaha baiklah-baiklah, jaga makan, istirahat yang cukup dan jaga kondisi tubuh Neera Nak. Kalau ada yang mau dimakan atau sesuatu yang diinginkan beri tau kami yang di rumah. Insya Allah nanti kalau ada kesempatan kami akan berkunjung kesana" nasehat Ama panjang lebar yang diangguki oleh pasutri yang tengah berbahagia itu.


Begitulah pembicaraan yang menyenangkan itu berlanjut hingga akhirnya mereka berhenti saat mata tidak sanggup lagi bertahan akan kantuk dan lelah sehabis perjalanan panjang. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidur kembali di kamar utama. Tidak membutuhkan waktu yang lama triplet sudah terlelap dipelukan ayah dan bundanya. Sementara kedua orang tua muda itu masih bertahan melihat helaan napas teratur dari tiga nyawa yang menjadi kebahagiaan dan kebanggaan mereka.


"Sayang, sudah ngantuk yang ?" tanya Ayyub sembari melepaskan pelukan Qal dan Qai untuk diletakkan pada posisi nyaman.


"Belum terlalu sayang, ada apa sayang ?" tanya Neera yang juga membenarkan posisi tidur Qee dan menyelimuti triplets.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana menurut Neera kalau triplets kita ajarkan untuk tidur di kamar mereka sendiri yang ?" tanya Ayyub pada istrinya.


"Iya Uda tidak masalah, memang sudah saatnya juga mereka diajarkan mandiri tapi biarkan mereka sekamar saja Uda" saran Neera yang ditarik masuk kedalam pelukan Neera.


"Iya sayang, tapi nanti kita harus renovasi satu kamar lagi agar lebih luas dan harus pindah sementara atau kalau Neera mau bagaimana kalau kita beli rumah yang lebih besar karena anggota kita semakin bertambah dan juga mempertimbangkan keluarga kita nanti jika berkunjung kesini" saran Ayyub.


"Hmmm kalau renovasi boleh Uda, kalau rumah alangkah lebih baik dibangun dari pada beli jadi Uda, tapi yang dekat-dekat disini bolehkan sayang ?" bujuk Neera yang disetujui suaminya.


"Tapi sayang, untuk sementara maunya kita pindah kemana ? Renovasi butuh waktu apalagi nanti akan banyak debu dan cat juga tidak bagus untuk kesehatan ibu hamil dan anak-anak" ujar Ayyub sembari mengusap lembut punggung istrinya.


"Sayang, bagaimana kalau sementara kita beli kasur baru yang sesuai sama kebutuhan triplets, kita gunakan kamar sebelah yang masih bisa kita akses berhubung connector door nya masih ada. Walaupun catnya warna putih tapi nanti bisa kita tempel huruf Hijaiyah, do'a dan pelajaran lainnya" ide Neera pada suaminya.


"Jadi menjelang rumah kita jadi berarti kita tetap disini saja. Kalau begitu Uda harus mempercepat pembangunannya agar kita bisa pindah sehingga saat anak-anak besar nanti mereka lebih leluasa" putus Ayyub.


"Iya.., makasih sayang, Uda selalu memahami Neera. Sejujurnya Neera lebih suka rumah seperti ini karena terasa lebih hangat tanpa ada orang lain selain kita. Tapi tak bisa dipungkiri kita butuh rumah yang lebih besar karena anak-anak kita juga butuh tempat. Hanya saja nanti Neera tetap tidak mau ada orang lain di rumah Uda" pinta Neera pada suaminya.


"Baiklah, as you wish Sayang, nanti yang bekerja di rumah kita hanya sampai sore dan untuk satpam Uda akan buatkan pos bertingkat sehingga mereka bisa tinggal di tingkat dua" setuju Ayyub akan permintaan istrinya.


"Neera ikut Uda saja, tapi jangan terlalu dipaksa Uda kalau memang belum bisa" ujar Neera.


"Insya Allah sayang, Uda mampu apalagi ini salah satu nafkah yang harus Uda penuhi, sebenarnya kita juga sudah punya rumah di Amerika karena Uda pikir suatu saat nanti mungkin kita juga akan kesana, terlebih usaha Uda untuk sementara ini berpusat disana" jelas Ayyub.


"Hmm maaf ya sayang, Uda jadi kesulitan karena harus tinggal disini" ujar Neera dengan suara yang makin serak dan mata berkaca-kaca.


"Hey sayang.., listen to me ! Uda gak masalah karena Uda bisa bekerja dimana saja, Neera dan anak-anak jauh lebih segalanya dan Uda juga punya orang-orang kepercayaan yang akan membantu menghandle disana" jelas Ayyub berusaha menenangkan ibu hamil yang mudah sensitif itu.


"Alhamdulillah kalau begitu, Neera janji nanti akan temani Uda kalau Uda mau memantau perusahaan kesana" tekad wanita cantik itu bersungguh-sungguh.


"Benarkah sayang ?!, Neera sudah janjinya" tagih Ayyub dengan wajah excited

__ADS_1


"Insya Allah Uda" setuju Neera yang langsung mendapat pelukan hangat.


Meskipun saat ini Neera sangat sensitif tetapi banyak juga keuntungan yang Ayyub dapatkan dari istri cantiknya itu terlebih saat ini Neera sangat mudah tersentuh dan menyerahkan dirinya sendiri.


__ADS_2