Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 133


__ADS_3

Selesai dengan acara maaf memaafkan kini suasana di ruangan itu sedikit hangat dan membuat atmosfir terasa lebih lega.


Tuan Kaisar juga sudah kembali duduk di kursi kebesarannya dan masih menatap lekat cucu-cucu yang sangat dirindukannya.


Sejujurnya ia ingin sekali memeluk dan mencium mereka tapi ia menahan diri karena tidak ingin membuat ketiganya kembali menangis.


Begitu juga dengan saudara-saudara Ayyub. Mereka semua menatap lekat kearah bocah lucu itu meskipun saat ini mereka tengah mengobrol santai.


Neera yang memahami itu mencoba untuk membujuk Qai yang ada dipangkuannya. Neera sangat mengerti pandangan mata yang penuh kerinduan dan pengharapan itu.


"Sayang, anak bunda yang baik yang pintar dan ganteng. Tau tidak itu siapa ?" bisik Neera ditelinga Qai yang sekilas menoleh kebelakang arah telunjuk bundanya.


"Itu Opa sayang, Papanya ayah. Sama dengan Atuk. Opa sangat sayang sama Qai, salim ya nak. Anak bunda yang pintar pasti mau kan sayang" bujuk Neera pada Qaivan.


Balita gemoy itu menengadahkan kepalanya menatap mata sang bunda. Neera segera menampilkan senyum terbaiknya dan menatap teduh bola mata bulat itu untuk meyakinkan putranya.


Setelah diam beberapa saat akhirnya balita itu mengangguk dan segera dihadiahi Neera kecupan.


Perlahan Neera menurunkan Qai dan menuntunnya ke arah Tuan Kaisar. Balita itu menurut dan akhirnya sampailah didepan lelaki baya yang sedikit mirip Ayahnya itu.


"Assalam alaikum, Opa" sapa Qai yang langsung meraih tangan besar itu untuk disalimnya.


"Ya Allah cucuku sayang, iya ini Opa nak" seru Papa Ayyub yang seketika spechless akan kedatangan balita tampan itu. Air mata begitu saja menetes dari ujung matanya.


Segera Tuan Kaisar membawanya dalam dekapan dan menciumi wajah putih bersih itu. Qaivan diam saja karena ia sudah berjanji pada bundanya menjadi anak yang pintar.


Senyum terbit di wajah para lelaki yang ada disana tidak terkecuali Ayyub yang sedari tadi lebih banyak diam. Memang itulah karakter asli Ayyub ditengah keluarga dan orang sekitarnya. Hanya disamping Neera saja ia bisa menjadi hangat dan banyak bicara.


Sembari Qai bersalaman Neera mengambil alih Qee dan Qal dari pangkuan Ayyub dan membisiki mereka sehingga keduanya juga beranjak kearah Opanya dan menyalami lelaki baya yang kini terlihat sumringah.


"Salam Om nya juga nak, Ini adalah kakaknya Ayah, yang ini juga, kalau yang ini adiknya Ayah sama seperti uncu" jelas Neera sekaligus memberikan instruksi pada triplets.


Ketiganya kembali bersalaman dengan saudara lelaki Ayyub dan mendapatkan ciuman diseluruh wajahnya.


Hanya bersalaman ketiganya kembali lagi duduk disamping Neera dan memeluk bunda mereka posesif.


Merasa tidak enak Neera lantas meminta maaf pada semua yang ada disana terutama Tuan Kaisar yang sepertinya masih ingin memeluk cucunya.


"Maafkan mereka ya Pa, sepertinya mereka masih jetlag. Dari tadi sedikit tantrum dan merengek terus. Biasanya tidak seperti ini" tutur Neera sopan.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa nak, Papa paham kondisi mereka" balas Papa Ayyub.


"Ohiya sayang, Opa sama Om belum tau lo siapa nama kalian. Om nya mau kenalan itu, bingung Om nya kan kalian mirip semua, ayo nak" pancing Neera pada triplets dengan full bahasa indo.


"Nama aku Qaivan Filius Zaneera K." ucap Qaivan.


"Kalau yang ini siapa ya ?" tanya Neera pada Qee kali ini.


"Namanya Qeenan Filius Zaneera K." jawab Qee.


"Kalau yang cantik siapa ya" pancing Neera lagi.


"Qalundra Filiae Zaneera K." seru Qal yang selalu senang bila dipuji cantik.


"Apa ya kepanjangan K itu, bunda kok lupa yaa" pancing Neera pada ketiganya.


"Kaisar Bunda" jawab ketiganya serempak yang mengukirkan senyum diwajah lelaki yang ada di ruangan itu.


"Nah loh, itu Opa Kaisar nya disana. Minta izin dulu sana kenapa dinamanya ada nama Opa, hayo lo gimana itu. Tanya dulu sama Opanya boleh atau tidak ?" pancing Neera yang membuat ketiganya menoleh pada Tuan Kaisar yang masih setia dengan senyumnya.


Triplets masih bergeming menenggelamkan wajahnya di tubuh sang bunda malu. Saat ini mereka sudah mulai nyaman dan sudah ingin duduk sendiri meski masih gelendotan pada Neera.


"Ayyub Ghaliz Kaisar Bunda" jawab mereka yang mendapatkan usapan kepala dari ayahnya.


"Nah loh, ada Kaisar nya lagi. Hayo loh.., sana tanya dulu sama Opanya" suruh Neera dengan wajah lucunya.


Ketiganya langsung bergerak dan berdiri di depan Opa Kaisar sembari menatap wajah teduh itu.


"Opa, aku namanya Kaisar. Boleh pinjam yaa" seru Qal ragu-ragu.


"Tentu saja sayang, nama itu memang untuk kalian tapi Opa minta bayarnya dulu. Peluk Opanya dulu" jawa Papa antuasias.


"Makasi Opa" jawab Qal.


"Opa, Qee minta ayah ya. Ayahnya buat kami saja, bolehkan Opa" tanya polos Qee dengan muka penuh harap.


"Pastinya boleh sayang tapi nanti kalau ayahnya nakal bilang Opa ya, nanti biar Opa marahi" canda Tuan Kaisar pada Qee yang kini sudah duduk juga dipangkuannya.


"Ohiya Opa, ayah suka nakal. Pergi terus lama pulangnya" adu Qai yang juga sudah dipangkuan opanya.

__ADS_1


"Oh ya ? Ayah pergi kemana ?" tanya Tuan Kaisar dengan antusias.


"Ayah pergi kerja Opa, telbangin pesawat terus pulang lagi. Nanti pergi lagi terus pulang lagi" jawab Qee antusias dengan menggerakkan tangannya menirukan pesawat.


"Pantasan ya ayahnya sudah jarang sekali pulang kesini ternyata sudah ada tempat persinggahan baru" ucap Papa bermaksud menyindir putranya.


"Iyalah Pa, namanya juga lagi usaha Pa. Untung sekarang dapat lagi, susah tau Pa dapat yang begini" balas Ayyub menanggapi candaan Papanya yang disambut gelak tawa diruangan itu.


Neera yang malu reflek mencubit manja pinggang suaminya dan melototkan matanya.


"Aduh sakit yang, kenapa sih gak sabaran banget nanti ya kita main cubit-cubitannya" goda Ayyub yang berhasil mencairkan suasana.


"Ya ampun Uda mulutnya itu loh" kesal Neera yang sudah sangat malu.


"Iya iya maaf sayang, becanda doang iyakan Bang" lempar Ayyub pada abangnya meminta dukungan.


"Haha gapapa Neera santai saja, kita udah paham kelakuannya" balas abang Ayyub dengan tawanya.


"Iya tetap saja, itu anak-anaknya denger loh. Jangan ngomong yang aneh-aneh nanti mereka bisa meniru" kesal Neera yang masih tidak terima.


"Iya maaf sayang, Uda salah. Gak lagi kok" balas Ayyub yang memilih mengalah pada istrinya daripada nanti mendapat amukan dan berakhir dengan tidur sendiri.


"Wah, suami takut istri sekarang ya Yub. Udah jinak aja nih singa tidur" canda Fazreen pada adiknya.


"Yah mau gimana lagi Bang, daripada nanti kenyaman malam hari terganggu lebih baik mundur saja" pasrah Ayyub dengan muka tengilnya membuat seisi ruangan makin tertawa lepas.


"Jadi sudah berapa lama kalian kembali bersama ?" tanya Papa Ayyub memastikan meskipun sebenarnya ia sudah mengetahui itu dari orang suruhannya.


"Sudah hampir setahun Pa" jawab Ayyub serius.


"Bagaimana kalian memulainya, setau Papa kalian sudah lama berpisah. Bahkan seingat Papa kamu sudah mengurus surat cerai" tanya Tuan Kaisar pada Ayyub hanya untuk memastikan saja meskipun ia sudah tau.


"Tidak Pa, Ayyub tidak pernah sekalipun menceraikan Neera tidak ada kata perceraian itu muncul baik dari mulut Ayyub maupun Neera. Surat yang dulu Ayyub perlihatkan pada mama itu palsu karena sebenarnya Ayyub tidak pernah mengurus perceraian kami, boleh Papa cek saat ini status kami masih suami istri di kantor catatan sipil" jelas Ayyub panjang lebar.


"Iya Papa percaya sama kamu, tapi Papa juga sedikit ragu karena kalian berpisah sudah cukup lama tanpa ada kabar sama sekali" tanya kembali Tuan Kaisar.


"Benar Pa, tapi meskipun begitu ternyata Ayyub tidak putus nafkah terhadap Neera. Uda memasukkannya di rekening lama Neera dan Neera baru tau itu karena tidak pernah lagi memakainya. Namun untuk berjaga-jaga Apa juga menyuruh kita menikah lagi secara agama. Jadi kami melaksanakan akad di mesjid yang ada disana secara sederhana" jawab Neera yang membuat Tuan Kaisar merasa lega.


"Papa harap pernikahan kalian akan abadi dan bertahan sampai maut memisahkan. Kalian harus saling menguatkan, bergandengan tangan melewati segala halang dan rintang yang kemudian hari akan menghadang dikehidupan rumah tangga kalian berdua. Papa do'a kan kalian selalu bahagia" pesan Papa Ayyub yang diamini semua orang.

__ADS_1


__ADS_2