Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 245


__ADS_3

Tidak hanya Ayyub yang mendengarkan celotehan Qee bahkan seluruh anggota rapat juga menyimak apa yang disampaikan Qeenan, karena balita itu berbicara dekat dengan mic yang ada di meja.


Bukan tanpa alasan, apa yang disampaikan Qee memang benar adanya, meskipun terkesan celotehan anak kecil tetapi sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.


Ayyub tersenyum melihat gambar yang terlihat dilayar Ipad, lalu ia menyambungkan dengan proyektor sehingga semua orang menangkap maksud dari perkataan putranya.


"Sayang, boleh ayah mempercantik gambarnya ?" tanya Ayyub yang diangguki Qee.


"Beginikan sayang ?" tanya Ayyub lagi.


"Iya ayah, tapi bagian yang sebelah sini kaca yang besar" ujar Qee yang diikuti Ayyub.


Semua peserta rapat terdiam melihat gambaran sketsa kasar yang dibuat Qee dan kini sedang diperhalus ayahnya.


"Perfect !" ujar Ayyub dengan senyum puas melihat hasil karya mereka berdua yang membuat kagum semua orang yang hadir di ruangan meeting.


Perbaikan yang dilakukan oleh ayah dan anak itu terkesan berkelas tapi juga memiliki karakter khas dari negara itu.


Semua orang bertepuk tangan saat Ayyub membuatnya menjadi model 3D dan siap untuk didemokan. Mereka memuji kepintaran anak dari bos besar yang diluar batas kemampuan anak seusianya.


Gen memang tidak pernah berbohong, terlahir dari ayah dan ibu yang memiliki kecerdasan juga membuat Qee cepat dan tanggap dalam kehidupan.


Melihat kemampuan putranya diluar ekspektasi Ayyub menyimpan sejuta kekaguman, nanti akan ia ceritakan pada istrinya mengenai peningkatan kemampuan Qee.


Entah ia yang belum tau atau memang bakat itu terpendam selama ini. Memang diantara ketiganya yang menonjol dalam hal belajar dan akademis adalah Qee.


Balita itu lebih cepat menangkap apapun yang disampaikan oleh orang atau kejadian yang ada di sekitarnya. Sementara Qai memiliki jiwa pemimpin yang kuat, mengerti dan dewasa dibanding kedua sadaranya.

__ADS_1


Qal sendiri merupakan pribadi yang lebih bebas, ia menyukai pergerakan dan kebebasan akan tetapi ia juga cerdas dalam melakukan hal yang ia sukai. Memiliki pendirian yang kuat dan daya juang yang tinggi.


Rapat yang biasanya selesai selama dua jam kini berakhir setelah satu jam penjelasan dan perbaikan yang akan dilakukan sesuai dengan masukan yang disampaikan oleh Qee.


Balita itu kini ikut terlibat dalam rapat, bukan saja hanya sebagai pengikut. Beberapa kali bawahan Ayyub bertanya mengenai konsep yang disampaikan putra bosnya dan dijawab dengan fasih.


Semula mereka kira akan mengganggu jalannya rapat tetapi justru ia penyelamat mereka dari amukan bos besar, jelas saja apa yang diinginkan bos nya itu terkadang jauh dari apa yang bisa mereka pikirkan tentu saja akan sulit untuk memenuhinya.


Bahkan baru kali ini mereka mendengar kata "perfect" keluar dari mulut bos besar yang biasanya hanya berisi perintah perbaikan, penolakan bahkan pengulangan.


Ayyub berjalan mengikuti putranya yang sudah berlarian kecil karena sudah rindu dengan saudaranya yang lain. Qee berlari tergopoh-gopoh sembari memeluk erat snack yang diberikan saat rapat.


Ketika Ayyub menyuruhnya minum atau makan saja ia tegas menggeleng,


"Ini akan Qee makan bersama Qai dan Qal" begitu jawaban balita itu yang membuat Ayyub terharu dengan triplets.


Saat sampai didepan lift Qee berhenti karena kedua tangannya penuh dan tombol lift juga jauh dari tinggi tubuhnya. Oleh sebab itu Ayyub melangkah cepat diikuti oleh asisten dan sekretarisnya untuk membatu Qee menekan membuka pintu kotak persegi itu.


Sampai di lantai ruangan ayahnya, Qee segera berlari menuju pintu ruangan bermain dimana kedua saudaranya berada. Saat itu juga para sekretaris bergegas membuka pintu agar balita itu bisa masuk.


Setelah mengucapkan terima kasih dengan santun Qee bergegas masuk dan memanggil kedua saudaranya.


"Qai, Qal ayo sini, Qee punya banyak makanan" teriaknya yang langsung diikuti oleh kembarannya.


"Wah.., banyak sekali, Qee habis jajan ya ?" tanya Qal yang dijawab gelengan kepala.


"Tidak Qal, ini semua adalah bayaran karena Qee tadi sudah bekerja membantu ayah, benar kan Ayah ?" jawab Qee yang meminta dukungan ayahnya.

__ADS_1


Ayyub tersenyum dengan kepolosan putranya. Tentu saja itu bukan bayaran bahkan itu hanya snack yang disediakan jika memang Qee meminta bayaran tentu saja ia berhak mendapatkan bagian yang sangat besar karena konsep yang ia sampaikan menjadi ide dasar pembangunan hotel berbintang yang akan segera dilaksanakan.


Akantetapi Ayyub hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya sebagai persetujuan karena ia tidak ingin membuat sedih putranya yang saat ini tengah bersemangat.


"Wah.., Qee hebat sekali nanti Qai akan bantu juga yaa" puji Qaivan sembari menawarkan diri.


"Tentu saja, semua anak ayah sangat hebat dan cerdas" sambut Ayyub yang tak lupa memberikan kecupan di kepala triplets.


Setelah berkumpul mereka berbagi makanan yang dibawa Qee. Bagian itu merupakan punya Qee dan ayahnya yang digabung menjadi satu.


Mereka menikmati kue, buah potong dan minuman bersama tanpa berebut satu sama lain. Ayyub yang melihatnya menjadi terharu akan kesederhanaan buah hatinya.


Jarang sekali triplets meminta jajan mewah-mewah. Mereka akan terlihat bahagia dengan makanan yang ada meskipun makanan yang mereka santap saat ini juga tidak bisa di bilang sederhana.


Setelah menghabiskan snack siang mereka kembali bermain sementara Ayyub sibuk bekerja menuntaskan tumpukan map yang berisi lembaran proposal persetujuan maupun kontrak kerja sama yang bernilai fantastis.


Memasuki jam siang, Ayyub mengistirahatkan sejenak tubuhnya lalu mengecek triplets di ruangan bermain dan mengajak mereka sholat bersama. Setelah itu Ayyub makan bersama triplets bekal yang sudah disiapkan bunda mereka.


Makanan sehat yang menjadi kesukaan mereka. Seberapapun sibuknya Neera ia tetap menyiapkan makanan dan segala hal yang berhubungan dengan suami dan anak-anaknya bahkan hamil sekalipun tak menjadi halangan baginya.


Selesai makan Ayyub bercengkerama sebentar dan menidurkan triplets karena sudah waktunya mereka tidur siang. Tidak begitu sulit mengasuh triplets karena mereka mandiri dan sudah mengerti dengan jadwalnya.


Jarang sekali mereka tantrum atau merengek pada orang lain hanya saat mereka tidak enak badan atau memang lagi mencari perhatian ayah dan bundanya.


Sedari dini mereka sudah diajarkan mengenai tanggung jawab dan mandiri sehingga mereka lebih lues dalam mengerjakan kebutuhan pribadi mereka.


Begitu triplets sudah tertidur Ayyub kembali melanjutkan pekerjaannya sekaligus merapel untuk esok hari sehingga nantinya ia memiliki lebih banyak waktu bermain bersama triplets.

__ADS_1


Bahkan semua pekerjaan perusahaan Neera juga sudah ia selesaikan berikut dengan "Triplets Bakery" dan "Triplets Florist" yang kini sudah tergabung dalam "Triplets Coorporation" bersamaan dengan butik Neera. Saat ini juga cabang dari usaha bakery dan florist Neera sudah merata hingga eropa setelah dibantu handling oleh suaminya sendiri.


__ADS_2