Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 94


__ADS_3

Selepas bermain dan berlatih kuda mereka pulang dengan keadaan lelah. Triplets sudah semenjak tadi tertidur karena seharian bergerak terus dan tidak sempat tidur siang.


Malam ini Neera sedang mempacking barang keperluan Ayyub untuk besok pagi ke bandara. Benar, Ayyub akan kembali bekerja dan akan pulang sekitar dua minggu lagi. Karena mengikuti penerbangan internasional.


Meski ada kegelisahan di hati keduanya tetapi mereka tetap menyembunyikan itu dan mencoba berpikir positif. Entah itu Neera maupun Ayyub.


Sebenarnya Ayyub sudah semenjak tadi memberikan kode pada istrinya untuk meminta jatah akantetapi Neera berpura-pura tidak tau dan malah memijat refleksi tubuh Ayyub sehingga suaminya itu kini ikut terlelap bersama triplets.


Bukannya ia tidak mau, seharian ini Ayyub sangat lelah mengawasi anak mereka berkuda membiarkan Neera menunggang kuda kemudian ikut berkuda dengan istrinya.


Ditambah lagi seharian ini Ayyub menyetir pulang pergi dan tidak ingin digantikan bahkan sama sekali ia tidak istirahat.


Neera takut nanti Ayyub kelelahan dan konsentrasinya buyar karena ngantuk. Sementara sebagai seorang pilot konsentrasi dan kesiagaan sangat diperlukan. Banyak nyawa yang ikut bersama pesawat yang diterbangkannya dan harus dipertanggung jawabkan keselamatannya.


Biarlah ia menunda kepentingan mereka toh nanti juga akan bisa lagi jika suaminya pulang kerumah ini lagi. Semoga tidak ada arang melintang di kemudian hari.


Disamping itu saat ini adalah masa subur Neera, ia takut nanti akan terjadi pembuahan. Bukannya ia tidak ingin memiliki anak lagi akan tetapi keadaan yang tidak memungkinkan untuk ia memilikinya dalam waktu dekat.


Umur triplets yang masih kecil relatif membutuhkan perhatian ekstra dan dalam masa aktif-aktifnya. Neera tidak ingin kehilangan golden age triplets karena ini sangat mempengaruhi pembentukan karakter dan perkembangan mereka. Oleh karena itu harus memfokuskan diri terlebih dahulu.


Jika saat ini ia diberikan amanah lagi tentu saja ia tidak akan menolak dan tetap bersyukur, buktinya selama ini ia tidak memasang kontrasepsi sama sekali. Inilah yang membuat Ayyub bahagia karena pikirnya Neera tidak menunda kehamilannya tanpa ia sadari ternyata istri cantiknya itu mengatur lewat jadwal bercinta mereka.

__ADS_1


Segala keperluan sudah Neera persiapkan dari unung kaki hingga ujung kepala. Sepatu sudah mengkilat dan diletakkan di rak dekat pintu keluar. Seragam kebanggan suaminya sudah digantung bersamaan dengan semua atributnya.


Saatnya mengistirahatkan diri, Neera beranjak ke kamar mandi membersihkan diri dan berwudhu memang ia selalu membiasakan diri untuk berwudhu sebelum tidur agar nanti terlelap dalam keadaan yang suci.


Kemudian tidak lupa pula Neera melakukan skin care untuk malam hari demi menjaga kesehatan dan keremajaan kulitnya.


Setelah selesai Neera segera beranjak kearah ranjang untuk mencium kepala triplets sembari mendo'akan mereka kepada sang khalik begitupun dengan suaminya.


Baru kemudian Neera berbaring disamping suaminya karena ia tau lelaki kekar itu butuh kehangatan. Maka sebelum ia berangkat kerja Neera memenuhi kebutuhannya toh setelahnya ia akan puas bersama triplets kembali.


Subuh sekali Ayyub sudah bangun dan tersenyum mendapati istrinya berada dalam dekapannya. Segera ia menciumi pucuk kepala Neera dan menghirup aroma harum istrinya.


Terasa menenangkan, biarlah ia tabung untuk nanti bekal selama jauh dari keluarga kecilnya. Segera ia bergerak pelan agar tidak membangunkan Neera maupun triplets.


Sementara Ayyub membersihkan diri, dan juga sholat setelahnya ia dibantu Neera memakai seragam kebanggaannya. Sebenarnya bukan hal yang rumit tetapi ia meminta istrinya membantunya karena bagi Ayyub hal itu merupakan tambahan amunisi bagi batinya. Baiklah bayi besar !


Pukul 5 subuh Ayyub bersiap dan menyelesaikan sarapannya serta membawa sedikit bekal. Hari ini ia mencium sangat lama triplets dan setelahnya diantar Neera menuju ke bandara.


Selagi hari masih subuh dan kemungkinan triplets terbangun rendah karena setelah lelah seharian kemarin maka mereka memutuskan u tuk meninggalkan triplets tentunya dengan berbagai pertimbangan.


Hari ini Neera memaksa menyetir karena melihat Ayyub yang masih lelah maka ia meminta suaminya itu tidur sejenak selama dalam perjalanan.

__ADS_1


Awalnya sangat sulit karena Ayyub menolak dengan alasan ingin melihat wajah cantik istrinya lebih lama sementara matanya sudah kuyu namun akhirnya dengan sedikit bujukan dan ciuman akhirnya anak nomor satu itu tidur juga dengan damai.


Selang setengah jam mereka sampai dibandara dengan lembut Neera mengusap dada suaminya sembari membangunkannya. Bukannya bangun Ayyub malah menarik Neera dalam pelukannya dan menelusupkan wajahnya pada leher Neera yang terbalut hijab.


Setelah puas ia menciumi seluruh wajah Neera dan mengecupi berulang-ulang bibirnya hingga seluruh wajah Neera basah akibat ribuan kecupan itu.


Lama mereka saling merengkuh dan memeluk hingga akhirnya Neera mengingatkan waktu kepergian suaminya semakin dekat maka dengan berat hati mereka berpisah setelah sebelumnya berciuman dalam dan lama.


Neera mencium punggung tangan suaminya dan Ayyub mengecup dahinya sebagai ucapan perpisahan karena Neera tidak akan mengantarkan sampai ke dalam mengingat triplets yang ditinggal dalam keadaan tertidur.


Lambaian tangan menjadi tanda akhir perpisahan mereka yang entah kapan waktu pastinya akan bertemu lagi atau bahkan sama sekali tidak bertemu. Who's know ?


Tidak jadi masalah, toh dalam perjalan hidupnya Neera telah mendalami apa arti ikhlas. Hal inilah yang membantunya berdiri sejauh ini. Jika Tuhan tidak mengizinkan maka bukan itu haknya tetapi jika masih dipertemukan maka inilah jalan yang terbaiknya.


Bukannya Neera tak cinta, sungguh hatinya sangat ingin selalu bersama Ayyub. Sakit saat dikhianati bahkan marah saat dibohongi. Tapi apa daya semua ini adalah jalan yang harus dilalui. Bagaimanapun ia menolak kehadiran Ayyub agar tidak mengulang kisah lama tetapi tetap saja Tuhan dengan caranya mendekatkan mereka lagi. Maka hanya ikhlaslah obatnya.


Mencoba menerima dan memaafkan entah itu untuk dirinya ataupun untuk triplets. Tetapi apapun yang terjadi kelak ia sudah mengikhlaskannya dan untuk saat ini ia sudah sangat mampu berdiri sendiri dan membawa triplets dalam perahunya jika nanti terjadi goncangan yang mengharuskan mereka kembali menyingkir.


Takdir memang tidak selamanya indah tetapi kita harus berusaha membuatnya terasa indah. Bohong bila ia berkata rela melepas Ayyub untuk bekerja jauh, rasa khawatir itu pasti ada, rasa was-was takut dikhianati juga pasti ada namun kembali ia membuat pikiran positif dalam dirinya dan tentunya ia juga sudah menyiapkan amunisi lengkap bagi Ayyub.


Memenuhi kebutuhannya lahir dan bathin semaksimal mungkin sehingga jika nanti terjadi kesahan ia tidak akan menyesal karena sebelumnya sudah berusaha semaksimal mungkin namun inilah ketentuan atas dirinya.

__ADS_1


Jangan salah paham dengan menerima takdir kita harus manut dan membiarkan semua mengalir apa adanya tetapi sebelumnya kita harus berusaha semaksimal mungikin namun jika hasilnya tidak sesuai yang diharapkan nah disanalah ilmu ikhlas dipupuk.


__ADS_2