
Sementara di apartemen Ayyub ketiga anaknya telah tidur menyisakan kedua orang tua yang masih setia menepuk lembut dada ketiganya agar semakin pulas.
Mengerti akan tatapan suaminya Neera memilih turun dari kasur setelah membisikkan do'a ditelinga triplets dan memberi mereka kecupan.
Ayyub melakukan hal yang sama setelahnya menyelemuti putra putrinya memastikan dingin tidak menyergap tubuh kecil itu.
Disinilah mereka duduk sekarang, duruang tengah yang dihiasi sofa dan televisi besar. Lama keduanya saling pandang, ragu untuk memulai pembicaraan.
"Sayang..., Uda...." ragu Ayyub yang langsung dipotong oleh Neera.
"Okey, pertama Neera akan minta maaf jika perkataan Neera tadi menyinggung hati Uda dan keluarga Uda, Okay ? Neera punya alasan untuk melakukannya. Percayalah, Neera tidak ada niatan untuk menyinggung atau melukai hati siapapun" cerocos Neera yang sudah tidak tahan dengan kecanggungan ini.
"Hah ? perkataan yang mana sih yang ?" bingung Ayyub yang belum menangkap maksud Neera.
"Yang tadi Neera minta tolong diantarin ke kamar Uda sama pelayan bukannya masalahnya disana " ujar Neera bingung.
"Terus kenapa Neera tadi pergi gitu aja dari rumah, bukankah Neera merasa sakit hati dengan perkataan saudari Uda ?" tanya Ayyub bingung.
"Oh itu, hmmn sejujurnya Neera juga agak kurang nyaman dengan hal itu ?" desah Neera.
"Agak ?" tanya Ayyub semakin bingung lantas kenapa tadi istrinya itu segera pergi seperti orang yang sangat terlukai dan berhasil membuat ia begitu ketakutan.
"Iya Uda, emang kenapa sih ?" tanya Neera yang ikutan bingung.
__ADS_1
"Emang Neera gak marah dan sedih dengar omongan mereka ?" tanya Ayyub lagi memastikan.
"Marah sih engga, cuma agak sedih aja. Yah walaupun Neera sudah mempersiapkan diri untuk hal ini. Neera tau bahwa keluarga Uda belum bisa menerima Neera sepenuhnya tapi asalkan restu itu sudah datang dari orang tua Neera sangat lega. Apalagi pernikahan itu menurut Neera adalah komitmen, saat Neera memutuskan kembali bersama Uda maka baik buruknya harus Neera telan karena itulah pilihan yang sudah Neera buat" jelas Neera yang langsung mendapat pelukan hangat dari Ayyub, betapa bersyukurnya ia mendengar kata-kata itu keluar dari bibir wanita yang begitu dicintainya.
"Lalu apa yang membuat Neera pergi dari rumah itu membawa anak-anak ?" tanya Ayyub lagi sembari menggenggam tangan istrinya.
"Oh sejujurnya sejak awal Neera sudah menyadari bahwa mereka sudah merasakan tidak nyaman. Berkali-kali mereka meminta pulang pada Neera dan lagi jika pada saat itu Neera tidak segera membawa mereka keluar maka Neera takut mereka akan semakin banyak mendengar kata-kata yang tidak sepantasnya mereka dengar, Uda tau sendiri mereka anak-anak yang cerdas maka mereka akan menyerap hal itu dan akan mengingatnya. Oleh sebab itu Neera membawa mereka karena Neera tidak ingin hati dan pikiran mereka dikotori oleh dendam, cacian dan kebencian yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan emosi mereka" jelas Neera pada suaminya.
"Hmm bagitu, baguslah jika memang itu alasannya. Ohiya tetapi kenapa Neera tadi minta diantarkan pergi ke kamar Uda, apa Neera benar-benar lupa tempat yang dulu pernah kita tinggali yah meskipun itu mengukir kenangan pahit bagi Neera, wajar saja jika Neera melupakannya" sendu Ayyub yang air mukanya langsung berubah.
"Apaan sih Uda, mukanya gitu banget" hibur Neera untuk mengalihkan suasana hati suaminya.
"Bukan.., sejujurnya Neera sedikit ingat cuma Neera segan aja berkeliaran di tempat yang kurang familiar bagi Neera. Setelah sekian tahun pasti banyak yang berubah dan Neera tidak mau salah masuk ke tempat lain dan mengganggu privasi orang lain dan lagi...." terang Neera yang diakhiri dengan kalimat gantung.
"Hmmm, Neera tidak mau bilang soalnya ini sangat sensitive dan Neera juga kurang yakin dengan hal ini. Alangkah lebih baiknya jika Uda yang memastikan sendiri" ujar Neera yang membuat Ayyub semakin bingung namun ia juga tidak mau memaksa karena ia paham betul karakter istrinya.
"Uda, boleh gak kita gak usah ke rumah utama lagi ?" pinta Neera ragu.
"Hah kenapa sayang ? Bukannya tapi Neera bilang tidak ada masalah dengan keluarga Uda" ujar Ayyub.
"Hmmm maksud Neera ehhh kasihan triplets mereka akan terus bersikap seperti itu karena tidak nyaman dan bisa membuat Tuan dan Nyonya Kaisar terluka. Bagaimana jika kita undang mereka kesini saja nanti Neera akan masak atau kalau tidak kita makan di restoran atau hotel saja. Bagaimana ?" usul Neera yang langsung mendapat senyuman hangat dari suaminya.
"Terserah Neera sayang, Uda percaya kamu sudah memikirkan hal ini sebelum mengatakannya apda Uda" balas Ayyub lembut sembari mengusap kepala istrinya penuh cinta.
__ADS_1
"Tapi, Neera ada permintaan lagi sama Uda. Boleh tidak ?" tanya Neera dengan puppy eyes nya yang membuat Ayyub semakin gemas lantas menjawil manja hidungnya.
"Apa sayang, hmmm ? anything for you sayangku" gemas Ayyub yang langsung menggapai istrinya.
"Boleh tidak jika kita lagi berkumpul sama keluarga besar Uda, please selalu ada di dekat Neera jangan pernah tinggalkan Neera sendirian atau Uda juga boleh pantau Neera apapun caranya. Pokoknya jangan pernah biarkan Neera sendiri aja, ya sayang. Please ?" mohon Neera masih dengan muka memelas.
"Kenapa sayang, tumben sekali Neera bagini. Segitu takutnya ya sama keluarga Uda atau memang alasan aja karena gak mau jauh-jauh dari suaminya ?" selidik Ayyub dengan senyum lebarnya.
"Uda tau jawabannya" ujar Neera yang seakan menggantung yang membuat Ayyub menyimpulkan bahwa istrinya itu memang tidak mau jauh darinya, Jadi makin cinta deh.
"Yasudah sekarang Uda telpon Papa dulu mau undang mereka kesini. Takutnya mereka pikir kamu memang beneran kabur dan tidak mau lagi bertemu dengan mereka. Soalnya waktu Uda tinggal tadi mama udah nangis dan terlihat sedih sekali" kisah Ayyub.
"Ya Allah, yasudah cepat Uda kasih kabar mereka. Neera juga akan siap-siap masak untuk dinner. Kebetulan kita punya banyak stok habis belanja kemarin" balas Neera yang langsung beranjak dari rengkuhan suaminya.
"Btw sayang, sampai kapan Neera kan terus memanggil Tuan dan Nyonya Kaisar, they are you parent too" ujar Ayyub yang kembali menarik istrinya hingga jatuh kepangkuannya.
"I'm so sorry Uda, Neera hanya belum terbiasa okay, but i'll try" (Oke, tapi akan Neera coba ) balas Neera dengan senyum manisnya.
"You must babe or you get punishment" (kamu harus sayang atau kamu akan mendapatkan hukuman) ujar Ayyub yang mencuri satu kecupan dan setelahnya melepaskan istrinya untuk memasak.
"O o i'm so scare but I'll try my best" (oo Neera sangat takut tapi Neera akan mencoba yang terbaik) ujar Neera sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Oh sayang stop it, don't do it unless you don't want to cook" (Oh sayang berhentilah, jangan lakukan itu kecuali jika kamu tidak ingin lagi memasak) peringat Ayyub yang sudah gemas level maksimal.
__ADS_1