Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 116


__ADS_3

Sepulang dari makan malam di restoran Ayyub dan keluarga kecilnya kembali ke hotel karena waktu yang sudah larut dan tenaga yang sudah terkuras.


Sampai di depan lobby Ayyub turun terlebih dahulu membuka pintu bagian belakang lalu menggendong dua buah hati mereka dengan dibantu Neera.


Sementara Neera menggendong Qeenan yang berada diujung penuh kehatia-hatian. Meraka bertiga tertidur sesaat memasuki mobil dari restoran.


Mereka berjalan beriringan sembari Ayyub menyerahkan kinci mobilnya ke petugas yang ada disana, tentu saja ke parkiran khusus dirinya.


Saat memasuki lobby hotel tidak sedikit pengunjung yang mengalihkan perhatian pada mereka. Tidak terkecuali sekumpulang orang yang tengah mengobrol santai disana.


Mereka adalah keluarga Ayyub dan keluarga Hanna yang tengah membicaran even tadi dan juga rencana perjodohan antara Ayyub dan Hanna.


Disaat yang bersamaan mereka menyaksikan satu keluarga yang tengah menggendong tiga balita melintas didepan mereka.


"Mah, itu kok mirip bang Ayyub ya" celutuk Nola adik perempuannya.


"Iya yah, tapi gak mungkinlah masa Ayyub gendong-gendong anak sejak kapan dia punya anak" balas Riezka sang kakak.


"Iya juga ya, mama juga sempat mikir itu Ayyub tapi mana mungkin juga itu dia" respon nyonya Kaisar.


Sementara sang ayah hanya tersenyum penuh arti dibalik segala praduga perempuan kesayangannya.


"Ohiya tante perempuan tadi sepertinya Zee dari Zane Collection deh tante, sekilas aku lihat dia tadi" celutuk Hanna yang membuyarkan acara bisik-bisik antara nyonya kaisar dan dua putrinya.


"Hah ?! yang benar Hanna ?" tanya sang mama antusias diikuti oleh kedua putrinya.


"Iya, aku yakin banget. Soalnya aku lihat tadi tas yang ada signaturenya lagian tadi aku juga sempat ketemu waktu acara perayaan di restoran ia memakai baju itu" tegas Hanna seakan akan memang menghadiri acara itu.


Padahal Hanna hanya melihat dari luar restoran saat teman sesama modelnya mengatakan bahwa ia ada acara dinner bersama bersama bos besar Zane untuk merayakan kesuksesan mereka di even itu.


Hal inilah yang membuat orang-orang baik dari kalangan model maupun team lain berlomba-lomba menjadi bagian dari tim Neera.


Sosok perempuan berhijab itu sangat menghargai dan memberikan apresiasi tinggi pasa setiap orang yang membantunya tidak peduli siapapun itu.


Tak tanggung-tanggung ia sengaja membooking restauran dengan bintang michelin untuk makan malam mereka.

__ADS_1


Sementara Hanna hanya bisa menyaksikan acara itu dari luar dan setelahnya berlalu karena makan malam itu tertutup untuk umum dan satu restoran sudah direservasi untuk satu malam penuh.


Dilain sisi pernyataan Hanna itu membuat satu clue baru untuk mama Ayyub dan kedua saudara perempuannya.


Apakah benar Ayyub sangat dekat dengan perancang dan pengusaha sukses brand ternama itu, pasalnya ia sangat mudah mendapatkan koleksi musim kemarin hanya dengan sebuah telpon.


Tanda tanya itu semakin meluas saat merambat mengenai siapa sebenarnya anak yang digendong oleh Ayyub dan Zee tadi jika memang benar itu Ayyub.


Semakin penasaran akhirnya mereka memutuskan untuk melihat lift yang dinaiki Zee dan lelaki yang belum jelas kepastiannya itu.


Mereka beralasan ingin menemui langsung pengusaha cantik itu untuk beramah tamah dan saling menyapa.


Hal ini tentu tidak disia-siakan Hanna, dengan latar belakang keluarga Ayyub dan keluarganya tidak mungkin jika Zee yang menjadi bos incarannya itu menolak proposal kerjasamanya untuk menjadikan dirinya salah satu model untuk produk di perusahaannya.


Sejujurnya mereka bingung dengan lift yang baru saja dinaiki oleh Zee tadi, tertulis 'President Only' dan terdapat kartu akses tersendiri yang tidak bisa dibuka oleh siapapun.


Dengan rasa penasaran yang tinggi mereka menanyakan ke bagian resepsionis yang hanya berujung kehampaan karena itu merupakan privasi.


Berbagai upaya mereka coba namun gagal karena bos besar mereka sudah berpesan untuk tidak memberitahukan informasi apapun kepada siapapun terkait dirinya dan keluarga kecilnya.


Antara kebimbangan mama Ayyub mencoba menghubungi anaknya yang dibalas suara operator yang menyatakan nomor yang dihubungi tidak aktif.


"Apa Ayyub sedang terbang ya ma, kemarin kan Ayyub bilang dia ada penerbangan sebulan ke luar negri" ungkap sang kakak.


"Iya juga ya, makanya handphonenya gak aktif. Biasanya mama telpon juga langsung angkat dia" disetujui sang mama.


"Berarti yang tadi itu bukan bang Ayyub, mungkin kita aja salah lihat, yang tinggi dan ganteng kan banyak gak cuma bang ayyub saja" cerocos si adik perempuan.


"Iya bisa jadi" putus mama Ayyub dengan sedikit perasaan kecewa.


Mereka bertiga kembali menghampiri Hanna dimeja resepsionis. Wanita itu masih ngotot untuk meminta nomor kamar Zee yang kembali dibalas senyuman oleh petugas disana.


Jika saja mereka tidak diwanti-wanti untuk selalu ramah sudah dari tadi ia menjambak wanita sombonh didepannya itu. Tetapi mereka masih sayang dengan pekerjaan mereka terlebih bos besar sedang berada disini.


Berbeda dengan keributan yang tengah terjadi di lobi di lantai teratas gedung itu penuh dengan kenyamanan dan kehangatan.

__ADS_1


Setelah mengelapi dan mengganti baju triplets Neera bergegas untuk membersihkan diri sesaat setelah suaminya keluar dari kamar mandi mewah itu.


Mereka menaiki kasur setelah sebelumnya sholat isya berjamaah di ruang tengah. Neera merebahkan dirinya setelah memastikan memasang penghalang kasur yang baru dipasang petugas hotel sejak mereka menginap disana.


Sementara disisi satu lagi tidak dipasang karena Neera yang menjadi penjaga triplets namun kali ini tidak lagi karena Ayyub sudah ikut berbaring di samping tubuh Neera dalam keadaan telanjang dada.


Memang kebiasaan Ayyub sedari dulu tidur tanpa atasan namun sejak kembali bersama Neera ia mulai sering memakai atasan atas permintaan istrinya itu meskipun lebih banyak tidaknya.


Dengan sepenuh hati Ayyub merengkuh tubuh mungil yang penuh dengan kehangatan dan memberikan rasa nyaman bahkan saat menghirup aroma khas istrinya seketika merilekskan seluruh otot tubuhnya yang tegang akibat terlalu lama dibangku pilot.


Neera yang kegerahan berusaha melonggarkan pelukan itu dan membuka kaitan yang dibuat oleh lengan berotot itu.


"Uda, lepas dong. Neera gerah nih udah engap dari tadi" protes Neera yang berusaha meloloskan diri.


"Kalau gerah ganti baju yang tipis aja sayang atau gak usah pake baju sekalian" saran Ayyub yang semakin nyeleneh.


"Ngawur ih si Uda, nanti malah kebablasan lagi" rungut Neera yang sudah kecapaian meloloskan diri.


"Kebablasan kan enak langsung bikin adik triplets lagi" balas Ayyub yang makin menyimpang.


"Jangan aneh-aneh Uda, kita udah pada capek banget Uda juga butuh istirahat apalagi disini juga ada anak-anak. Mana besok kita juga harus balik pagi-pagi sekali" papar Neera yang memberikan alasan kuat agar menyegarkan kembali isi kepala suaminya.


"Iya sayang, Uda inget kok. Tenang aja Uda janji gak akan ngapa-ngapain kamu. Lagian aneh banget, sejak kapan Neera pakai baju panjang gini tidurnya. Biasa juga pakai baju mini. Mengganggu pemandangan saja" balas Ayyub yang melepaskan istrinya untuk memberi kesempatan Neera berganti baju.


Memang benar sedari tadi Neera sudah tidak nyaman dengan pakaian tebal itu namun ia berusaha menggunakan itu agar suaminya tidak khilaf namun malah menjadi bomerang untuk dirinya sendiri.


Dengan cepat Neera segara mengganti bajunya dengan celana pendek dan atasan model tankop bermotif bunga dengan bahan tipis.


Segera ia menelusup diantara triplets dan suaminya yang langsung direngkuh oleh badan besar dan tegan itu.


Kini tubuh mungil itu tenggelam dan meringkuk dibawah kenyaman yang seakan memastikan keamanan dan perlindungan bagi dirinya.


Sungguh aroma yang sangat dirindukannya selama dua minggu ini. Begitulah mereka saling memberikan kehangatan menuju alam mimpi. Sejenak mengistirahatkan tubuh yang telah digunakan seharian ini.


Tanpa mereka sadari keduanya telah meninggalkan ponsel masing-masing dalam keadaan mati dan membuat beberapa orang yang kebingungan akibat tidak mendapatkan jawaban dari keduanya.

__ADS_1


__ADS_2