
Hari ini sidang pertama kasus korupsi yang terjadi di perusahaan Kaisar Utama Corp. akan diadakan. Sidang ini dijadwalkan sebagai pemeriksaan tersangka dan saksi.
Bukti yang di dapat telah menunjukkan pada beberapa oknum yang dinyatakan bersalah. Saat ini sudah sekitar sepuluh orang dari jajaran Direksi dan staff ahli mereka yang sudah di dakwa dan mendapatkan masa hukuman mereka.
Sementara sidang yang berjalan sekarang adalah kasus di bagian keuangan yang sangat menguras dana perusahaan dan juga complicated.
Ayyub, Hakim dan Tuan Kaisar turut menghadiri persidangan ini, begitu juga dengan keluarga Kiki yang sepertinya telah menyewakan beberapa pengacara terbaik mereka. Tetapi bukan terbaik versi keluarga kaisar.
Udara di ruang persidangan sudah mulai menipis membuat keluarga kaisar sedikit tersulut emosi saat para staff ahli dan bawahan dari departemen keuangan memberikan pernyataan yang memberatkan pada Fazreen.
"Kami sungguh tidak tau yang mulia, kami hanya di suruh oleh atasan dan kami hanya menjalankan perintah karena takut dipecat" begitulah rata-rata pernyataan mereka.
Lain halnya dengan Fazreen yang terlihat seakan masih tidak percaya dengan hal ini. Setaunya tidak mungkin hal ini terjadi, terasa seperti mimpi dan belum sepenuhnya ia berada dalam kenyataan versinya.
Satu persatu tersangka sudah ditanya oleh jaksa penuntut yang disaksikan oleh majelis hakim. Hingga akhirnya kini Kiki yang duduk di kursi tersangka untuk ditanyai.
Setelah mengucapkan sumpahnya dengan perasaan gugup ia duduk dan mulai memberikan kesaksiannya dan menjawab semua pertanyaaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum.
"Saudari tersangka, apa motif anda untuk melakukan hal ini dan apakah ada orang lain yang berkerjasama dengan anda dalam perbuatan ini ?" tanya Jaksa.
"Saya tidak memiliki motif apapun, saya hanya disuruh oleh seseorang dan saya hanya bisa tunduk atas perintahnya" jawab perempuan itu dengan akting yang luar biasa.
"Apakah orang tersebut berada di ruangan ini ?" lanjut jaksa.
__ADS_1
"Ya" jawab singkat Kiki.
"Bisa anada tunjukkan siapa orang yang telah memerintahkan anda sehingga kalian melakukan korupsi dan penggelapan dana perusahaan dalam jumlah yang besar" ujar Jaksa.
Dengan tidak tau malunya perempuan itu menunjuk ke arah Fazreen dan saat itu juga lelaki yang sangat mencintai dan menggilai istrinya itu terpaku diam, seakan petir baru saja menyegat hatinya.
"Kenapa anda bisa mengatakan bahwa saudara Fazreen adalah orang yang berada di balik kasus ini ?" pancing Jaksa lagi.
"Karena dia mengancam saya untuk melakukan itu dan sebagai bawahan saya tidak bisa melakukan apapun selain menuruti perintah atasan" jawab Kiki dengan sedikit takut, sandiwara yang luar biasa.
Tuan Kaisar yang mendengar penuturan menantunya itu sedikit membuat kepalanya pusing, bukannya ia tidak tau bahwa semua hanya sandiwara akantetapi melihat keadaan Fazreen, darah dagingnya membuatnya teriris ikut merasakan sakit.
Lain halnya dengan keluarga Kiki yang terlihat menyungingkan senyuman licik dan seakan menyalahkan Fazreen sebagai pelaku utama. Semua tak lepas dari pandangan Ayyub dan Hakim yang membuat mereka semakin geram.
"Bukankah anda adalah istri saudara Fazreen, kenapa anda bisa menuduhkan hal itu pada suami anda sendiri" tanya Jaksa masih berlanjut.
"Memang dia adalah suami saya tetapi dia menikahi saya hanya untuk membantunya mencapai ambisi, dia mengatakan bahwa ia ingin menguasai seluruh harta Kaisar dan mendepak ayah beserta kakaknya yang seakan tidak memperhitungkan keberadaannya" jelas Kiki.
"Apakah anda mempunyai bukti bahwa suami anda mengatakan hal tersebut" tanya Jaksa.
"Ya, saya punya rekaman percakapan percapakan beliau" ujar Kiki yang kemudian diputarkan oleh pengacaranya.
"Sayang, sebenarnya aku kurang puas dengan penempatan aku saat ini, aku juga ingin sebagai CEO di perusahaan tapi kenapa Papa lebih memilih Hakim. Aku akan membuktikan bahwa aku juga pantas di posisi itu" sepenggalan percakapan Fazreen yang bisa membuat orang salah paham itu diputar.
__ADS_1
Fazreen yang sudah begitu kecewa tidak sanggup lagi menahan air matanya. Ia tahu persis kata-kata itu sudah lama saat ia baru saja menjabat sebagai direktur keuangan dan ia paham betul bahwa maksudnya membuktikan ia bukan dengan cara kotor tetapi dengan prestasi dan pencapaian yang tinggi.
Kenapa istrinya begitu tega melakukan hal ini padanya, padahal ia selalu memberikan cinta yang besar pada wanita yang sudah hampir lima tahun ia nikahi itu. Semua permintaannya akan ia turuti apapun itu.
Kekecewaannya saat ini sungguh tak bisa dibendung lagi. Bagai jatuh ke jurang tanpa dasar, rasa dikhianati begitu menghantamnya. Bahkan saat ini untuk membela diripun lidahnya terasa kelu, hanya air mata yang mewakili pedihnya hati seorang Fazreen.
Senyum licik terlihat samar di wajah yang menatap suaminya itu seakan penuh ejekan, sekilas memang tidak terlihat namun Ayyub jelas merekam itu semua dalam memorinya. Sungguh ia berjanji pada dirinya akan membuat orang-orang yang berusaha menjatuhkan keluarganya itu lenyap di permukaan bumi ini.
Memang inilah yang mereka rencanakan beberapa hari sebelum sidang. Kiki dan keluarganya akan mengadu domba keluarga Kaisar hingga sehancur-hancurnya sehingga di waktu yang tepat mereka akan menguasai perusahaan itu.
Segala macam tuduhan Kiki sampaikan pada jaksa yang bertugas beserta bukti yang sudah ia manipulasi dengan keyakinan semua ini tak akan bisa disangkal karena mereka sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Bahkan mereka sudah sangat yakin sekali tidak akan ada yang bisa membongkar aset dan uang yang telah mereka curi di bank swiss.
Akhirnya sidang berakhir dengan memberatkan tuduhan pada Fazreen dan akan digelar lagi dua minggu kedepan untuk penetapan terdakwa.
Fazreen yang digiring oleh petugas sekilas melihat pada Papa dan saudaranya berharap ia akan mendapatkan kepercayaan mereka namun sayang keluarganya malah mengalihkan pandangan mereka seakan tidak perduli akan keadaanya.
'Maafkan Papa nak, untuk sementara kamu harus bertahan. Kami melakukan hal ini untuk membantumu di persidangan nanti. Kuatkan hatimu, anakku' lirih Tuan Kaisar dalam hatinya sembari melihat punggung putranya melalui ekor mata.
Hal itu tidak luput dari penglihatan keluarga Kiki, memang inilah yang mereka harapkan. Keluarga kaisar akan terpecah belah dan saling bermusuhan.
Namun yang mereka tidak tau, keluarga kaisar juga sengaja melakukan hal itu untuk membuat lawannya diatas angin dan melonggarkan kewaspadaan mereka sehingga nanti ia akan menemukan celah untuk menjatuhkan lawan.
Terkadang kita harus lebih cerdik untuk menghadapi lawan yang licik dan kita harus lebih bisa meyakinkan untuk seorang yang ahli dalam sandiwara. Biarlah saat ini mereka merayakan kemenangan yang mereka yakini akan mereka genggam.
__ADS_1
Sesungguhnya kebenaran itu akan muncul dengan sendirinya. Bersabar dan tenang, itulah kunci yang nantinya akan membuat kita menjadi pemenanh sesungguhnya.