Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
Menuju Kerajaan Part 7


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Shata bergegas mengemasi barang-barangnya. Sedangkan tara lebih memilih untuk menemui seseorang yang telah dia bicarakan sebelumnya.


"Aku akan ke rumah Alysa" Ucap Tara.


"Kan.. Aku benar.. Ya sudah, aku akan menemuimu nanti" Jawab Shata.


"Wokeii.." Jawab Tara sembari meninggalkan Shata.


Sesampainya di rumah Alysa.


Tara melihat rumah itu tampak sangat sepi. Diapun berkeliling rumah Alysa sembari memanggil nama Alysa tetapi tidak ada satupun jawaban yang dia dengar. Akhirnya dia memutuskan untuk menyelipkan surat berisi hadiah tepat di depan pintu rumah Alysa. Dengan perasaan kecewa, Tarapun kembali menuju rumah. Sesaat akan sampai di rumah, dia berpapas dengan Shata yang ternyata sudah siap dan akan menjemputnya.


"Tara" Sapa Shata.


"Kan aku sudah bilang akan menjemputmu, kenapa kamu mau pulang ke rumah? Dicuekin Alysa?" Tanya Shata.


"Tidak ada orang di rumahnya" Jawab Tara.


"Tumben, padahal tadi kita ketemu di toko aksesoris itu kan" Jawab Shata


"Oh.. Atau mungkin mereka belum pulang, mungkin sedang mengunjungi saudaranya" Sambung Shata.


"Mungkin.. Ya udah yuk berangkat" Jawab Tara.


"Ayok, nih roti. Aku yakin kamu pasti lapar" Jawab Shata.


"Kamu tahu aja" Jawab Tara.


"Ya iyalah, aku sekarangkan pengawal pribadimu pangeran" Bisik Shata.


"Husst...!! Jangan bicara macam-macam ini di jalanan banyak orang yang berpapasan dengan kita" Jawab Tara.


"Hehehe.. Iya maaf" Jawab Shata.


Merekapun bergegas menuju kuil. Namun, tiba-tiba...


*Duuaaarrrrrrrr* Suara gemuruh petir yang sangat kencang.


"Astaga..!! Kaget" Ucap Tara.


"Aduh.. Sial.. Sepertinya akan hujan. Kuil masih jauh lagi! Ayo kita cari tempat untuk berteduh" Jawab Shata.


Tiba-tiba hujan lebatpun turun. Merekapun basah kuyup kehujanan karena belum menemukan tempat untuk berteduh.


"Duh..!! Sial banget sih!!" Jawab Shata sembari memayungi Tara dengan Tas yang berisi baju miliknya.


"Gak perlu begini woy.. Kamu tutupi saja kepalamu sendiri" Ucap Tara.

__ADS_1


"Jangan begitu, kesehatan dan keselamatanmu itu nomor satu" Jawab Shata.


"Shata..!! Taraa...!!" Teriak seseorang dari kejauhan.


"Haii.. Alysaa..!!" Teriak Tara.


"Cepat kemari!!" Teriak Alysa.


Ya, suara itu adalah suara Alysa. Dia sedang berada di sebuah rumah.


"Cepat masuk..!, cepat masuk..! Ini hujannya lebat banget" Ucap Alysa.


"Terima kasih, Alysa" Jawab Shata.


Disisi lain, Tara sedang mengamati rumah itu. Rumah itu tampak sangat besar dan megah.


"Alysa, boleh aku tanya sesuatu?" Ucap Tara.


"Ayo, masuk dulu.. Akan aku ambilkan handuk untuk kalian berdua" Ucap Alysa.


"Ibu.. Ayah.. Ini ada Shata dan Tara" Teriak Alysa.


Kemudian Ibu Alysa menemui mereka berdua di ruang tamu.


"Loh, kalian basah kuyup sekali" Ucap Ibu Alysa sembari mendekat kepada Shata dan Tara.


"Iya bu, padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan turun hujan, bahkan tadi pagi cuacanya sangat cerah" Sahut Tara sembari menciun tangan ibu Alysa.


"Ya sudah, ibu buatkan minuman hangat untuk kalian ya" Jawab Ibu Alysa.


"Bapak kemana bu?" Tanya Shata.


"E.. Ayah Alysa sedang tidak enak badan. Dia sedang beristirahat" Jawab Ibu.


Setelah menjawab pertanyaan dari Shata, Ibu Alysapun pergi menuju dapur. Sembari menunggu Alysa dan ibunya, Shata dan Tara mengobrol.


"Ini rumah siapa ya?" Tanya Tara.


"Iya, gede dan mewah banget, seperti istana. Lalu, sepertinya tidak ada penghuni lain selain mereka" Jawab Shata.


Ketika hendak melanjutkan percakapan itu, Alysapun datang.


"Maaf ya lama, ini handuknya" Ucap Alysa sembari memberikan handuk kering kepada Shata dan Tara.


"Terima Kasih" Jawab Shata dan Tara.


"Alysa, boleh aku bertanya?" Ucap Tara.

__ADS_1


"Oh, iya kamu tadi juga sudah bilang, mau tanya apa?" Jawab Alysa.


"Maaf ya kalau aku lancang, ini rumah kamu?" Tanya Tara.


"Iya, keluargaku punya beberapa rumah. Salah satunya di sini dan di dekat rumah kalian" Jawab Alysa sambil tersenyum.


"Oh.. Pantes aja, mereka sering berbagi makanan, ternyata mereka keluarga yang kaya" Batin Tara.


"Wah.. Seru ya, aku baru tahu kalau kamu punya beberapa rumah, dan untungnya kamu punya rumah disini, jadi kita bisa berteduh disini sembari menunggu hujan reda" Jawab Shata.


"Hahahah.. Kamu bisa saja" Jawab Alysa.


"Kapan kamu akan pulang ke rumahmu yang dekat dengan rumah kami?" Tanya Tara.


"Entahlah.. Mungkin setelah ayah sembuh" Jawab Alysa


"Memangnya kenapa?" Tanya Alysa.


"Dia tadi ke rumahmu tapi kamu tidak ada" Sahut Shata.


"Heh..!" Ucap Tara sembari menoleh pada sahabatnya, Shata.


"Ini di minum mumpung masih hangat" Sahut Ibu yang menyugukan minuman hangat.


"Terima kasih bu" Jawab Shata dan Tara.


"Iya.. Sama-sama, cepat diminum keburu dingin" Jawab Ibu Alysa.


"Hehehe, iya bu" Jawab Shata.


Shata dan Tarapun meminum minuman hangat tersebut.


*Sluuuurrpppp* "Hemm... Enak banget bu, terima kasih" Ucap Tara sembari menyeruput minuman tersebut. Ibu Alysapun memberikan senyuman.


"Kalian darimana?" Tanya ibu.


"Shatakan tadi ikut perlombaan memanah bu, di dekat kuil tapi kalah" Sahut Alysa dengan tersenyum bermaksud untuk mengejek Alysa.


"Husst..! Kamu ini" Jawab Ibu Alysa sembari menepuk kaki Alysa.


"Bukan kalah bu, tapi mengalah" Sahut Tara.


Shatapun hanya tersenyum karena malu.


"Nggak papa, namanya juga perlombaan pasti ada yang menang dan yang kalah" Jawab Ibu Alysa.


Merekapun mengobrolkan banyak hal sembari menunggu hujan reda. Ibu Alysa juga menyuguhkan beberapa buah bapao buatanya sendiri. Mereka memang sudah sangat akrab bahkan Shata sendiripun sudah menganggap Ibu dan Ayah Alysa adalah orang tuanya sendiri karena mereka selalu membantu Shata dan Tara.

__ADS_1


__ADS_2