
Setelah membersihkan diri dan menelpon asistennya untuk memberi waktu bebas Neera segera ke tempat tidur untuk menidurkan ketiga balita itu.
Neera memberikan mereka ASI karena memang tas susunya berada bersama sang asisten dan lagi Neera ingin lebih dekat dengan triplets, maka itu akan sedikit mengobati luka hatinya.
Tidak membutuhkan waktu lama ketiganya telah pulas dengan dengkuran halus khas balita. Membuat Neera merasakan damai seketika, seperti oase ditengah gurun pasir.
Perlahan Neera mengeluas sayang ketiganya sembari berkata di dalam hatinya.
"Maafkan bunda sayang, tidak bisa memberikan kebahagiaan yang utuh untuk kalian. Jika memang ayah bukan untuk kita bunda harap kalian akan bersabar menerimanya, bukan kita yang memilikinya. Tetapi ayah dan hatinya adalah milik Sang Pencipta, jadi jika Ia mengehendaki ayah bukan bersama kita maka kalian harus ikhlas dan bersabar dengan ketentuan Nya".
"Mungkin kebahagiaan ayah bukan kita, jadi biarkan ayah bahagian dengan pilihannya maka mungkin itulah cara kita membahagiakan ayah sayang. Bunda berjanji akan memberikan seluruh dunia bunda untuk kalian apapun akan bunda upayakan untuk kebahagiaan kalian. Jadi berjanjilah untuk selalu disamping bunda dan menjadi sumber kebahagiaan bunda sayang"
"Kita sudah pernah melewati ini bahkan hal yang lebih sulitpun pernah kita lalui, jadi kita juga akan mampu melewatinya kali ini. Bersabarlah sayang, Tuhan mencintai makhluknya yang sabar"
"Semoga kalian tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholeha serta berjiwa besar. Inilah takdir kita sayang, kita harus ikhlas dan bersyukur dalam menjalaninya. Bunda sungguh mencintai kalian, apapun yang terjadi bunda akan berkorban meskipun nyawa bunda sendiri untuk cinta bunda"
"Selamat tidur sayang bunda, semoga kalian mimpi indah dan kebahagiaan selalu menyertai kalian"
Setelah menyampaikan isi hantinya dan mendo'akan triplets ditelinga masing-masing Neera mencium mereka dan bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan kewajibannya.
Neera memilih sholat di ruangan yang berbeda agar ia bisa mencurahkan hatinya pada Sang Khalik meminta jalan terang atas apa yang ia lihat, meminta kesabaran dan kelapangan hati serta bersyukur selalu ia panjatkan.
Inilah cara Neera mengobati dirinya, bukan dengan yoga atau me time apapun itu, hanya dengan mendekatkan diri pada Sang Pemiliki Hatinya.
__ADS_1
Sejenak Neera berpikir jika kesalahan terletak pada dirinya, menimbang-nimbang jika memang perempuan itu adalah saudara atau ikatan lainnya.
Tetapi sepanjang ingatannya ia tidak pernah mengetahui wanita tersebut sebagai sepupu Ayyub selama ia berumah tangga dan tinggal dirumah mertuanya yang sering sekali mengadakan kumpul keluarga besar.
Bahkan wajah perempuan cantik itu terlihat seperti familiar, Neera mengingat-ingat hingga sampai pada sebuah titik. Wajah mix asia itu seperti pernah ia lihat.
Segera Neera membuka email dan melihat list model yang akan ikut dalam pagelaran ajang fashion tahun depan. Karena bagaimanapun Neera tetap berkecimpung di dunia fashion oleh sebab itu ia harus mengetahui dan memberikan persetujuan untuk model yang nanti akan digunakan perusahaannya.
Beberapa saat mencari Neera menemukannya sebagai model yang sedang naik daun. Berharap mendapat informasi lebih oleh sebab itu ia googling mengenai model itu.
Seorang keturunan campuran asia jerman, dengan latar belakang orang tua pengusaha. Sungguh menantu yang ideal, dengan paras cantik, badan bagus serta latar belakang yang memadai sungguh kriteria menantu idaman.
Sekilas melihat tentang keluarganya sama sekali tidak ada hubungan keluarga dengan Ayyub baik dari pihak ayah maupun ibu.
Akhirnya Neera menyerah, berusaha berpikir bahwa itu adalah sepupunya salah besar karena hubungan yang mereka punya adalah kerjasama antar dua perusahaan besar di negaranya yaitu perusahaan keluarga Ayyub dan perusahaan milik orang tua model itu.
Tetapi dipikir lebih jauh lagi sangat tidak bagus untuk perkembangan triplets, mungkin sejenak mereka bisa berlibur tapi tidak selamanya.
Saat ini triplets sudah memiliki lingkungannya sendiri, bahkan sudah masuk sekolah dan memiliki beberapa teman. Lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan pekerjaan Neera yang sangat membutuhkan dirinya. Lari bukanlah solusi yang tepat untuk setiap permasalahan. Ia harus menghadapi apapun hasil akhirnya nanti.
Lelah dengan pemikirannya, Neera memutuskan bergabung dengan triplets untuk sejenak mengistirahatkan pikirannya dan tidur.
Seharian mereka tidur dan menikmati hari dengan bermalas-malasan dikasur bahkan Neera juga memesan layanan kamar untuk makan malam mereka dengan alasan takut berpapasan dengan keluarga Ayyub karena bagaimanapun hotel tempat tinggal mereka adalah salah satu hotel yang bagus dengan kualitas pelayanan yang tinggi.
__ADS_1
Kemungkinan besar keluarga Ayyub menginap disini hanya beruntung Neera selama ini tidak pernah bertemu tapi bukankah keberuntungan tidak akan ada setiap saat.
Untuk membesarkan hati anak-anaknya Neera sudah membuat rencana baru. Ia akan mengajak keluarga kecilnya liburan ke Norwey, untuk menyaksikan Aurora yang katanya sangat bagus dan sulit untuk didapatkan.
Meskipun harus merogoh kocek yang dalam tetapi Neera tidak peduli toh hartanya sudah sangat lebih dari cukup hanya saja hidup yang dianutnya tetap sederhana karena menyiapkan masa depan triplets.
Namun begitu, sesekali mereka tetap membutuhkan liburan dan menikmati hasil jerih payahnya. Maka kali ini ia akan berangkat bersama triplets saja sengaja ingin quality time bersama meskipun nanti akan sangat merepotkan. Tetapi mereka sudah terbiasa.
Neera menyiapkan segala kebutuhan disana memesan tiket, penginapan dan menyewa kendaraan selama berada di negara bersalju itu.
Sengaja Neera mengambil penerbangan subuh untuk menghindari kemungkinan pertemuan mereka dan juga agar jalanan tidak sepadat biasanya karena ini ujung minggu.
Untuk pakaian dingin Neera meminta staffnya mengirimkan beberapa untuk dirinya dan triplets ke Norwey, langsung kealamat penginapan mereka karena terlalu sulit pergi dengan banyak barang.
Akhirnya mereka segera pergi ke bandara dini hari, saat kegelapan masih menyelimuti langit ketika pergantian antara penguasa malam dan fajar.
Neera terlebih dahulu mengirim pesan pada orang tuanya untuk berlibur tanpa menyebutkan pasti tempatnya dan beralasan tidak bisa menghungi lewat hp hanya lewat email karena tempat yang sangat jauh dan pelosok. Itulah alasan yang dipikirkan Neera karena ia ingin liburan kali ini tanpa mengaktifkan handphone sementara untuk urusan kerja jika ada keperluan mendadak melalui email kerja dan no kerja yang dipisahkan dari no pribadinya.
Satu yang menjadi penghibur dan penguat Neera saat ini yaitu senyuman dan wajah penuh bahagian dari triplets. Ketiga balita itu tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya karena ia berpikir bahwa mereka akan berlibur dan bermain salju maka hal inilah yang menjadi semangat mereka.
Sementara ini biarlah ia menghabiskan waktu bersama triplets membuat mereka terbiasa tanpa sang ayah agar nanti saat pulang mereka tidak terlalu kehilangan dan terluka jika ternyata ayah mereka tidak pernah lagi muncul dihadapan mereka untuk memberikan pelukan hangat.
Neera pun harus menyiapkan hati jika ternyata takdir tak sesuai dengan harapan. Biarlah mereka bahagia dengan caranya masing-masing. Ia tidak akan menahan dan mengemis untuk hati yang tidak menginginkan mereka.
__ADS_1
Mereka akan menciptakan kebahagiaan mereka sendiri jika ternyata kebahagiaan yang lain telah direnggut. Toh kebahagiaan itu kita yang menentukan.
'Selamat tinggal New York, terima kasih sudah menjadi tempat persinggahan sementara kami' batin Neera yang mulai mengudara bersama burung besi yang akan membawa mereka ke negara baru.