
Esok subuhnya saat Neera sudah keluar dari kamar ia tidak mendapati suaminya lagi di tempat tidur. Bahkan di kamar mandi juga tidak terdengar gemericik air.
Niat hati ingin mengajak suaminya sholat berjamaah namun ternyata lelaki itu sudah raib entah kemana.
Akhirnya Neera memutuskan sholat sendiri dan dilanjutkan tadarus sembari mengisi waktu subuhnya.
Baru beberapa halaman ia dikejutkan oleh suara orang memasukkan kode pintu dan tak lama setelahnya terlihatlah suaminya dengan setelah gamis diatas mata kaki disertai peci dan sajadah yang disampirkan dibahunya.
"MasyaAllah, tamannya suamiku.., habis dari mesjid ya yang ?" tanya riang Neera seakan tidak ada yang terjadi.
Bukannya menjawab Ayyub malah melengos pergi setelah Neera mencium tangan dan mengambil sajadahnya.
"Sayangnya aku., kenapa sih yang. Ada yang jahatin Uda ya di mesjid ?" tanya Neera sembari mengikuti langkah suaminya ke wardrobe.
Bukannya tidak tau, Neera hanya ingin menggoda suaminya. Wajah macho itu begitu lucu saat menekuk dan terkesan seperti anak kecil yang mengambek tidak diberi mainan oleh ibunya.
"Kenapa sih sayang aku, mukanya bete banget" bujuk Neera kembali sembari mengelus dada suaminya bermaksud menenangkan.
"Awas, jangan pegang-pegang nanti kamu pergi lagi, terus kunci lagi pintunya" kesal Ayyub yang semakin terlihat menggemaskan dimata Neera.
Sekuat tenaga Neera menahan tawanya melihat wajah suami yang sudah ditekuk dengan wajah merajuknya.
"Ulu uluh, kenapa sih sayang aku. Lagi ngambek ya. Ada apa sih, kasih tau dong" bujuk Neera sebelas dua belas dengan merayu triplets.
"Semalam kenapa kamu lama sekali mandinya" ketus Ayyub masih dengan wajah juteknya.
"Yah.., kan perawatan. Biar makin cantik dan wangi" balas Neera.
"Tapi kenapa semalam kamu kunci pintu kamar juga ?" tanya Ayyub lagi merasa belum puas dengan istrinya.
"Oh itu gak sengaja sayang, awalnya aku susulin ke kamar utama eh malah liat kamu udah tidur bareng triplets. Kelihatannya capek banget yasudah aku gak tega gangguan lagi terus aku tidur disini deh kan kasian disana kasurnya sempit nanti malah gak nyaman kamu dan anak-anak" alasan Neera yang perlahan diterima Ayyub.
"Terus ngapain aja kamu dikamar mandi, kok lama gitu perawatannya. Biasanya gak pernah selama itu" tanya Ayyub yang masih belun puas.
"Banyak dong sayang, namanya juga perempuan apalagi punya suami seganteng Uda, pilot lagi plus pengusaha harus bisa jaga diri untuk menyenangkan mata suami kalo gak kan kalah sama pelakor" urai Neera dengan nada sengaja sedikit manja dan berhasil membuat Ayyub mesem-mesem mendengar pujian istrinya.
"Yasudah Uda maafin, tapi doublenya double ya ?" pinta Ayyub.
"Hah ?? doublenya double itu apa maksudnya yang ?" tanya Neera bingung.
"Kan kemarin Uda mintanya double karena tadi malam gak jadi juga jadi doublenya dikali dua, ya" pinta Ayyub lebih kepada pemberitahuan.
__ADS_1
'Mati sudah kamu Neera,,, Neera,, cari-cari masalah sih. Darimana lagi tuh istrilah doublenya double bikin kesal aja, bisa-bisa aku gak sanggup jalan lagi nanti, duh alasan apalagi ya' batin Neera.
Melihat istrinya yang termenung Ayyub segera menyambar satu kecupan dibibir yang basah akan ayat suci itu. Seketika Neera terbelalak mendapati kelakuan suaminya yang kini tengah terkikik menertawai dirinya.
"Sayang, kamu lucu banget sih. Seperti baru saja, padahal sudah sering aku gituin" celutuk Ayyub yang membuat muka Neera merah padam.
'Duh si Uda ini, niat hati mau ngerjain malah dikerjain balik. Memang kalau pasal ini dia gak ada tandingannya. Udah khatam dia tu' batin Neera menggerutu.
"Jadi gimana sayang, apa mau sekatang aja ?" tanya Ayyub pada istrinya yang hendak berlalu.
"Udah pagi Uda, Neera juga belum bikin sarapan kasihan nanti anak-anak" ucap Neera.
"Gapapa sayang, sebentar aja nanti kita pesan saja sarapannya dari bawah" balas Ayyub.
"Dih sebentar Uda itu seberapa lama, kasihan nanti anak-anak. Bentar lagi triplets juga udah bangun lo" alasan Neera.
"Yah sebentar yang, sejam ya, setengah jam deh, lima belas menit ?" tawar Ayyub sembari menyosor istrinya.
"Lima belas menit tinggal kenangan maksud Uda. Gak percaya Neera ah" ucap Neera sembari memegangi kepala suaminya.
"Ayolah sayang, sebentar saja. Udah terpancing nih Uda, kan Neera tadi yang menggoda Uda. Ayolah tanggung jawab dong" desak Ayyub yang tangannya sudah kemana-mana.
"Lah, menggoda gimana orang tadi Neera tanya aja loh. Uda tangannya itu loh" kesal Neera yang sudah mulai kewalahan.
"Iya, iya sebentar dulu Uda. Neera buka dulu mukenanya nih. Gak sabaran banget sih jadi orang, heran deh" pasrah Neera yang sudah tidak ada alasan lagi.
"Yaiyalah sayang, siapa juga yang bisa sabar lihat istri secantik, sesexsi dan semenarik ini didepan mata. Rugi yang ada kalo gak cepat digarap" celutuk Ayyub yang mendapatkan cubitan diperut liatnya.
"Aw.. sakit yang. Ganas banget sih, nanti aja ganasnya pas dipuncak ini baru pemanasan loh, Neera tuh yang gak sabaran" celutuk Ayyub yang dibalas dengusan kesal Neera.
Memang mulut mesum suaminya itu tiada tandingan kalau sudah didepan Neera. Kalau tidak ngomong nyeleneh rasanya gatal-gatal mulutnya itu. Mulut yang ini tengah memberikan kenikmatan padanya.
Belum beberapa menit pemanasan mereka dikejutkan oleh bunyi ponsel Ayyub yang berdering menandakan panggilan. Sekali dua kali Ayyub mengacuhkannya hingga panggilan ketiga Neera sudah menahan Ayyub.
"Sayang, angkat dulu telponnya. Mana tau penting sedari tadi bunyi terus" ucap Neera sembari menahan dada suaminya.
"Ah biarin aja yang, nanggung ini" cuek Ayyub.
"Angkat dulu gak, kasihan sayang. Jangan begitu ah, mana tau benar-benar urgent" saran Neera kembali.
Dengan kesal Ayyub berdiri menuju ponsel itu dan melihat siapa yang sudah mengganggu kesenangannya.
__ADS_1
Papa Calling....
"Halo, iya Pa Wa'alaikumsalaam"
..........
"Enggak Pa tadi habis dari mesjid, Neera lagi ngaji"
..........
"Iya Pa, InsyaAllah nanti Ayyub sampaikan"
.........
"Bentar lagi Pa, anak-anak masih tidur"
........
"Iya Pa, InsyaAllah sehabis sarapan langsung berangkat"
........
"Gak usah Pa, disini saja"
.......
"Iya Pa, InsyaAllah kami usahakan"
......
"Wa'alaikumsalaam"
Ayyub kembali meletakkan ponselnya dan berjalan menuju pintu sementara Neera sudah tersenyum lebar yang artinya hari ini ia akan bebas.
Namun belum lagi ia mengembalikan tarikan bibirnya terdengar bunyi pintu dikunci dan suaminya kembali dengan seringaian nakal yang membuatnya bergidik ngeri.
'Masak lah aku, sudah tidak ada harapan lagi. Yasudahlah apalagi yang harus aku lakukan selain pasrah dan menikmati Salah sendiri kamu Neera mau-mauan dinikahi sama monster bertubuh hulk ini. Mau gimana lagi sudah takdir' batin Neera kembali.
"Sayang, sepertinya kita harus ngebut. Agak brutal sedikit ya yang hari ini. Kamu teriak aja aku gak masalah kok" ujar Ayyub.
Selanjutnya terjadilah pergulatan yang penuh dengan desahan dan keringat yang mengucur deras. Bukan main Ayyub memberi kenikmatan pada istrinya. Setengah jam yang menguras energi dan tenaga.
__ADS_1
Kini Neera telah terkulai lemas di sofa yang ada ditengah ruang wardrobe yang dipenuhi kaca. Wajah kepuasan terlihat dari Ayyub yang menyunggingkan senyum bangganya.
"Seru juga ya yang didepan kaca gini, jadi kita bisa evaluasi kegiatan meeting kita. Lain kali kita coba lagi ya sayang. Tapi lebih lama. Makin cinta deh, ayo kita mandi sayang, Uda gendong ya" celutuk Ayyub yang sudah mengangkat tubuh sintal istrinya menuju kamar mandi.