
Seperti biasa saat sampai di Triplets Bakery Neera disibukkan oleh urusan administrasi dan sidak pegawai dan keadaan setelah mengambilkan makanan untuk anak dan suaminya.
Neera membiarkan triplets dan ayahnya menikmati suasa cafe yang sudah direnovasi itu sementara ia memutuskan keruangannya sejenak.
Tengan asyik membaca laporan tiba-tiba ada yang membelai kepalanya yang ditutupi hikab berwarna soft grey itu dan membuatnya mendongak.
"Eh Uda, bikin kaget aja. Neera kirain tadi siapa ?" ucap Neera setelah mengetahui bahwa itu suaminya.
"Gimana sayang, semua baik-baik aja kan ?" tanya Ayyub yang kini berpindah membelai pipi mulus istrinya.
"Alhamdulillah baik Uda, malah sekarang makin meningkat" respon Neera.
"Alhamdulillah, sayang kenapa kamu gak buka cabang di negara lain yang atau sepertinya di bandara akan lebih bagus sesuai dengan target pasarnya yang" saran Ayyub.
"Pengen sih Uda, cuma kan sekarang ini Neera masih ribet ngurusin yang lain belum sempat" jelas Neera dengan wajah lesu.
"Uda bakal bantuin sayang, apalagi di bandara Uda bisa bantu kamu buka outlet di beberapa negara" papar Ayyub.
"Wahh.... benaran sayang, bagus sekali. Gimana masalah modalnya sayang, dibantuin juga gak yang ?" tanya Neera sembari menaik turunkan alisnya.
"Dasar ya kamu, ada maunya aja baru panggil sayang" gemas Ayyub sembari memencet gemas hidung bangir Neera.
"Aduh sakit Uda, jadi gimana. Dibantuin gak nih yang ?" tanya Neera memastikan.
"Tentu saja sayang, anything for you" jawab Ayyun sembari tersenyum manis dan membelai kepala Neera.
"Thank you sayang, makin sayang deh" manja Neera yang mendapatkan kecupan Ayyub.
"Ohiya yang, triplets mana ?" tanya Neera.
"Triplets dibawah sayang sama pegawai kamu. Tadi Uda tinggal sebentar" jelas Ayyub.
"Yaudah, ayo kita susul kebawah takut kecarian mereka" ajak Neera yang mulai berdiri.
Baru saja Neera berjalan hendak menarik Ayyub malah dirinya yang tertarik dan jatuh terjerembab menimpa dada berotot Ayyub yang tengah duduk di kursi.
__ADS_1
Segera tangan kekar itu mengunci dengan mengeratkan pelukannya dan membawa Neera dalam rengkuhan.
"Loh Uda kok malah ditarik, lepasin ah. Neera mau ke triplets" rengek Neera.
"Gak mau, kiss dulu" ucap Ayyub sembari menatap dalam mata coklat istrinya.
"Ini kantor sayang, jangan macam-macam deh" rengek Neera.
"Gak kok sayang cuma satu macam aja" cengir Ayyub.
"Yaudah deh iya" putus Neera yang melihat sudah tidak ada lagi kemungkinan untuk mengelak.
Mendapatkan kesempatan itu Ayyub segera menarik tubuh mungil Neera yang tenggelam di tubuh berototnya. Segera ia perdalam ciuman itu hingga menjadi cumbuan yang dalam dengan menekan tengkuk Neera.
Terjadilah adegan mesra diruangan itu yang membuat panas atmosfir sekitar. Tidak berhenti sampai disana Neera yang entah bagaimana caranya kini telah berada dipangkuan Ayyub akibat lemas seketika merasakan ada tangan besar yang jahil menggerayangi tubuhnya membuat ia segera tersentak.
Bisa bahaya kalau dibiarkan berlanjut. Oleh sebab itu Neera berusaha menarik dirinya dan menyadarkan Ayyub dari kegilaannya.
"Sayang, Uda lepasin Uda" gumam Neera yang masih berusaha melepaskan diri sembari memukul dada bidang itu
"Bentar lagi sayang, lagi enak" balas Ayyub yang terus saja berusaha melanjutkan.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Ayyub menyerah dan melepaskan pagutan mereka.
Dengan wajah yang ditekuk Ayyub terlihat menahan diri dan menormalkan tubuhnya kembali, bagaimana pun ini lebih baik daripada seminggu ia tidak mendapatkan apapun.
"Uda itu kebiasaan deh, gak bisa ditahan apa dikontrol kek, ini kantor loh gimana kalo nanti datang orang lain atau triplets kesini, heran deh" sunggut Neera yang berusaha merapikan kembali pakaiannya.
"Yaudah sih sayang, lagian siapa juga yang bisa tahan lihat istri di depan mata cantik lagi mana bohay pula" balas Ayyub yang langsung mendapatkan lirikan tajam Neera.
"Mulutnya sayang, ya ampun Uda" ucap Neera.
"Ya emang benar kok, tubuh mungil dengan bagian ini yang besar dan padat terus ini yang behenol, perfect" jelas Ayyub sembari menyentuh dengan sedikit remasan dibagian dada dan bokong Neera.
"Astaga lekaki ini ih" kesal Neera yang langsung menghempaskan tangan Ayyub.
__ADS_1
Sementara Ayyub berusaha meraih kembali yang membuat adegan lucu seketika. Mereka terus melakukan hal itu hingga sampai dibawah disertai dengan tawa yang tidak lepas dari bibir keduanya.
Sontak semua pegawai yang ada didekat tangga keatas tercengang dan menatap mereka akibat suara yang dihasilkan.
Mendadak suasa sepi dan membuat keduanya saling berpandangan dan berusaha menormalkan diri kembali.
"Ehm, gimana keadaan dapur hari ini" alih Neera pada pegawai yang ada disana.
"Ah, semua baik Bu, sejauh ini juga tidak ada kendala berkat penambahan anggota dan beberapa alat baru" jelas koki yang ada disana.
"Baiklah, semuanya kembali kepekerjaan masinh-masing saya hanya memantau. Kerja bagus semuanya dan bulan ini akan saya tambahkan bonus" papar Neera yang mendapatkan sorakan suka cita dari pegawainya.
Memang tadi setelah melihat keuangan cafe terdapat banyak keuntungan sehingga Neera memutuskan hal ini seperti bulan-bulan sebelumnya. Hal ini untuk mengapresiasi kerja pegawainya untuk kedepannya lebih semangat lagi dalam bekerja.
"Yasudah kalian lanjutkan, saya mau kedepan dulu" ucap Neera pada semua karyawan dapur dan beberapa staff yang ada disana.
"Baik bu, terima kasih banyak bu" jawab serempak mereka yang dibalas anggukan dan senyuman hangat dari Neera.
"Gila ya, bu bos masih muda, cantik banget, baik lagi pasti beruntung banget pacarnya eh tapi yang tadi siapanya bu bos ya ?" tanya salah seorang pegawai baru yang ada disana.
"Ya suaminya lah, kamu kira siapa lagi" jelas salah seorang pegawai lama.
"Hah ?! bu bos sudah nikah yah hancur sudah harapanku" lemas salah satu koki pembantu.
"Bukan hanya sudah nikah tapi juga sudah punya anak kembar tiga" jelas yang lain lagi.
"Hah ?! tiga ? wah gile bener bu bos padahal badannya masih bagus banget kayak masih abg" sahut karyawan itu lagi.
"Iya tiga tapi kembar. Kamu kira daripada datangnya nama triplets di tempat ini" jelas salah satu koki lama.
"Oh..., jadi ini diambil dari anaknya bu bos toh" manggut karyawan baru itu yang baru paham.
"Iya, eh tapi padahal dulu aku kira bu bos itu single mom loh secara kan beliau cuma datang kesini bareng triplets dan gak pernah juga sih mengumbar hal pribadinya" jelas karyawan yang agak lama.
"Iya ya, aku dulu ngiranya juga begitu ternyata ada suaminya, ganteng banget lagi pantesan anaknya menggemaskan begitu jadi pingin gigit" timpal yang lainnya.
__ADS_1
"Ya wajar sih, dengar-dengar suaminya itu pilot jadi jarang dirumah mungkin karena hal itu beliau jarang terlihat bersama" jelas karyawan lainnya.
"Mungkin saja tapi apapun itu aku berharap bos selalu bahagian karena beliau orangnya baik banget dan suka sekali membantu" balas karyawan lain yang diamini semuanya.