
Setelah selesai membereskan semua Ayyub mengajak mereka ke landasan pesawat terbang lalu menuju seseorang yang telah menunggu mereka disana.
Disaat Neera dan triplets yang kebingungan, Ayyub masih mengurus beberapa prosedur dan akhirnya mengajak mereka naik keatas pesawat dengan terlebih dahulu memasang pengaman pada mereka berempat.
Diatas pesawat kecil dengan kapasitas lima orang itu Ayyub memastikan keamanan mereka dan menjelaskan bahwa mereka akan terbang bersama, jadi mereka harus mengikuti segala prosedur dan aturan yang sudah ada.
Maka setelahnya Ayyub mulai menjalankan pesawat yang sudah terlebih dahulu dipanaskan itu dan sudah diperiksa kesiapan mesin dan segala halnya.
Wajah mereka sudah mulai tegang bercampur senang saat pesawat itu mulai berjalan untuk segera lepas landas.
Sangat berbeda dengan pesawat yang biasa mereka naiki, pesawat itu lebih kecil dan mereka bisa melihat dengan sangat jelas ayah mereka menerbangkan pesawat itu terlebih keadaan diluar sangat jelas terpampang di mata bulat mereka.
Sungguh membuat perut mereka meronta saat pesawat mulai melaju kencang menuju angkasa, seakan awan seperti permen kapas yang ingin mereka makan. Pemandangan kota Edinbrug dan Skotlandia jelas terlihat dari ketinggian terbang mereka.
Gedung-gedung kuno dan berbagai bangunan bersejarah lainnya, bahkan kendaraan yang lewat seperti semut yang tengah berlalu lalang membawa makanan mereka.
Triplets sangat riang, mencari-cari rumah mereka dari atas, melihat kampus tempat bunda mengajar dan lain sebagainya. Bahkan mereka dapat menyaksikan perbukitan dan jembatan yang membuat mata keil mereka berbinar.
Tidak hanya triplets, Neera pun merasakan hal yang sama. Pertama kali menaiki pesawat jenis ini dengan segala pesonanya membuat wajah manis itu semakin menarik dengan kekaguman yang terlukis jelas disana.
Tentu saja Ayyub sangat senangenyaksikan itu, inilah yang diharapkannya. Membuat anak dan istrinya bahagia hidup dengannya. Apapun caranya akan ia lakukan dan akan ia penuhi. Meski sulit sekalipun.
Bangga yang dirasakannya saat anak dan istrinya itu berkali memuji kehebatannya dan tersenyum bangga pada sang ayah yang terlihat begitu keren dimata mereka.
Sungguh ia tidak membutuhkan pujian dari yang lainnya meskipun banyak yang mengaguminya tetapi ia hanya menginginkan pujian dari keluarga kecilnya yang menganggap bahwa ayah mereka terhebat dan terkuat. Itulah yang menjadi kebanggan terbesarnya mengingat istri yang dinikahinya juga merupakan perempuan yang sangat luar biasa hebat juga.
Ia ingin pantas dan berdiri diatas istrinya, ia ingin anak-anaknya mengatakan bahwa mereka memiliki ayah yang hebat dan ingin seperti ayah mereka. Sungguh hanya itu yang diharapkannya.
__ADS_1
Puas mengelilingi seluruh kota dan melakukan berbagai atraksi yang menguras energi akhirnya mereka kembali mendarat dengan selamat di landasan udara.
Wajah tegang masih tergurat meskipun tertutupi wajah sumringah mereka. Setelah mematikan mesin dan memastikan semua aman, Ayyub turun dan kembali menggendong anak dan istrinya turun dari burung besi itu.
Memang jenis pesawat yang mereka naiki adalah pesawat kapasitas rendah dengan bentuk yang jauh lebih kecil dan relatif digunakan untuk jarak dekat.
Tetap saja yang namanya Neera selalu meminta keluarganya mengabadikan momen dengan berbagai pose yang menggemaskan dan keren. Bahkan ada salah satu pose Neera dan triplets berada dalam gendongan Ayyub meskipun Neera berada di punggung.
Sungguh membuat iri semua orang yang menyaksikannya. Neera yang notabenenya terlihat jauh lebih muda dari Ayyub sesekali terlihat seperti anak pertamanya saat istri cantiknya itu berpose imut dengan fashion yang tengah dikenakannya kini.
Karena gemas, Ayyub tidak segan-segan menciuminya dan meletakkannya diatas bahu kekarnya ditengah blitz kamera yang sudah diatur Neera.
Hari ini sungguh indah dan luar biasa. Itulah yang dirasakan triplets yang enggan tidur meskipun mata mereka sudah semakin sayu.
Mereka tidak ingin melewatkan pemandangan lapangan terbang itu sedetikpun meskipun Ayyub sudah mengatakan akan membawa mereka lagi lain waktu tetap saja itu tidak mempan.
Sementara Neera yang sedari tadi aktif bergerak sana sini, bahkan mempersiapkan perlengkapan mereka sedari subuh sudah tertidur nyenyak diatas kursinya.
Alhasil jadilah Ayyub berbincang dengan triplets mengenai banyak hal yang mereka lewati tadi tetap saja selalu setia pujian keluar dari mulut mereka mengenai kehebatan sang ayah yang mereka banggakan.
"Ayah, terima kasih ayah. Ayah sungguh hebat bisa menerbangkan pesawat bersama kami dan bunda" Qal.
"Benar, ayah sungguh keren. Qee ingin seperti ayah" Qee
"Ayah, Qal sangat senang naik pesawat bersama ayah, bunda dan abang. Ayah sangat keren. Ayah yang terbaik" Qal.
Begitulah celotehan mereka yang membuat Ayyub tiada henti tersenyum menerima pujian demi pujian dari buah hatinya.
__ADS_1
"Ayah, nanti Qal ingin kasih lihat Atuk, Nana dan Uncu kalau Qal sudah bisa naik pesawat" ujar Qalundra.
"Qee juga akan kasih tau teman-teman disekolah, biar Qee punya cerita liburan seru tidak hanya di taman bermain saja" cerita Qee.
"Benar, Qal juga ingin beritahu abang di London, dan aunty yang ada di Triplets Bakery" Qal juga mengikuti.
"Benarkah, bagaimana jika triplets juga menceritakan pada Opa dan Oma ?" pancing Ayyub.
"Hah ? Opa dan Oma, apa itu ayah ?" tanya Qal.
"Itu seperti kakek dan nenek atau sama juga dengan Atuk dan Nana ?" jelas Ayyub yange
mengerti bahwa anaknya tidak pernah mengenal panggilan itu.
"Siapa mereka ayah, kami tidak memiliki mereka. Kami hanya punya Atuk dan Nana" balas Qee.
"Sayang, mereka adalah ayah dan bundanya Ayah. Jadi kalian memanggilnya Opa dan Oma" jelas Ayyub.
"Sejak kapan Ayah memilikinya. Kenapa kita tidak tau. Qal takut ayah, kata bunda kita tidak boleh bercerita dengan orang asing apalagi baru dikenal" sanggah Qalundra.
"Ayah sudah memiliki mereka sebelum ayah lahir, apakah mereka terhitung orang asing sayang ?" tanya Ayyub sedih.
"Tentu saja Ayah, kami belum mengenal mereka bahkan sekalipun kami belum pernah bertemu dengan mereka. Bukankah berarti itu asing" sanggah Qaivan.
Ayyub hanya tersenyum getir mendengar penjelasan anak-anaknya. Memang benar adanya seperti penjelasan mereka.
Mungkin inilah harga yang harus dibayar atas kesalahannya dahulu ataupun kesalahan orang tuanya. Inilah hasil yang harus mereka tuai.
__ADS_1
Neera sama sekali tidak salah dalam hal ini, memang seperti inilah seharusnya mengajarkan mereka sebagai proteksi diri. Bukankah yang tidak menginginkan mereka adalah keluarganya sendiri meskipun sejatinya mereka tak pernah tau keberadaan triplets.
Mungkin kali ini ia harus berusaha lebih keras lagi membujuk buah hatinya agar mengerti dan mungkin nanti ia akan meminta tolong pada Neera.