
Pagi itu setelah mengatarkan suaminya ke bandara Neera pulang dan masuk ke rumah yang ternyata sudah di penuhi oleh keluarga suaminya.
Neera memang tidak mengerti dengan sikap keluarga suaminya itu padanya, terkadang mereka menyuruh Neera melakukan segala pekerjaan rumah tangga yang tidak wajar dan berat meskipun disana ada pembantu.
Mereka menganggap Neera menghabiskan uang Ayyub untuk keluarganya sementara saat itu Neera sendiri juga bekerja.
Neera saat itu bekerja sebagai seorang dokter praktisi di klinik hewan dekat rumah mereka, sebenarnya Neera mendapatkan banyak tawaran kerja menjadi dosen dan praktisi di dalam maupun luar negri mengingat latar pendidikannya dan pencapaian Neera.
Namun Neera masih menghormati keinginan Ayyub yang meminta dirinya untuk tidak bekerja dan di rumah saja. Pekerjaan di klinik itupun Neera dapatkan izin dengan proses yang sangat panjang.
Secara diam-diam Neera juga mengembangkan peternakan Apa dengan keilmuannya dan juga menjalankan bisnis onlinenya. Hal ini tidak diketahui karena Neera melakukannya di rumah dan hanya sesekali untuk keluar mengantar pesanan dan mengambil barang di kargo.
Neera ingin menghasilkan uangnya sendiri dan nantinya akan digunakannya untuk membeli semua yang diinginkan serta untuk membelikan hadiah dan barang-barang untuk keluarganya.
"Dasar perempuan tidak tau diri, kesini kamu Neera" teriak mama mertua Neera.
Sontak ia terkejut mendengar teriakan mama mertua itu dan mengarahkan pandangannya kearah datang suara.
Disana sudah ada seluruh keluarga Ayyub kecuali papa dan abang tertuanya mungkin hanya mereka berdua juga yang menerima keberadaan Neera di rumah ini.
Neera juga melihat Vina yang duduk bergabung disana dengan seringaian dan pandangan mengejek ke arahnya.
"Kau perempuan tidak tau diri, sudah untung Ayyub menikahimu malah buat tingkah" ucap kakak Ayyub penuh hinaan.
"Dasar perempuan kampung, busuk kau tidak pantas disini" ucap adik ipar Neera.
"Sudah untung Ayyub memungutmu dari kampung yang kumuh itu tapi kau malah keluar menemui pria lain" ucap kakak ipar yang lain sembari melemparkan foto-fotonya semalam.
Kini Neera tau arah pembicaraan ini, dia juga yakin yang mengirimkan pesan semalam adalah Vina, kini dia terjebak dan mendapati dua kenyataan suaminya berselingkuh dan perempuan selingkuhannya menjebak dan mengusirnya dari rumah ini.
Berbagai hinaan dan makian mereka lontarkan pada Neera tidak sekalipun mereka memberikan kesempatan untuk Neera menjelaskan semuanya. Bersyukur tidak satetespun air mata di keluarkannya.
Neera telah membekukan hatinya dan menulika mn telinga mendengar kata-kata kasar itu keluar dari mulut mereka hingga satu kalimat yang membuat darahnya mendidih seketika.
"Biarkan saja mama, perempuan kampung ini mana mengerti etika bahkan orang tuanya membesarkannya bersama sapi yang hanya tau membuang kotoran saja" seru Vina dengan nada meremehkan.
"Tutup mulutmu Vina, jangan sekalipun kamu pernah menghina orang tua saya, apakah tidak cukup perbuatanmu semalam ?" ucap Neera lantang.
__ADS_1
Tiba-tiba wajah Vina menegang dan secepat itu pula dia merubah mimik wajahnya.
"Mama perempuan ini membentakku padahal aku hanya mengatakan kebenaran saja" ucap Vina dengan nada sedih pada mama Ayyub.
"Cukup Neera, jika kau tidak ingin keluargamu dihina maka keluar dari rumah ini" ucap mama Ayyub sinis.
Neera terdiam sembari berpikir memang benar dia ingin keluar dari rumah ini, tapi walau bagaimanapun dia masih berstatus istri, selangkah saja dia melangkah dari rumah tanpa izin suaminya maka akan menjadi dosa untuknya.
"Kenapa kau terdiam, apa kau takut jika nanti keluargamu di kampung itu tidak mendapatkan kucuran dana segar dari Ayyub" ucap kakak ipar.
"Maaf kak, sepeserpun tidak pernah mereka mendapatkan uang dari Ayyub, keluarga saya memang tinggal di kampung namun Alhamdulillah kami masih hidup berkecukupan bahkan lebih dari cukup dan mereka tidak membutuhkan uang dari Ayyub" tutur Neera tegas namun masih sopan.
"Dasar sombong, banyak bacot" sindir adik ipar.
"Tidak usah menyangkal bukankah kamu menghabiskan semua harta anakku untuk dirimu dan keluargamu, jangan berpura-pura aku muak melihatnya" ucap mama mertua.
"Demi Tuhan Neera bersumpah tidak sedikitpun kami menerima uang Ayyub, bahkan sampai detik ini tidak pernah Neera menyentuh uang bulanan dan kartu kredit yang diberikan Ayyub, kalian boleh memeriksanya sendiri" balas Neera tegas sambil mengeluarkan kartu dengan warna hitam dan gold itu.
Semua orang yang ada disana tercengang tidak menyangka atas penuturan Neera tetapi memang pada dasarnya mereka tidak menyukai Neera mereka kembali melancarkan aksinya untuk mengusir Neera.
"Buktikanlah kalau begitu, keluarlah dari rumah ini tanpa membawa apapun kecuali barangmu sendiri" ucap kakak ipar Neera.
"Tentu saja aku meginginkannya, lebih baik Ayyub bersama Vina dari pada perempuan kampung sepertimu" jawab mama Ayyub dengan tatapan sinis.
"Baiklah jika memang itu keinginan kalian Neera akan pergi dan Neera juga berlepas diri dari dosa meninggalkan suami karena mamanya sendiri yang memerintahkan Neera untuk pergi" setelahnya Neera bergegas ke kamar mereka untuk membereskan barang pribadinya.
Neera hanya membawa ijazah dan berkas-berkas penting dirinya, laptop dan mukenanya. Bahkan dia meninggalkan semua pakaian dan perhiasannya yang ada di kamar itu. Bahkan dia juga meninggalkan ponsel model terbaru yang dibelikan oleh Ayyub setelah menghapus sosial media pribadinya dan memindahkan pesan dan file penting ke dalam kartu memori miliknya.
Setelah selesai Neera kembali keruang keluarga dengan menjinjing satu tas ukuran sedang dengan yang berisi kertas berharga dan laptop miliknya.
"Kau yakin tidak menyeludupkan sesuatu ?" tanya Vina sinis.
"Kalian boleh memeriksanya jika ingin" Neera menyerahkan tas yang di pegangnya pada mereka.
"Baiklah, silakan angkat kaki dari rumah ini sekarang" ucap kakak iparnya sinis.
"Baiklah, Neera minta maaf jika selama ini Neera memiliki salah di rumah ini, tolong halalkan segala makan minum Neera selama disini" ucap Neera sopan.
__ADS_1
Kemudian dia melangkah keluar dari rumah suaminya dengan hati yang hancur berkeping bukan dia yang meminta untuk tinggal disana, bahkan berkali-kali ketika mereka ingin pindah mama mertuanya itu sekuat tenaga melarang mereka dengan alasan Neera akan kesepian di tinggal sendiri. Tentu saja Ayyub akan menuruti keinginan mamanya itu.
Ada perasaan sedih juga lega saat Neera meninggalkan rumah itu, sedih saat mengingat semua kenanga manis mereka selama menjadi suami istri juga lega karena dia tidak lagi merasakan perlakukuan buruk keluarga suaminya.
Segera Neera pergi ke bandara dengan menggunakan taxi. Sampai di bandara dia membeli tiket untuk pulang ke kampung halamannya.
Hingga saat itu tidak setetespun air mata di keluarkan Neera karena dia tidak ingin terlihat lemah di depan orang-orang.
Malamnya Neera sampai di rumah orang tuanya, saat itu dia masuk rumah dan mengucapkan salam pada orang tuanya yang sedang duduk di ruang keluarga.
Saat itu juga Neera langsung menghambur dalam memeluk kedua orang tuanya yang duduk berdekatan dan luruh sudah air mata yang di tahannya semenjak pagi.
Lama Neera menangis tersedu-sedu di pelukan orang tuanya yang kebingungan tetapi mereka tau pasti telah terjadi sesuatu. Kali pertama mereka melihat anak yang selalu terlihat kuat itu kini rapuh tidak berdaya dalam pelukan orang tuanya.
Cukup lama mereka membiarkan Neera menangis dan akhirnya pingsan dan merosot di pangkuan sang Ama.
Tanpa pikir panjang Apa langsung mengangkat tubuh anak kesayangannya itu dan membaringkannya di ranjang yang ada di kasur mereka. Ama juga sudah bersiap dengan handuk basah dan baju ganti Neera, dengan penuh cinta ia mengelap wajah dan tubuh Neera yang penuh debu kemudian menggantikan bajunya.
Ama juga membuatkan bubur dan teh jika nanti anaknya itu terbangun dan merasa lapar.
Tiga hari Neera bertahan dengan kebungkamannya itu dan akhirnya suatu pagi orang tuanya mengajak lari hingga ke tepi danau yang tenang, disanalah Neera menceritakan semua kejadian yang menimpanya.
Kini kedua orang tua Neera kembali memeluk Neera, mereka seakan merasan kesakitan yang kesedihan yang ditanggungnya, putri yang mereka sayang dengan penuh cinta di perlakukan tidak baik oleh orang lain.
Sebenarnya kedua orang tua Neera terutama sang Apa ingin membuat perhitungan dengan mereka tetapi Neera memohon pada mereka untuk membiarkan saja karena dia sudah tidak ingin berhubungan dengan suami ataupun keluarganya itu.
Awalnya orang tua Neera tetap bersikukuh untuk menuntut perlakuan tidak adil pada putrinya akantetapi Neera terus memohon dan berjanji akan bangkit lagi kalau orang tuanya tidak menuntut.
Akhirnya keduanya luluh dan menuruti keinginan Neera, kemudian Neera juga meminta untuk merahasiakan keberadaannya.
Sebulan Neera berdiam diri di rumah sembari melihat kembali tawaran pekerjaan yang masih berlaku, dia menginginkan sebuah negara yang memungkinnya hidup aman hingga akhirnya di memilih Edinburg menjadi tujuannya.
Setelah berbincang dengan kedua orang tuanya Neera mendapatkan izin dari mereka untuk tinggal disana, setelah mendapatkan lampu hijau Neera menerima tawaran kerja itu dan sekaligus membuat permohonan untuk besiswa S3 nya.
Semua sudah selesai di urus dan Neera juga sudah mensurvei lokasi kampus, transportasi dan lingkungan hidup disana. Setelahnya dengan berat hati keluarganya melepaskan kepergian Neera merantau ke negri engah berantah hanya seorang diri.
Tidak hanya sampai disatu, seminggu setelah berapa di Edinburg dia mendapati bahwa dirinya hamil dan dimulailah kehidupan beratnya disana.
__ADS_1
Hingga akhirnya dia tertangkap oleh suaminya sendiri dengan tiga anak mereka
flasback off