Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 254


__ADS_3

Sesuai dengan kesepakatan bersama keluarga kecil itu akhirnya memilih makan di restoran. Tak tanggung-tanggung, Ayyub membawa Neera dan triplet ke restoran bintang Michelin. Mereka memesan beberapa menu makanan western karena Qal mau makan steak.


Sementara Qee mau lasagna dan Qai mau shrimp dalam cream soup. Ayyub dan Neera memilih pasta, risotto, dan mashed potato lalu mereka juga memesan salad dan mushroom soup cream. Seperti biasa Neera dan Ayyub makan bersama. Ayyub menyuapi Neera sementara ibu hamil itu memotong-motong makanan menjadi lebih kecil untuk triplet.


Hal kecil yang selalu membuat perasaan mereka terus bertumbuh. Saling mengerti dan memahami pasangan cara mereka memupuk harmonisasi rumah tangga.


Bukan perkara gampang membesarkan anak sembari meniti karier bahkan tanpa bantuan baby sitter tetapi mereka mencari cara agar keduanya bisa berjalan beriringan.


Rasa sakit yang dulu pernah mereka rasakan kini kian terbayar dengan bahagia yang selalu nyata dirasakan jiwa. Jika perlakuan dan sikap Ayyub seperti ini selalu tentu bukan permintaan yang sulit bagi Neera jika ingin memiliki banyak anak.


Selesai membantu triplets makan dan membiarkan mereka sendiri Neera beralih mengambil sendok sendiri dan menyuapi suaminya.


"Dari tadi Bunda terus, ayo Ayah makan juga" ujar Neera sembari menyorongkan satu sendok makanan ke mulut suaminya.


"Iya habisnya Ayah senang lihat Bunda makan, apalagi sekarang Bunda lagi bawa twins jadi harus banyak makan" jawab Ayyub dengan senyuman yang tak pernah luntur.


"Ayah juga harus banyak makan, bekerja sambil ngurusin anak istri itu butuh tenaga yang banyak lo" ujar Neera yang disambut tawa suaminya.


"Ya, kalau anak dan istrinya Bunda dan triplets ya malah nambah tenaga terus" cengir Ayyub yang dibalas senyum indah istrinya.


"Dasar gembel" Neera.


"Gombal yaaang...." ralat Ayyub.


"Gembil" koreksi Neera.

__ADS_1


"Ya Allah gusti, gombal yang gombal, kalo gembil ya triplets" protes Ayyub.


Triplets yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh dan menatap ayahnya.


"Iya ayah ?" tanya serempak ketiganya.


"Gapapa sayang, anak-anak ayah hebat semua makannya" puji Ayyub yang dibalas senyuman manis triplets.


Neera yang puas mengerjai suaminya mengulum senyum dan melanjutkan makannya sendiri. Sejujurnya perutnya memang selalu minta diisi. Terlebih semenjak usia kandungan memasuki trisemester dua.


Begitu selesai makan mereka melanjutkan perjalanan pulang dengan beberapa tentengan makanan yang sengaja Ayyub pesan karena istrinya sering lapar mendadak di malam hari.


Apartemen mewah yang Ayyub beli bukan main-main. Gedung tinggal yang mereka tempati memiliki lift yang langsung sampai didepan pintu unit mereka. Hanya bisa dibuka menggunakan sensor wajah Ayyub beserta anak dan istrinya.


Kini apartemen itu terasa hangat tidak seperti sebelumnya saat ia masih menempati sendiri. Kehadiran istri dan anaknya mampu menghangatkan setiap sisi ruang bangunan mewah itu.


Belum lagi ia juga mengambil alih pengelolaan perusahaan Neera beserta anak-anak perusahaan yang sudah Ayyub satukan dalam satu coorporation meskipun memang istrinya tetap menjabat sebagai CEO sekaligus owner tunggal.


Selain itu Ayyub juga masih membantu perusahaan keluarganya mengingat bahwa Ayahnya juga membutuhkan tenaga dan pikirannya meskipun sudah ada saudaranya yang lain ikut andil ia hanya sumbangsih tenaga dan pikiran sebagai bakti seorang anak.


Jika dipikirkan kembali memang banyak hal yang harus dilakukan Ayyub, rasanya waktu 24 jam masih kurang baginya. Bahkan tak jarang ayah tiga anak itu lembur hingga subuh saat istrinya sudah terlelap tetapi anehnya meski Ayyub sudah memastikan Neera tertidur tetapi ibu dari anak-anaknya selalu terbangun, membuatkan minuman dan menemani Ayyub bekerja bahkan tak jarang wanita cantik itu membantu Ayyub menyelesakan pekerjaan dengan alasan ia tidak bisa tidur.


Memiliki Neera adalah anugrah yang tak ternilai bagi Ayyub. Bersama Neera semuanya terasa mudah dan indah. Saat Ayyub sudah mulai pusing dengan banyak hal Neera memintanya berhenti sejenak dan bernapas sebentar lalu mereka akan bahu membahu mengerjakan apa yang ada dedepan satu persatu hingga semua terselesaikan dengan baik.


Ketenangan yang dimiliki Neera merupakan hal yang paling dibutuhkan setiap lelaki. Menjadi tempat ternyaman untuk menepi sejenak dari hiruk pikuk kehidupan. Neera selalu menjadi teman diskusi yang asik, wanita tercinta yang memiliki banyak keahlian.

__ADS_1


Berkali-kali Neera membantu Ayyub memecahkan masalah tanpa menyinggung harga diri prianya. Cara Neera menyampaikan maksudnya terkesan diskusi singkat tanpa kata perintah dan membuat lawan bicaranya memikirkan hal yang disampaikan secara logis dan setuju dengan sendirinya.


Terlebih Neera selalu menjunjung tinggi fitrahnya sebagai istri. Tak sekalipun istrinya itu mengeluarkan kata dan sikap yang membuat marwahnya sebagai suami tercoreng.


Wanita cantik itu menghormati dirinya bahkan menurut setiap apa keputusan yang diambil Ayyub membuat posisinya sebagi kepala keluarga selalu terjaga. Bahkan sekalipun Ayyub meminta istrinya berhenti bekerja Ayyub yakin ibu dari anak-anaknya itu akan manut tetapi ia tidak sekejam itu.


Ayyub tau betul akan perjuangan istrinya hingga sampai dititik ini. Perjuangan yang Neera lakukan hingga akhirnya ia datang disaat semua sudah Neera miliki. Bahkan dalam hati kecilnya Ayyub masih tetap memiliki rasa bersalah setiap mengingat setiap keringat dan darah yang dikeluarkan istrinya untuk memastikan anak mereka hidup dengan layak dan berkecukupan.


Oleh sebab itu Ayyub memastikan betul perusahaan istrinya selalu aman dan semakin maju karena itu adalah salah satu bukti perjuangan wanita hebat yang kini telah kembali menemani hari-harinya.


Lama Ayyub tercenung memandang lekat wajah cantik Neera hingga wanita yang duduk disebelahnya itu menyadarkan Ayyub dari renungannya.


"Sayang, hey sayangku.." tegur Neera sembari melambaikan tangan didepa wajah suaminya.


"Ah... iya sayang. Kenapa sayangku ?" tanya balik Ayyub yang tersadar dari lamunannya.


"Ada apa sayang ? Kenapa melamun, Apa Ayah ada masalah ?" suara lembut Neera membuat Ayyub tak tahan untuk tidak memeluk istrinya.


"Tidak ada sayangku, Ayah hanya terpesona melihat wajah cantik bidadari syurganya Ayah" gombal Ayyub yang membuat Neera mencebik. Ia tahu bukan itu.


"Jangan berbohong Ayah" balas Neera dengan mata menyelidiknya.


Ah iya Ayyub hampir lupa ! Tidak ada yang bisa disembunyikan Ayyub dari istrinya. Neera begitu mengenalinya sehingga kebohongan sekecil apapun akan terbuka dengan sendirinya.


"Ayah hanya merasa bersalah pada Bunda dan anak-anak atas waktu sulit yang sudah kalian lewati ketika Ayah tidak bersama kalian. Ayah ingin mengganti hal tersebut seandainya waktu bisa diulang kembali, terutama Ayah ingin menjadi pelindung bunda yang bisa diandalkan dan Bunda juga tidak perlu berusaha sekeras ini" jelas Ayyub.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu disesali sayang, jika kita tidak melalui semua takdir ini mungkin kita tidak akan menjadi diri kita saat ini. Bunda percaya Ayah adalah pelindung terbaik kita. Ayah adalah suami terbaik dan ayah terhebat untuk anak-anak" ujar Neera yang langsung mendapat pelukan hangat suaminya.


__ADS_2