Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 78


__ADS_3

Sementara itu Ayyub tak henti-hentinya menanyai istri cantiknya itu. Membuat Neera kewalahan menjawab bahkan mendengar pertanyaan yang sama sedari tadi terlebih saat ini ia tengah menyetir mobil.


"Yang, kok bisa sih kamu kepikiran buat kasih kejutan aku ?" tanya kembali Ayyub yang menyadari triplets sudah tertidur.


"Aduh, bicara Uda itu lo dijaga masa kamu-kamu ada anak-anak lo"


"Gak ada yang, mereka udah pada tidur" ungkap Ayyub yang juga dipastikan Neera lewat kaca spion tengah.


"Jadi gimana yang, kok bisa sih katanya kamu tadi punya jadwal" desak Ayyub yang masih ingin mendengarkan langsung dari mulut Neera.


"Ih apaan sih Uda, ngeselin deh. Kok jadi gini" elak Neera yang mulai gerah dan salah tingkah.


Memang itulah salah satu tujuan Ayyub, melihat wajah kesal plus malu-malu dan salting Neera. Sungguh sangat menggemaskan serasa tidak sabar untuk menciuminya.


"Apaan gimana, jadi gimana sih maksudnya yang. Makin ganteng ya atau tambah hot" goda Ayyub sembari mencolek dagu istrinya.


"Ah Uda, udah deh Neera lagi nyetir ni" omel Neera.


"Yeee siapa suruh, orang udah dibilang biar Uda aja yang nyetir malah ngeyel"


"Iya tapi kan Uda capek, masih jetlag pula. Biar Neera aja sama aja kan jadinya"


"Aduduh, manisnya istriku. Cinta banget ya sama suaminya. Sampai segitunya perhatian sama suami. Tapi Uda udah gak capek kok yang sirna semua saat lihat senyum kamu, apalagi kalo ditambah belaian kamu" tutur Ayyub disertai senyum menggodanya.


"Bikin kesel, udah dong Uda kalo gak Neera turunin disini nih" ancam Neera.


"Apa yang ? kamu mau Uda turunin disini, nanti aja ya dirumah. Sabuk Uda susah dibuka ni. Gak sabaran banget sih yang, apa mau pegang aja dulu" goda Ayyub semakin menjadi membuat wajah istrinya memerah.

__ADS_1


"Dasar mesum" kesal Neera yang lansung menyumpal mulut suaminya dengan sandwich yang sudah dibawa dari rumah.


"Mesum sama istri sendiri juga" ucap Ayyub tidak jelas karena berusaha menguyah sepotong besar sandwich itu.


"Makan itu gak boleh ngomong, lihat tuh kemana-mana remahnya" omel Neera yang mendapat cengiran Ayyub.


"Duh yang, Uda kok kangen banget ya sama kamu. Kamu makin hot aja sih yang, makin manis, makin cantik, makin makin aja. Ntar malam dikasih ya yang, siapa tau triplets bisa punya adik" oceh Ayyub tiada henti.


"Kenapa sih Uda, pulang-pulang kadar kemesumannya makin meningkat bikin kesal tau gak, gimana kalau anak-anak denger" omelan Neera kembali terdengar.


"Ya wajar lah yang, seorang pria dewasa yang sudah beristri, istrinya gini pula lagi. Siapa yang tahan coba" balas Ayyub.


"Berarti tiga tahun kemarin Uda gak tahan juga dong" tantang Neera.


"Kalau itu mah beda sayangku, kamunya menghilang dan pikiran Uda cuma fokus sama kerjaan sama meniti karier. Sesekali kalo kangen kamu ya di kamar mandi" bela Ayyub.


"Ya beda lah yang, kamu mah gak ngerti. Sekarang kamu udah pernah nyobain kue segelan, enak, kualitas bagus, gurih dan mantep lagi terus apa kamu masih mau coba yang dijual di meja luar yang bentukannya gak jelas terus rasanya juga gak tau gimana, lagian aku juga gak tergoda waktu itu" bela Ayyub.


"Alesan " kesal Neera.


"Yah gak percaya, beneran sayang. Junior Uda baru bangun itu kalo sama kamu, yang lain mah gak ngaruh. Tau dia mana yang enak. Mau bukti, nih coba pegang" ucap Ayyub sembari menarik-narik tangan Neera.


"Astaghfirullah, ini orang mesumnya kelewatan deh. Heran" omel Neera yang sudah mulai mencak-mencak.


"Lagian kamu yang pake dipancing segala, kan jadi bangun. Tanggung jawab dong yang" rengek Ayyub.


"Ih, Uda yang pikirannya kotor melulu malah Neera yang disuruh tanggung jawab. Aneh banget" Neera bergidik ngeri saat melihat sekilas sesuatu yang bangun dibawah sana.

__ADS_1


"Yaudah deh, Uda tidur dulu ya. Bisa pusing ini kalo tidak terpenuhi mana istri galak lagi. Kamu kenapa sih yang masih malu-malu begitu, padahal kan kamu udah sering lihat" ungkap Ayyub.


"Bukannya malu-malu, Uda nya aja yang putus urat malunya. Yaudah sana Uda tidur, nanti Neera bangunin kalo udah sampai rumah" kesal Neera.


Akhirnya ia bisa bernapas lega melihat suaminya yang sudah mengambil posisi tidur dengan merebahkan sedikit sandaran kursi. Terlihat jelas gurat kelelahan di wajahnya.


Lebih baik begini dari pada ocehan aneh suaminya itu semakin menjadi-jadi membuat kepalanya pusing dan mukanya memanas dan tentu saja akan semerah tomat.


"Eh tapi yang, kamu kangen bergulat sama Uda lagi gak ?" tanya Ayyub yang tiba-tiba bangun dan berada dekat dengan wajahnya.


"Astaghfirullahaladzim, Uda bikin kaget aja ah, udah tidur sana" ucap Neera lembut sembari mendorong kembali tubuh tegap suaminya.


Ayyub menurut saja saat Neera mendorong tubuhnya setelah sebelumnya ia mencuri sebuah ciuman di pipi mulus Neera.


Kembali ia memejamkan mata tetapi enggan melepaskan tangan istrinya yang masih berada dalam genggaman diatas dadanya.


"Uda, lepas dulu dong. Neera kan lagi nyetir" lembut Neera yang berusaha menarik tangannya.


"Sayang, i miss you so much. Sungguh Uda sangat mencintai kamu, istri satu-satunya dan perepuan yang paling Uda cinta dimuka bumi ini bersama mama. I really love you honey with all of my life. Kamu segalanya bagi Uda dan terima kasih untuk semuanya juga surprisenya hari ini. Love you" ucap Ayyub yang masih setia menutup matanya sembari bertutur yang diakhiri dengan mengecup lama punggung dan telapak tangan sang istri.


Neera yang awalnya akan mengomel kembali menjadi berhenti dan membiarkan Ayyub mengungkapkan isi hatinya sembari tersenyum sesekali melihat wajah terpejam suaminya.


Untung saja saat inj mereka telah berada di jalan yang lurus dan lenggang sehingg Neera berinisiatif untuk mengaktifkan kemudi otomatis dan setelahnya mendekat kearah suaminya dan memberikan kecupan singkat pada bibir yang baru selesai bertutur itu.


"Love you more" itulah kata yang akhirnya membawa Ayyub dalam mimpi yang mengistiratkan lelahnya sejenak.


Neera kembali mengambil alih kemudi dan menghidupkan lagu klasik serta aromatherapy lavender agar suami dan anak-anaknya dapat istirahat dengan baik dan merilekskan sejenak pikiran.

__ADS_1


Sebenarnya hari ini Neera berniat akan makan siang diluar tetapi melihat orang terkasihnya masih terlelap dan sepertinya kelelahan maka ia melajukan mobil pulang dan nanti ia akan memasak saja dan memesan beberapa makanan jika tidak sempat.


__ADS_2