
Seharian ini Neera istirahat dan bersantai. Sungguh perasaan yang janggal bagi dirinya. Pasalnya setiap hari ia harus mengerjaakn banyak hal. Sangat jarang sekali ia bisa seperti ini.
Bahkan urusan pekerjaanpun tidak ia kerjaan. Neera ingin menikamati full time bersama keluarga kecilnya.
Meskipun mereka sekarang bahagia tapi Neera tetap mempersiapkan diri dengan kemungkinan terburuk. Neera sadar betul ia belum mengantongi restu dari keluarga Ayyub ditambah lagi Neera juga tidak membayangkan apa yang akan dilakukan Vina nanti.
Vina adalah seorang yang nekat, apapun bisa dia kerjakan. Neera hanya tidak ingin tripleta terluka lagi. Jadi nanti apapun yang terjadi triplets akan menjadi prioritas utama Neera.
Sebagai istri Neera akan menjalankan segala kewajibannya dan sebagai ibu ia akan melindungi buah hatinya. Untuk alasan itulah Neera tidak memperbolehkan Ayyub untuk memberitahu keberadaan triplets sebelum semuanya jelas.
Hanya saja saat ini ia ingin membiarkan triplets merasakan kasih sayang utuh seorang ayah yang selama ini tidak pernah mereka rasakan.
Neera tertidur menjelang sore hari, hal yang paling janggal yang pernah ia lakukan yaitu tidur siang. Tentu saja karena semalaman hingga subuh ia bertempur bersama Ayyub.
Beruntung triplets juga bisa diajak tidur, jadilah mereka menyusul sang bunda bersama Ayyub yang tidur setelah menidurkan triplets di ranjang besar itu.
Mereka tidur bersama disana, setelah menyelimuti triplets Ayyub ikut bergabung dengan Neera dan memeluk istrinya itu dari belakang.
Sebenarnya ia juga sangat lelah namun ia berusaha mengalihkan rasa itu sedari tadi karena ia tau bahwa Neera lebih letih daripada dirinya. Oleh sebab itu Ayyub memberikan kesempatan untuk Neera beristirahat.
Saat inilah Ayyub merasakan kehangatan, ia beruntung memiliki Neera sebagai istrinya. Bukan gadis lain, karena hanya Neeralah yang mampu. Mungkin jika istrinya orang lain maka rumah tangga mereka akan hancur tiada sisa dan tidak ada harapan lagi.
Tetapi Neera, wanita yang selalu menjaga dirinya, sehingga sampai detik ini ia tahu bahwa dirinya adalah istri. Wanita yang selalu membuka pintu maafnya, perempuan yang paling sabar yang pernah ia kenal.
Neera adalah sosok istri yang mampu menjaga hati suaminya dan menghargai serta patuh. Ayyub bukannya tidak tau bahwa Neera selama ini menyembunyikan kemampuan, pengetahuan bahkan skillnya sebagai seorang cendekiawan, dokter bahkan pengusaha, tapi istrinya itu berusaha menghormati dirinya dengan hanya menerima menjadi ibu rumah tangga apalagi tekanan dari keluarganya yang membuat Neera harus mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendiri.
Banyak sesal dalam hatinya bahwa selama ini telah menelantarkan istrinya yang luar biasa ini. Makanya mulai saat ini ia berjanji akan mendukung Neera dalam kariernya karena Ayyub tau tidak mudah bagi istrinya itu untuk sampai dititik ini.
__ADS_1
Dipikir-pikir masih banyak tugas yang harus diembannya. Bagaimanapun tidak mungkin ia akan mengesampingkan restu dari orang tuanya terutama mamanya, tapi kembali lagi saat ini Ayyub hanya ingin menikmati hidup dengan keluarga kecilnya.
Ayyub berjanji akan menjadi sosok yang lebih tegas dan bertanggung jawab. Karena kini tidak hanya ada Neera tapi sudah hadir triplets dikehidupannya.
Ayyub berusaha memantaskan dirinya menjadi pasangan Neera sekaligus Ayah bagi triplets karena ia tau bahwa jika sedikit saja ia lengah banyak saingan yang mengintai.
Neeranya begitu menawan, mampu menarik perhatian banyak pria. Apalagi dengan keadaan sekarang, jika Neera mau maka sudah pasti dia bisa mendapatkan sosok pria luat biasa diluar sana.
Bahkan saat belum genap dua minggu mereka bersama Ayyub sudah dibuat kelimpungan menahan rasa kesal melihat banyak laki-laki yang mencoba mendekati Neera.
Bagaimana mungkin ia bisa meninggalkan Neera saat terbang nanti. Haruskah ia memasang gps collar pada Neera. Tapi apapun itu ia memilih untuk mempercayai istrinya, toh selama ini Ayyub sudah melihat bagaimana Neera menjaga dirinya bahkan wanitanya itu terkesan dingin pada laki-laki lain.
Dua jam sudah Neera tertidur, badannya terasa kaku dan terasa beban berat menghimpitnya.
Sepasang tangan memeluk posesif perut datarnya dan bagian tengkuk belakangnya merasakan hangat deruan napas seseorang pria.
Aaaa hampir saja ia berteriak jika tidak ingat itu adalah suaminya yang datang kembali hehe. Memang benar istilahnya, mereka memang suami istri tetapi lama terpisah dan akhirnya kembali bersama, untuk saat ini tentunya.
Neera juga tidak tega membuat Ayyub terbangun karena jelas sekali suaminya itu sangat kelelahan. Akan tetapi ia juga harus bersih-bersih dan membuat makan malam untuk mereka.
Akhirnya Neera membalikkan tubuhnya menghadapa Ayyub, ia membawa kepala suaminya itu keatas dadanya. Membelai rambutnya pelan dan menepuk-nepuk kecil pundaknya. Seperti menidurkan triplets.
Cukup lama Neera menidurkan bayi besarnya itu hingga Ayyub benar-benar pulas. Perlahan Neera melepaskan tangan Ayyub dan bergeser menuruni ranjang besar itu.
Neera harus sigap mengerjakan semuanya sebelum triplets dan suaminya bangun. Jangan lupakan pekerjaan yang ditinggalkannya dan menunggu untuk diselesaikan juga.
Pertama Neera harus menyegarkan diri dulu, berendam sejenak di bathub dan mengguyur badan dibawah air hangat.
__ADS_1
Melakukan perawatan rutin pada tubuhnya membuat Neera merasakan rileks dan senang. Memang itulah salah satu pelampiasan terhadap rasa lelah dan jenuhnya.
Sebuah hobi yang aneh juga menguntungkan. Neera kurang suka melakukan perawatan di salon karena ia tidak mau mengumbar tubuhnya kemana-mana sekalipun itu wanita.
Neera lebih suka mengerjakannya sendiri meskipun ia harus merelakan uangnya untuk membeli berbagai produk dan alat yang terbaik. Tapi itu tidak masalah untuknya, apalagi ia tidak punya banyak waktu untuk ke salon kecantikan. Palingan itu Neera hanya akan pergi jika merawat rambutnya yang sudah tidak bisa ia tangani sendiri.
Selesai dengan ritual perawatan dan bersih-bersihnya, Neera memutuskan memasak makan malam mereka berhubung hari juga sudah gelap.
Setelah menyelesaikannya Neera merapikan sedikit rumah yang sebelumnya sudah dibersihkan Ayyub. Kemudian ia melanjutkan dengan mengerjakan tugasnya sebagai dosen dan memeriksa laporan bisnisnya, baik itu tokonya maupun sahamnya.
Bersyukur Neera memiliki karyawan yang cakap sehingga ia tidak harus mengontrol setiap hari ke tokonya. Ia hanya perlu memberikan arahan melalui skype atau pesan setiap harinya.
Lama sudah Neera berkutat dengan pekerjaannya hingga seorang gadis kecil masuk kedalam ruang kerjanya yang sederhana itu.
"Bunda" suara kecil yang mengalihkan fokus Neera.
"Ya sayang, sayangnya bunda sudah bangun" alih Neera sembari membawa tubuh kecil itu kedalam pangkuannya.
Neera memberikan ciuman sebanyak-banyaknya sampai baby Qal tertawa terpingkal-pingkal.
Neera tau baby Qal mencarinya karena sudah kehausan setelah tidurnya. Maka sekarang balita berusia 24 bulan itu memasukkan tangannya ke baju Neera sembari mukanya memelas.
"Mimi bunda"
"Kita ganti sama yang ada rasanya saja yuk, bunda sudah beli yang enak untuk kamu sayang" bujuk Neera.
"Hiks hiks no bunda, Qal mau mimi bunda" gadis kecil itu mulai terisak.
__ADS_1
"Oh baiklah sayang, berhentilah menangis, bunda akan memberikannya untukmu"
Neera membawa Qal ke sofa yang ada disana untuk menyusui Qal dan melakukan bounding dengannya. Ia meninggalkan pekerjaannya yang sebenarnya tinggal sedikit lagi. Tapi apapun itu anak adalah prioritas utama bagi Neera. Ia ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya bersama mereka, apalagi disaat mereka hanya berdua seperti ini, kesempatan Neera untuk mencurahkan penuh perhatiannya disaat saudarnya yang lain masih tertidur sehingga tidak terjadi kecemburuan.