
Disisi lain Neera tengah memastikan kembali model yang berjalan dengan pakaian dan asesoris yang mereka gunakan. Memastikan semuanya sempurna tanpa cela, begitulah ibu bos yang satu itu.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa perempuan cantik itu akan turun langsung kesempurnaan suatu hal karena beliau adalah seorang perfeksionis sejati.
Setelah yakin semua siap Neera menyemangati mereka karena sebentar lagi giliran brand mereka yang menampilkan rancangan terbaru musim ini.
Suara pembawa acara begitu menggema saat lampu mulai padam dan musik mulai berganti ritme.
Neera selalu berdo'a dalam hati agar diberi kelancaran. Bahkan tidak hanya itu suaminya didetik yang menegangkan ini menyempatkan menelpon Neera dan memberikan dukungannya.
Tinggal menunggu hitungan mundur dari kru yang bertugas disana, kini saatnya mereka yang beraksi di lantai panjang dan gemerlap itu.
"The Next Show from Zane Collection with Summer season 'Nature' please come in" terdengar suara pembawa acara diiringi tepuk tangan penonton yang membawa sang model pertama berjalan berlenggak lenggok diatas lantai itu.
Segalanya serba cepat, bahkan model yang pertama kini sudah berganti baju untuk parode yang kedua.
Begitu selanjutnya sampai diujung acara tepuk tangan meriah menutup peragaan itu. Bahkan hingga saat ini sudah masuk beberapa pesanan dan klaim atas produk yang mereka peragakan hari ini.
Kini saat yang menegangkan bagi Neera karena diujung show ia akan ikut naik ke panggung sebagai pemilik brand sekaligus desainernya.
Neera tidak akan egois sendiri karena kali ini ia akan menggandeng dua desainer lain yang membantunya.
"Please welcome Zee from Zane Collection" gema pembawa acara yang mengisyaratkan ia harus segera menaiki panggung.
Sebenarnya dari awal ia tidak ingin ikut terlibat dalam hal ini ia lebih menikmati perannya dibelakang layar tetapi berkat pencerahan dari timnya yang mengatakan bahwa ini salah satu bentuk penghargaan bagi karyanya dan ungkapan terima kasih untuk penikmati hasil karyanya akhirnya Neera mengalah.
__ADS_1
Dengan bangganya Neera berjalan melambaikan tangan dan memberikan senyum terbaiknya pada semua yang hadir disana.
Menggunakan dress hasil desain sendiri ia menyapa ramah semua orang, dibelakangnya berjalan dua desainer dan dikedua sisi mereka diikuti oleh model-model yang memperagakan bajunya.
Baru beberapa langkah sudah banyak yang menghampiri Neera. Memberikan ucapan selamat dan memberikan rangkaian bunga. Tak tanggung-tanggung kini bahkan jalannya harus selalu terhenti akibat menerima itu.
Bahkan beberapa bunga sudah diambil oleh dua orang staff untuk dibawa keruangannya. Belum berakhir disana mendekati ujung panggung ia kembali mendapat karangan bunga yang sedikit besar.
Kini dia desainer dibelakangnya juga sudah memegang bunga dari tangan Neera. Selalu saja begitu setiap kali ada show.
Neera memang terkenal dengan keramahannya dan akibat ia tidak pernah membongkar privasinya semua orang tahu bahwa ia perempuan muda yang single.
Semua bunga dan ucapan yang ia dapatkan bahkan tidak semua yang ia kenali, paling hanya rekan atau pemilik brand lain yang ia ketahui selebihnya entahlah ia hanya menghargai dan menghormati orang-orang yang sudah mempercayai hasil karyanya.
Beruntung saat show ia selalu didandani lebih tebal dan ia minta sedikit bervolume sehingga ia bisa berklamufase dan tidak banyak yang mengetahuinya.
Apalagi dalam dunia ini Neera dikenal dengan nama Zee, sesuai dengan panggilannya oleh staff dan pegawainya. Berkat itulah tidak ada yang pernah tau perihal kehidupan pribadinya selain para asisten dan orang terdekatnya.
Setelah memberikan ucapan terima kasih dan penghormatan serta menjelaskan sedikit tentang peluncuran busana, tas, sepatu dan asesoris musim ini Neera membungkuk sejenak diikuti oleh dua desainer dibelakangnya.
Tidak lupa melambaikan tangan dan mengedarkan pandangannya hingga matanya menangkap sesuatu yang membuat hatinya gundah gulana.
Beruntung ia pandai mengendalikan diri dan terlihat biasa saja bahkan tak mempedulikan sama sekali.
Perlahan ia membalikkan badan diikuti dua orang dibelakangnya dan para modelnya. Tetap masih setia melambaikan tangan dengan senyuman manis yang dihiasi dimple dikedua pipinya.
__ADS_1
Sementara dideretan bangku penonton tiga wanita dan seorang pria masih terpaku dan tertanya dalam pikirannya. Mereka saling lirik seakan mencocokkan pikiran tetapi tidak berani buka suara, terlebih ada keluarga Hanna diantara mereka.
Usai tepuk tangan yang mengantar kepergian Neera mereka malah termenung tetapi meyakinkan diri lagi bahwa ini tidak benar. Bahkan mereka melewatkan tujuan awal membeli beberapa barang dari Zane Collection dan lebih fokus pada pikirannya.
Hingga acara itu berakhir mereka dikagetkan oleh teguran mamanya Hanna yang mengajak keluar karena fashion show untuk hari ini sudah berakhir. Mereka akan kembali lagi besok dan lusa untuk peragaan selanjutnya.
Lain hal dengan Neera yang sedikit was-was kini saat melihat mertua dan iparnya ada dideretan bangku penonton tadi. Ia jadi ragu apakan akan melibatkan triplets untuk catwalk lusa tetapi ia juga ingat bahwa Ayyub mengatakan bahwa orang tuanya saat ini di tanah air.
'Apa aku yang salah lihat ya ?' batin Neera yang langsung di buyarkan oleh panggilan tim pemasarannya yang mengatakan bahwa produk yang mereka lanching hari ini sold out.
Rasa syukur tiada henti Neera ucapkan, ternyata Allah selalu memberi rezki dari pintu yang tak terduga-duga.
'Baiklah buat apa aku harus terkurung selalu dalam rasa ketakutam dan kecemasan yang belum tentu terjadi, toh aku bukan perempuan lemah yang tidak memiliki apapun seperti dulu saat ini aku sudah bisa melindungi anakku terlebih ayah mereka juga sangat mwncintai dan melindungi mereka' batin Neera menguatkan diri.
Meskipun rasa was-was dan cemas itu tetap ada Neera tidak ingin terlalu membawanya dalam perasaan karena ia tau triplets juga akan merasakan itu dan akhirnya berpengaruh pada mereka bertiga.
Terlebih lagi jika Neera terus mengikuti emosinya maka ia akan overprotektif pada triplets yang akhirnya membuat mereka tidak nyaman dan terbebani.
Sedangkan di belahan dunia lain terlihat seorang lelaki tampan yang menggerutu dibalik meja kerja yang besar.
Sedari tadi pria itu bersungut-sungut dihadapan ipad yang menayangkan acara fashion show terbesar itu.
"Kenapa juga dia harus senyum seperti itu, ah kenapa lagi banyak yang memberikan bunga tau begitu aku kirim bunga yang sangat besar sekalian" gerutunya.
"Ah kenapa juga dia terlihat sangat cantik disana, apa para lelaki itu menyukainya. Mereka harus tau bahwa Neeraku sudah memiliki suami yang sangat ganteng" omelnya lagi.
__ADS_1
"Hmmmm mungkin ini harga yang harus aku bayar atas semua kelalaian dan kesalahanku dimasa lalu. Kini Neera bukan hanya milikku sendiri seperti dulu lagi. Ia milik triplets, milik pegawainya, milik mahasiswa dan juga milik masyarakat luas" helaan napas Ayyub terasa berat mengirinya setiap katanya.
"Tapi tak mengapa karena Neeraku adalah istri yang selalu menjaga kehormatan suaminya, selalu mengutamakan keluarga dan yang pasti istri yang tau batasannya, I Love you Neeraku, jadi rindu" kembali Ayyub berdialog dengan dirinya sendiri.