
Keluar dari kamar mandi Neera sudah bermuka masam dan sedikit meringis memegang pinggangnya.
Dengan langkah yang sedikit bergetar ia berjalan menuju wardrobe untuk mengganti baju dan setelahnya menuju dapur untuk memasak sarapan mereka pagi ini.
"Humm sayangnya aku pagi-pagi rajin banget sih yang" celutuk Ayyub sembaru memberi ciuman panjang pada pipi mulus istrinya.
"Ih udah deh ah, Uda bikin kesel aja Uda ni" elak Neera sembari mendorong wajah suaminya.
"Kenapa sih sayang Uda ini marah-marah aja" ujar Ayyub tanpa dosa.
"Masih tanya kenapa, gak sadar diri sekali lelaki ini" kesal Neera dengan muka masamnya.
"Haha ya maaf sayang, namanya juga khilaf" jawab Ayyub masih tersenyum.
"Khilaf itu sekali ini berkali-kali, doyan itu namanya" kesal Neera.
"Iya juga sih yang, emang doyan sekali habisnya kamu ngangenin sih" celutuk Ayyub tanpa dosa.
"Memang janji Uda itu gak bisa dipegang, bilangnya setengah jam ini sudah mau sejam, bilangnya cuma mandi aja tapi pakai tambahan segala, Neera kan udah bilang udah gak sanggup lagi tapi terus aja dipaksain kan gini jadinya. Remuk semua badannya malah jadi susah jalan gini kan, mana sakit lagi" omel Neera yang melampiaskan kekesalannya.
"Aduh..., udah dong sayang. Makin cantik aja kalau ngomel-ngomel gitu, nanti Uda mau nambah lagi nih" puji sekaligus ancaman Ayyub yang membuat Neera bungkam sekaligus jengkel.
"Yasudah, gimana kalau pagi ini Uda yang ngerjain semua" tawar Ayyub yang juga kasihan melihat keadaan istrinya setelah digempur habis-habisan.
Memang ia akui ia kehilangan kendali saat menikmati tubuh indah istrinya terlebih wangi yang dikeluarkan sangat memabukkan dan masih saja sempit dan nikmat membuat Ayyub ingin dan ingin lagi.
Mungkin efek perawatan yang dilakukan istrinya semalam dan juga rasa rindu dan cinta yang menggebu-gebu pada istrinya akhirnya mmebuat Ayyub kebablasan.
Dengan muka cerah dan berseri-seri Ayyub mengerjakan semua pekerjaan rumah. Mulai dari menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, mencuci baju kotor hingga memandikan triplets ia kerjakan dengan semangat membara.
Sementara Neera setelah menyiapkan baju untuk triplets ia merebahkan badannya di kasur untuk sejenak mengistirahatkan lelah dan remuk yang terasa di seluruh tubuhnya.
Dikediaman Kaisar keadaan subuh ini begitu berbeda. Sedari bangun tidur nyonya Kaisar sudah meminta suaminya menghubungi putra kesayangannya. Memastikan kedatangan keluarga kecil mereka ke rumah besar.
__ADS_1
"Nanti saja ma, mereka sudah berjanji akan datang" jelas Papa Ayyub yang takut mengganggu pagi anaknya.
"Coba saja Pa ingatkan lagi, mana tau mereka lupa" ujar mama Ayyub dengan muka penuh harap yang membuat Tuan Kaisar tidak tega.
Sambungan pertama masuk tetapi tidak diangkat, namun istrinya tetap memaksa hingga sambungan kedua dan ketiga juga tidak diangkat yang membuat Tuan Kaisar mulai menyerah lagi istrinya tetap memaksa hingga dipanggilan keempat telepon itu diangkat oleh anak lelakinya.
"Halo Ayyub, Assalamu'alaikum" salam Papa Ayyub.
........
"Papa ganggu ya pagi-pagi begini lama sekali diangkatnya. Lagi pada sibuk ya ?" tanya Papa sedikit sungkan.
........
"Papa mau minta Neera kesini karena mama mau ngomong sama istri kamu ini sangat penting jadi Papa harap Neera bersedia kesini lagi"
.......
"Kapan kalian akan kesini ?"
.......
........
"Yasudah, jangan lupa ya ajak istri dan anakmu kami tunggu disini"
........
"Baiklah, Papa tutup telponnya. Assalamu'alaikum"
........
"Gimana Pa, mereka jadi kesini kan ?" tanya mama penuh harap.
__ADS_1
"InsyaAllah jadi, sehabis sarapan mereka baru jalan"
"Loh kenapa gak sekalian sarapan disini saja ?" tanya Nyonya Kaisar.
"Kasian anak-anaknya mereka belum bangun masih jetlag, biarkan saja mereka beristirahat lebih lama" jawab Papa.
"Iya kasian juga ya, pasti mereka juga belum terbiasa sama iklim disini" terawang mama Ayyub.
Akhirnya setelah membersihkan diri pasangan baya itu keluar kamar menuju ruang makan yang sudah diisi oleh seluruh anggota keluarga.
Setelah kedatangan kepala keluarga itu mereka pun makan dalam hening menikmati hidangan lezat yang tersaji di meja.
Saat semua sudah selesai dengan sarapannya Papa berdehem seakan meminta perhatian pada seluruh penghuni rumah itu yang notaben nya seluruh anggota keluarga Kaisar.
"Hmmmm, sebelum kalian beraktifitas Papa ingin menyampaikan sesuatu penting. Hari ini dan mungkin untuk kedepannya Ayyub beserta anak dan istrinya Zaneera akan mampir kesini dan Papa harap tidak ada satupun dari kalian yang bersikap tidaj baik pada mereka terutama Neera. Besar harapan Papa kalian akan menyesali perbuatan kalian terhadap Neera dan meminta maaf padanya. Papa tidak mau dengar jika nanti kedapatan ada yang melakukan hal buruk pada mereka karena walau bagaimanapun mereka adalah keluarga besar Kaisar. Papa harap kalian mendengarkan perkataan Papa" titah Tuan Kaisar yang tentu saja perintah mutlak.
"Baik Pa" jawab serempak semua penghuni rumah.
"Papa harap kalian akan bisa memperlakukan mereka sebaik mungkin, terutama kamu Riezka. Jangan kira Papa tidak tau semua perbuatan buruk kamu selama ini, jangan memelihara sikap iri hati, dengki dan sombong yang akan membutakan mata hatimu. Bersikaplah dewasa dan bertanggung jawab terhadap apa yang kamu lakukan karena kamu anak perempuan tertua di keluarga ini dan kamu Nola, bersikap sopan dan hormatlah pada Neera, Papa juga tau tingkahmu selama ini yang jauh dari kata baik pada kakak iparmu itu. Sudah cukup Papa merasa gagal dalam mendidik kalian, Papa menaruh haraoan besar agar kalian bisa memperbaiki sikap kalian kedepannya. Jika kedapatan kalian melakukan sesuatu yang tidak seharusnya jangan salahkan jika nanti Papa yang bertindak dan ini berlaku untuk semua orang yang ada di rumah ini tanpa terkecuali. Apa kalian mengerti ?" tegas Tuan Kaisar yang diangguki oleh mereka semua.
Melihat tatapan nyalang dan suara tegas Tuan Kaisar membuat semua orang meneguk saliva keras. Siapa juga yang akan berani melanggar perintah kepala keluarga itu, bisa-bisa hiduo mereka kelar disini. Melanggar perintah Tuan Kaisar sama saja dengan bosan hidup. Membuat tiga menantu disana memupuskan harapan mereka untuk mencelakai menantu yang sepertinya akan menjadi menantu terbaik di rumah ini melihat perhatian Tuan Kaisar dan Nyonya Kaisar pun hanya diam seakan menyetujui semua perkataan suaminya. Sial mereka sudah tidak punya backingan lagi.
Setelah petuah panjang di meja makan semua orang beranjak dan bergerak untuk melakukan aktifitas mereka masing-masing. Dua menantu perempuan di rumah itu memilih pergi keluar karena merasa malas untuk bertemu dengan menantu hebat keluarga ini terlebih mereka tidak bisa lagi melakukan apa-apa seperti dulu dan Nyonya Kaisar pun sepertinya tidak mudah lagi dihasut dan berpihak pada mereka.
"Loh sayang, mau kemana kenapa terburu-buru lebih baik tunggu dulu Ayyub dan keluarga kecilnya. Kamu bisa berkenalan dengan anak mereka yang sangat lucu" hadang Hakim yang berusaha terlihat biasa saja dihadapan istrinya.
"Ah iya sayang, maaf aku ada janji dengan temanku. Jadi aku minta maaf untuk hari ini. Mungkin lain waktu, bye sayang" balasnya sedikit terbata dan salah tingkah.
Setelah wanita itu berlalu Hakim merogoh ponsel di sakunya dan menghubungi seseorang.
"Ikuti kemanapun dia pergi hari ini, jangan sampai lengah sedikitpun" dengan suara dingin dan wajah datarnya lantas mematikan telpon itu sepihak.
Tak berbeda jauh dengan Ozi, Kiki istri dari Fazreen juga meninggalkan rumah Kaisar dengan alasan kerjaan karena memang istrinya itu meminta ditempatkan di bagian keuangan perusahaan suaminya dengan direktur suaminya sendiri.
__ADS_1
Padahal mereka bisa izin hari ini untuk menyambut Ayyub dan keluarga kecilnya namun entah kenapa istrinya bersikeras ada pekerjaan yang harus ia selesaikan membuat ia tidak bisa lagi menahannya.