
Seharian ini Ayyub habis direcoki triplets dengan pertanyaan mereka yang membuat Ayyub pusing sendiri.
Bagaimana tidak pertanyaan yang sama terus diulang-ualng karena mereka belum mendapatkan jawaban yang benar-benar membuat mereka yakin.
Akhirnya Ayyub menelpon salah seorang temannya yang juga seorang pamilik istal kuda untuk memberi tahu kedatangan mereka esok hari.
Disana Ayyub juga menitipkan dua kudanya yang satu milik Ayyub dan yang satunya milik Neera. Sudah lama Ayyub membelikan kuda untuk istrinya karena Ayyub tahu Neera suka berkuda dan juga sangat menyukai hewan itu.
Selain kuda milik mereka, Ayyub juga minta tolong mencarikan kuda poni untuk triplets agar mereka lebih aman untuk ditunggangi triplets.
Setelah mematikan sampjngan teleponnya Ayyub memberi tahu mereka bahwasanya esok hari mereka akan menghaniskan waktu diistal kuda esok hari.
Ketiganya heboh bersorak dan berlarian saat mendapatkan kabar dari Ayyub. Namun tiba-tiba Qai berhenti dan menuju ayahnya kembali.
"Ayah benar besok kita akan berkuda, ayah tidak bohongkan. Ayah juga tidak akan tinggalin bunda kan karena hari ini bunda sudah naik kuda-kudaan, soalnya bunda suka sekali berkuda ayah" jelas Qai.
"Tentu saja bunda ikut sayang, karena bunda suka sekali berkuda apalagi sama ayah. Iyakan bunda ?" goda Ayyub pada Neera yang sudah seperti kepiting rebus.
"Iya sayang, berkuda sama ayah seru loh. Coba aja kalian naik makin seru" celutuk Neera yang langsung diiyakan triplets.
Akhirnya mereka menyerbu sang ayah memaksa Ayyub mengambil posisi merangkak lantas naik diatas punggungnya sembari meminta jalan.
Alhasil Ayyub mengikuti permintaan mereka meskipun awalnya ingin mengerjai istrinya malah berakhir dengan dia yang dikerjai.
'Ini namanya senjata makan tuan, susah juga ternyata punya istri yang terlalu pintar' batin Ayyub sembari menggelengkan kepala dengan senyuman melihat kejahilan istrinya.
Meskipun begitu ia sangat menikmatinya. Meskipun lelah tetapi inilah yang ia inginkan. Melihat senyum dan tawa dari buah hati mereka dan menghabiskan waktu bersama sehingga nantinya menjadi sebuah kenangan yang manis bagi triplets.
Neera yang tengah memasak makan malam di depur tersenyum melihat tingkah suami dan anaknya yang terus meminta Ayyub berjalan. Tidak hanya berhenti disana Ayyub malah menjahili mereka dengan menggoyangkan punggungnya seperti benteng.
Seisi rumah penuh dengan suara gelak tawa. Sore yang indah bagi Neera, melihat senyum dan tawa menghiasi wajah orang terkasih.
Hari kian beranjak saatnya membersihkan diri dan mandi menyambut ibadah maghrib nanti agar tidak terlambat. Kita ingin meminta pada yang Maha Kuasa tetapi malah kita tidak tepat waktu dan malah terlambat.
__ADS_1
"Sayangku, Cintaku semuanya saatnya kita mandi dan siap-siap maghrib ya cinta" seru Neera yang tengah berbenah dapur setelah selesai memasak.
"Okay Bunda" jawab serentak mereka yang akhirnya menuju kamar mandi.
"Ayo hari ini kita mandi bareng ayah ya, let's go babies" semangat Ayyub yang menggiring mereka ke kamar utama.
Dalam kamar mandi Ayyub membantu mereka membuka baju dan menyiapkan air hangat dalam bathub untuk nanti mereka mandi.
Sementara Neera membersihkan ruang tengah tempat mereka bermain tadi dan memastikan semua bersih bebas debu karena Neera tidak ingin nanti berakibat buruk bagi triplets namanya mereka masih anak-anak.
"Sayang, jangan terlalu lama ya mandinya. Sudah terlalu sore, nanti masuk angin" seru Neera dari luar kamar mandi.
"Yes Bunda, sudah hampir selesai" balas Ayyub yang tentu saja mereka masih main sabun di dalam kamar mandi.
Sembari menunggu mereka keluar Neera menyiapkan pakaian dan berbagai minyak dan bedak untuk triplets maupun untuk Ayyub.
Satu persatu akhirnya triplets keluar dengan handuk minion lengkap dengan tudungnya membuat mereka terlihat seperti boneka hidup.
Memang Neera menyiapkan segala pernak pernik yang lucu dan kualitas terbaik bagi triplets hal ini jugalah yang mendasarinya untuk kemudian mengembangkan perusahaan baju khusus anak dengan masih menggunakan brand dirinya.
Dengan telaten Neera mengoleskan minya telon, bedak, lotion, ketubuh tiga bocah lucu itu kemudian memasangkan baju mereka dan setelahnya memberi minyak kemiri dan minyak rambut khusus bayi agar nanti rambut mereka tumbuh dengan bagus dan terawat.
Terakhir Neera menambahkan cologne dengan aroma lembut dan wangi agar triplets selalu fresh dan harum, kapanpun dan dimanapun.
Selesai dengan triplets, Neera membawa mereka bertiga ke sofa yang ada di kamar sembari mengajak mereka bertiga bercerita dengan hari yang mereka lewati hari ini.
Saat inilah waktu yang penting bagi Neera, karena disini ia bisa mendengarkan keluhan dan cerita triplets serta menanamkan nilai-nilai semenjak mereka dini.
Mereka akan berebutan bercerita kepada sang bunda dan antusias mendengarkan setiap petuah bundanya karena disampaikan dengan cara dan tutur yang menyenangkan sesuai dengan umur mereka.
Disaat itulah Ayyub keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat cara istrinya mendidik buah hati mereka, Neera bisa menjadi sosok teman, sahabat, dan ibu bagi triplets.
Tanpa mereka sadari Ayyub mendengarkan percakapan mereka yang tengah seru dan tidak mengetahui kedatangan Ayyub disana ia langsung terdiam dan merasa tersentuh akan kedekatan mereka.
__ADS_1
"Bunda, Opa dan Oma itu apa ?" tanya Qai.
"Opa dan Oma itu sama seperti Atuk dan Nana" jelas Neera.
"Tetapi kenapa disebut berbeda" protes Qee.
"Sayang, bahasa di negara bunda sangat banyak, sama saja dengan panggilan bunda juga ada ibu, mama, mommy, mom dan sebagaimanya" jelas Neera.
"Ayah bilang kita punya Opa dan Oma, berarti seperti Atuk dan Nana ya bunda ?" tanya Qee.
"Ya cintaku, Qee sangat pintar. Kalau Atuk dan Nana adalah orang tuanya bunda sementara Opa dan Oma adalah orang tuanya Ayah" papar Neera kembali.
"Lalu mengapa mereka tidak pernah menemui kita, apakah mereka tidak menyayangi mereka. Mereka seperti orang asing bunda, Qal tidak mau punya Opa dan Oma" protes Qal.
"Sayang, loot at me dengarkan bunda sayangku. Dulu saat kita tinggal bertiga bunda pernah bilang apa pada kalian ?" tanya Neera.
"Bunda selalu minta maaf karena kita harus jauh dan tinggal disini karena bunda ingin yang terbaik untuk kita semua" jelas Qee.
"Ya sayang, maafkan bunda karena membawa kalian kesini sehingga Opa dan Oma kalian tidak mengetahui bahwa kalian ada" jelas Neera.
"Berarti Opa dan Oma jahat ya bunda karena bunda tidak kasih tau mereka sedangkan Atuk dan Nini tahu dengan kita" tanya Qai.
"Bukan sayang, mereka tidak jahat. Kalian tidak boleh berbicara demikian karena bagaimanapun mereka adalah orang tua ayah, Opa dan Oma kalian. Jika mereka tidak ada maka tidak ada ayah, jika tidak ada ayah apakah triplets bunda yang lucu ini ada di dunia ?" tanya Neera sembari mencolek gemas hidung mereka.
"Tidak bunda...." sorak ketiganya.
"Bagus, jadi janji sama bunda ya kalian tidak boleh berbicara buruk lagi mengenai Opa dan Oma, kalian akan membuat ayah dan bunda sedih. Bukankah anak-anak bunda adalah anak yang baik dan sholeh sholeha ?" pancing Neera jenaka.
"Okay Bunda, We'll promise" janji ketiganya.
"Baiklah, suatu saat nanti ayah akan membawa kalian bertemu Opa dan Oma hingga saat itu tiba bunda ingin kalian mencintai mereka sama seperti kalian mencintai Atuk dan Nana" jelas Neera.
"Baik bunda" serentak ketiganya.
__ADS_1
"Oke, kalau begitu bunda mau peluk dan kissnya dulu" seru Neera yang langsung mengecup penuh muka mereka dan memeluk erat ketiganya.