
Setelah beberapa saat mata tajam dengan iris hitam itu terbuka disambut senyum manis perempuan dengan lesung pipitnya. Sungguh hal yang paling indah di dunia, ketika bangun langsung disambut bidadari hati.
Begitu juga triplets yang sudah terbangun, langsung disambut belaian tangan halus sang bunda. Membuat mereka kembali tenang dan nyaman.
Selesai menyadarkan diri sejenak, maka mulailah Ayyub beranjak sembari mengajak keluarga kecilnya keluar.
"Ayah, kita dimana ?" tanya Qee si kepo.
"Ini namanya lapangan terbang sayang" jawab Ayyub.
"Wah.... besar sekali. Ayah itu ada pesawat" teriak Qal yang juga kegirangan.
"Yes baby, tentu saja. Disini tempat latihan menerbangkan pesawat" jelas Ayyub.
"Yeeeee, ayah hebat" pujian yang mereka ajukan mampu membuat jantung Ayyub serasa membumbung tinggi.
"Baiklah, kalau begitu ayah ganti baju dulu ya sayang" segera Ayyub membawa totte bag yang diberikan Neera dan memasuki ruang ganti.
Sengaja Ayyub membawa baju khusus latihan terbang karena berhubung seragam itu tidak boleh dipakai sembarangan. Sementara Neera dan triplets juga sudah mengenakan baju dengan model dan warna yang sama hanya mereka tidak memiliki berbagai strips dan logo yang menghiasi baju Ayyub.
Keberuntungan bagi pelatih yang ada disana saat mengetahui Ayyub tengah berada disana maka mereka meminta Ayyub yang notabenenya susah ditemui untuk memberikan kuliah singkat dan motivasi untuk para calon penerbang muda yang mengikuti pendidikan disana.
Maka dengan senang hati Ayyub menyanggupi permintaan pelatih itu sebagai rasa terima kasih juga karena sudah disambut hangat dan dipersilahkan menggunakan fasilitas disana meskipun sebenarnya Ayyub memiliki kekuasaan untuk itu berhubung ia adalah pemegang saham di maskapai mereka.
Tetapi Ayyub tidak ingin sewenang-wenang tanpa mengikuti aturan dan selalu menghargai bawahannya.
Sebelum membawa triplets berkeliling maka Ayyub berjalan ke tengah lapangan tempat para pelajar dan pelatih itu berkumpul. Suatu kebahagiaan juga bagi Ayyub untuk berbagi ilmu dan pengalaman serta memberikan motivasi bagi mereka para juniornya.
__ADS_1
Ketika melihat ayah mereka berjalan menuju lapangan tanpa aba-aba triplets juga ikut berlarian kesana bahkan Neera sendiri ikut kewalahan mengikuti mereka takut jika nanti mereka akan terjatuh dan terluka.
"Ayah......" sorakan mereka mampu mengalihkan perhatian orang yang berkumpul disana termasuk Ayyub yang sangat mengenal suara buah hatinya.
Saat mengalihakan pandangannya terlihatlah triplets yang tengah berlarian kearahnya diikuti sang istri yang terlihat kesulitan membawa tas besarnya sembari mengejar anak mereka.
Sungguh pemandangan yang indah baginya, aneh memang tetapi mengetahui bahwa selalu ada yang berlari menuju kita setiap saat akan membuat hati menghangat dan selalu merasa dibutuhkan. Itulah yang saat ini dirasakan Ayyub.
Melihat itu segera ia membentang tangan menyambut ketiga buah hatinya yang tengah berlari terseok-seok mengingat umur mereka yang masih dua tahun lebih beberapa bulan.
Segera Ayyub membawa mereka menuju tempat perkumpulan itu dan baru saja sampai ketiganya sudah seperti cacing kepanasan minta diturunkan sang ayah.
Mengetahui istrinya yang sudah berada disisi mereka Ayyub menurunkan mereka dan membiarkan triplets berlarian kesana kemari yang berhasil mencuri perhatian orang-orang yang berada disana.
Kepribadian mereka yang ceria membuat banyak orang gemas alhasil mereka selalu mendapatkan cubitan gemas dan kecupan singkat di pipi chubby mereka.
Selalu ada kebanggan dihati Neera saat melihat Ayyub berdiri dengan gagahnya menggunakan seragam yang Neera tau sedari dulu menjadi impiannya. Kini ia telah mampu meraih itu dengan usaha kerasnya sendiri.
Ayyub mengakhiri kuliah singkatnya dengan untaian semangat dan motivasi. Barulah akhirnya acara itu selesai dengan sorakan embel-embel khas mereka yang mana triplets juga ikut terlibat didalamnya.
Barulah akhirnya Ayyub pamit dan mengajak keluarga kecilnya menuju pesawat yang terparkir dan belum digunakan. Segera Ayyub mengendong Neera menaiki pintu pesawat sehingga nanti istrinya itu bisa membantu menyambut anak-anak mereka. Setelah itu barulah Ayyub sendiri menaiki pesawat baru tersebut.
Betapa riangnya hati triplets mereka berlarian mengelilingi satu badan pesawat yang barunpertama kali mereka lihat secara utuh meskipun seelumnya mereka sering menaikinya bersama bunda.
Mulai dari dapur, tempat istirahat awak kabin, kursi darurat hingga toilet mereka jelajahi hingga akhirnya mereka memasuki cockpit yang memang selama ini mereka ingin tahui.
Beragam kata pujian dan kekaguman meluncur dari bibir kecil mereka, agaknya mereka memang sangat menyukai burung besi itu dari hatinya.
__ADS_1
"Ayah, bolehkan ayah ajarkan kami cara menerbangkannya ?" seru Qee yang sudah tidak sabar.
"Baiklah kesini, dengarkan ayah baik-baik" titah Ayyub yang langsung dituruti mereka.
Melihat triplets yang sudah mulai aktif mengutak atik tombol-tombol yang ada disana membuat Neera khawatir meskipun mereka sembari mendengarkan penjelasan sang ayah yang tentu saja mudah diterima mengingat kapasitas otak mereka yang diatas rata-rata.
Jelas terlihat kerutan dikening Neera beserta air muka yang sudah sangat berubah membuat Ayyub paham meskipun istrinya itu tidak mengungkapkannya.
Segera Ayyub menarik tangan istrinya dan berbisik lembut ditelinga Neera.
"Tenang sayang, percayalah pada suamimu ini. Uda akan mengembalikannya nanti, tidak akan rusak" jelas Ayyub yang memupus kehawatiran Neera.
Setelah puas bertanya, sesi pengenalan pun berakhir dengan Ayyub yang mengembalikan ke pengaturan semula sembari mengecek kondisi mesin pesawat itu. Setelah memastikan semua aman barulah Ayyub keluar menyusul istri dan buah hatinya, lalu menurunkan mereka satu persatu.
Lelah menjelajahi isi pesawat Ayyub mengajak mereka untuk piknik di rerumputan yang lumayan rindang sembari mengembalikan energi mereka sebelum memberikan kejutan yang sudah disiapkannya.
Beruntung Neera sudah menyiapkan semuanya, makanan maupun karpet dan peralatan lainnya. Jadilah mereka makan siang di hamparan karpet di lautan udara itu sembari menikmati pemandangan pesawat melintas diatas mereka.
Sungguh hari yang sangat menyenangkan bagi mereka, bahkan sedari tadi mereka terus berceloteh ria mengatakan bahwa mereka ingin menceritakan pada Atuk, Nana, Uncu dan teman-teman mereka.
Bahkan tadi mereka juga sudah puas berpose di depan pesawat didukung dengan peralatan fotografi Neera yang selalu siap setiap saat. Bunda gaul yang selalu senang mengambil pose keluarga kecil mereka dengan apik dan berseni tinggi.
Terlihat sangat serasi dan lucu, makanya Neera selalu membuat baju khusus untuk mereka dan berakhir dengan sesi fotografi untuk triplets dan dirinya sendiri sebelum Ayyub hadir ditengah mereka.
Kini personil mereka sudah lengkap dan membuat Neera semakin ingin mengabadikan banyak moment bersama yang nantinya akan menjadi cerita mereka.
Setelah menyelesaikan makan siangnya dan tidur-tiduran sebentar Ayyub membereskan sisa piknik mereka dan mengembalikan lagi ke mobil membiarkan Neera menikamati waktu mainnya bersama triplets.
__ADS_1