Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
Menuju Kerajaan Part 6


__ADS_3

"Apa? Cepat katakan!!" Bentak Shata. Sang ayahpun mencoba menenangkan Shata dengan mengusap-ngusap punggung anaknya itu dengan lembut.


"Maafkan aku... Sebenarnya ayahmu tidak hanya menjadi pengabdi dewa di kuil ini tetapi juga menjadi penjaga dewa di kuil kerajaan. Ini adalah ideku, aku yang meminta kepada ayahku agar menjadikannya sebagai penjaga dewa di kuil kerajaan. Tapi ini semua demi keselamatanmu dan ayahmu. Ada sekelompok orang di desa yang sedang mengincar harta kerajaan dan harta itu hanya aku yang tahu dimana tepat letaknya. Jika mereka tahu kamu dan ayahmu sedang menyembunyikan aku, aku sangat yakin mereka pasti akan menyakiti kalian" Jawab Tara.


"Ha? Harta kerajaan? Tapi bukankah kamu akan lebih aman jika berada di kerajaan?" Jawab Shata.


"Tidak, kamu salah. Pasti ada sekutu mereka di kerajaan meskipun aku tidak tahu siapa, tapi aku yakin akan hal itu" Jawab Tara.


"Jadi, seperti itu. Aku hanya menyayangkan kenapa tidak memberitahuku dari dulu? Aku sangat tersiksa selama ini, terutama pada saat ayah tidak mau menemuiku" Ucap Shata.


"Maafkan aku anakku sayang, kini ayah berjanji. Setiap kali kamu ke kuil, ayah akan selalu menemuimu yang pasti atas seizin pangeran" Jawab Ayah Shata sembari menoleh pada Tara.


"Pastinya aku akan mengizinkan" Jawab Tara dengan tersenyum.


"Terima kasih, Pangeran" Jawab Ayah Shata dengan tersenyum.


"Apa aku kini juga harus memanggilmu pangeran?" Tanya Shata.


"Hahahaha.. Terserah kamu saja. Memanggilku pria tampan pun tak apa" Jawab Tara dengan tertawa.


"Dasar kamu!! Kalau bukan pangeran sudah aku pukul kepalamu seperti biasanya" Jawab Shata.


Sang Ayah, Shata, dan Tara kinipun tertawa bersama-sama. Sebelum mereka menikmati makanan yang telah mereka bawa dari rumah seperti nuah-buahan dan beraneka macam camilan mereka, Tara memakai topeng miliknya di suatu ruangan. Merekapun menikmati makanan tersebut dengan penuh suka cita.


"Pangeran" Ucap salah satu pengawal yang entah datang darimana.


"Kenapa kamu disini?" Jawab Tara.

__ADS_1


"Saya ingin memberikan surat ini, sesuai dengan perintah raja" Jawab pengawal.


"Apakah raja menyetujuinya? Wah...!! Bagus banget" Jawab Tara.


"Saya izin kembali ke kerajaan, pangeran" Ucap Pengawal sembari memberikan hormat dan pergi meninggalkan Tara.


"Kamu beri cap jempolmu disini" Ucap Tara kepada Shata sembari menarik tangan sahabatnya.


"Ha, apa ini. Enak saja main cap cip cup. Sini aku baca dulu" Jawab Shata.


Shatapun membaca isi surat tersebut.


"Ha!!! Ayah lihatlah ulah Pangeran ini" Ucap Shata dengan sangat terkejut. Sang ayahpun melihat isi surat itu dan hanya bisa diam tertegun.


"Apa maksud kamu Tara? Bagiku ini adalah sebuah pengkhianatan!! Kamu taukan maksudku?" Ucap Shata.


"Bukan begitu, aku tahu kamu tidak ingin menjadi bagian dari kerajaan, tapi aku mohon padamu terimalah, karena aku harus kembali ke kerajaan dan hanya kamulah satu-satunya orang yang aku percayai bisa melindungiku. Apa kamu tega jika sewaktu-waktu aku mati di tangan para pengkhiatan kerajaan?" Ucap Tara.


"Jika kamu menerimanya, kamu akan tinggal di istana kerajaan bersama ayahmu, aku sudah menyiapkan bangunan tersendiri untuk kalian berdua tinggali" Jawab Tara.


"Serius? Ternyata kamu sangat baik. Terima kasih Tara.. Eh.. Pangeran Tara maksudku. Sangat aneh memanggilmu Pangeran Tara. Seperti tidak cocok saja" Ucap Shata dengan tertawa terbahak-bahak.


"Apa kamu tidak tahu? itu sama saja dengan menghina, kamu bisa di masukkan ke dalam penjara" Jawab Tara dengan tersenyum.


"Becandaa.. Ah.. jadi canggung.. Kalau begitu aku bersedia, cap jempol disinikan?" Jawab Shata.


"Iya betul" Jawab Tara.

__ADS_1


Shatapun memberikan cap jempolnya di surat tersebut.


"Aku berjanji akan menjadi pelindung terbaikmu, kemanapun kamu pergi aku akan selalu melindungimu, inilah bentuk abdiku padamu" Ucap Shata.


"Terima kasih sahabatku, kamu memang yang terbaik" Jawab Tara.


"Lalu, kapan aku harus berkemas?" Ucap Shata dengan penuh semangat.


"Sekarang?" Jawab Tara.


"Ayo!!. Ayah aku pamit pulang sebentar mengambil beberapa pakaianku dan akan segera menemui ayah di kuil ini. Ayah tunggu saja aku disini" Ucap Shata.


"Kamu gak usah khawatir. Ayahmu tidak akan kemana-mana. Ayo cepat..!" Jawab Tara.


"Iya, ayah akan menunggumu disini" Jawab Ayah sambil memeluk anaknya.


"Kamu ikut? Kukira pangeran akan tetap disini" Ucap Shata.


"Aku akan ikut, aku ingin menemui seseorang" Jawab Tara.


"Alysa maksud kamu?" Tanya Shata.


"Adalah pokoknya.. Ayo cepat berangkat" Jawab Tara.


"Baiklah.. Ayah aku pamit dulu" Ucap Shata.


"Iya Shata, hati-hati dijalan dan segeralah kembali" Jawab Ayah.

__ADS_1


Shata dan Tara pun kembali menuju rumah mereka. Kini hati Shata sangat bahagia, dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan kembali bertemu dengan ayahnya dan akan tinggal bersama kembali di istana kerajaan.


Mereka berdua kembali berjalan kaki, karena khawatir jika menaiki kuda, identitas pangeran Tara akan terbongkar.


__ADS_2