Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 197


__ADS_3

Saat memperhatikan pasangan yang tengah gaduh itu Neera merasa akrab dengan wajah mereka. Memang kurang jelas karena beberapa orang telah berkerumun disana. Namun, Neera merasa familiar dengan suara dan perawakan mereka.


"Uda, coba tolong lebih mendekat kesana Uda" pinta Neera pada suaminya.


"Ada apa sih sayangku, tumben kok istri Uda kepo gini sekarang, karena habis kena virus ibu tadi kan makanya. Sudahlah sayang kita pulang saja ya, bukan urusan kita itu yang" tolak Ayyub.


"Uda, please.., Neera kok rasanya familiar sama mereka. Ayo dong Uda, sebentar saja ya sayang" pinta Neera dengan memasang wajah puppy eyes andalannya.


"Huft.... kalau begini siapa yang bisa menolak sayangku, cintaku. Tapi kiss dulu" setuju Ayyub yang akhirnya menyerah pada kemauan istrinya.


"Muuuach" Neera seperti tadi mengecup bibir suaminya tetapi sesuatu diluar dugaan terjadi.


Tengkuknya ditahan oleh Ayyub sehingga yang awalnya kecupan berubah menjadi ciuman yang panjang. Setelah hampir kehabisan napas Neera menepuk punggung suaminya sehingga mau tak mau pria tampan itu harus melepaskan benda kenyal yang menjadi favoritnya itu.


Ciuman yang panas di tengah kerusuhan warga. Untung saja kaca mobil mereka gelap dan triplets juga tertidur nyenyak setelah tadi Neera memindahkan Qal kembali ke car seat nya.


"Uh... Uda ini suka gak kira-kira deh, masih di luar, orang pada rame, masih sempat-sempatnya. Untung gak di grebek warga coba" omel Neera yang memang betul adanya.


"Mau digrebek apa sayang, orang kita pasangan halal kok. Udah ada produknya lagi, tuh tiga sekaligus, kualitas premium lagi" bangga Ayyub yang membuat Neera geleng kepala.


"Ya Allah, suami siapa ini ckckck" heran Neera pada dirinya sendiri.


"Suami Zaneera Khalisa Kaisar dong, gak ada yang lain" kembali jiwa congkak Ayyub meronta-ronta.


"Huft.., Sa ae sayang. Uda, coba lihat mereka deh. Kita dekatin yok sayang" ajak Neera pada Ayyub yang jelas terlihat enggan.


"Gak usah sayang, kalo penasaran nonton dari sini saja nanti kalo kesana Neera kenapa-kenapa lagi. Memar hadiah dari Nola kemarin belum sembuh total kan" peringat Ayyub pada istrinya.


"Itukan karena Neera diam saja Uda, kalo Neera diserang ya Neera tangkis Uda. Ayolah Uda, please temani Neera biar nanti ada Uda yang jagain, ya sayang. Uda ganteng deh" rayuan maut Neera kembali terdengar.


"Huffft... yasudah deh. Terus ini gimana triplets, kita tinggal di mobil aja sayang ?" tanya Ayyub.

__ADS_1


"Gapapa sayang, lagian kita juga sebentar. Seriusan Uda, Neera tu feeling nya udah gak enak, serasa kenal sama mereka" desak Neera pada suaminya.


"Sabar sebentar sayang, ingat ya sayang, Neera hutang banyak loh sama Uda. Ingat untuk melunasinya nanti setelah lampu hijau, unlimited ya sayang" cecar Ayyub pada istrinya.


Neera yang tidak terlalu fokus mendengarkan suaminya hanya mengangguk tanpa beban tanpa tau isi konteks pembicaraan suaminya yang nantinya akan merugikan dirinya.


Dengan langkah tergesa Neera terus menyeret lengan kekar suaminya yang jelas terlihat enggan. Meskipun begitu Ayyub tetap mengikuti kemauan istrinya hingga saat mereka hampir sampai di kerumunan Ayyub menarik Neera dan merangkul pundak istrinya.


Ayyub takut Neera akan terdorong atau tersenggol orang-orang yang ada disana. Tak akan ia biarkan istrinya itu terluka meskipun dalam ketidaksengajaan.


Dengan posesif ia merangkul istrinya dan merapatkan tubuh mungil itu pada badan atletisnya. Sungguh kontras perbedaan mereka tubuh tinggi besar dengan mungil pendek, tetapi jangan salah dibalik sana tersimpan kemolekan yang mampu membuat Ayyub mabuk kepayang.


"Astaghfirullah, Uda, uda, itu Kak Riezka. Ayo Uda kita bantuin Kak Riezka" tiba-tiba Neera berjalan kearah kerumunan dan terlepas dari Ayyub.


Saat tadi sampai di kerumunan Neera terkejut bahwa ternyata itu adalah kakak ipar dan suaminya bersama satu wanita lain yang ia yakini adalah selingkuhan Dio, suami Riezka.


Segera Neera melangkah setelah menepuk lengan suaminya yang terlihat acuh dan bahkan Neera yakin Ayyub tidak sadar bahwa itu kakaknya.


"Auu ahh.... lepaskan b@πgs@t !" teriak Dio yang merasakan sakit saat tangannya dipelintir Neera.


Ayyub yang terkejut saat istrinya berlari segera mengejar dan mendapati belahan jiwanya itu tengah berhadapan dengan Dio.


Tanpa ampun ia langsung menerjang lelaki itu hingga terkapar di kerasnya aspal depan apartemen mereka.


Suara teriakan kian menggema saat mereka kaget melihat Ayyub yang datang tiba-tiba lantas membuat lawannya langsung terjengkang.


Neera yang melihat suaminya emosi segara menghampiri Ayyub dan memeluknya dari belakang.


"Sudah sayang, jangan kotori tangan Uda dengan menghajarnya. Cukup tangkap dia dan serahkan pada pihak yang berwajib, kasihan Kak Riezka, kita harus membawanya untuk saat ini" ujar Neera sembari memeluk tubuh tinggi tegap itu.


Ayyub yang emosinya hingga ubun-ubun saat menyaksikan istrinya menepis tangan Dio ditambah melihat keadaan kakaknya menjadi luluh seketika saat Neera memeluk dan berbisik lembut padanya.

__ADS_1


Segera Ayyub menelpon polisi sembari menahan Dio dengan kakinya karena sepertinya satpam apartemen itu ada di pihak Dio. Sementara Neera memeluk Riezka dan melepaskan outernya untuk menutupi tubuh kakak iparnya itu kerena bajunya sudah belel seperti bekas tarikan.


Perlahan Neera membawa Riezka ke mobil mereka setelah sebelumnya meminta kunci dari Ayyub. Dengan tertatih Neera memapah kakak iparnya itu yang masih lemah dengan tubuh gemetaran.


Sungguh miris sekali, Neera membuka pintu depan dan membiarkan Riezka duduk di kursi samping kemudi sementara ia sendiri masuk ke kursi tengah dan mengambil botol air minum yang masih baru.


Neera membukanya dan memberikan pada Riezka yang terlihat masih shock. Perempuan itu menatap nanar sembari air matanya tetap mengalir membasahi pipi tirusnya yang terlihat kusam dan tidak terawat.


Tanpa bicara apapun, Neera bergeser ke depan diantara kursi kemudi dan kursi sampingnya lalu memeluk Riezka yang kini sudah mulai terisak.


Cukup lama perempuan itu menangis dan menumpahkan air matanya. Neera yakin hal buruk telah terjadi pada kakak iparnya itu, bukannya ia tak tau hanya saja ia memilih diam dan membiarkan Riezka menenangkan hatinya dahulu.


Neera terus mengelus lembut lengan wanita itu meskipun kini pelukan mereka sudah terlepas. Sementara Riezka masih bungkam dan terus menunduk sembari sesekali menghapus air mata yang sepertinya enggan untuk berhenti.


"Sayang, apakah kalian baik-baik saja ?" tanya Ayyub yang baru saja masuk ke mobil setelah menyerahkan Dio dan selingkuhannya ke polisi.


"Alhamdulillah baik sayang, tetapi sepertinya Kak Riezka tidak, kita harus segera mengobati luka dan lebam di tubuh Kakak, sepertinya lumayan parah" ujar Neera.


"Iya, ayo kita berangkat" ujar Ayyub yang segera mengambil posisi dan menutup pintu mobil.


"Ohiya Uda, apa tidak sebaiknya kita amankan dulu apartemen kakak, sebagai antisipasi jika terjadi sesuatu" saran Neera yang disetujui Ayyub.


"Kakak, bolehkah kami menukar kunci apartemen kakak dan sandinya ?" tanya Ayyub yang hanya diangguki kakaknya.


Setelah mendapat kartu akses dari kakaknya Ayyub segera berjalan menuju apartemen Riezka untuk segera mengganti password dan kunci bersama mekanik yang juga sudah ia hubungi.


Sementara Neera masih setia mengelap air mata dan tubuh Riezka yang masih mengeluarkan darah sisa kekerasan suaminya.


Neera juga melakukan penanganan pertama pada luka yang dialami kakak iparnya dengan peralatan P3K dasar.


Cukup lama Ayyub baru kembali dari gedung apartemen itu hingga akhirnya mereka meluncur ke rumah sakit untuk mengobati Riezka.

__ADS_1


__ADS_2