Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 20


__ADS_3

 


Suasana hening begitu menekan di mobil itu, tidak satupun dari mereka yang berani membuka pembicaraan. Perasaan keduanya berkecamuk dan larut dalam pemikirannya masing\-masing.


 


"Ya Tuhan.., tolong jangan uji hamba seperti ini, bagaimana mungkin aku bisa merelakannya sementara sikapnya seperti ini" do'a Neera.


"Dia adalah milik wanita lain, aku adalah masa lalunya, ayolah Neera kuatkan hatimu" batin Neera.


 


Sedari tadi wanita itu menghindari pandangan pria yang ada di disampingnya itu, dia takut jatuh terlalu dalam dalam pandangan mata elangnya.


Ternyata pertahanannya belum cukup kuat, untungnya dia telah mengatur sedemikian rupa jadwalnya sehingga dia bisa menghindar dari pria elang ini.


 


"Bagaimana bisa pria ini memperlakukanku seperti ini, apakah ini treatment sebelum mencampakkan ku ?" Bahkan dia bersikap begitu manis seakan aku adalah wanita yang di cintainya ?" batin Neera mempertanyakan semua yang ada di pikirannya.


 


Sementara di sampingnya seorang pria tengah mengemudi dengan suasana yang mencekam, pandangan matanya seakan mampu mencabik objek yang lihatnya sanggat tajam.


Kini mobil BMW hitam metalik itu telah berhenti di depan gedung yang bertuliskan Faculty of Veterinary Medicine. Cukup lama mereka terdiam, akhirnya Neera memutuskan untuk segera keluar.


 


"Terima kasih sudah mengantarku, maaf sudah merepotkanmu" pamitnya pada Ayyub.


"Aku akan menunggumu disini" jawab Ayyub.


"Jangan, aku tidak tau sampai kapan urusanku akan selesai. Sebaiknya kamu pulang saja" tutur Neera.


"Kalau begitu aku akan menjemputmu nanti" balas Ayyub lagi.


"Maaf, aku sudah janji dengan temanku dia akan menjemputku nanti ?" tolak Neera halus.


"Laki-laki atau perempuan ?" tanya Ayyub menyelidik.


"Hah ? Untuk apa kamu tau ?" ucap Neera.


"Untuk apa ? Apakah kamu lupa bahwa aku suamimua ?" tutur Ayyub penuh penekanan.


 


Mendengar itu Neera hanya bisa terdiam, dia juga tidak tau apakah statusnya masih istri atau bukan. Tapi jika memang pria ini masih suaminya maka dia telah berdosa mengabaikannya sedari tadi.


Semoga saja Tuhan mau mengampuni dosanya jika memang itu benar. Bahkan dia selalu mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai istri selama tiga tahun ini.


 


"Sudahlah, hubungi aku nanti ketika kamu selesai dengan temanmu" suara Ayyub menuntaskan bayangannya mengenai tumpukan dosanya.


"Baiklah, hati-hati di jalan" ucap Neera sembari menjulurkan tangan hendak menyalimi pria itu.

__ADS_1


 


Segera pria itu menjulurkan tangannya dan setelahnya di raih dan dicium oleh wanita yang katanya masih berstatus istri itu.


Diam\-diam pria itu tersenyum dalam hatinya tapi dia terlalu gengsi untuk menunjukkannya. Makanya dia hanya mengelus kepala Neera dan setelahnya berlalu pergi.


Neera masih berdiri di posisinya untuk memastikan bahwa mobil itu telah menghilang dan pergi dari sana. Setelah itu dia melangkah masuk menuju ruang diskusi.


Hari ini Neera memiliki diskusi penting mengenai proyek penelitian yang sedang di lakukan eksperimen di laboratorium, ada beberapa masalah yang temui dan tidak sesuai dengan hipotesa awal sehingga mereka mengadakan diskusi yang cukup alot untuk mempelajari kasus yang terjadi dan mencari jalan penyelesaiannya.


Ketika tengah asyik dengan penelitian mereka tiba\-tiba datang seorang dosen yang telihat sangat panik. Dia meminta untuk digantikan pada jam kuliahnya di karenakan suaminya kecelakaan.


Semua orang melihat pada Neera, dia hanya diam dengan tatapan binggung.


 


"Ada apa dengan kalian" tanya Neera bingung.


"Bukannya harusnya kamu yang menggantikannya ?" jawab salah seorang rekannya.


"Kenapa harus aku ?" tanya Neera lagi.


"Bukankah kau satu-satunya dosen ilmu bedah dan klinik disni ?" jawab rekan yang lainnya.


"Apakah begitu ?" tanya Neera lagi.


 


Semua yang ada di sana serempak menangguk menyetujui.


 


"Thank you dokter Zee, sudah ada di dalam file ini semua. Kalau begitu aku pergi sekali lagi terima kasih" jawab dosen itu ceoat.


"Iya sama-sama, berhati-hatilah. Semoga suamimu baik-baik saja" do'a tulus Neera.


"Thank you dokter Zee, bye"


"Bye" jawab semua orang yang ada di sana.


 


Akhirnya setelah diskusi itu Neera harus mengejar ilmu bedah di kelas, seperti biasa dia mengajar dengan sempurna. Memberikan materi tanpa rasa bosan dan mengajak mahasiswanya berdiskusi.


Saat ini Neera tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannnya dari jendela ruangan itu.


Neera telalu polos mengira bahwa mobil hitam metalik itu pergi dari kampusnya padahal saat itu Ayyub hanya berputar mengitari universitas dan memutar arah ke gedung tempat Neera berada.


Diam\-diam dia mengelilingi kampus itu dan mencari keberadaan Neera. Setelah lama mengitari gedung itu, akhirnya Ayyub memutuskan untuk bertanya pada beberapa mahasiswa yang ada disana.


 


"Halo, excuse me. Bolehkah aku bertanya sesuatu ?"


"Yes sir, ada yang bisa ku bantu ?"

__ADS_1


"Apakah kamu tau dimana dosen dengan nama Neera berada ?"


"Neera ? Apakah maksudmu dokter Zaneera Khalisha ?


"Iya, benar sekali. Apakah kamu tau keberadaannya ?"


"Dokter Zee sedang mengajar di ruang ilmu bedah satu. Kamu tinggal lurus dan belok ke kiri, nanti disana ada ruangan dan lihat saja tulisan kelas 1 diatasnya"


"Terima kasih atas informasinya"


"Sama-sama sir"


"Ternyata semua orang mengenalimu Zee, namanya yang bagus tapi tetap saja aku lebih suka memanggilmu sayang" gumam Ayyub sambil berajalan.


 


Sampai di depan ruangan yang dimaksud Ayyub sedikit mengintip ke dalam melalui jendela yang ada disana. Cukup lama dia berdiri disana memperhatikan Neera yang sibuk dengan kegiatannya.


 


"Wah.., Istriku benar-benar mengagumkan. Auranya terasa kuat. Kenapa dia seperti dua orang yang berbeda saat bersamaku ?" tanya Ayyub pada dirinya.


 


Setelah puas memperhatikan dia kembali ke salah satu kursi yang ada di sana yang letaknya sedikit tersembunyi, sehingga memungkinkan untuknya mengintai tanpa di ketahui oleh Neera.


Hari ini dia memang berencana untuk mengikuti Neera. Dia begitu penasaran siapa teman yang dimaksud Neera. Sejujurnya dia sangat cemburu apalagi jika ternyata teman itu seorang pria. Namun dia juga tidak bisa memaksa wanitanya karena takut nanti dia akan kabur lagi.


Satu jam lebih akhirnya kelas itu bubar dan terlihat Neera keluar dengan tablet dan map di tangan kanannya. Dia berjalan dengan langkah tegas namun terkesan ayu menuju sebuah ruangan yang sepertinya itu kantornya.


Tidak beberapa lama dia keluar lagi membawa tas tangan berwarna pink yang tadi dibawanya dan bertemu dengan beberapa orang. Sepertinya dia sedang berdiskusi sesuatu yang penting.


Setelahnya Neera keluar melalui pintu utama dan terlihat menelpon seseorang. Ayyub langsung berlari masuk ke mobilnya yang terletak agak jauh dari sana tetapi masih bisa melihat keberadaan wanita itu.


Tiba\-tiba sebuah taxi berhenti di depannya dan membawanya pergi dari gedung kampus itu. Ayyub terus setia mengikutinya di belakang dengan jarak beberapa mobil sampai dia berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar.


 


"Apakah ini tempat tinggalnya ?" Ayyub masih bertahan di belakang kemudinya.


 


Cukup lama dia berhenti disana sampai terlihat Neera keluar lagi sembari membawa koper kecil berwarna biru dengan gambar pesawat diatasnya.


Ayyub begitu terkejut saat tiga orang anak keluar dari rumah itu dan berlari ke arah mobil yang ada di depan rumah. Pria itu semakin bingung, dia terus mengikuti mereka hingga sampai di sebuah hotel.


 


"Untuk apa dia ke hotel bukankah dia bilanh tinggal di London ?" berbagai pertanyaan muncul di benaknya.


 


Segera dia tanyakan kepada resepsionis hotel itu nomor kamar Neera dengan mengaku sebagai suaminya dan untung saja wanita itu percaya entah karena terpesona oleh ketampanannya.


Setelah mendapatkan nomor kamar tempat Neera menginap segera dia kembali ke hotelnya dan mengambil barang\-barang yang ada disana. Dia akan menginap di hotel yang sama dengan posisi kamar berseberangan dengan kamar Neera.

__ADS_1


 


"Sangat membinggung, apakah bocah itu anaknya, apakah Neera sudah menikah lagi, apa yang di sembunyikan oleh wanita itu ?" berbagai pertanyaan munncul di benaknya.


__ADS_2