
Hari baru selalu datang pertanda manusia harus selalu bergerak maju bukan malah berbalik lantas terhenti di masa lalu. Riang suara dedaunan disapu angin sejuk mengantarkan segala aktivitas manusia pengais rezeki di pagi yang indah ini. Meskipun bekerja tak melulu mengenai uang tetapi ada dedikasi dan loyalitas yang disertai ketulusan, begitulah yang selalu tertanam dalam hati wanita cantik yang tengah berjalan santai dengan sepatu sneaker putihnya.
Pagi sekali Ayyub sudah heboh melarang istrinya memakai sepatu heels, baju pas badan dan make up semuanya selalu dikomentari oleh lelaki yang tengah terkena sindrom ayah posesif itu. Sungguh aneh melihat lelaki dengan mata tajam dan wajah dingin itu mengomel ini dan itu sehingga semua orang terdiam bingung melihat perubahan yang tiba-tiba tanpa peringatan itu terlebih triplets, mereka hanya diam tanpa bertanya seperti sebelumnya. Ketika ditanya kenapa mereka diam saja lantas jawaban yang keluar "Ayah terlalu banyak bicara jadi mereka sudah tidak punya kesempatan lagi" begitulah dengan wajah polos nan lucu tutur buah hati Neera itu.
Jadwal hari ini mereka akan mengantar triplets ke Playground lalu Neera yang akan mengajar di kampus. Setelah memastikan triplets aman dan menitipkan pada miss mereka langsung beranjak menuju kampus Neera. Seperti biasa Ayyub selalu menurunkan Neera dilobby tapi kali ini dengan ceramah panjang lebar yang ditanggapi senyuman hangat oleh wanita cantik itu.
Selesai dengan acara antar mengantar Ayyub segera mengatur orang untuk mengganti kasur dan menata kembali kamar untuk triplets seperti kesepakatan Meraka semalam, sengaja Ayyub melakukan hal itu saat semua orang sedang di luar sehingga tidak berbahaya. Lelaki itu antusia mempersiapkan yang terbaik untuk buah hati mereka agar triplets nyaman dan memastikan tidak membahayakan triplets sedikitpun. Memasang pengaman pada setiap ujung perabot, memasang karpet yang tebal dan lembut, memastikan lantai tidak licin, semuanya diatur sedemikian rupa hingga akhirnya selesai menjelang sore.
Pulang sekolah Ayyub kembali mengajak triplets ke perusahaan Neera untuk mengontrol dan mengecek laporan dan membawa beberapa dokumen pulang untuk ditanda tangani istrinya. Ayyub sudah berjanji bahwa ia akan membantu Neera mengurus perusahaan setelah mengetahui istrinya hamil terlebih lagi orang yang ditempatkan Neera di perusahaan benar-benar mereka yang kompeten dan loyal sehingga sangat membantu.
__ADS_1
Seperti biasa saat ke perusahaan triplets akan menjadi rebutan para karyawan sehingga Ayyub hanya minta tolong asisten Neera untuk melihat mereka dan ia bisa dengan tenang bekerja. Selesai bekerja Ayyub akan membawa triplets menjemput bunda mereka ke kampus tempat Neera bekerja. Pagi hari Neera sudah memberikan info bahwa hari ini akan lembur karena banyak hal yang harus ia kerjakan pasca liburan panjang mereka terlebih kini ia juga ditunjuk sebagai salah satu tenaga ahli untuk badan dunia. Beberapa undangan sebagai narasumber acara dan seminar kerap kali berdatangan.
Selain itu Neera juga masih membuka praktek di klinik pribadinya yang kini sudah besar yang memiliki beberapa dokter lain yang bekerja dibawah naungan kliniknya. Banyak juga karyawan yang juga mengais rezeki disana. Hal inilah salah satu alasan Neera membuka banyak usaha sehingga banyak menyerap tenaga kerja.
Hari ini merupakan hari panjang dan produktif bagi kedua pasangan itu, tetapi sama sekali keduanya tidak lupa akan peran penting mereka sebagai orang tua maupun sebagai suami dan istri. Ayyub memang mengambil sebagian besar tanggung jawab pekerjaan karena memang ia ingin membuat istrinya lebih leluasa dan santai karena kehamilan Neera yang saat ini tengah dijalani ibu tiga anak itu.
Neera sama sekali tidak mempermasalahkan pekerjaan suaminya meskipun ia kini tengah berbadan tiga, Neera bahkan ikut menyemangati suaminya yang khawatir meninggalkan dirinya bersama triplets tetapi sekali lagi Ayyub juga sadar betul bahwa istrinya perempuan luar biasa jadi ia memilih percaya pada Neera meskipun nanti ia akan memperkerjakan beberapa orang untuk membantu keseharian Neera.
Ayyub sudah menyiapkan Nanny untuk menemani triplets sekolah hingga Neera selesai bekerja selain itu ia juga menyediakan sopir untuk mengantar Neera dan triplets meskipun awalnya Neera menolak tetapi ia akhirnya mengalah. Tenaga pembersih rumah juga ia pekerjakan meskipun tetap saja sesuai aturan Neera bahwa mereka semua tidak tinggal di rumah hanya datang saat bekerja dan pulang kembali saat pekerjaannya selesai.
__ADS_1
Malam ini adalah malam yang sempurna karena ternyata Ayyub juga telah menyiapkan satu meja penuh makanan kesukaan Neera dan triplets dengan view yang begitu indah ditemani pemandangan perbukitan dan castle tua. Banyak mata yang memandang keluarga kecil yang tengah tertawa bahagia itu, ada yang turut mendo'akan, iri bahkan mencoba untuk masuk diantara mereka. Seperti seorang pelayan perempuan yang sengaja merendahkan posisi badannya dengan kerah leher yang lebar sehingga mengekspos bagian dalam saat meletakkan makanan di depan Ayyub. Sayang lelaki itu terlalu sibuk memandangi wajah lembut istrinya dan melayani segala keinginan buah hati mereka.
Akhirnya perempuan itu pergi dari meja mereka dengan muka masam dan hentakan yang mengisyaratkan kekesalan yang teramat sangat. Telah banyak usaha yang ia lakukan, mulai dari menawarkan anggur, kedipan mata, menyentuh bahkan memasang sarbet semua ditolak mentah-mentah oleh lelaki yang terlihat berwibawa itu. Muka dingin dan potongan paras yang maskulin membuat ia menjadi impian setiap wanita sehingga membuat mereka mencoba peruntungan tetapi sayang rasa cinta yang dimiliki Ayyub untuk istrinya membuatnya seakan menggunakan kaca mata kuda sehingga perhatiannya tertuju pada wanita cantik berhijab yang kini tengah sibuk mengunyah makanan yang ia siapkan dan memotong makanan untuk triplets, sama sekali ia tidak khawatir dengan perbuatan pelayan tadi pada suaminya.
Berbeda dengan sang bunda triplets bahkan sudah menyiapkan banyak ide untuk membalas perlakuan orang yang menurut mereka jahat. Diam-diam Qal sudah mengelap cream pada belakang baju perempuan itu, Qai juga sudah memasukkan kecoak mainan yang ia ambil di perusahaan Neera tadi belum lagi Qee yang menumpahkan merica ke kerah leher wanita itu saat ia sibuk menggoda ayah mereka.
Tatapan ketiga balita itu seakan penuh makna sehingga Neera mulai curiga dan menatap penuh selidik pada ketiganya. Tak berani menatap Neera mereka malah menghitung dengan jarinya hingga pada hiungn ketiga terdengar suara teriakan wanita jarak dua meja dari mereka dengan rambut dan baju yang acak-acakan, bahkan terdengar juga suara bersin-bersin akibat bubuk merica yang beterbangan saat perempuan itu mencoba mengusir kecoak yang ia sangka berasal dari tubuhnya.
Saa itulah Neera tau bahwa semua adalah tingkah laku anak-anaknya, ia harus mendengarkan alasan triplets karena Neera sangat tau bahwa balita kesayangannya tak akan usil sembarangan pada orang yang tidak ia kenal. Sementara Ayyub masih dengan kebingungannya dan tengah menafsirkan artintatapan istri dan anak-anaknya.
__ADS_1