
Fajar menyongsong menggantikan malam gelap yang menandakan pergantian hari. Segera mata indah itu terbuka mendengar suara mengaji dari toa mesjid di dekat apartemen mereka.
Dengan lembut Neera membangunkan Ayyub agar segera bersiap untuk melaksanakan sholat subuh.
"Sayang, bangun yang" seru Neera sembari mengusap dada bidang itu.
"Mmm, bantar yang. Sebentar lagi saja" gumam Ayyub yang makin memeluk erat istrinya seperti biasa.
"Bangun Uda, udah subuh itu nanti malah telat loh" lembut Neera yang kini beralih mengecup bibir Ayyub.
Benar saja, cara yang ampuh untuk membangunkan gorila itu. Tubuh tinggi besar dan tegap itu segera bergerak. Menggeliat yang disusul terbukanya mata hitam yang begitu menghanyutkan itu.
"Morning sayangku" sapanya saat melihat senyuman hangat dengan lesung pipi dalam itu menyambut paginya.
"Morning Uda. Ayo bangun siap-siap ke mesjid sayang" ujar Neera sembari mengusap lembut dada bidang itu.
"Kiss dulu sayang, subuh-subuh kok sudah cantik aja" gombal Ayyub sembari memonyongkan bibirnya minta dicium.
"Mmuachh, sudah sayang ayo bangun" ujar Neera.
"Sekali lagi sayang" pinta Ayyub yang langsung dituruti Neera.
Bukannya berhenti Ayyub malah memperdalam ciuman itu, menarik Neera semakin mendekat dan mendongakkan kepalanya.
Cukup lama mereka ciuman hingga napas keduanya mulai menipis dan Ayyub terpaksa melepaskan candunya itu.
"Makasih sayang untuk semangat subuhnya" ujar Ayyub yang langsung berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
Neera hanya menggeleng sembari tersenyum melihat tingkah suaminya yang susah ditebak tetapi juga terkadang lucu.
Setelah suaminya masuk ke kamar mandi Neera beralih ke buah hatinya yang masih tertidur pulas.
Sedikit ragu untuk membangunkan mereka. Sebenarnya secara hukum belum ada kewajiban bagi mereka tetapi buah hatinya itu selalu mengamuk jika tidak dibangunkan subuh dan ditinggalkan ayahnya ke mesjid.
Akhirnya mau tak mau Neera membangunkan mereka.
"Sayang, bangun nak. Sudah subuh, mau ikut ayah ke mesjid gak ?" tanya Neera sembari mengusap punggung buah hatinya.
Ketiganya masih menggeliat belum ada respon. Sebenarnya tidak tega juga tapi mengingat nanti amukan mereka dan urusannya semakin panjang jadi Neera memutuskan untuk membangunkan mereka lagi.
"Sayang, ayo bangun anak-anak sholeh dan sholehanya bunda. Sudah subuh nak, nanti ketinggalan subuhnya" ucap Neera lebih keras sembari memberi ciuman bertubi-tubi untuk ketiganya.
Akhirnya satu persatu tangan kecil itu terangkat mengusap wajahnya dan setelahnya terbukalah kelopak mata yang memiliki bulu mata lentik warisan dari sang bunda.
"Selamat pagi kesayangan bunda, ayo berdo'a dulu nak" ujar Neera sembari menuntun mereka menegadahkan tangan dan melantunkan do'a bangun tidur bersama.
"Ulu uluh sayang bunda, mau ikut ayah ke mesjid nak ?" lembut Neera sembari memberikan kecupan bergantian.
Qai dan Qee mengangguk kecil sementara si cantik Qal hanya diam saja karena biasanya juga ia sholatnya berjama'ah dengan bundanya di rumah.
__ADS_1
"Oke kalau gitu, bangun ya nak. Ayok bunda gendong ke kamar mandinya" Neera sudah berdiri di ujung ranjang merentangkan tangan menunggu kedua putranya sementara Qal masih duduk diatas kasur dengan muka bantal dan rambut acak-acakan yang terlihat lucu.
Neera menggendong dua jagoannya menuju kamar mandi yang masih ada Ayyub di dalam sana.
"Ayah, ayah sudah selesai ?" tanya Neera dari luar.
"Belum sayang, ayah lagi gosok gigi. Kenapa yang ?" seru Ayyub dari dalam.
"Ini yah, jagoannya mau pipis sama wudhu" balas Neera dari luar.
"Pintunya gak dikunci Bunda" balas Ayyub yang masih berada di depan wastafel sembari menggosok giginya.
Segera Neera mendorong pintu dengan kakinya ke samping karena dua tangannya masih menggendong putranya yang gelendotan di pundak Neera.
Melihat istrinya yang baru melangkah di depan pintu membuat Ayyub segera menghentikan kegiatannya dan membiarkan gosok gigi itu di mulutnya.
Segera ia mengambil alih Qai dan membawanya ke bilik closet. Membiarkan Neera membantu kedua putranya dan ia kembali melanjutkan kegiatannya.
Setelah selesai pipis dan bersuci Neera membawa Qai dan Qee ke wastafel tempat Ayyub yang baru saja selesai cuci muka, segera ia mengangkat keduanya, mendudukkan diatas wastafel dan memberikan masing-masing sikat gigi dan odol.
Sementara Ayyub setelah mencium kedua putranya masuk ke bilik shower dan memilih mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Beruntung bilik itu bisa disetel kacanya hingga blunt dan tidak terlihat dari luar.
Biasanya jika ia mandi bersama istrinya maka kaca itu akan dibuat mode transparan bahkan tanpa ditutup tetapi karena disana juga ada dua jagoannya maka ia memilih mode blunt sehingga sama sekali tidak terlihat dari luar.
Setelah selesai menggosok gigi, Neera membantu keduanya berwudhu masih di wastafel yang sama.
Selesai berwudhu keduanya sudah mau berjalan sendiri, Neera membantu menggantikan gamis sholat hingga diatas mata kaki untuk keduanya. Memasang peci putih senada dengan bajunya dan memberikan mereka susu sembari menunggu ayahnya selesai bersiap.
Neera juga tidak lupa menyiapkan baju yang sama untuk suaminya beserta sajadahnya. Setelah Ayyub keluar dari kamar mandi barulah ia membantu Qal untuk nanti sholat bersama Omanya.
Begitulah rutinitas yang akhir-akhirnya ini dijalani Neera setiap subuh. Namun, terkadang Ayyub juga sering membawa Qai dan Qee bersamaan ke kamar mandi sembari ia sendiri mandi.
Setelah para pria tampannya pergi ke mesjid dan mengantarkan Qal ke kamar Omanya barulah Neera membersihkan dirinya sendiri. Mandi dan melakukan serangkaian perawatan tubuh dan wajahnya setelah itu membereskan kamar mereka.
Setelah selesai di kamar ia akan berangsur keluar untuk memasak sarapan mereka pagi ini disambil mencuci baju.
Tidak lupa juga ia membersihkan seluruh apartemen memastikan semuanya bersih dan aman untuk buah hatinya bermain.
Lelah bukanlah kata yang berada di kamus hidupnya. Neera sudah terbiasa dengan semua kegiatan itu dan ia pun enjoy menjalaninya. Jadi bukan masalah yang barat untuknya.
Masakan selesai bertepatan dengan pulangnya para lelaki dari mesjid sementara sedari tadi Qal juga sudah merecoki bundanya di dapur. Tapi itulah quality time nya bersama si cantik itu.
Ayyub yang datang beriringan dengan Papa sembari membimbing putranya langsung menuju dapur. Mencium puncak kepala Neera yang ditutupi hijab disusul dengan kecupan pada putrinya juga.
"Lagi masak apaan sayang" tanya Ayyub yang melihat istrinya sibuk menata kedalam piring.
"Ini bunda masak Lasagna, terus Oat Granola, Shaksuka Telur sama Chicken oregano. Terus Qal tadi bantuin bunda masak apa nak ?" tanya Neera pada putrinya.
"Qal bantu bunda masak avocado toast Ayah" bangga Qal pada ayahnya.
__ADS_1
"Wah pintar sekali anak ayah ini ya, bantuin bunda masak tapi avocadonya udah pada masuk mulut duluan ya nak" ujar Ayyub yang melihat mulut hingga pipi si cantik itu hijau-hijau bekas avocado bahkan di bajunya yang pink kini juga sudah bercorak hijau.
Melihat wajah lucu putrinya Ayyub malah memonyongkan bibirnya mengecup bibir yang sudah belepotan avocado itu.
Benar-benar menggemaskan putrinya itu. Entah kenapa Neera selalu membiarkan anaknya melakukan apapun asal bukan membahayakan dirinya dan membuang-buang makanan begitu saja.
Ia mebiarkan putrinya itu berekpresi di dapur mengikuti caranya bahkan tidak masalah jika meja dapur itu harus dibersihkan kembali karena ulah putrinya.
"Ayah, ganti bajunya dulu yah. Bawa anak-anak sekalian biar kita bisa sarapan sama-sama" pinta Neera pada suaminya yang hendak mengangkat putrinya.
"Yasudah princess, nanti kita mainnya yah. Ayah ganti baju dulu" saut Ayyub yang tidak jadi mengangkat tubuh putrinya dan berlalu keruang tengah untuk mengajak dua putranya berganti baju. Saat ini keduanya tengah asik bermain bersama Opanya, mengeluarkan lego yang baru mereka beli kemarin.
"Mama mana Pa ?" tanya Ayyub yang segera duduk disamping Papa.
"Lagi iatirahat dikamar, sepertinya nyambung tidur abis subuh. Kecapaian mama kamu" jawab Papa sembari sibuk dengan cucunya.
"Papa gak istirahat juga, kan capek juga seharian kemarin mengikuti triplets kesana kemari" ujar Ayyub.
"Tidak Nak, Papa malah berasa segar bisa main bareng cucu apalagi gak selalu begini kan" balas Papa yang membuat Ayyub terdiam.
"Tenang saja Pa, liburan ini kami lama di tanah air. Nanti kalau sudah kembali Ayyub akan selalu usahakan pulang setiap liburan. Lagian kan Papa juga bisa berkunjung kesana kapanpun Papa mau" jelas Ayyub pada Papanya.
"Apanya yang sesukanya, emangnya kamu udah kasih alamatnya ke Papa, wong selama ini kami sembunyiin anak dan istri kamu" lirih Papa mencandai putranya.
"Yah kemarin itu kan lain kasus Pa, sekarang kan sudah engga lagi. Lagian Papa sok-sokan gak tau rumah Ayyub" balas Ayyub yang menyindir Papanya yang ia yakin sudah menyelidiki semua ini.
"Papa kan maunya tau langsung dari anak Papa" ujar Papa dengan senyum hangatnya.
"Papa datang saja kapanpun Papa mau sekalian liburan, Neera selalu di rumah kok Pa bareng sama anak-anak kalau Ayyub mah kadang-kadang, kan Papa tau sendiri profesi Ayyub".
"Iya, tapi memang gak ada niatan untuk kamu terjun di perusahaan. Kamu bisa kelola perusahaan kita buat gantiin Papa jadi Presdir".
"Papa kayak gak tau Ayyub aja, kan ada Bang Hakim sama Bang Fazreen Pa".
"Yah memang ada, tapi mereka kan juga sudah menduduki profesi mereka masing-masing".
"Memang ada apa sih Pa, apa ada masalah di perusahaan ?" tanya Ayyub yang melihat ke khawatiran diraut wajah Papa.
"Entahlah, Papa merasa seperti itu tetapi saat ini belum kelihatan karena mereka bermain halus dan yang Papa takutkan salah satu Abang kamu ikut terlibat disana tapi belum ada yang melaporkan pada Papa" jelas Papa pada Ayyub.
"Yasudah, nanti akan Ayyub bantu. Kita bicarakan lagi lebih lanjut di kantor Papa atau di ruang kerja Papa" usul Ayyub.
"Baiklah nanti kita atur waktunya. Tapi jangan bicarakan dulu dengan kedua abangmu Nak, biar kita simpan dulu sampai semuanya jelas" ujar Papa.
"Baiklah Pa, kalau begitu Ayyub bawa anak-anak dulu untuk ganti pakaian. Papa juga ya, ajak mama juga buat sarapan karena Neera sudah menyiapkan semuanya di meja makan".
"Baiklah, Papa ke kamar dulu membangunkan Mama" ujar Papa yang langsung berjalan menuju kamar yang ditempatinya.
Begitu juga dengan Ayyub yang membawa Qai dan Qee untuk mandi dan berganti baju agar segera sarapan bersama.
__ADS_1