
Pagi itu terlihat begitu sibuk di rumah sederhana mereka. Triplets yang kini sudah masuk day care memilih tinggal di rumah bersama Ayyub tetapi mereka berjanji untuk pergi ke taman bermain.
Sementara Neera hari ini akan sibuk dengan pekerjaan yang menantinya. Beruntung kini Ayyub di rumah sehingga Neera bisa lebih tenang. Ibu muda itu hanya menyiapkan sarapan untuk mereka.
Sebenarnya Neera ingin pergi membawa mobil sendiri tetapi Ayyub memaksa untuk mengantarnya bekerja dan nanti akan menjemput kembali.
Hari ini Neera menggunakan baju semi formal berwarna soft grey, lengkap dengan tas laptop dan jas dokternya. Siang ini Neera memiliki jadwal operasi setelah tugas di universitas selesai.
"Semua sudah siap sayang ?" tanya Ayyub.
"Sudah yang, triplets juga ikut antar ?"
"Iya dong, karena semua orang harus tau bahwa istri Uda ini tidak lagi sendiri, sudah punya tiga buntut"
"Ya ampun Uda, inikan kehidupan pribadi kita biar saja kita simpan untuk keluarga kita saja"
"Tidak, tidak bisa sayang. Hal ini bisa mematahkan harapan orang padamu"
"Seperti semua orang akan menyukai ku saja"
"Memang benar sayang, makanya Uda melakukan jni"
"Baiklah, terserah Uda saja. Tetapi triplets kan belum mandi"
"Tidak apa, nanti akan Uda mandikan setelah mengantarkan bunda, iyakan sayang ?" alih Ayyub pada triplets.
"Ya bunda" balas ketiganya.
Akhirnya mereka pergi dengan menggunakan mobil Rolls Royce phantom kepunyaan Ayyub. Mobil mewah dengan kapasitas 5 kursi.
Mobil mewah yang terhitung keluaran terbaru. Harga yang fantastis sesuai dengan performa dengan warna Vulcan yang memukau sesuai dengan pribadi Ayyub yang masculin.
Sedari dulu Ayyub memang seorang penyuka kendaraan mewah terlebih setelah ia memiliki kemampuan maka Ayyub membeli beberapa mobil impiannya.
Bukan main, selain hobi Ayyub juga memiliki bisnis jual beli kendaraan tersebut. Termasuk miliknya sendiri jika sudah bosan dengan kendaraan tersebut. Satu yang yidak pernah dijual ataupun di modifnya, mobil bmw kenangan ia bersama Neera.
Saat mobil keluaran negara tempat mereka tinggal memasuki halaman kampus Neera kedatangannya sedikit menarik perhatian orang yang ada disana, pasalnya mobil itu belum pernah terlihat sebelumnya selain dari mobil ini juga keluaran terbaru.
Perlahan Neera keluar dari pintu penumpang setelah berpamitan kepada Ayyub dan triplets.
Perlahan Neera berjalan dari lapangan parkir menuju gedung fakultasnya. Namun beberapa langkah saja ia dihentikan oleh suara teriakan triplets.
Benar saja, mereka semua mengikuti Neera. Ayyub menggendong mereka bertiga membuat Neera ngilu melihat pemandangan itu.
Bagaimana tidak, suaminya itu menggendong mereka dengan sekali angkut di tangan kekarnya, meskipun begitu bocah dua tahun itu sudah memiliki bobot yang lumayan berat. Secepatnya Neera berbalik kearah mereka.
"Sayang, apa Uda mau mematahkan tangan sendiri ?" omel Neera.
"Kenapa sayang ?"
"Apa Uda tidak tau bobot mereka itu sekaligus, jangan seperti ini biar Neera yang gendong salah satu"
"Tidak apa sayang, bukankah kamu sudah merasakan kekuatan Uda sayang hmm ?"
__ADS_1
"Lelaki ini, dasar"
"Loh, kenapa Uda tidak ngomong aneh. Bukankah kemarin kamu sudah lihat Uda mengangkat barang-barang di rumah kita apa kamu memikirkan yang lain, hmm ?"
"Sudah, diamlah Uda" kesal Neera yang sudah malu dengan muka merah padam.
Demi mengalihkan keadaan Neera mengambil satu anaknya dari Ayyub, namun anehnya satupun dari mereka tidak mau digendong Neera. Malah mereka semakin mengeratkan pelukan pada Ayyub.
Jelas saja, sebelumnya mereka sudah membuat perjanjian dengan Ayyub bahwa Neera akan pergi kerja jadi tidak boleh mengganggu bunda, bersama ayah saja. Akhirnya triplets ikut perintah sang ayah, namun hal itu membuat Neera sedih.
Dengan sekali anggukan dari ayahnya Qeenan memegang pundak sang bunda minta digendong dengan senang hati Neera mengambil bocah dua tahun itu.
"Kenapa tadi Qee tidak mau bunda gendong ?" tanya Neera.
"Bunda akan bekerja, nanti baju bunda kusut. Jadi kita bersama ayah saja" bisik Qeenan.
"Hmmm sayang, bunda tidak peduli asal itu untuk kalian. Jangan lagi seperti tadi oke ?"
"Oke bunda, i love you bunda" ucap baby Wee setelahnya mencium sang bunda.
Dengan perlakuan manja triplets saja Neera sudah luluh. Hingga ruanganya mereka bersenda gurau sambil sesekali menyapa ataupun menerima sapaan penghuni kampus itu.
Sekali lagi mereka terperangah dengan kehadiran Neera, pasangan cantik dan ganteng dengan anak-anak yang lucu dan putih seperti boneka hidup. Semua akan dibuat iri oleh kedatangan mereka.
Setelah beberapa saat main diruangan sang bunda mereka berempat pulang bersamaan denga Neera yang hendak memasuki kelas untuk mengajar.
"Kami pulang sekarang sayang, selamat bekerja dan jangan nakal oke, telepon Uda nanti saat sudah selesai dan ingat you're mine"
"Jangan khawatir sayang, Uda sudah terbiasa mengangkat beban lebih dari ini. Lain kali Uda akan menggunakan kain gendongan"
"Baiklah, jangan terlalu banyak memberi mereka makanan manis dan jangan lupa mengisi perut terlebih dahulu"
"Baiklah bunda sayang, kami pergi dulu" pamit Ayyub sembari mengecup singkat dahi Nerra yang membuat beberapa mahasiswa disana berseru gemas.
Setelahnya dosen favorit itu masuk kekelas dan kembali aura tegasnya keluar membuat mahasiswa terdiam.
Hari itu Neera menyiapkan pekerjaannya dengan sedikit kekhawatiran oleh dirinya sendiri. Meskipun ia memberikan kepercayaan pada Ayyub tetap saja yang namanya ibu ada juga terselip tanya apakah mereka baik-baik saja apalagi sebelumnya terjadi insiden saat mereka keluar.
Secepat mungkin Neera menyelesaikan pekerjaannya. Baruntung sikap profesional yang dijaganya tidak memoengaruhi dua operasi yang dilakukannya. Setelah beres dengan klien yang konsultasi dan mengecek beberapa berkas dan laporan Neera menelpon suaminya.
Tidak sampai lima menit Ayyub dan triplets muncul di pintu klinik Neera. Tentu saja dokter itu terkejut terlebih baru saja ia menutup teleponnya.
Masih menggunakan jas dokter wanita itu menghampiri suami dan anaknya yang tengah berlari kearahnya.
"Bermain sebentar disana, bunda akan beres-beres dan berganti baju sebentar. Jangan memegang mereka terlalu keras sayang" lanjut Neera dan berlalu kebelakang.
Tidak lama wanita itu keluar ruangannya dengan baju yang tadi dikenakannya dan menenteng satu tas laptopnya.
Senyum terlukis diwajahnya melihat Ayyub dan triplets tengah bermain dengan beberapa kucing jenis anggora yang ada di kliniknya. Mereka sudah terlihat akrab tanpa jarak, tidak seperti sebelumnya.
"Apakah masih ingin bermain bersama mereka lagi ?" tegur Neera.
"Iyaa bunda, kami masih ingin bermain bersama kucing lucu ini"
__ADS_1
"Kalian bahkan lebih lucu dari mereka" sambung pegawai Neera yang berprofesi sebagai tenaga medis.
" Baiklah, bermainlah sebentar dengan mereka tapi ingat jangan menyakiti mereka" titah Neera.
"Baik bunda" balas ketiganya.
Setelahnya Neera mengajak Ayyub untuk duduk di kursi tunggu yang ada disana, terlebih dahulu ia membuatkan minuman hangat untuk Ayyub.
"Sayang, kenapa kalian begitu cepat sampai ?" buka Neera yang membuyarkan tatapan Ayyub pada dirinya.
"Tentu saja, kami sudah dari setengah jam lalu disini" ucap Ayyub.
"Ha ?! Apa yang kalian lakukan disini ?"
"Tidak ada, hanya bermain sembari menunggu kamu sayang"
"Kenapa tidak sedari tadi Uda menelpon Neera ?"
"Uda tidak ingin mengganggu pekerjaanmu agar cepat selesai"
"Apa saja yang kalian lakukan hari ini ?"
"Uda hanya memandikan mereka, belajar, tidur siang, makan dan mandi lagi lalu menjemputmu kesini"
"Apakah semuanya berjalan lancar, apakah sulit mengurus mereka sendirian ?"
"Tidak sayang, Uda sangat senang mereka sudah lebih pintar dan mandiri dari terakhir kali, kamu mendidik mereka dengan baik"
"Terima kasih untuk hari ini" ucap Neera sembari menatap dalam suaminya.
"Kamu tidak perlu berkata seperti itu sayang, Uda sangat bahagia menghabiskan waktu dengan kalian. Sebisa mungkin Uda akan meluangkan banyak waktu mulai sekarang"
"Terima kasih sayang, love you" ungkap Neera.
"Ah... kalau begini jadi ingin cepat pulang, kangen dipeluk kamu sayang"
"Hush sudah romantis Uda pandai sekali merusak suasana"
"Ini juga romantis sayang, mengungkapkan cinta dengan sentuhan hangat" ungkap Ayyub sembari mencolek pinggang Neera.
"Astaga gawat jika semakin lama disini, ayolah kita pulang" ajak Neera yang langsung disambut antusias suaminya.
"Come on triplets, let's go home" seru Ayyub.
"Yah ayah, bisakah kita pulang sebentar lagi ?"
"Tidak bisa, bunda sudah lelah. Nanti kita bermain lagi kesini" titah Ayyub yang sudah ngotot pulang.
Serentak ketiganya melihat sang bunda yang tengah tersenyum membuat ketiganya tidak berkutik. Mereka sangat menyayangi bundanya tentu saja mereka tidak ingin Neera lelah.
Kelakuan suaminya itu membuat Neera geleng-geleng kepala terlebih saat ia mengambil sekaligus triplets dan segera memasukkan mereka ke seat car.
Untung saja Neera sempat berpamitan singkat dengan pegawainya yang ada disana, meskipun itu sudah di desak oleh suaminya.
__ADS_1