
Masa adalah rentetan waktu yang kian berlalu, menyisakan berbagai kenangan pahit dan manis bagi setiap manusia yang melewatinya.
Begitupun dengan keluarga kecil itu, hari terus berganti tidak sedikit masalah yang mereka hadapi tetapi sekarang semuanya terasa berbeda. Mereka sudah mampu menyikapinya dengan dewasa.
Neera yang sibuk dengan kegiatan hariannya yang meskipun telah membatasi jam kerjanya dan tidak melupakan kewajiban sebagai istri tetap mendapatkan protes dari suaminya yang berakhir dengan uring-uringan Ayyub bahkan tak jarang suami manjanya itu sesekali ngambek namun semua mampu Neera atasi meskipun akhirnya tubuhnya terasa remuk tak bersisa setelahnya. Karena itulah satu-satunya cara instan untuk menjinakkan suaminya itu.
Benar sekali urusan ranjang memiliki peranan penting bagi keharmonisa rumah tangga. Tapi akan beda urusannya jika suami yang dimiliki memiliki kemesuman dan stamina diatas rata-rata.
Meskipun begitu Neera tetap melayani dan mengimbangi suaminya. Neera sendiri paham bahwa Ayyub mungkin sudah lama menahannya dan tidak selalu bisa setiap saat apalagi jika dia sedang bertugas seperti halnya esok lusa.
Dari kemarin ia sudah berpesan bahwa ingin menghabiskan waktu bersama dan meminta Neera melakukan yang wajib saja, yaitu mengajar. Selebih itu ia memprotes keras bahkan memaksa Neera mengambil cuti dua hari.
Karena tidak tega dan merasa harus mengutamakan suaminya Neera akhirnya menyetujui dan hanya mengirimakan tugas pada asistennya untuk menggantikannya memberikan tugas pada mahasiswa.
Hari ini seharian ia berkepit pada istri cantiknya meskipun sudah dilarang dan dijauhkan oleh triplets bahkan anak-anaknya sampai menangis mengira ayahnya akan merebut sang bunda. Seperti kejahilan yang dibuat Ayyub saban hari.
Sekarang kemanapun Neera pergi suaminya itu selalu mengintili sudah seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Kedapur, keruang tengah, ke jemuran bahkan ke kamar mandi membuat Neera menghela napas panjang.
Pagi ini mereka akan mengantarkan triplets ke kinderganden dan setelahnya akan kencan berdua menikmati masa-masa yang dilewatinya.
Tidak seperti biasanya, kali ini bunda mereka mengantar sekolah tidak dengan pakaian kerja yang mendatangkan pertanyaan bagi triplets.
"Bunda, apa bunda tidak kerja hari ini ?" tanya Qee.
"Tidak sayang, kenapa memangnya ?" tanya balik Neera.
"Bunda tidak pakai baju kerja Bunda mau kemana ?" tanya kembali Qee.
"Bunda akan pergi." baru sepotong perkataan Neera yang langsung dipotong Ayyub.
"Bunda akan pergi melihat kain untuk buat baju baru sayang" potong Ayyub yang sudah mencium adanya kegagalan dalam kencannya jika triplets tau mereka hanya jalan-jalan.
"Bunda lihat kain lagi, kenapa bunda suka sekali cari kain. Apa kita akan dapat baju baru lagi dari bunda" omel Qalundra.
__ADS_1
"Sudah, sekarang saatnya sekolah, nanti Ayah dan Bunda akan jemput kalian lagi. Ingat jadi anak baik oke. Be nice" pesan Ayyub.
"Oke Ayah, We Love You Ayah" balas serentak triplets sembari memberi kecupan pada sang Ayah.
"Be humble and nice. Control yourself, oke babies" peringat Neera yang mengetahui karakter anaknya yang biang masalah dan suka jahil.
"Understand Bunda, we love you" serempak triplets.
"I love you more babies" ucap Neera sembari mengecup dan memeluk mereka.
"Baiklah, sekarang masuklah dan belajar yang rajin. Miss sudah menunggu kalian di depan pagar" sela Ayyub.
"Bye Ayah, Bye Bunda" lambai triplets yang akhirnya masuk kelas.
"Yes akhirnya" teriak Ayyub kegirangan.
"Uda, kayaknya girang banget ninggalin anaknya" kesal Neera.
"Bukannya gitu yang, tapi jarang-jarang kita pacaran, kencan berdua gitu. Mulai saat ini adalah qtime kita" sorak Ayyub yang menarik tangan Neera ke mobil.
"Sayang, hari ini kamu mau kemana aja. Kita bakal have fun berdua" girang Ayyub.
"Neera terserah saja Uda" ungkap Neera.
Kini Ayyub mulai menjalankan mobilnya menuju sebuah mall besar yang disana juga terdapat arena bermain.
Neera yang sempat binggung terus mengikuti kemana suaminya melangkah. Hingga sampailah mereka di arena bermain anak, meskipun arena bermain anak tetapi banyak juga pasangan muda-mudi yang bermain permainan disana.
Ayyub membeli tiket dan menyerahkan kartunya pada Neera. Meski bingung Neera tetap menerimanya dan melanjutkan langkah yang dituntun suaminya.
Jelas saja arena tap dance menjadi pilihan pertama Ayyub dan menyuruh Neera menggesek kartunya.
Seakan terhipnotis Neera mengikuti semua instruksi suamninya. Awalnya terasa sedikit malu, tetapi ia kembali menyadari bahwa kostum yang dikenakannya hari ini membuat mereka seperti pasangan muda mudi pada umumnya.
__ADS_1
Maka setelah melewati satu ronde, jiwa muda Neera kembali. Ia sangat bersemangat bahkan berduel bersama seorang gadis yang juga ada disana. Tanpa beban sama sekali ia bermain seolah melupakan siapa dirinya.
Tidak hanya sampai disana, Neera bahkan melanjutkan ke dance sensor gerakan bahkan sampai Ayyub harus membeli tiket lagi.
Semua arena ia kelilinggi, dari lempar bola basket, balapan hingga capit. Semua ia maikan dengan penuh semangat.
Inilah yang Ayyub inginkan, melihat istrinya menikmati diri sendiri. Melupakan segala beban dan bertingkah kekanakan. Merengek saat tiketnya habis, merajuk saat kalah darinya dan berteriak semangat saat ia memenangkan permainan itu.
Bukankah sangat lucu melihat tingkah kekanakkannya, betapa menggemaskannya saat mata puppy eyesnya memelas meminta Ayyub membelikan sesuatu untuknya.
Tidak berhenti sampai disitu bahkan mereka juga memasuki ruang karaoke dan menyanyikan lagu-lagu lawas hingga lagu yang lagi trend saat ini.
Memang hal ini adalah keinginan Neera dari dulu. Memainkan hal yang dahulu pernah ia lakukan. Tetapi waktu dan situasi yang tidak mengizinkannya.
Ia sudah sangat sibuk menghidupi dirinya dan tiga anaknya, kalaupun mereka kesini ia hanya berkesempatan mengawasi ketiga anaknya dan memainkan apa yang diminta triplets bahkan seringkali ia tidak punya waktu untuk hal seperti ini.
Menjelang siang Ayyub mengajak Neera menuju restoran romantis yang dikunjungi banyak kalangan muda-mudi maupun pegawai katoran yang sedang istirahat.
Disana juga terdapat live music yang menghibur para pengunjung meskipun hari masih siang.
Tentu saja Ayyub sudah memesan meja disana yang dekat dengan pinggiran taman sehingga membuat ruang privasinya lebih luas.
Sembari menunggu pesanan, Ayyub memanggil waiter dan membisikkan sesuatu hingga akhirnya namanya dipanggil ke panggung yang membuat Neera tercengang seketika.
'Okay, Ayyub memang pandai bernyanyi dan suaranya bagus. Tapi apakah ia yakin akan menyanyi ditempat yang ramai ini' batin Neera yang melihat Ayyub sudah memegang sebuah microphone.
"Sayang, hari ini aku akan membawakan sebuah lagu sebagai wujud cinta dan terima kasihku karena kamu selalu menerima dan memaafkan kesalahanku. Bahkan kamu juga berbesar hati menerima aku kembali di kehidupan kalian dan memberikan hadiah terindah untukku"
"Aku harap kamu akan selamanya menjadi Neera yang aku kenal tadi, bersikap manja, ngambek, dan selalu berharap banyak hal padaku seperti hari ini. Bagaimanapun keadaannya aku ingin kamu selalu mengandalkan aku suamimu, apapun mintalah padaku, merengeklah sepuasmu dan berkeluh kesahlah hanya padaku"
"Aku akan selalu dengan senang hati mendengarnya dan memenuhi segala keinginanmu dan jangan terlalu mandiri. Ingat ada bahuku tempat bersandarmu. Terima kasih sayangku, Aku mencintaimu istriku yang luar biasa"
Maka mulailah lagu 'My Love' yang dipopulerkan oleh grup band kenamaan Weslife itu diiringi dengan suara Ayyub yang maskulin namun renyah.
__ADS_1
Semua orang bersorak kegirangan ketika di reffrain terakhir Ayyub berdiri dan mencium istrinya yang sudah sangat malu. Bahkan Ayyub berlutut dan memberikan satu cincin berlian yang dihiasi pertama. Tentu saja dengan harga yang fantastis.
Banyak yang terharu menyaksikan adegan itu bahkan ada yang sampai meneriaki harapan kebahagiaan untuk mereka. Ada juga yang ikut meneteskan air mata merasakan keharuan.