
Pagi yang cerah membawa langkah tiga balita gemoy menuju pembaringan orang tuanya. Hari ini ketiganya kompak terbangun saat mendengar rengekan si cantik Qal, mereka memegangi kedua tangan gadis kecil yang masih bermuka bantal itu.
"Bunda..., Ayah..." lirih ketiganya saat memasuki connecting door kamar mereka. Tentu saja hal itu mengalihkan atensi kedua manusia dewasa yang saling memeluk diatas kasur empuk itu. Memang benar ini adalah pertama kalinya triplets tidur di kamar mereka sendiri.
Ayyub segera mengulurkan tangannya dengan posisi masih tiduran, menarik tubuh gemoy ketiga buah hatinya satu persatu dan menaikinya menuju kasur mereka. Beruntung saat subuh tadi mereka sudah mandi besar dan memakai kembali baju rumahan meskipun sang suami bertahan dengan tubuh stripless nya, karena lelaki itu selalu tidak tahan tidur dengan baju.
Kali ini tubuh Neera sudah ketempelan tiga balita yang akan selalu mencari bunda mereka sehabis bangun, memeluk dan merasakan kehangatan tangan sang ibu yang selalu membelai lembut tubuh ketiganya. Tak lupa ciuman selamat pagi dan kemudian rentetan cerita keluar dari mulut ketiganya menyambut pagi yang hangat.
Ayyub ikut bergabung dengan memiringkan tubuhnya dengan tumpuan tangan, membiarkan matanya menangkap pemandangan indah ketika interaksi antara anak dan istrinya terjalin dengan begitu indah, menyelipkan rasa haru dan syukur yang tiada henti.
Perlahan lelaki dewasa itu mengusap ketiga punggung kecil yang masih setia merebahkan kepala di dada ibunya. Mengalihkan fokus ketiganya dan berakhir berpindah ke badan kekar sang ayah.
"Triplets sayang kebanggaan ayah, ada yang ingin ayah sampaikan nak" ujar Ayyub menarik perhatian ketiganya yang kini sudah memandangi wajah ayah mereka dengan muka serius.
"Hari ini ayah harus kembali bekerja sayang, jadi nanti anak-anak ayah yang pintar harus menjaga bunda dan adek-adek dengan baik ya, harus jadi anak yang hebat sayang. Bolehkan ayahnya berangkat kerja nak ?" tanya Ayyub pada ketiga buah hatinya.
Tanpa diduga ketiga mata jernih dengan warna hazel itu mulai berkaca-kaca dan menit selanjutnya isakan tangis langsung berlomba-lomba memenuhi ruangan kamar kedua orang tunya. Hal ini sungguh membingungkan Ayyub sehingga meminta jawaban pada istrinya melalui isyarat mata.
Lantas Neera hanya diam sembari mengelus punggung ketiganya yang masih memeluk tubuh ayah mereka dengan erat. Membiarkan emosi ketiga buah hatinya terbebas. Setelah triplets mulai tenang barulah Neera mengusap wajah merah ketiganya dan menciumi mereka satu persatu. Mendudukan triplets kehadapannya dan mulai menatap lembut triplets meminta perhatian ketiganya.
"Sayang bunda, kenapa sedih nak ? Ayah kan hanya pergi bekerja, banyak sekali pekerjaan ayah yang harus diselesaikan disana, kemarin kan ayah sudah lama sekali libur bekerja dan membawa kita jalan-jalan dan liburan di Indonesia, nanti saat pekerjaan ayah sudah selesai ayah akan pulang lagi kesini" bujuk Neera pada ketiga buah hatinya yang masih terisak dan meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Bunda..., boleh tidak kalau ayah tidak bekerja saja ?" celutuk di cantik yang langsung menekuk wajahnya.
"Loh, kok ayahnya tidak boleh bekerja nak, nanti siapa yang menerbangkan pesawatnya, Qal kalo mau pergi liburan terus pilotnya tidak boleh bekerja gimana sayang, tidak jalan tuh pesawatnya, bisa tidak Qal sampai di tempat tujuannya ?" tanya Neera pada putrinya yang dijawab gelengan kepala lemah.
"Nah benar sayang, kasihan dengan penumpang yang ada di pesawatnya ayah, mana tau mereka juga memiliki keperluan yang sangat penting, mau menjenguk keluarganya yang sakit, jadi ayah harus membantu mengantarkan mereka sayang, sekarang boleh kan sayang ayahnya bekerja, Qal kan anak yang baik harus membantu sesama" bujuk Neera sembari memeluk putri kecilnya dan membawa dalam pangkuannya.
"Ayah, tapi ayah akan selalu ingat kita kan yah, Ayah tidak akan cari bunda dan anak-anak yang baru disana kan yah ?" tiba-tiba celutukan si bijak Qee membuat kedua orang tuanya terkejut bukan main.
Sontak hal itu membuat perhatian ayah tiga anak itu beralih pada putranya dan membawa Qee dalam pelukan.
"Kenapa Qee bisa bilang begitu hemm ?" gemas Ayyub menciumi seluruh wajah putranya sehingga bocah itu memberontak kegelian.
"Teman-teman di sekolah selalu bilang kalau ayah mereka pergi bekerja jauh terus setelah itu punya mommy dan anak-anak yang lain, nanti mommy nya akan menangis dan akhirnya mommy dan daddy mereka akan bertengkar di rumah" penjelasan Qee yang menjawab kekhawatiran ketiga buah hati mereka, selain panjangnya waktu kebersamaan mereka akhir-akhir ini yang membuat triplets merasa begitu kehilangan.
"Seperti denyut jantung, kalau tidak ada lagi kira-kira bisa terus hidup tidak manusianya ?" tanya Ayyub yang dijawab gelengan ketiganya.
"Nah seperti itulah keberadaan bunda di hidup ayah, ayah tidak bisa hidup jikalau bunda tidak ada, karena bunda adalah hidup ayah, jadi untuk apa ayah mencari mommy yang lain, kalian mengerti sayang ?" tanya Ayyub yang diangguki ketiga buah hatinya.
"Lagipula mengapa juga ayah mencari anak yang lain, anak ayah sudah banyak dan hebat semua, nanti kalau adek-adek sudah lahir anak ayah tambah lagi, kalau masih kurang nanti kita bisa minta tambah lagi sama bunda, iyakan bunda ?" jelas Ayyub yang mentanap istrinya dengan kedipan manja.
Bukannya mendapatkan persetujuan malah lelaki yang tengah memeluk buah hatinya itu mendapatkan cubitan cinta di pinggang ketatnya.
__ADS_1
"Tapi ayah harus berjanji ya akan kembali lagi setelah pekerjaan ayah selesai, okay ayah ?" pinta Qai yang sudah memberikan tatapan menuntut pada ayahnya.
"Tentu saja sayang, ayah akan usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan segera pulang, karena ayah akan sangat rindu dengan bunda dan anak-anak kesayangan ayah" ungkap Ayyub yang mendapatkan pelukan hangat dari anak dan istrinya.
Hal inilah yang menjadi kebahagiaan Ayyub, mendapatkan kehangatan dan perasaan di dibutuhkan oleh anak dan istrinya, membuat lelaki itu merasa begitu berharga saat keluarganya begitu menginginkan dirinya.
Maka hal ini akan selalu membuat Ayyub bertekad untuk melindungi dan menjaga keluarga kecilnya meski sehebat apapun badai yang akan menerjang kelak, karena kebahagiaan anak dan istri adalah penghargaan tertinggi baginya.
Setelah menyelesaikan sesi izin dan bermanja di kasur akhirnya Ayyub bangkit menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk keluarga kecil mereka pagi ini, lelaki itu akan memanjakan anak dan istrinya sebelum meninggalkan mereka nantinya.
Namun, hal yang aneh justru terjadi pagi ini, saat kepergian Ayyub ternyata tiga balita kecil mengintilinya dibelakang, dengan muka bantal dan rambut acak-acakan triplets mengikuti langkah besar ayahnya membuat Neera tidak tahan untuk cekikikan diatas kasur mereka sembari memegangi perut yang sudah mulai membesar.
Hal ini menarik perhatian Ayyub sehingga lelaki dewasa itu berbalik dan mendapati ketiga buah hatinya berjejer dibelakangnya seperti gerbong kereta tentu saja dengan wajah cengengesan yang terlihat begitu lucu.
Lelaki dewasa itu langsung meraih ketiga buah hatinya sekaligus dan menciumi wajah berantakan triplets. Usut punya usut ternyata triplets tidak mau berpisah dari ayahnya hingga keberangkatan lelaki kebanggaan mereka itu.
Maka pagi itu Ayyub juga yang membersihkan ketiga buah hati mereka, memandikan mereka dan mengganti baju yang bersih juga memasak yang masih terus ditemani triplets hingga Ayyub membiarkan ketiganya menggelendoti kakinya saat pria tampan itu berperang dengan wajan dan spatula.
Sementara Neera kembali bangun dan merapikan kamar mereka dan triplets, menyiapkan baju dan keperluan triplets sehingga memudahkan Ayyub mengurusi ketiga buah hati mereka.
Setelah itu Neera kembali ke wardrobe mereka untuk menyiapkan keperluan Ayyub, mempacking dalam satu travel bag dan terakhir menyiapkan seragam kerja kebangaan suaminya.
__ADS_1
Selesai memastikan kembali dan menata semuanya di sudut Neera ikut bergabung dengan suami dan anak mereka di ruang makan, menikmati sarapan penuh cinta yang disiapkan oleh lelaki istimewa dalam hidupnya. Bahkan tak jarang lelaki itu menyuapi Neera dan anak-anak mereka dengan penuh ketulusan.