Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 120


__ADS_3

Hanna yang mendengarkan nama itu seketika pias dan yakin bahwa kebohongannya sudah terbongkar. Ia seperti orang bodoh dihadapan Ayyub yang memaparkan kebohongannya sedari tadi.


"Siapa Fernando ?" tanya mama Hanna yang segera menyadarkannya dari keterkejutannya.


"Ayyub bisakah kita bicara sebentar, ada hal yang harus aku diskusikan denganmu ?" sergah Hanna berdiri tanpa menjawab pertanyaan mamanya.


"Kenapa tiba-tiba sekali ?" jawab Ayyub seolah enggan.


"Pergilah Ayyub, pasti kalian para anak muda ada hal yang harus dibicarakan dari hati ke hati" paksa mama Ayyub pada anak lelakinya.


Dengan berat hati Ayyub berdiri mengikuti Hanna kearah luar untuk duduk di kursi outdoor yang hanya diperuntukkan untuk dua orang.


"Apa maksudmu dengan semua ini ?" tanya Hanna dengan muka yang sudah merah manahan emosi.


"Aku tidak memiliki maksud apapun ?" jawab santai Ayyub.


"Kenapa kamu menyelidikiku bukankah kita sudah memutuskan untuk berteman baik" sergah Hanna masih dengan emosinya.


"Justru itulah, aku menanyakan pada asisten Zee mengenai dirimu karena aku penasaran sekali sekalian menjadi alasanku menghubungi mereka" jelas Ayyub.


"Lalu kenapa kamu tau mengenai Fernando ?" tanya Hanna.


"Mereka bilang bahwa kamu diblacklist oleh Zane karena ketahuan main belakang dengan search talent mereka, Mr. Fernando" jawab santai Ayyub seolah tanpa beban.


"Hah ?" Hanna langsung terperangah dan linglung seketika.


"Eh tapi jangan salah paham dulu, aku mengetahui hal ini dari asisten Zee karena aku bilang aku teman baikmu. Ya dengan sedikit paksaan tentunya" jelas Ayyub yang takut akan berakibat buruk pada Neera jika Hanna tau bahwa istrinya yang membeberkan.


Hanna yang masih tidak menyangka alasan dirinya tidak tembus menjadi model Zane masih lemas terbaku. Bagaimana dengan nasin kariernya setelah ini. Apakah akan berakhir sampai disini saja.


"Apakah kamu benar-benar mengenal Ms. Zee ?" tanya Hanna dengan sisa kekuatannya.


Sesungguhnya ia sudah sangat malu menghadapi Ayyub karena dipastikan lelaki pujaannya itu sudah tau dengan perbuatannya. Tapi ada satu hal yang harus ia pastikan, karena bagaimanapun ia takut kehilangan ketenaran dan kemewahannya selama ini.


"Iya aku mengenalnya ?" jawab singkat Ayyub.


"Bisakah kamu meminta tolong padanya agar tidak memutus karierku. Aku takut setelah ini aku tidak bisa menjadi model lagi" lirih Hanna.


Sesuai dugaan Ayyub, keadaan sudah begini malah dia dengan tidak tau malunya mengatakan itu karena lebih mementingkan dirinya. Bahkan ia sanggup melalukan apapun demi kariernya.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, setau ku Zee itu bukan tipikal orang yang menyebarluaskan keburukan orang lain jika kamu tidak mencari masalah dengannya. Buktinya setelah mengetahui kecuranganmu dia menyuruh asistennya bungkam dan hanya memblacklist mu dari perusahaan tanpa mempublishnya"


"Bahkan sejauh ini yang mengetahui kasus ini hanya dia, asistennya, aku dan tentu saja mantan patner mainmu itu" jelas Ayyub panjang lebar.


Hanna hanya menunduk lalu mengalihkan perhatiannya pada hal lain. Sesungguhnya ia malu karena lelaki yang sangat diidamkannya itu mengetahui kebusukannya. Runtuh sudah image yang ia bangun selama ini didepan semua orang terutama Ayyub dan keluarganya.


"Satu lagi Ayyub, bisakah kamu merahasiakan hal ini dari semua orang terutama keluagaku dan keluargamu ?" pinta Hanna penuh permohonan.


" Kalau hal ini bisa kita negosiasikan, aku memiliki syarat yang harus kau penuhi" jawab Ayyub penuh tekanana. Hal inilah yang ia tunggu dari tadi.


"Apakah itu, aku akan memenuhinya" semangat Hanna.


"Aku ingin kau menolak perjodohan ini. Pokoknya aku ingin dibatalkan" lugas Ayyub.


"What ?! tapi kenapa. Apa tidak ada syarat lain. Aku tulus mencintaimu Yub. Aku akan berubah menjadi lebih baik. Aku mohon jangan lakukan ini" mohon Hanna sembari berusaha menggapai tangan Ayyub.


"Semua terserah padamu, aku juga bisa membatalkan ini sendiri" balas Ayyub cuek. Tidak ada rasa tersentuh sedikitpun.


"Tapi kenapa, tidak bisakah kamu memberikan aku satu kesempatan lagi ?" tanya Hanna dengan sisa pengharapannya.


"Tidak, buatlah keputusan aku tidak bisa berlama-lama" sambar Ayyub dengan nada dinginnya.


"Jujur saja saat ini aku sangat mencintai orang lain, bahkan aku sudah mengejarnya selama bertahun-tahun tapi sampai saat ini aku belum bisa meraih dia sepenuhnya" jawab Ayyub penuh keyakinan yang terpancar di matanya.


"Bolehkah aku tau siapa dia ?" tanya Hanna ragu.


"Nanti kamu akan tau sendiri, save the best for the last" smirk Ayyub penuh misteri.


"Baiklah aku akan mundur dan aku pinta kamu tetapi perkataanmu" putus Hanna. Ia memang mencintai Ayyub namun ia juga tidak bisa meninggalkan dunia glamor dan menghilangkan gengsinya sebagai model.


"Tergantung dirimu" balas Ayyub yang langsung berdiri meninggalkan Hanna.


Yes, selesai sudah satu urusan rumit yang membebani pikirannya.


Kini tinggal bagaimana ia membawa Neera pada keluarganya dan membuat mereka menerima dan menghargainya. Bahkan Ayyub juga bertekad membuat mereka meminta maaf atas perlakuan buruknya pada Neera.


Sementara dibagian dalam restoran dua keluarga itu tengah menyaksikan dua sejoli yang tengah berbincang diluar. Mereka mengira mereka sedang saling menyambung chemistry namun siapa sangka mereka malah bernegosiasi memutuskan pertunangan ini.


Saat dua sejoli itu kembali masuk mereka kembali pada posisi semula seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Mereka sudah berharap menantikan kabar bahagia dari keduanya.

__ADS_1


Hanya satu orang yang terlihat santai. Tuan Kaisar yang duduk dengan wibawanya. Menunggu apa yang akan disampaikan pasangan yang dijodohkan itu.


Setelah sampai dimeja mereka dengan ragu Hanna mulai membuka suara setelah melihat satu persatu muka orang yang ada disana.


"Papa, Mama, Om, Tante dan semuanya, ada yang ingin aku sampaikan" jelas Hanna membuka suara.


"Ada apa sayang, katakan saja" lembut mama Ayyub sembari memberikan senyuman hangatnya.


"Mohon maaf sebelumnya Papa, Mama, Om dan Tante, aku tidak bisa melanjutkan perjodohan ini lagi" ungkap Hanna sembari menunduk.


"Hah ? Apa maksudnya sayang, kamu bercanda ya ?" tanya mama Hanna dengan tawa garingnya.


"Tidak ma, aku serius dengan perkataanku" jawab Hanna semakin lirih sembari sesekali mencuri pandang pada Ayyub yang terlihat cuek.


"Iya, tetapi kenapa. Apa Ayyub mengancammu ?" tanya mama Ayyub saat melihat Hanna mencuri pandang pada putranya.


"Tidak tante, bukan begitu. Aku hanya ingin berfokus pada karier modeling ku. Aku rasa aku tidak siap jika harus menikah dalam waktu dekat" papar Hanna menjelaskan alasannya.


"Kalau begitu kita bisa menunda pernikahannya kita bisa tunangan dulu, kenapa harus dibatalkan langsung. Iyakan jeng ?" sambar mama Hanna sembari meminta persetujuan mama Ayyub.


Mendengar alasan Hanna ditambah kata tunangan seketika membuat hati mama Ayyub pundung. Hilang sudah ketertarikannya pada Hanna.


Masih teringat jelas betapa malu dirinya dan keluarga mengenai acara pertunangan terakhir anaknya yang gagal akibat ulah mantan calon mantunya dulu bahkan untuk menyebutkan namanya saja ia tidak mau.


"Yasudah kalau begitu, keputusan sudah diambil oleh mereka. Saya rasa mereka juga sudah memikirkannya dengan matang. Mungkin memang tidak ada kecocokan diantara keduanya, inilah yang dinamakan tidak jodoh. Benar begitu Hanna ?" suara yang penuh wibawa dari Papa Ayyub menengahi sekaligus memutuskan pembahasan yang mulai tidak nyaman itu.


"I..i..iya om, terima kasih atas pengertiannya" balas Hanna gugup.


Sebenarnya orang tua Hanna sangat tidak setuju dengan keputusan itu karena pernikahan ini merupakan cara yang paling bagus untuk mengembangkan sayap bisnis mereka tetapi apa mau dikata entah kenapa anaknya yang kemarin sangat antusias dijodohkan dengan Ayyub malah memilih mundur tanpa membicarakannya terlebih dahulu.


"Baiklah kalau begitu Kaisar, kami pamit dulu. Mungkin besok kami harus pergi karena ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan" pamit Papa Hanna pada lelaki yang masih bugar diusia baya itu.


"Iya, baiklah Bas. Semoga kedepannya kita masih bisa berhubungan baik" sambut Papa Ayyub sembari berdiri melepas kepergian rekan bisnis sekaligus temannya itu.


Sementara dimeja restoran itu semua orang menatap Ayyub penuh selidik meskipun mereka sedikit kesal dengan alasan Hanna namun mereka juga sedikit curiga bagaimana bisa Hanna memutuskan perjodohan itu dalam waktu yang singkat.


Lain halnya dengan sang papa yang sudah menaruh kepercayaan penuh pada putranya pasca gagalnya pertunangan Ayyub dulu, kali ini ia pun yakin pasti ada alasan besar yang mendasarinya.


Lelaki yang menjadi kepala keluarga itu yakin jika memang Ayyub yang ingin membatalkan tetapi ia harus mencari tau kenapa Hanna mau saja menerima keputusan ini bahkan bersedia menjadi pihak yang memutuskan.

__ADS_1


Segera ia mengirim pesan singkat untuk menyuruh orang menyelidiki Hanna dan semua kegiatan yang dilakukannya.


__ADS_2