Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 251


__ADS_3

Sampai di kantor Ayyub mengelap wajah dan tangan triplet dengan tisu basah bahkan baju mereka juga ikut jadi korban tetesan es krim. Selesai membersihkan triplet ia menurunkan mereka satu persatu dan membawa pesanan mereka dari restoran ayam dengan logo kakek.


Bersamaan dengan itu ia menyuruh sopir yang sudah stand by disana untuk membawa mobilnya dan dibersihkan agar nyaman digunakan nantinya.


Kemudian mereka memasuki pintu perusahaan kali ini Ayyub memilih mengikuti triplet yang sudah lebih dulu masuk melalui pintu utama karena tadi mereka memang turun didepan lobby perusahaan.


Seperti biasa triplet akan menyapa balik semua orang yang menyapa mereka, melangkah dengan kaki kecilnya dengan penuh kegembiraan tanpa beban. Memang indah masa kanak-kanak itu.


Sembari lewat Ayyub tetap memantau pekerjaan para karyawannya. Saat ini sudah berbeda karena semua bawahannya sudah tau siapa sebenarnya bos besar perusahaan mereka tidak seperti dulu saat Ayyub lebih memilih merahasiakannya.


Kini ia tengah membantu mengangkat Qai dengan satu tangan saat balita itu kesulitan menekan tombol lift. Triplet sedikit terburu-buru saat Ayyub memberitau bunda mereka ada di ruang istirahat Ayyub. Mereka sudah sangat merindukan wanita cantik yang sudah melahirkan mereka.


Pagi tadi mereka hanya bertemu untuk berpamitan dan semua tugas bunda diambil alih oleh ayahnya. Sungguh triplet sudah tidak sabar untuk memeluk cinta pertama mereka.


Meskipun ayah mereka memperingatkan bahwa bunda sedang tidur tetapi triplets sudah berjanji tidak akan ribut dan hanya akan ikut tidur bersama bunda.


Sampai di ruang kerja Ayyub bertepatan dengan asisten Ayyub yang membawa pesanan bos besarnya. Ayyub meminta untuk meletakkan saja di meja sofa yang ada di sisi kanan kantornya yang sangat luas.


Setelah itu Ayyub mengganti baju triplet dan mengelap kembali tubuh ketiganya lantas membiarkan mereka menaiki kasur dimana saat ini terlelap seorang wanita cantik yang damai dalam tidurnya.


Sementara itu Ayyub meneruskan pekerjaannya yang tadi terbengkalai. Hari ini ia harus menyelesaikan semuanya karena nanti malam ia juga harus mengecek laporan dari perusahaan istrinya dan juga rumah sakit hewan Neera yang ada di Edinbrugh.

__ADS_1


Meninggalkan kesibukan Ayyub lain halnya yang terjadi di ruang istirahat, Neera yang merasakan pergerakan di kasur dan tangan-tangan kecil yang memeluk tubuhnya membuka mata melihat kehadiran buah hatinya yang membuat hatinya seketika berbunga.


"Eh kesayangan bunda, sudah pulang sekolah ya, bagaimana tadi di sekolah barunya ?" tanya Neera yang membuat triplet semakin bahagia karena bisa melepas rindu dengan bundanya.


Sambil berpelukan mulailah cerita-cerita kejadian di sekolah, dari awal masuk hingga kepulangan mereka bahkan selama di perjalan juga tidak luput dari laporan mereka siang ini. Begitulah Neera ia begitu lihai memancing triplet dalam berbicara sehingga anak-anaknya bahagia bisa berbagi cerita dengan bunda mereka dan tidak ada satu hal pun yang mereka tutup-tutupi.


"Kesayangan Bunda sudah pada makan nak ?" tanya Neera setelah triplet menyelesaikan ceritanya.


"Belum Bunda, tapi tadi kita sudah beli ayam kakek terus Uncle Richard sudah beli makanan untuk Ayah Nda" jawab Qee.


"Yasudah ayo kita makan dulu, sudah siang ini. Bunda cuci muka dan gosok gigi dulu ya sayang" ujar Neera yang diangguki ketiganya.


Selesai membersihkan diri Neera membawa ketiga buah hati mereka ke luar ruang istirahat dan memberi kecupan singkat pada suaminya yang tengah sibuk berkutat di meja kerja.


"Lanjut dulu sayang, ini sedikit lagi mau selesai. Berkas ini sedang di tunggu Richard di luar" ujar Ayyub yang memang sedang terburu waktu.


"Yasudah lanjutkan saja, Bunda dan triplet makan dulu ya Yah" ujar Neera yang diangguki lelaki yang masih sibuk dengan kertas dan bolpoin itu.


Dengan senang hati Neera menyiapkan makanan ke piring triplet sesuai dengan keinginan mereka tidak lupa Neera juga menambahkan menu sayur dan soup agar asupan mereka cukup.


Selesai dengan triplet dan dirinya sendiri Neera melirik kearah suaminya yang masih terlihat sibuk. Ia yakin sekali Ayyub belum makan sejak sarapan terakhir. Bahkan lelaki itu sudah bolak balik mengantar dirinya dan triplet.

__ADS_1


Muncul rasa tak tega melihat keadaan suaminya yang mungkin saja lapar tapi terlupa karena banyaknya pekerjaan. Oleh sebab itu ia berbicara pada triplet untuk makan bertiga dan meminta izin untuk mendekat ke ayah mereka.


Setelah menarik satu kursi di sebelah suaminya Neera langsung saja menyuapkan satu sendok makanan ke mulut Ayyub yang diucapkan Bismillah terlebih dahulu.


Entah sadar atau tidak suaminya secara otomatis membuka mulut saat suapan demi suapan kembali mendekati bibirnya.


Bahkan saat ini Neera juga sudah menambah makanan yang sudah hampir habis itu. Mereka bahkan menghabiskan tiga porsi penuh di piring untuk makan berdua. Ya, Neera menyuapi suaminya sembari menyuapi dirinya sendiri.


Setelah makanan habis Neera menyodorkan minuman pada suaminya lantas menyeka mulut pria itu dan terakhir memberikan kecupan singkat dan usapan lembut di belakang kepalanya.


Selesai membereskan sisa makanan di meja Neera mengajak triplet untuk pergi ke ruang bermain agar ayah mereka tidak terganggu. Maklum saja terkadang triplet akan memanggil ayahnya untuk mendapatkan perhatian pria itu.


Biarkan saja saa ini mereka bermain dengan dirinya karena sepertinya Ayyub sedang sibuk dan banyak berkas yang harus ia kerjakan dan selesaikan hari ini belum lagi masa istirahat suaminya hanya beberapa hari lagi sebelum nanti ia akan terbang kembali.


Siang hingga sore hari mereka menghabiskan hari di ruang bermain anak yang disediakan Ayyub khusus untuk triplet. Bahkan ketiganya juga tidur siang di ruangan itu sementara Neera melanjutkan kembali pekerjaannya dari macbook yang ia bawa.


Waktu begitu berharga baginya, bahkan dalam waktu istirahat triplet ia sempat mengajar mahasiswanya melalui virtual meeting. Melakukan rapat dengan staff pengajar dan staff yang ada di rumah sakit hewannya.


Selain itu ia juga mempelajari kembali penelitian agar bisa di lakukan pengembangan dan hasilnya sesuai dengan yang mereka harapkan nanti.


Begitulah kehidupan sebagai ibu yang berkarier ia harus bisa membagi waktu dan memanfaatkannya seefisien mungkin. Kalau bisa tidak ada yang boleh dikorbankan.

__ADS_1


Jika menjadi orang tua itu adalah peran yang harus ia emban, kemanapun pergi peran itu akan terus melekat sementara pekerjaan itu adalah tugas yang harus ia penuhi jadi tak ada alasan untuk meninggalkan peran itu demi tugas pun sebaliknya tidak ada permission untuk melalaikan tugas karena perannya sebagai orang tua.


Semua harus sejalan dan seiring karena keduanya merupakan bagian dari dirinya dan tanggung jawab yang harus ia emban dan penuhi.


__ADS_2