Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 256


__ADS_3

Sampai di rumah dinas Neera segera memandikan triplets dan menyiapkan makan malam untuk mereka. Rencananya Neera akan minta izin setelah ini ke suaminya.


Mengabarkan bahwa mereka berada di rumah dinas jikalau seandainya ayah triplets itu ingin menyusul mereka. Biasanya beberapa minggu belakangan ini Ayyub akan sangat sibuk di kantornya, rasanya tidak akan masalah jika Neera menginap membawa triplets.


Selesai memasak dan membersihkan diri Neera kembali menemani triplets makan dan bermain sebentar barulah setelah agak lega sedikit Neera mengambil handphone berniat menghubungi suaminya.


Betapa kaget wanita cantik itu melihat ribuan notif di ponselnya dari pesan, media sosial bahkan telepon masuk yang tidak terangkat. Hal biasa bagi Neera jika banyak notif dari sosial media yang bersifat umum atau chat group namun menjadi serius dikala banyak pesan pribadi bahkan telepon yang tidak terangkat.


Beberapa kali ponsel Neera sempat hang dengan banyaknya notif yang masuk hingga kini, sampai ia bingung sendiri mau membuka pesan tapi tak bisa jadilah ia mematikan ponsel berharap semua akan reda dengan sendirinya.


Entah kenapa saat ini Neera berfirasat ada sesuatu yang tidak beres sehingga ia langsung membuka internet melalui pc sebelum sempat mengetik kata kunci pencarian sudah muncul berita gosip terpanas mengenai kedekatan artis hollywood dengan seorang pengusaha.


Biasanya Neera tidak ingin tau apapun mengenai dunia hiburan jadilah ia sedikit tergelitik ketika melihat foto seorang laki-laki yang menggunakan kacamata hitam yang diambil dari samping dan tidak terlalu jelas di artikel itu.


Sontak saja hatinya langsung nyeri saat ternyata pria yang ada di foto itu adalah ayah triplet, sekaligus suaminya sendiri. Sakit sudah pasti terlebih dari pernyataan yang ditulis oleh wartawan bahwasanya suaminya berkata bahwa mereka sudah menikah lama.


Ingin rasanya Neera marah terlebih dengan kondisinya sekarang. Hamil memang sedikit banyak mempengaruhi sensitifitasnya. Berkali-kali Neera menafikan berita itu berjuta kali juga hatinya teriris membaca setiap tulisan yang mendukung dan mendo'akan hubungan keduanya.


Sebagai wanita normal yang notabennya istri sah tentu Neera merasa murka. Jika memang mereka sudah menikah lalu posisi dia sebagai apa selama ini.


Namun sebagai seorang pebisnis dan manusia rasional Neera memahami ini adalah kerja sama bisnis meskipun suaminya sama sekali belum pernah menyinggung pembicaraan masalah perempuan ini dikarenakan waktu mereka yang sangat sempit.

__ADS_1


Neera sangat paham bahwa hubungan mereka adalah rekan kerja tetapi kenapa harus dikeluarkan gosip demikian jika memang hanya mencari keuntungan mengapa harus mengorbankan perasaan dirinya dan keluarga.


Bahkan yang Neera bingungkan sampai saat ini belum ada klarifikasi sedikitpun dari pihak suaminya terkait berita panas yang sudah digoreng oleh para kuli tinta selebritas itu.


Kecewa sudah pasti ia rasakan terlebih saat ini ia dalam keadaan hamil besar memasuki awal trisemester ketiga. Bukan hal mudah untuknya mengorbankan waktu kebersamaan mereka semenjak suaminya sibuk tetapi jika harus dibalas dengan ini rasanya tidak setimpal dengan apa yang sudah di korbankan.


Berkali-kali Neera menghela napas, sakit rasanya hingga untuk sekedar bangkit saja rasanya tak sanggup. Lama Neera tercenung hingga suara panggilan buah hati mereka mengusik ibu hamil itu.


"Bunda...., Bunda.. Are you okay ?" tanya Qee saat mendekat pada bundanya.


"Ah.. yes honey. I'm really good, what's going on sayang ?" kaget Neera sempari bergegas menutup layar macbooknya.


"Bunda kenapa diam saja dari tadi Qal panggil Bunda, ayo Bun kita bersih-bersih dan tidur" jawab Qee yang menjelaskan kenapa ia memanggil bundanya berulang kali.


"Bunda..., it'a okay Nda. Disini ada Qai dan adik-adik yang selalu jagain Bunda" tiba-tiba saja Qai memeluk bundanya disamping sembari mencium pipi wanita cantik yang sudah melahirkan mereka ke dunia.


Seolah mengerti kegelisahan hati bundanya triplets memeluk Neera erat, menyalurkan cinta dan sayang sebagai penguat sang bunda.


Benar saja, semangat itu kembali ada. Senyuman itu kembali terbit disaat kemelutnya hati. Bersama-sama mereka memasuki kamar untuk mengistirahatkan fisik dan batin yang lelah seharian ini.


Neera memilih untuk diam dan membiarkan semua terjadi sesuai kehendakNya. Ia tidak mau terlalu larut dalam perasaan sendiri dan mengembangkan praduga yang mungkin saja membuat segala sesuatu menjadi lebih rumit.

__ADS_1


Menepi adalah cara Neera untuk bertahan. Menwaraskan kembali nalar dan akal sehingga semua masalah dapat dicarikan titik temunya. Jika saat ini ia juga ikut memborbardir suaminya dengan berbagai pertanyaan tentu saja pertengkaran tak akan bisa terelakkan.


Lebih baik diam dan membiarkan segala sesuatu lebih tenang sembari menata hati. Terlebih nanti ia juga harus memberikan ketenangan untuk keluarga di rumah yang sudah pasti akan mengetahui berita ini.


Berbeda hal dengan Ayyub, semenjak asisten pribadinya memasuki ruangan dan nyaris kena marah ia justru kelabakan saat menerima berita yang disampaikan asisten itu.


Bagaimana tidak, pernyataannya dipelintir begitu saja dan bahkan diramu lagi menjadi berita gosip yang sangat memuakkan. Sejak kapan ia menikah dengan artis itu tau orangnya saja tidak.


Ketika berita ini menyeruak satu yang menjadi kekhawatiran terbesar Ayyub, istrinya. Apakah wanita itu akan baik-baik saja dan percaya dengan penjelasannya. Tentu Ayyub harus secepatnya menghubungi Neera.


Namun sayang beribu sayang begitu banyak panggilan tak satupun diangkat, pesan juga tidak dibaca dan tak lama setelahnya ponsel istrinya tidak bisa lagi dihubungi.


Takut, itulah satu perasaan yang menghantam dadanya. Segera ia melajukan mobil pulang untuk mengecek keadaan anak dan istrinya.


Saat memasuki apartemen ia disambut kesunyian. Tak ada seorangpun disana tetapi bersyukur barang-barang anak dan istrinya masih tersimpan dengan rapi.


Kemudian Ayyub melajukan mobil ke kediaman mereka juga sama. Hanya ada pelayan yang bertugas disana sementara Neera dan triplets sama sekali belum datang sejak kunjungan mereka terakhir.


Semakin panik saat menuju sekolah triplets ternyata anaknya sudah dijemput sang Bunda dan sialnya lagi smart watch yang biasa dikenakan triplets mati sehingga Ayyub tidak bisa melacak keberadaan mereka.


Alhasil pria itu kembali ke kantornya untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada dan mengadakan rapat terkait perihal yang sedang bergulir di media saat ini.

__ADS_1


Selesai rapat kepala pria itu rasanya semakin pecah saat beberapa investor besar menolak rencana Ayyub untuk mengklarifikasi berita tersebut dan memutuskan kerja sama mereka. Para pria bertuan uang itu mengatakan bahwa hal ini sangat bagus untuk promosi hunian mewah mereka dan saat ini memang harga saham perusahaan juga tengah melejit.


__ADS_2