
Keluar dari kamar mandi Neera sudah berwajah datar dan lesu. Tanpa berkata apapun ia segera naik ke kasur dan mengganjal bagian belakang pinggangnya dengan bantal.
Sementara Ayyub hanya memilih diam dan memperhatikan istrinya yang kini tengah menarik selimut. Ia yakin ada yang tidak beres dengan istrinya, tidak biasanya Neera begini.
'Apa Neera segitu marahnya ya sama aku' batin Ayyub.
Namun, istrinya itu terlihat berusaha memejamkan mata dan tetap diam meski kini ia lihat sekitaran dahi Neera sudah keluar keringat.
Tanpa banyak berkata Ayyub mendekat pada istrinya dan merebahkan diri tepat disamping tubuh indah itu.
"Sayang, kenapa ? Apa masih marah sama Uda ?" tanya Ayyub lembut sembari mengelap keringat di wajah istrinya.
Hanya gelengan yang Ayyub dapatkan sementara Neera enggan membuka matanya dan tangannya terus memegangi perut bawah sedari tadi.
Entah perintah dari mana, tiba-tiba Ayyub menyusupkan tangan dibaju tidur istrinya dan mengusap lembut perut Neera.
Tangan lebar dan hangat itu ternyata memberikan efek yang luar biasa, meskipun tidak banyak tapi itu mengurangi rasa sakitnya dan yang pasti membuat perut Neera terasa nyaman.
"Gimana sayang, mendingan gak ?" tanya Ayyub pada istrinya yang kini sudah membuka mata sayu dan mencoba tersenyum kearahnya.
Anggukan ia terima kali ini membuatnya untuk tidak tahan mengecup bibir indah itu. Hanya sampai disana karena tidak bisa lebih lagi.
Cukup lama Ayyub mengusap lembut perut istrinya hingga ketegangan diwajah Neera berkurang dan napasnya sudah mulai teratur lagi.
"Sayang, maafin Uda ya tadi Uda gak langsung pergi padahal Neera udah sesakit ini tapi Uda malah gak ngerti" sesal Ayyub yang merasa bersalah saat melihat penderitaan istrinya.
"Gak papa sayang, lagian kan Uda juga sudah mau bantu, makasi ya sayang untuk pembalut setok setahunnya" tutur Neera disertai senyum lemah.
Ayyub yang melihatnya tidak tahan, entah kenapa hatinya tidak kuat jika melihat istrinya sakit begini, kalau boleh ia minta ganti saja rasa sakit itu pada dirinya.
"Sayang, sakit banget ya yang ?" tanya Ayyub yang masih setia mengusap perut Neera.
"Hmm, Alhamdulillah sudah mendingan kok kan sudah diusap suami" senyum Neera kembali.
"Sayang, kalau sakit jangan senyum terus dong, kan Uda jadi gak kuat lihat kamu begini" keluh Ayyub yang terasa teriris melihat istrinya terus berusaha kuat.
__ADS_1
"Ya habis gimana, suami Neera sweet banget"
"Emang sesakit ini ya yang tiap bulan ?" tanya Ayyub lagi.
"Sakit juga tapi engga separah ini"
"Biasanya Neera ada obat khusus gak atau apa gitu biar Uda beli ?"
"Gak ada sayang, tapi kalau Uda mau buatin juga boleh"
"Apa sayang, anything bakal Uda lakuin. Janji gak bakal protes lagi"
"Hmm tolong rebusin aja jahe terus nanti kasih gula merah atau madu aja yang" ujar Neera yang saat ini memang membutuhkan ramuan itu.
Setelah mendapatkan resep dari istrinya Ayyub bergegas ke dapur untuk membuatnya. Meskipun ia tidak terlalu pandai membedakan rempah dan bumbu nusantara tetapi ia akan browsing saja daripada harus mengganggu istirahat Neera.
Maka dengan segala keterbatan pengetahuan dapur yang ia punya, Ayyub berusaha membuat ramuan itu meski sesekali ia harus menjelajahi video internet lagi.
Butuh beberapa menit hingga jadilah segelas air beraroma jahe itu jadi dan siap untuk diberikan pada Neera.
"Minum dulu sayang biar lebih enakan perutnya" bisik Ayyub sembari membantu istrinya duduk.
Aromanya memang menghangatkan akantetapi saat Neera menyesapnya dan menelan terasa ada yang janggal. Entah karena komposisi yang tidak tepat atau apa. Namun, Neera berusaha menelan saja tanpa banyak protes, ia tau suaminya sudah berjuang keras untuk melakukan itu.
"Sudah sayang, makasih ya yang" lirih Neera mengembalikan gelas yang masih banyak tersisa.
"Sayang, kok nggak diabisin. Lagi dong yang biar lebih enakan" ucap Ayyub.
"Udah sayang, sudah mendingan nanti terlalu pedes" alasan Neera pada Ayyub.
Akhirnya jadilah Ayyub membantu Neera tidur kembali dan ikut berbaring disampingnya. Lalu kembali tangan Ayyub menyelip dibawah baju tidur istrinya serta mengusap lembut perut datar itu dengan penuh cinta.
"Sayang, Uda penasaran deh" ucap Ayyub yang tau istrinya masih belum tidur.
"Penasaran kenapa sayang" lirih Neera.
__ADS_1
"Kenapa ya Neera belum hamil juga, padahal kan kita rajin banget bikinnya mana Uda keluarnya selalu di dalam kan" ujar Ayyub yang kini sudah memeluk Neera sembari tetap mengusap lembut perutnya.
"Hmmm.. belum rezki nya Uda" lirih Neera.
"Iyasih itu benar juga, tapikan logikanya kok kayak gak masuk gitu ya yang" ujar Ayyub.
"Udahlah Uda, belum dikasih aja itu. Mungkin kita disuruh fokus buat triplets aja dulu" ucap Neera yang mencoba menyudahi pembicaraan ini.
"Iya, tapikan sekarang kita sudah lebih dari mampu, toh triplets juga baik-baik aja. Gak akan mengurangi kasih sayang dan perhatian kita sama triplets juga kok yang. Lagian kan Uda ingin juga merasakan menjadi suami siaga yang mendampingi istrinya hamil hingga melahirkan" curhat Ayyub pada istrinya.
"Iya..., kita sabar aja dulu Uda. Banyak berdo'a" santai Neera yang terdengar lirih.
"Apa Uda periksa aja ya sayang, mana tau ada yang gak beres sama Uda" seru Ayyub.
"Hah ? periksa apa ?" bingung Neera dengan pemikiran suaminya.
"Periksa fertilitas sayang, kita sudah setahun lebih lo sayang bersamanya, masa iya kamunya belum hamil juga. Sepertinya ada yang salah sama Uda kali" ujar Ayyub yang meragukan dirinya.
'Kasihan juga Ayyub, apa dia segiti inginnya punya anak lagi sampai meragukan dirinya sendiri. Apakah yang aku putuskan ini sudah benar ya, toh mertua aku juga sudah menerima kami dengan baik' batin Neera pada dirinya.
"Sayang, hei sayang, kok ngelamun gitu, kamu lagi mikirin apaan sih" kejut Ayyub pada istrinya.
"Ah eh enggak kok Uda, emang Uda pengen banget ya punya anak lagi ?" tanya Neera yang mulai menatap dalam mata suaminya.
"Ya pengen lah sayang..., Uda teringin sekali memiliki buah cinta bersama kamu sayang dan kita melaluinya bersama-sama" lembut Ayyub sembari mengecup mesra kening istrinya.
"Tapi kan sudah ada triplets sayang, apa mereka belum cukup ?" tanya Neera lagi.
"Ya ampun sayang, bukan itu maksud Uda. Mereka adalah permata hati Uda, kehidupan Uda, kehadiran mereka adalah anugrah yang sangat besar bagi Uda. Uda cuma ingin kita memiliki lebih banyak anak lagi sayang, lebih banyak anugrah dan rezki lagi untuk memperindah rumah tangga kita sayang. Apalagi Uda ingin menggantikan semua rasa sakit Neera saat dulu berjuang sendiri, Uda ingin mengubah kenangan yang dulu menjadi lebih indah sayang" jelas Ayyub pada istrinya yang membuat Neera terus berpikir.
"Yasudah, kita berjuang dan berdo'a sama-sama. Semoga diberikan kepercayaan lagi ya sayang" ucap Neera yang mendapatkan sun cinta dari suaminya.
"Makasih ya sayang, Love you cintaku" ujar Ayyub memeluk erat istrinya.
"Love you more Uda. Yasudah kalau begitu kita tidur ya, kan besok mau jalan-jalan pasti bakalan butuh tenaga ekstra" ujar Neera yang diangguki suaminya.
__ADS_1
Malam hari ini mereka tutup dengan indah. Saling merangkul memberikan kasih sayang pada belahan jiwanya. Dalam hati Neera akan sekali lagi mempercayai suaminya dan akan berusaha memenuhi keingan suaminya. Karena kenyataan kenapa belum belum dikaruniai anak lagi semua itu tidak lepas dari peran Neera sendiri.