Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 210


__ADS_3

Hari terus berlalu layaknya bumi yang senantiasa berputar. Waktu tak akan berhenti berjalan sehingga menghargai moment sangat penting dilakukan.


Hal inilah yang terjadi di keluarga besar Neera. Mereka selalu memanfaatkan waktu liburan dengan baik. Quality time, mengunjungi saudara dan pergi liburan.


Berbagai destinasi alam maupun buatan mereka kunjungi dengan empat mobil iringan. Tripletspun terkadang berpindah pindah dari satu mobil bersama mobil lain. Terkadang di mobil orang tuanya, nanti di mobil opa oma dan uncle nya atau nanti pindah lagi ke mobil Atuk Nana dan Uncu nya. Mereka semua sangat senang dengan kehadiran triplets.


Seperti halnya saat ini mereka akan mengunjungi pemandian air panas yang dipercaya memberi banyak khasiat sehingga mereka berangkat malam agar nanti saat masuk ke kolam tidak terlalu panas.


Triplets memilih bersama kedua orang tua Neera sehingga membuat Ayyub leluasa untuk bermesraan dengan istrinya terlebih saat ini mereka tidak menggunakan sopir.


"Sayang, Neera lagi ngapain sih yang" kesal Ayyub yang sedari tadi melihat istrinya sibuk dan terkesan mengabaikannya.


"Lagi kerja Uda, ini lagi ngecek berkas kerjasama brand kita dengan brand kenamaan luar" jawab Neera tanpa memalingkan wajah sehingga membuat Ayyub makin gondok.


"Sayang, kalo ngomong itu suaminya dilihat dong, masa dicuekin aja sih memangnya ipad itu lebih menarik dari suaminya" kesal Ayyub.


"Iya kenapa sayang ?" lembut Neera yang seketika memalingkan wajahnya pada suami cemburuan itu.


"Uda mau ngomong lo sama istrinya, mau mesra-mesraan tapi malah dicuekin" dumel Ayyub yang masih timbul sifat kekanakannya.


"Dududuh... suami posesif mode on nih, kenapa sih sayang" tanya Neera kembali yang memilih menutup kembali ipadnya dan fokus pada Ayyub.


"Nah gitu dong sayang, masa suami lagi nyetir malah dicuekin. Jarang sekali kita bisa quality time gini berdua" senyum cerah kini merekah di wajah tampan itu.


"Iyaaa, kenapa sayang ?" tanya Neera lagi.

__ADS_1


"Sayang, menurut Neera apakah akan selamanya kita tinggal di luar negri. Lagi pula juga Neera dan anak-anak di UK sementara Uda kerjanya di NY, jauh sekali sayang. Terus kalau kita punya anak lagi apakah Neera gak bakal kerepotan sendiri" tanya Ayyub yang mulai serius.


"Neera rasa tidak hal itu bukan menjadi masalah besar toh dulu juga Neera membesarkan triplets sendiri juga sedang merintis semua pekerjaan juga. Kalau untuk masalah tinggal Neera belum bisa mundur Uda, kalau dari usaha mungkin bisa Neera kurangi seperti sekarang tetapi kalau untuk mengajar di kampus Neera rasa cukup sulit apalagi mengingat beasiswa yang Neera dapatkan dari mereka juga beberapa research yang kini tengah dikembangkan juga dibawah instruksi Neera. Bagaimana Uda ?" tanya Neera meminta pendapat Ayyub.


"Iya Uda rasa kampus di UK juga tidak akan semudah itu melepaskan Neera sayang, apalagi Neera salah satu dosen andalan mereka yang malah kini berkiprah di organisasi dunia. Hufffhh.... resiko punya istri kepintaran banget ya gini, ga bisa buat sendiri..." canda Ayyub yang memasang wajah lesu.


"Maafin Neera ya Uda, bukannya Neera gak mau pindah ke NY atau ke tanah air tetapi Neera sudah tekan kontrak duluan jauh sebelum kita bertemu lagi. Tapi satu hal yang pasti Neera akan selalu berpikir nanti saatnya Neera bisa berhenti Neera sangat ingin tinggal di tanah air lagi. Biar dekat dengan keluarga kita" lembut Neera sembari membelai lengan suaminya.


"Iya gapapa sayang, Uda juga paham kesulitan Neera. Dimana pun kalian berada toh Uda juga lebih banyak kerjanya di udara, jadi untuk bisnis di NY juga bisa Uda handle seperti biasanya atau nanti juga Uda pindah pusatnya di UK biar nanti setelah pensiun jadi pilot Uda bisa menetap di UK bersama kalian" ujar Ayyub dengan senyum menenangkan.


"Makasih ya Uda, suami pengertian banget deh. Jadi makin cinta" gemas Neera sembari memeluk lengan kekar suaminya lantas mencomot satu kecupan pada suaminya.


"Sayang.., jangan mancing deh. Uda lagi nyetie nih, apa perlu kita berhenti dulu sayang" ujar Ayyub yang merasa terpancing.


"Istri siapa sih ini, bikin gemees deh. Pengen gigit terus di makan" canda Ayyub yang tak henti menciumi menjambel pipi mulus istrinya.


Suasana hangat kian menguar di mobil itu meskipun udara malam semakin dingin. Cabda tawa terus keluar dari mulut keduanya meskipun kini mereka sudah menjadi orang tua tetapi terlihat seperti pasangat muda mudi yang tengah pacaran.


"Ohiya sayang, tapi nanti kita lebaran atau liburan harus pulang kampung ya sayang" pinta Neera pada suaminya dengan senyuman yang begitu menentramkan.


"Of course my baby boo, kiss dulu dong" pinta Ayyub yang langsung dituruti Neera.


"Sayang, kayaknya enak juga ya kita jalan-jalan berdua gini, terasa masih pacaran. Sering-sering dong sayang kita berduaannya" pinta Ayyub pada istrinya.


"Ya mana bisa kalau sering Uda, gak ingat sudah punya buntut tiga. Gak mungkin kita selalu ngerepotin orang tua dengan mengasuh mereka. Triplets adalah tanggung jawab yang diamanahkan pada kita sayang, nah udah gini masih mau nambah anak lagi" goda Neera pada suaminya yang beberapa waktu belakangan getol sekali buat nambah momongan.

__ADS_1


"Ya harus dong sayang, nanti kita tinggal tambah nanny lagi kan bisa" ujar Ayyub.


"Sayang, sebenarnya Neera tidak setuju kalau kita menggunakan nanny full time, cukup nanny yang perjam saja seperti triplets" protes Neera dengan lembut.


"Kenapa sih sayang, Neera anti banget pake baby sitter, kan Neera nya juga sibuk, bukan berarti juga kita lepas tanggung jawab toh Uda dulu juga dibesarkan oleh pengasuh" tanya Ayyub.


"Sayang, semua orang tentu memiliki pandangan yang berbeda, tetapi dalam kaca mata Neera saat kita menggunakan jasa nanny maka bounding antara kita dan anak menjadi tidak sempurna. Mereka akan merasa bahwa tanpa ada kita mereka akan baik-baik saja, mereka akan mengira jika kita bukan satu-satunya dalam hidup mereka sehingga mereka akhirnya tidak sepenuhnya mempercayai kita" jelas Neera sebaik mungkin.


"Maksudnya gimana sih sayang" tanya Ayyub.


"Uda tau kan anak kecil itu masih suci dan selalu belajar setiap harinya. Saat kita tidak selalu ada disamping mereka pada saat proses tumbuh kembangnya dan posisi itu digantikan oleh nanny maka mereka akan menumbuhkan perasaan keterikatan pada orang lain, mungkin disini nannya. Maka kita bukan lagi menjadi satu-satunya bagi mereka karena pada saat itu gap antara kita dan mereka telah terbentuk. Sebut saja Neera adalah orang tua yang egois karena tidak ingin anak-anak memiliki ketergantungan pada orang lain" ungkap Neera yang diangguki oleh suaminya.


"Benar juga sayang, berkaca dari kejadian di rumah mama dan papa mungkin memang ada pengaruhnya terhadap pola pengasuhan kami. Mama dan Papa dulu cenderung memanjakan kami saat mereka ada waktu sementara tubuh kembang kami lebih banyak dengan pengasuh sehingga terasa ada jarak antara orang tua dan anak" terawang Ayyub pada masa kecilnya.


"Iya sayang, tetapi tentu saja tidak semuanya begitu. Terkadang ada juga nanny yang baik dan malah membawa pengaruh baik bagi anaknya tergantung dari kita sendiri. Tetapi bagi Neera itulah yang menjadi pilihan Neera, boleh kan Uda" pinta Neera penuh harap.


"Tentu saja sayang, Uda cuma kasihan saja sama Neera. Selalunya bekerja dan malah harus mengurus anak dalam waktu bersamaan belum lagi pekerjaan rumah" ungkap Ayyub sembari membelai lembut kepala istrinya yang tertutup hijab.


"It's okay sayang, Neera merasa Neera masih bisa menjalankan tugas dengan baik. Selama Uda tidak merasa diabaikan oleh Neera karena tugas utama Neera sebenarnya melayani suami tercinta" ungkap Neera sembari mencium punggung tangan suaminya dengan tatapan mesra.


"Tentu saja istri sholeha Uda sangat memuaskan apalagi kalau mau lebih sering lagi diajak gelut ranjang, uhmmm makin luar biasa deh, lihat pandangannya brrrrr jadi panas dingin bawaannya mau perang keringat aja" tatapan mata singa kelaparan itu.


"Ishh... Uda ini pantang di pancing sedikit saja. Kondisikan ini, ingat masih dijalan" kesal Neera yang malah meremas lembut sesuatu yang mulai terbangun.


"Sayaaanngg...." parau Ayyub yang sudah pusing akibat sentuhan tangan lembut istrinya yang kini malah menutup mata pura-pura tidur.

__ADS_1


__ADS_2