Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 105


__ADS_3

Cahaya mentari yang menyeruak disertai teriakan dan gedoran pintu memaksa dua insan yang tengah terlelap itu membuka matanya.


Selepas ibadah shubuh tadi Ayyub dan Neera menidurkan tubuh mereka akibat kelelahan yang masih mendera. Neera hari ini juga tidak akan berangkat ke kampus maupun ke klinik. Ia sudah mengembat habis jadwalnya seminggu ini bahkan menggantikan beberapa rekannya.


Tetapi tetap saja ia tidak akan pernah bisa melupakan pekerjaan utamanya menjadi seorang istri dan ibu.


Oleh sebab itu dibantu Ayyub ia bangun dengan sudah menggunakan pakaian lengkap yang tadi subuh diambilkan oleh suami tercintanya.


Dengan langkah tegap Ayyub segera memutar kunci dan membiarkan triplets berlarian menuju bundanya.


Sungguh pemandangan yang sangat dirindukan Ayyub. Senyum lebar terukir indah diwajahnya menyaksikan interaksi anak dan istrinya. Tak ingin melewatkan momen yang ada ia segera bergabung dengan mereka dan merengkuh tubuh istrinya untuk bersandar padanya.


Ayyub menempatkan diri dibelakang Neera dan menyandarkan kepalanya dibahu istrinya itu.


"Bunda, hari ini bunda tidak pergi menyelesaikan proyek besar lagi ?" tanya Qee berbinar.


"Tidak sayang, bunda sudah menyelesaikannya" balas lembut Neera disertai kecupan. Begitulah Neera selalu menghujani triplets dengan kasih sayangnya.


"Apakah sudah bisa dikeluarkan bunda ?" tanya Qai yang juga penasaran.


"Belum sayang, masih dalam proses" jawab Neera dengan kecupan juga.


"Kalau begitu belum bisa digunakan orang sedunia bunda ?" tanya Qal yang juga penasaran.


"Sebentar lagi sayang" masih dengan perlakuan yang sama dengan Qai dan Qee.


Entahlah proyek apa yang mereka bicarakan hanya triplets dan bundanyalah yang mengerti intinya itulah hasil percakapan mereka yang akhirnya mengizinkan Neera seminggu ini berangkat subuh dan pulang malam.


"Baiklah kalau begitu, apa yang harus kita lakukan hari ini ?" tanya Ayyub melerai pertanyaan mereka.


"Ke triplets bakery Ayah" Qee.


"Main ke playground Ayah" Qal.

__ADS_1


"Berenang Ayah" Qai.


Ketiganya menjawab serentak dan tidak ada yang mau mengalah. Mereka teguh mempertahankan pendapat mereka masing-masing.


"Bagaimana bunda, jadi apa yang harus kita lakukan hari ini sayang?" tanya Ayyub yang bingung sendiri.


"Yasudah di rumah saja" jawab Neera enteng yang membuat triplets saling lirik dan manatap dalam saudaranya.


Sebenarnya Ayyub tidak tega tetapi ia yakin istrinya tau apa yang sedang ia lakukan. Metode yang digunakan Neera memang sedikit tegas mengingat mereka kembar tiga maka cara pengasuhannya pun tidak akan sama dengan anak lainnya.


Mereka harus mengerti cara saling mengalah pada saudaranya dan mengambil satu keputusan bersama.


"Bunda hari ini kita ke Triplets Bakery lalu lain waktu kita pergi berenang dan ke playground" jawab si sulung mewakili dua saudaranya.


"Oke baiklah. Next day kita akan berenang dan ke playgroud selama ayah liburan kita akan menghabiskan waktu bersama kemana pun yang kalian inginkan" semangat Ayyub.


"Baiklah, sekarang kita mandi lalu sarapan dulu" putus Neera yang beranjak dari tempat tidur diikuti triplets.


Ayyub yakin Neera sangat merindukan momen memandikan triplets karena sudah seminggu ini ia tidak pernah memandikan mereka.


Alhasil Ayyub memutuskan membuat sandwich dan sereal plus susu untuk menu mereka pagi ini.


Sementara Neera ikut mandi bersama triplets dan berendam bersama. Setelah selesai memandikan mereka Neera membalut tubuh balita itu dengan handuk karakter dan mengeluarkan mereka satu persatu semabri memanggil Ayyub.


"Ayah.., sudah selesai memasaknya. Tolong triplets Ayah" teriak Neera.


"Iya sayang, Ayah sudah dikamar ini" balas Ayyub sembari mengangkat satu persatu tubuh triplets keatas kasur dan mengeringkan badan mereka.


Tubuh jangkung Ayyub dengan tinggi 195 cm terlalu sulit untuk merunduk jika balita dua tahun itu berada dilantai kamar. Maka Ayyub mengangkat mereka dan mengeringkan badan mereka diatas kasur.


Tidak berselang lama Neera juga keluar dengan bathrobe dan handuk kecil yang menutupi rambutnya.


Seketika Ayyub terpesona kembali menyaksikan tubuh basah dengan tetesan air dari celah kulit kepala dan handuknya terkesan sangat seksi.

__ADS_1


"Kenapa sayang, bunda juga mau dikeringkan juga badannya ?" tanya Ayyub dengan senyum bodohnya.


"Makasih Ayah tapi sebaiknya ayah mandi dulu atau nanti ayah akan terlambat" jawab Neera yang berlalu menuju ruang ganti.


Dengan gelengan kepala Ayyub kembali fokus pada triplets dan memakaikan mereka minyak telon, bedak dan cologne tidak lupa juga ia memakaikan minyak rambut yang semuanya khusus baby.


Saat ini ia yakin Neera sudah menyiapkan baju untuk triplets jadi ia segera menyusul istrinya ke ruang ganti setelah sebelumnya mewanti triplets agar berhati-hati.


Mendapati Neera yang sedang menggunakan bajunya masih dengan pakaian dalam dan melepas bathrobe membuat Ayyub tertantang.


Segera ia memukul ringan panggul bokong Neera dan mencium bibirnya.


"Sayang jangan aneh-aneh. Ada anak-anak" peringat Neera yang akhirnya disadari Ayyub.


Setelah mencuri satu ciuman lagi dan remasan gemas dibagian depan Neera suaminya itu berlalu pergi membawa pakaian yang sudah disiapkan untuk triplets.


Sementara Neera menggelengkan kepala menatap kepergian Ayyub. 'Kenapa semakin hari tingkat kemesumannya semakin bertambah' batin Neera yang segera menggunakan pakaiannya takut sang pengganggu datang lagi.


Hari ini Neera memilih menggunakan celana jeans dengan baju rajut hingga lutut memadu dengan sepatu boots nya. Neera memilih warna netral karena cuaca juga sedang netral. Tentu saja warna ini akan sesuai dengan pakaian triplets dan Ayyub. Neera selalu suka menyamakan outfit keluarga kecilnya itu.


Sementara Ayyub Neera menyiapkan celana jeans dan kaos polo lengan pendek yang Neera yakini ini akan mencetak jelas otot kekar suaminya. Kemudian Neera menyiapkan coat yang entah akan digunakan oleh suaminya nanti yang penting ia sudah menyiapkannya.


Kemudian Neera berlalu menuju kamar menyerahkan handuk baru pada Ayyub dan menggantikan memasang baju triplets sehingga Ayyub bisa mandi.


Selesai dengan mandi, Neera merapikan kamar mereka. Melipat selimut, menyusun bantal dan merapikan seprei. Neera membiarkan triplets main dikamar sembari ia menvacum agar selalu terpantau oleh matanya.


Selesai dengan kamar Neera beralih ke kamar satunya dan membawa triplets ke ruang tengah. Arena luas tempat main mereka dan memasang batas ke dapur, kamar dan ruang depan. Ia memastikan agar triplets aman bermain disana.


Tidak berselang lama setelah Neera membersihkan kamar itu terdengar suara tangisan Qal sementara dua saudaranya mengusap-usap kepalanya.


Neera yang masih dikamar bergegas keluar dan meraih Qal dalam gendongannya. Menenangkan bocah kecil ini bukan perkara yang mudah, karena terlalu kejer menangis yang mengakibatkan pilek Neera segera membujuk baby Qal dengan ASI dan itu berhasil.


Jadilah Neera menyusui Qal dan mengajak Qai dan Qee mendekat. Sembari membelai Neera menanyai apa yang terjadi pada Qalundra.

__ADS_1


__ADS_2