Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 216


__ADS_3

Selepas presscon keluarga pengusaha kenamaan tanah air itu mengguncang satu negara bahkan hingga mancanegara. Bagaimana tidak, setelah sekian lama rasa penasaran publik terpuaskan tentang latar belakang idola baru yang sudah wara wiri di layar televisi.


Karena ini siaran langsung jadi saat itu juga berita langsung muncul di media massa. Sementara keluarga besar Kaisar dengan kawalan yang ketat meninggalkan tempat acara menuju kediamannya.


Beruntung tidak ada kendala yang berarti dan tindakan cepat dari pengaman yang membuat mereka cepat pulang meskipun sempat tergencet karena banyak media yang ingin wawancara di luar dan kerumunan yang ingin berfoto.


Neera sudah terlihat lelah dan mengantuk. Melihat itu Ayyub segera menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya, membiarkan Neera merebahkan kepalanya di dada bidang itu dan bersandar pada dirinya.


Lama kelamaan wanita cantik itu tertidur setelah Ayyub mengusap lembut kepalanya. Saat ini napas teratur kian terdengar dari ibu tiga anak itu. Persis seperti bayi yang tidur dengan antengnya.


"Cepat banget Neera tidurnya Yub, apa semalam kamu ajak dia begadang ?" tanya Hakim yang kebetulan satu mobil bersama mereka.


"Engga kok Bang, orang semalam istriku tidur juga sehabis video call sama anak-anak" bantah Ayyub.


"Tumben sekali Neera jadi suka tidur, biasanya dia adalah orang yang paling produktif" komentar Hakim yang diangguki oleh Ayyub.


"Iya Bang, tapi syukurlah biar dia bisa istirahat lebih banyak. Kasihan dia sudah terlalu lelah selama ini" balas Ayyub.


Akhirnya mereka membiarkan Neera tertidur lelap hingga sampai di rumah pun Ayyub harus menggendong tubuh mungil istrinya yang semakin bertambah berat menuju kamar mereka.


Ayyub menyelimuti tubuh Neera dan mengecup pelan bibir dan dahinya sebelum keluar kamar untuk menemui keluarganya yang lain.


"Kedepannya kamu lebih ekstra lagi menjaga keluargamu terutama istri kamu Nak, semua orang sudah mengenal keluarga kecilmu" nasehat Papa pada putra kebanggaannya


"Iya Pa, Ayyub akan lebih memperhatikan Neera dan anak-anak" jawab Ayyub dengan senyum melegakan.


"Baiklah, tapi jangan ragu untuk meminta tolong apapun pada Papa, Neera adalah putri di keluarga ini juga dan juga triplets adalah anak dan cucu di keluarga besar kita. Jangan lupakan itu" ujar Papa lagi.


"Iya Papa, tenang saja Pa. Ayyub tau sekarang putri kesayangan dan cucu Papa lebih berarti" canda Ayyub yang disambut senyum semua orang.


"Memang benar, triplets jauh lebih berharga darimu" ledek Fazreen yang mendapatkan decakan kesal dari adiknya.


"Memangnya triplets bisa hadir ke dunia ini jika aku tidak menyumbangkan bibit unggulku" sombong Ayyub yang dibalas lemparan bantal dari saudaranya.


"Dasar gila" ledek Riezka yang kini sudah mulai terlihat semangat lagi.

__ADS_1


"Aku rasa kak Neera sedang khilaf saat memilih abang menjadi pendamping hidupnya" tambah Nola yang kini juga sudah keluar kamar.


"Enak saja, Kak Neera itu cinta sekali dengan Abang" bangga Ayyub yang membuat semua orang ternganga tak percaya akan ke PDan saudara mereka.


"Oh, begitu ya.. Jadi Neera yang bucin sekali dengan mu ya ?" pancing Hakim yang melihat adik iparnya turun dari tangga menuju ruang keluarga.


"Tentu saja karena aku sangat keren, pintar dan kaya. Siapa yang bisa menolak pesonaku, bahkan saat menerimaku Neera langsung berkata iya" bangga Ayyub.


"Oh begitu ya, bukannya kamu susah meyakinkan menantu mama saat menerimamu lagi ?" tanya Mama yang ikutan usil.


"Ya, memang susah Ma. Tapikan akhirnya Neera tetap tak kuat menahan pesona anak mama ini" bangga Ayyub.


"Oh, jadi Neera yang tergila-gila padamu ya ?" pancing Fazreen.


"Tentu saja tapi aku juga sangat mencintainya" jawab Ayyub jumawa.


"Oh.. jadi begitu caritanya ya Yub ?" sambung Neera yang tiba-tiba sudah berada di belakang pundaknya.


Saat itu juga muka Ayyub pucat pasi dan seluruh badannya menegang dan mati gaya.


"Iya tu dek, katanya Neera bucin sama dia, cinta mati juga dek" cecar Fazreen menambah percikan api.


"Iya Bang, memang dia itu yang paling oke, saking oke nya semua jaring ditebar terus semua cewek digebet" ujar Neera seakan tanpa beban.


"Benar tu dek, enggak banget lelaki seperti itu. Ditinggal aja dek, mending sama abang yang lebih jelas-jelas setia" canda Hakim yang langsung dipelototi oleh adiknya itu.


"Iya Bang, aduh.. Neera jadi lapar" adu Neera yang mulai duduk di samping mama mertuanya.


"Hayuk sayang, kita makan yok. Uda akan temani Neera makan" ajak Ayyub yang langsung sigap berdiri.


"Engga mau, mau makan sama mama aja" tolak Neera yang seketika membuat pias wajah Ayyub.


"Ayok sayang kita makan, mama sudah masak banyak makanan kesukaan Neera. Yok Pa, kita makan sekarang saja" ajak mama seakan tanpa beban.


Ayyub hanya bisa cengo melihat kepergian istri dan kedua orang tuanya yang seakan menganggap dia tidak ada.

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan melenggang dengan posisi Neera ditengah lalu diikuti oleh saudara yang lain dibelakang meninggalkan dia sendiri dengan wajah piasnya.


Mau tak mau Ayyub ikut berdiri dan bergerak mengikuti orang tua dan saudaranya. Saat sudah sampai di meja makan pun Ayyub kembali kaget saat Neera memilik duduk diapit oleh kedua orang tuanya.


Ayyub rasanya ingin menangis melihat istrinya mengabaikannya. Sungguh ia lebih ingin Neera memarahinya daripada mendiaminya.


Tetapi Neera terasa aneh menurutnya, mood swing dan tidak biasanya istrinya itu akan ngambek dengan masalah sepele seperti itu. Akan tetapi Ayyub menapisnya karena yang terpenting sekarang gimana caranya Ayyub bisa membuat Neera membaik lagi.


Akhirnya Ayyub memilih diam dan melihat Neera dari kursinya meskipun saat ini ia ingin memeluk Neera tapi dia memilih diam karena dia tau bahwa istrinya itu tidak suka jika selalu diuber saat mood nya lagi turun.


Puas menghabiskan waktu seharian di rumah utama akhirnya semua orang memilih untuk beristirahat termasuk juga pasangan Ayyub dan Neera.


Harap cemas Ayyub berjalan mendekati istrinya yang sudah bersiap tidur di ranjang besar mereka. Sayup Ayyub mendengar bahwa istrinya itu tengah melakukan video call bersama buah hati mereka.


Terdengar pembicaraan seru antara keempat kesayangan Ayyub, ketiga buah hati mereka menceritakan kegiatan mereka hari ini dan bertanya banyak hal pada bundanya.


Sementara Neera dengan penuh kesabaran dan senyum yang senantiasa menghiasi wajahnya mendengarkan curahan hati putra dan putrinya. Terkadang ia tertawa kecil menjawab pertanyaan dari buah mereka.


Hati Ayyub seakan menemukan oase ditengah guruh, terasa sejuk dan damai. Melihat betapa sempurnanya wanita yang kini mendampinginya Ayyub merasa sangat beruntung.


Perlahan ia mendekati istrinya dan berencana ikut serta dalam pembicaraan itu. Neera seakan terlihat enggan tetapi ia menutupinya didepan buah hati mereka dan memberikan ponselnya pada Ayyub.


Sementara wanita yang kini terlihat semakin berisi itu mengemas selimut dan bantal lalu membawanya ke sofa. Entah kenapa ia benar-benar kesal melihat wajah suaminya saat ini.


Ayyub yang melihat kegiatan istrinya dari ekor mata merasakan jantungnya diremas. Bagaimana bisa ia tidur sendiri tanpa memeluk Neera, rasanya sungguh menyesakkan.


Segera ia menyudahi perbincangan dengan buah hatinya dan menyusul istrinya yang kini sudah merebahkan diri di sofa.


"Sayang, kenapa tidur disini yang ?" tanya Ayyub khawatir.


Neera hanya diam dan membalikkan tubuhnya membelakangi suaminya.


"Berdosa lo sayang kalau istri memunggungi suami" lembut Ayyub sembari mengusap lengan istrinya.


Tanpa kata Neera membalik tubuhnya akantetapi wanita cantik itu masih setia memejamkan mata indahnya.

__ADS_1


Sungguh Ayyub dibuat shock dengan perubahan perilaku pada istrinya. Menggemaskan tetapi juga mengkhawatirkan.


__ADS_2