
Entah kenapa kasus kali ini Neera sangat bekerja keras. Rasa ketidakadilan yang dirasakan keluarga mertuanya membuat Neera juga ikut terlarut di dalamnya. Meskipun dulu ia sempat pergi dan memilijh untuk tidak mengenal lagi.
"Hai Edward, apa kabarmu ?" sapa Neera pada rekannya yang bekerja di bank dunia yang diam-diam ia hubungi.
"Hi, Zee. Aku sangat baik, bagaimana dengan semua. Apakah semua baik-baik saja ?" tanya Edward dari seberang.
"Ya, aku baik. Apakah pekerjaanmu lancar ?" tanya Neera balik.
"Ya, seperti biasanya. Tidak ada yang begitu menarik sejak kita tidak berjumpa lagi haha" canda Edward dari seberang.
"Haha kamu masih saja seperti biasanya, selalu membuat lelucon. Edward sebenarnya aku menghubungimu ingin meminta bantuan" ujar Neera lansung ke topik pembicaraan.
"Bantuan ? Tentang apa ? Tumben sekali Zee yang begitu brilliant minta bantuin, selalunya aku yang meminta bantuanmu" kekeh Edward.
"Ya, aku sangat butuh sekarang, tetapi ini bersifat pribadi ?" ujar Neera dengan nada yang mulai serius.
"Ya, katakanlah. Aku akan usahakan apapun itu" balas Edward yang juga langsung mode serius.
"Bisakah kamu membantuku untuk mengecek kepemilikan akun di bank swiss beserta transaksinya ?" tanya Neera.
"What ? Kamu taukan bank itu privasinya terjaga. Bukankah karena itu mereka menyimpan uang disana ?" balas Edward yang terkejut.
"Ya, aku tau. Makanya aku meminta bantuanmu. Karena yang mereka simpan itu uang hasil korupsi di perusahaan keluargaku" jelas Neera pada akhirnya.
"Apa ?! berani sekali mereka. Baiklah aku mengerti sekarang. Jangan khawatir Zee, kamu kirimkan saja bukti transfer tanpa data itu dan aku akan mendapatkanya untukmu" tutur Edward yang ikut kesal sahabat baiknya mendapatkan masalah.
"Baiklah Edward, aku akan emailkan padamu. Terima kasih banyak Ed, aku berutang banyak padamu" ujar Neera.
"Oh tidak Zee, kamu adalah teman terbaikku. Dari dulu kamu selalu membantuku, sudah saatnya aku menjadi teman yang berguna sekarang" balas Edward.
"Jangan mengingat itu, akupun sudah melupakannya. Nanti saat kita bertemu aku akan mentraktirmu" jawab Neera.
"Ya harus, gratiskan aku makan di triplets bakery dan kirimkan juga aku baju musim terbarumu haha" canda Edward diiringi tawanya.
"Apapun untukmu Ed, pilih saja mana yang kau mau haha" balas Neera.
"Baiklah, aku tak akan sungkan lagi. Jangan salahkan aku jika akhirnya kau rugi banyak" canda Edward.
__ADS_1
"Ya, lakukan jika kamu mampu" balas Neera kembali.
"Haiih, aku selalu kalah berdebat denganmu" lesu Edward.
"Haha, baiklah Tuan Richard Edward Robinsons, aku tau ini adalah waktu tersibukmu. Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu. Sampai jumpa lagi Ed" akhir Neera yang tidak ingin mengganggu waktu kerja temannya lagi.
"Ya, instingmu selalu tajam Zee, aku akan pergi rapat dan ya, kebetulan bersama pemilik bank itu. Aku akan mendapatkannya untukmu Young Lady, sampai jumpa lagi Zee" putus Edward.
Helaan napas lega terdengar dari Neera yang baru saja memutus sambungan telepon internasionalnya. Wajah yang beberapa hari ini sedikit di tekuk perlahan mulai cerah kembali saat mendapatkan titik terang.
Tidak terasa sudah dua bulan ini mereka disibukkan dengan berbagai prahara yang terjadi di keluarga Kaisar. Walau bagaimanapun, selalu ada sisi baik dari semua peristiwa oleh sebab itu kita harus bersabar dalam menjalaninya dan mencari sisi positifnya.
Selama ini juga Ayyub dan Hakim disibukkan oleh pencarian saksi di perusahaan. Suaminya itu juga sudah menarik pengacaranya yang berasal dari luar negri untuk menganalisa kasus ini.
Tidak ada yang sia-sia, meskipun di sidang pertama dan kedua mereka kalah tetapi di sidang terakhir sekaligus penentuan ini mereka akan lebih menyiapkan senjata tempur dan amunisinya yang kuat.
Jika ada yang bertanya kondisi Nola saat ini, gadis itu sudah kembali ke kediaman Kaisar beberapa hari yang lalu, tetapi ia hanya diam dan menatap kosong. Dokter mendiagnosa bahwa ia mengalami tekanan yang begitu berat sehingga menyebabkannya depresi.
Mama dan Neera yang selalu membantunya selain dari perawat yang memang disewa untuk berbagai kebutuhannya karena kondisinya masih belum bisa bergerak.
Riezka belum diketahui kabarnya, hanya suaminya saja yang selalu berkoar-koar di media sosial bersama Shintia. Seperti orang tak ada kerja, mencari sensasi sana dan sini. Sayangnya apa yang mereka usahakan tidak membuahkan hasil, sama sekali tidak ada tanggapan dari keluarga Kaisar.
Kasusnya yang sengaja dinaikkan membuat wanita itu beserta keluarganya pontang panting sogok sana sini agar media bungkam.
Bagaimana tidak, wanita dengan citra yang polos dan anak baik itu tiba-tiba terlibat perselingkuhan dengan berbagai bukti yang jelas terlihat dalam foto yang menampilkan kemesraannya dengan iparnya itu.
Dengan gosip yang duluan mereka up di media maka memudahkan berita ini naik karena orang masih penasaran dengan keluarga salah satu pengusaha tanah air itu yang jarang terekspos.
Senjata makan tuan, inilah yang menggambarkan situasi Kiki saat ini. Sementara Shintia, wanita yang sudah resmi menjadi mantan istri Hakim itu masih berusaha mendapatkan panggunh dari status keluarga kaisar. Kelakuan hedonnya yang makin tidak karuan akhirnya memaksanya untuk menjadi wanita simpanan orang berduit.
Lain dengan keriwuhan yang terjadi diluar justru di kediaman Kaisar sendiri terasa adem dan damai. Kebersamaan selalu mewarnai hari-hari mereka. Kehadiran Neera dan triplets menjadi nuansa hangat tersendiri di rumah itu.
"Hai sayang, lagi mikirin apa ?" tanya suara bariton yang tiba-tiba memeluk erat pinggang hingga perutnya posesif.
"Ah Uda ngagetin aja deh. Gak ada kok, Neera lagi lihat pemandangan malam saja" balas perempuan yang kini berdiri di pintu balkon kamar mereka.
"Kenapa belum tidur hm ?" tanya Ayyub sang pelaku pemelukan itu.
__ADS_1
"Belum ngantuk Uda" balas Neera sembari mengusap tangan kekar yang membelit di perutnya.
"Kalau belum ngantuk kita main yuk sayang" ajak Ayyub yang Neera.
"Main apa Uda, ini sudah malam" jawab Neera.
"Justru malam itu kita mainkan sayang, anak-anak sudah tidurkan ?" tanya Ayyub memastikan.
"Sudah, tuh mereka sudah pada lelap" tunjuk Neera pada kasur mereka yang selalu ditempati bersama.
"Yasudah sayang, ayok kita mainnya di ruang wardrobe aja" ajak Ayyub yang siap menggendong Neera.
"Eh, eh tunggu dulu Uda. Mau main apa disana ?" tanya Neera yang justru menghindar.
"Sayang, main kuda-kudaan lah masa main masak-masakkan" sebal Ayyub yang sudah tidak sabar.
"Tidak bisa Uda" jawab Neera seketika.
"Loh kok tidak bisa sayang ?" heran Ayyub.
"Iya enggak, coba cek kalender Uda" titah Neera yang langsung dilaksanakan suaminya itu.
"Ya, sekarang tanggal 17 memang ada apa sayang?" tanya Ayyub lagi.
"Itu berarti hari merdeka" jawab Neera.
"Terus hubungannya sama permainan kita apa sayang ?" jawab Ayyub yang masih tidak mengerti.
"Ini kan tanggal-tanggal kemerdekaan Neera juga Uda. Masa Uda gak ingat sih, tanggal segini kan Neera cuti" jelas perempuan cantik itu dengan senyuman yang semakin manis saja.
"Hah ? kenapa sayang, bukannya kemarin terakhir kali juga cuti yang ?" tanya Ayyub yang sudah hilang semangat.
"Yang kemarin itu kan bulan lalu kalo sekarang ya bulan ini, kan cutinya setiap bulan" papar Neera dengan wajah bahagianya.
"Hah ? kenapa jadi selama ini. Berarti Uda udah libur dua bulan dong ?" lesu Ayyub yang akhirnya merosot ke lantai.
"Iya, yang sabar ya Uda. Ayok kita tidur" ajak Neera yang lantas menarik tangan suaminya yang lemas.
__ADS_1
Bagai tubuh tak bertulang, Ayyub berjalan menuju ranjang mereka dan memilih tidur di pinggir kasur disebelah Qal sedangkan Neera disisi lain disebelah Qai. Jadilah saat ini mereka dipisahkan oleh triplets. Sengaja Ayyub melakukan hal ini, jika ia terus berada didekat Neera hasratnya yang menggebu akan terpancing lagi sementara landasan sedang banjir jadi pesawatnya tidak bisa mendarat.
Poor Ayyub...