
Malam itu mereka sampai didepan istana yang ditinggali Neera bersama triplets selama ini. Rumah yang bernuansa klasik dan hangat di bagian taman ditumbuhi berbagai bunga dan tanaman yang tertata rapi.
Seketika Ayyub merasa takjub melihat rumah itu, dari luar saja sudah kelihatan hangat meskipun dengan model bangunan lama.
"Sayang, bagus banget rumah kamu" ucap Ayyub.
"Alhamdulillah, semuanya rezki dari Atas. Ayo masuk dulu" ajak Neera.
Akhirnya mereka masuk ke rumah yang di dahului oleh Neera dan baby Qal yang ada dalam pangkuannya diikuti oleh Ayyub dengan dua jagoan mereka.
Setelah selesai memasukkan barang, mengelap ketiga triplets dan membersihkan diri Neera keluar dari kamar dan bergegas menuju ruang keluarga.
Sementara Ayyub berada di kamar lain yang ada di rumah itu, di kerenakan Neera ingin memberikan waktu penyesuaian kepada mereka agar tidak langsung syok, terutama bagi triplets dan Ayyub.
Walau mereka adalah ayah dan anak tetap saja akan terjadi beberapa keterkejutan dan kekikukkan yang terjadi.
Secara tiba-tiba Ayyub memiliki tiga anak sekaligus dengan umur 24 bulan tanpa persiapan apapun begitupun dengan triplets secara mengejutkan mereka memiliki seseorang yang mereka panggil ayah setelah selama ini hanya ada bunda disisi mereka.
Oleh karena itu Neera memutuskan mendekatkan mereka secara alami, perlahan-lahan mereka berinteraksi dulu, menjadi lebih akrab hingga rasa itu terbangun sempurna.
Sementara semua orang tengah istirahat Neera kini telah sibuk membersihkan rumah yang sudah ditinggalkan selama hampir tiga hari itu, takut jikalau triplets main dan ruangan terdapat debu.
Setelahnya Neera memutuskan untuk memasak makan malam karena tentu saja mereka satupun belum ada yang dinner.
Kali ini Neera memutuskan untuk memasak makanan kesukaan Ayyub sebagai ungkapan selamat datang dan permintaan maaf atas kelalaian tugasnya selama ini, entah pria itu masih menyukainya atau tidak.
Tangan Neera dengan cekatan beraksi dengan peralatan dapur dan bahan-bahanentah sehingga kurang dari satu jam sudah terjadi makanan di meja makan mereka.
__ADS_1
Mencium wangi masakan sang bunda satu persatu penghuni rumah itu terbangun karena memang perut mereka sudah meronta minta diisi.
Orang pertama yang sampai di ruang makan adalah Ayyub, tentu saja dia sangat rindu dengan masakan istrinya itu dan kini alangkah senang hatinya hati lelaki itu.
"Sayang, kamu masak makanan kesukaan aku ya" ucap lelaki itu sembari memeluk belakang istrinya yang tengah menata meja.
"Iya, apa kamu masih suka"
"Tentu saja, tapi sayang selama ini aku tidak pernah merasakannya lagi"
"Karena itu hari ini aku masakan untuk kita"
Setelah memperhatikan situasi yang aman dengan sedikit paksaan Ayyub menarik dagu istrinya dan mulai ******* bibir indah wanitanya itu.
Neera yang terkejut awalnya ingin menolak karena tidak siap, namun karena tangan kekar Ayyub yang telah menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka perlahan menerima semua perlakuan suaminya itu.
Setelah beberapa menit ciuman itu perlahan melembut dan terkesan manis seolah menyampaikan rasa kasih sayang dan cinta didalamnya. Sangat lembut, membuat Neera seakan hanyut kedalam suasana yang dibuat oleh Ayyub.
Tanpa sadar tubuh Neera telah dibalikkan oleh Ayyub dan ditarik mendekat pada tubuhnya sementara tangan Neera kini telah berpindah di leher dan lengan suaminya.
Perbedaan postur badan yang lumayan jauh membuat Ayyub dengan mudah mengangkat tubuh Neera yang seakan tenggelam dalam badan kekar pria itu.
Secara perlahan Ayyub menggendong Neera sementara wanita itu kini ibarat koala yang menggantung pada tubuh suaminya.
Sejenak mereka melepaskan ciuman itu karena kehabisan napas setelahnya mereka saling menatap dalam pasangan didepannya penuh arti. Kemudian entah siapa yang memulai pagutan bibir itu kembali terjadi seakan tidak pernah cukup bagi keduanya.
Kali ini Ayyub membawa tubuh Neera ke meja bar mini yang membatasi dapur dan ruang makan. Pria itu mendudukan istrinya diatas meja itu tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
__ADS_1
Kini ciuman itu kembali diperdalam oleh Ayyub dengan menekan tengkuk belakang Neera. Lidah mereka saling membelai dan satu persatu mengabsen semua isi yang ada disana.
Cukup lama adegan itu terjadi hingga tiba-tiba suara kecil membuyarkan konsentrasi mereka melepaskan rindu itu. Beruntung tubuh Ayyub mampu menghalangi tubuh kecil Neera sehingga orang yang ada di belakang mereka tidak melihat apa yang telah terjadi diantara keduanya.
"Bunda, what are you doing ?" tanya Qeenan yang sudah berdiri di sudut ruang makan.
"Ah eh., nothing baby bunda hanya meniup mata Ayah sayang" jawab Neera sedikit terbata.
"Bunda bukankah kita tidak boleh duduk disana akan bahaya, nanti bunda jatuh" ucap polos Qeenan.
"Oh, i'm sorry sayang, ayahmu terlalu tinggi jadi bunda harus naik kesini, lagi pula ayah juga memegangi bunda sehingga bunda tidak akan jatuh sayang" ucap Neera beralasan.
Melihat situasi itu Ayyub hanya bisa menyembunyikan senyum melihat ibu muda itu mencari-cari alasan untuk putra mereka, kemudian dalam satu kali sentakan tubuh Neera telah diturunkan dari meja itu.
"Kesini sayang, apakah pangeran bunda tidak ingin memberikan hug and kissnya ?" ucap Neera mengalihkan perhatian Qeenan.
Perlahan baby Qee berjalan kearah bundanya yang telah mensejajarkan tinggi mereka, mereka berpelukan dan saling memberikan ciuman.
"Apakah hanya bunda yang mendapatkannya bagaimana dengan ayah jagoan ?" ucap Ayyub yang melihat sang putra langsung menuju kursinya.
Akhirnya dengan sedikit ragu pria kecil itu berjalan kearah Ayyub dan memeluk Ayahnya, langsung Ayyub meraih tubuh kecil itu dan mengangkat dalam pelukannya serta menciumi wajah putanya itu.
Tidak lama setelah itu Qai dan Qal juga ikut bergabung bersama mereka, tentu saja sebelumnya juga menyetor kiss and hug untuk orang tua mereka.
Akhirnya malam itu adalah dinner pertama mereka dengan makanan rumahan yang dibikin Neera. Walaupun demikian suasana terasa haru karena pertama kalinya mereka merasakan sebuah keluarga yang lengkap.
Tanpa disadarinya air mata jatuh dari pipi mulus wanita yang tengah melihat kedekatan suami dan anaknya itu, rasa syukur tidak pernah berhenti keluar dari hati dan terucap di bibirnya. Betapa Tuhan sangat mencintainya, bahkan setelah mereka mengalami berbagai cobaan tetapi mereka tetap dipertemukan lagi bahkan kini mereka berada di depan matanya.
__ADS_1
Melihat itu perlahat Ayyub menggenggam tangan istri yang ada didekatnya, lelaki itu membelai tangan Neera dan memberikan ketenangan pada wanita itu, betapa pertemuan ini begitu indah semoga kedepannya apapun yang terjadi tangan ini tidak lagi melepaskannya meski seberat apapun cobaan yang nanti mungkin menghampiri keluarga kecil mereka.