Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 199


__ADS_3

Riezka berjalan bersama Neera dan Mama menuju kamar adik perempuan satu-satunnya. Perlahan tangan itu menarik handle pintu dan membukanya.


Terlihat seorang wanita yang tengah duduk di kursi roda menghadap jendela sedangkan ditangannya terdapat jarum sulam dan benang.


"Nola..." lirih Riezka yang mengalihkan perhatian wanita dengan kursi roda itu.


Seketika jarum dan benang yang ada di tangannya jatuh dan menggelinding. Perasaan takut kian menghantuinya karena terakhir kali kakaknya itu terlihat begitu membenci dan menghardiknya.


Sekuat tenaga ia menahan laju air matanya dan menunduk dalam duduknya. Ingin lari tetapi saat ini keadaanya tidak memungkinkan. Pasrah, itulah hal yang dilakukan Nola, ia siap menerima apapun yang akan dilakukan Riezka padanya.


"Nolaa...., maafkan kakak" itulah kalimat pertama yang disampaikan oleh Riezka saat duduk didepan kursi roda adiknya.


Saat itu juga air mata keduanya luruh dan mereka berpelukan erat. Menangisi kebodohan mereka dan menyesali perbuatan mereka yang saling menyakiti.


"Tidak kak, akulah yang seharus ya minta maaf. Tolong maafkan aku kakak, aku sudah menjadi benalu dan menghancurkan rumah tangga kakak. Maafkan aku kak, aku tau aku salah dan tidak pantas untuk mendapatkan maafmu. Tapi aku masih ingin memintanya, tolong maafkan aku kak...." mohon Nola dengan nada putus asa.


"Tidak Nola, kita sama-sama bodoh dan dibutakan oleh cinta. Dia sudah berhasil mengambil keuntungan sementara kita menjadi bermusuhan. Aku memang mencintainya, dia memang suamiku tetapi kamu juga adikku. Dia bukan lelaki yang baik. Sayang, dahulu kakak terlalu naif untuk menyakini itu dan sekarang kakak sudah merasakan sendiri akibatnya" ungkap Riezka pada adiknya.


"Syukurlah kak, aku juga mendapatkan karma dari perbuatanku kak. Tidak seharusnya aku dulu menjadi duri didalam daging untuk pernikahan kakakku sendiri. Sungguh kak, maafkan aku" ungakap Nola penuh permohonan.


"Sudahlah dek, kakak sudah memaafkanmu. Semua sudah berlalu, kita jadikan semua pelajaran dari setiap kejadian yang sudah kita lalui. Bersyukur kita dijauhkan dari lelaki seperti dia" ujar Riezka.


Mereka berpelukan kembali sementara Ayyub juga memeluk mama dan istrinya. Ikut terharu menyaksikan kedua kakak beradik itu kembali berdamai dan menyadari kesalahan mereka.

__ADS_1


Dalam hati mama merasakan kelegaan yang luar biasa, rasa syukurnya bertambah. Satu persatu masalah dalam keluarga mereka terselesaikan.


'Menantuku Neera ibarat cahaya yang selalu memberikan titik terang dalam gelapnya jalan. Terima kasih Nak atas segalanya, mama akan selalu mencintaimu dan menebus semua kesalahan mama di masa lalu' batin mama sembari menatap dalam menantunya yang kini masih dalam rangkulan suaminya.


Setelah puas melepaskan rindu dan mencurahkan segala isi hati mereka, Riezka ikut keluar di ruang keluarga yang ternyata saat ini sudah ada Papa dan kedua abangnya.


"Riezka, apa yang kau lakukan disini ?" sinis Hakim yang masih kesal akan perilaku adik perempuannya itu.


Sementara Papa bersikap acuh dan dingin, seakan tidak menganggap Riezka ada disana. Melihat hal itu hati wanita itu terasa perih, melihat sikap papa dan kedua abangnya.


Dengan cepat ia berlutut di depan Papa yang duduk di sofa single. Dengan berderai air mata ia memohon maaf pada papa yang sudah ia kecewakan.


"Papa, aku mohon Pa...., maafkan kesalahan aku. Maafkan kebodohan aku Pa, aku terlalu mengecewakan papa dan semuanya. Maafkan aku Pa, jangan usir aku Pa. Aku tau aku salah, ampun Pa... Aku mohon..." tangis Riezka penuh dengan air mata.


"Duduklah, apa yang terjadi padamu" tanya Papa masih dengan nada dinginnya.


"Mas Dio Pa..., dia selalu memukuliku. Memaksa aku bekerja dan mengambil uangku. Dia bermain wanita dan membawa selingkuhannya ke apartemen yang kami tinggali. Aku menyesal telah membangkang pada Papa, aku mohon maafkan aku Pa..." cerita Riezka yang membuat keluarganya paham kenapa ia jadi babak belur begitu.


"Sudah kami katakan dari awal bahwa dia lelaki tidak benar. Kau selalu ngotot untuk membelanya. Rasakan lah buah dari perbuatanmu dulu" balas Hakim.


"Kau terlalu bodoh, sudah tau dia pemain perempuan. Bahkan didepan hidung kita sendiri, di rumah ini dia berani bermain dengan mantan istriku dan Bg Hakim parahnya lagi dengan para pelayan. Memang gila itu orang, masih juga dibela mati-matian" tambah Fazreen yang cukup geram saat mengetahui cerita sesungguhnya dulu.


"Iya Bang, aku tau aku salah. Oleh sebab itu aku datang dan memohon maaf pada kalian semua atas kebodohanku. Aku menyadari itu, maafkan atas sikap dan perilakuku yang membuat semua orang kecewa" lirih Riezka dan menunduk dalam.

__ADS_1


"Baguslah kamu sudah sadar, sekarang apa rencanamu" tanya Papa masih dingin.


"Aku ingin berpisah dengannya Pa, aku ingin melaporkan dia juga atas kasus kdrt dan juga menuntut kasus perselingkuhan" ujar Riezka.


"Jika memang begini akhirnya kenapa tidak sejak dulu kau laporkan kenapa harus menunggu tubuhmu hancur dan wajahmu bonyok seperti itu" kesal Papa yang sebenarnya kesal dan marah melihat keadaan putrinya tetapi ia mencoba menutupi itu karena rasa kecewa yang masih bercokol dihatinya.


"Aku tidak berani Pa, dia selalu mengancam dan mengawasi tindak tandukku bersama selingkuhannya. Aku takut Pa, aku sendiri dan tidak punya siapapun. Beruntung saat tadi dia dan selingkuhannya menyiksaku kembali Ayyub dan Neera melihat itu dan mereka membantuku lepas dari kedua iblis itu" adu Riezka seakan menyampaikan segala kesulitannya selama ini.


"Kenapa kamu tidak datang kesini dan meminta pertolongan" tanya Papa kembali.


"Aku malu dan juga takut Pa. Aku tau aku yang memilih pergi dengan pongahnya dan mengecewakan Papa dan yang lainnya. Bahkan Nola juga mengalami hal tragis itu di malam saat aku memutuskan keluar dan membela lelaki itu" ungkap Riezka.


"Baguslah jika ternyata kamu sadar juga" balas Papa.


"Tapi Pa..., maukah Papa memaafkan aku dan menerima aku kembali Pa. Aku mohon Pa...., maafkan aku. Aku tau kesalahanku sangat besar tetapi aku sungguh telah menyesali itu, aku janji akan patuh pada papa dan memperbaiki diri Pa" rintih Riezka masih mengharapkan maaf dari Papa yang sangat ia sayangi. Hatinya pilu saat mendengar nada dingin keluar dari lelaki yang amat sangat ia cintai sedari awal ia bernapas.


"Tidak ada kesalahan anaknya yang tidak dimaafkan oleh orang tua. Papa dan mama hanya ingin yang terbaik untuk kalian. Papa tidak akan ikut campur jika itu masih bisa kalian handle sendiri tetapi ini sudah jelas sekali kamu terluka dan dalam posisi yang salah tetapi kamu malah memilih untuk terjun ke lumpur itu" ungkap Papa.


"Papa tidak menghalangi kamu untuk memilih suami karena memang itu kewajiban kamu. Tetapi suami yang harus ditaati dan diikuti itu saat jalannya benar dan suami yang mengikuti ajaran Allah dan Rasul, bukan suami yang justru menjerumuskan kamu dalam lubang dosa" ujar Papa.


"Pikirkan kembali langkah yang akan kamu ambil kedepannya. Timbang dan pikirkan baik buruknya. Papa akan mendukung segala keputusanmu. Papa tidak ingin lagi ikut campur jika itu tidak dibutuhkan. Papa yakin kalian semua sudah dewasa dan mampu untuk memutuskan mana yang baik untuk kalian" jelas Papa kembali.


"Terlepas dari semuanya, ini adalah rumah kamu, rumah kita semua. Sudah seharusnya rumah ini menjadi tempat kembali dan tempat yang aman untukmu berlindung. Papa dan semua saudaramu akan membantu apapun yang sekiranya kamu usahakan. Jadi jangan berpikir jauh lagi" jelas Papa sembari menatap dalam putrinya yang sudah kembali.

__ADS_1


Saat itu juga Riezka menghambur kedalam pelukan teraman dan ternyaman baginya di dunia. Pelukan Papa, pahlawan dan cinta pertamanya. Ia bersyukur memiliki orang tua dan keluarga yang sangat baik dan menerima dia dalam keadaan apapun.


__ADS_2