
Selesai mandi Ayyub tersenyum melihat pakaiannya lengkap dengan dalaman sudah tersedia sementara ia berjalan mengelilingi kamar mencari keberadaan istrinya.
Karena tidak menemukan Neera akhirnya Ayyub memilih menggunakan pakaian dan memakai lotion sebelum keluar dari kamar. Hal itu yang selalu diwanti-wanti oleh istrinya minimal untuk menjaga kesehatan kulit terutama di daerah yang memiliki empat musim.
Selesai memakai baju dan menyisir sedikit rambutnya Ayyub berniat untuk keluar namun belum lagi ia menarik pintu sudah terdorong dari luar bersamaan dengan munculnya bidadari cantik dengan dress rumahan yang begitu mempesona.
Kulit putih bak pualam dan leher jenjang yang terekspos membuat Ayyub makin mabuk kepayang.
"Sayang..., kenapa mandi di luar ?" tanya Ayyub sembari mengekori istrinya.
"Iya.., habisnya sudah gerah sekali jadi yasudah sekalian mandi saja Uda" jawab Neera sembari menggosok rambutnya dengan handuk.
"Kenapa tidak masuk saja ke kamar mandi, kita bisa berbagi mandinya" protes Ayyub yang masih tidak terima.
"Hmmm mana ada, nanti yang ada malah semedi bersama, Uda kan banyak akalnya" canda Neera yang menbuat lelaki tampan itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Yasudah, sini Uda bantu keringkan rambut Neera" ujar lelaki yang kini mengambil alih handuk dari tangan istrinya.
Neera menurut saja karena sejujurnya ia juga sudah sedikit pegal apalagi rambutnya sungguh panjang sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kering.
Dengan telaten Ayyub menggosok lembut rambut istrinya mulai dari pangkal hingga ujung. Setelah itu ia juga mengambil hair dryer untuk membuat rambut istrinya semakin kering.
"Tunggu sebentar Uda, biar Neera pakai vitamin dan serum rambut dulu" ujar Neera menjeda kegiatan suaminya.
"Hmm wanginya.., sayang rambut Neera bagus sekali. Jangan dipotong ya sayang, kalo dirapikan saja boleh" puji Ayyub sembari meminta kesediaan istrinya.
__ADS_1
"Insya Allah Uda, tapi kalau Neera kepepet dan gak sempat nyisir atau keramas jangan ilfeel ya Uda" setuju Neera dibarengi becandaan.
"Ga akan sayang, kalo Neera ga sempat biar nanti Uda yang bantu urusin rambutnya" ujar Ayyub sembari melepaskan satu kecupan di pucuk kepala istrinya.
Neera yang tersanjung melihat perlakuan lembut suaminya berbalik menghadap Ayyub dan memeluk pinggang lelaki tampan itu.
"Hey sayangnya Uda, ini belum selesai loh, rambutnya masih basah. Ayo bangun lagi" perintah Ayyub sembari membelai lembut kepala istrinya.
"Ga mau, mau peluk aja" geleng Neera yang malah mengeratkan pelukannya, justru kini wanita cantik yang tengah mode manja itu menyelipkan kepalanya kedalam kaos Ayyub.
"Loh loh loh kok malah sembunyi sayang, dududuh gemesnya sayangnya Uda, istri siapa sih ini. Ayo keluar sayang, keringkan dulu rambutnya" buju Ayyub sembari mengangkat ujung kaosnya agar Neera bisa keluar dari persembunyiannya.
"Ga mau, mau cium udel" ngeyel Neera sembari mengeratkan pelukannya bahkan kini Ayyub ikut tertarik kearah istrinya.
"Ya Allah sayang manjanya, bikin Uda tambah cinta ajaa" gemas Ayyub yang akhirnya mengalah dengan membuka kaosnya.
Selesai mengeringkan dan menyisir rambut Neera Ayyub mencium rambut itu sepuasnya setelahnya membawa istri cantiknya itu ke kasur.
Neera benar-benar menempel bagai cicak yang sama sekali tidak mau lepaskan tangannya dari tubuh Ayyub sehingga membuat lelaki itu memilik untuk menggendong istrinya dengan model koala.
Sampai di kasur pun Neera tetap mempertahankan posisinya yang nemplok didada Ayyub sementara lelaki bertubuh besar itu bis mengusap kepala hingga punggung istrinya penuh rasa cinta.
Sungguh bahagia hati Ayyub saat ini, ia merasakan begitu dibutuhkan dan dicintai oleh istrinya. Jarang sekali Neera bersikap manja begini bahkan wanita itu terkesan sangat tangguh dan mandiri terkadang membuat Ayyub merasa minder sebagai lelaki.
Sikap Neera saat ini membuat ia menyadari bahwa ia sangatlah dibutuhkan dan diharapkan kehadirannya oleh istri tercintanya. Ada kalanya Neera butuh bermanja dan bersikap kekanak-kanakan seperti saat ini.
__ADS_1
Sama sekali Ayyub tidak keberatan bahkan ia sangat bahagia dan berusaha mencurahkan seluruh perhatian pada wanita yang saat ini butuh perhatiannya.
"Sayang, lapar tidak atau mau minum susu ?" tawar Ayyub yang dijawab gelengan kepala di dadanya.
Sungguh istrinya begitu menggemaskan, sikap manjanya yang natural dan terkesan seperti bocah sangat mirip dengan triplets saat menginginkan perhatian orang tuanya. Memang benar, genetik itu tidak bisa berbohong seketika membuat Ayyub tersenyum sendiri melihat kekonyolan istrinya.
"Yasudah istirahat saja sayang, tidur yang nyenyak karena tadi sudah capek keliling seharian" bujuk Ayyub seperti saat ia menangani triplets.
Anggukan kepala wanita itu menjadi hiburan tersendiri bagi Ayyub. Fix no debat ! ini adalah triplets versi dewasa.
Dengan sedikit gerakan kekiri dan kanan Ayyub membuai Neera sembari mengelus lembut kepala dan punggungnya. Tubuh Neera yang kecil berbanding terbalik dengan badan besarnya membuat Ayyub mudah mencium puncak kepala istrinya yang pas dibawah dagunya meskipun kini wanita itu duduk diatas pangkuannya.
Sembari bersandar di headboard ranjang besar dan kokoh Ayyub terus membuat nyaman istrinya hingga terasa nafas yang teratur di kulit dadanya.
Setelah memastikan Neera benar-benar pulas dalam tidurnya barulah Ayyub perlahan membaringkan tubuh wanita cantik yang selalu membuatnya cinta disetiap harinya. Bahkan rasa itu terus tumbuh subur hingga kini sehingga Neera tidur menganga bahkan ngences sekalipun tetap menggemaskan dimatanya.
Setelah membaringkan istrinya Ayyub perlahan bangkit karena rencananya ingin menegerjakan pekerjaan yang masih tertinggal di meja kerja.
Namun tubuh itu kembali tertahan saat tangan wanita dewasa yang tetap mungil itu menahan tubuh suaminya bahkan mulai merengek dalam tidurnya sehingga membuat Ayyub tak tega.
Akhirnya lelaki itu tetap membiarkan Neera menelusup kembali ke dada hangatnya dan memeluk tubuhnya dengan erat. Ayyub kembali mengelus lembuh bagian belakang tubuh istrinya sehingga Neera kembali tenang dalam tidurnya.
"Masya Allah sayang..., manjanya istri Uda ini sampai tidurpun tidak mau ditinggal. Kangen ya sayang, ini yang kangen bundanya atau anak ayah didalam perut bunda sayang" ujar Ayyub yang mengusap lembut permukaan perut istrinya.
Mendengar dan merasakan hangatnya healaan napas Neera membuat Ayyub ikut terbius dan akhirnya ikut tertidur menyusul istrinya hingga ke alam mimpi bersama.
__ADS_1
Tubuh yang lelah membuat keduanya semakin pulas dan hanyut dalam kehangatan tubuh masing-masing pasangan hingga tanpa terasa surya mulai turun dan tenggelam digantikan cahaya malam.
Neera yang perlahan membuka matanya menyambut sedikit cahaya jingga dijendela mencoba menyesuaikan diri. Lama ia mengumpulkan nyawa hingga netranya menangkap sesosok lelaki tampan yang kini masih memeluknya erat.