
Malam menjelang menandakan waktunya istirahat bagi penduduk bumi. Begitupun yang terjadi di rumah kecil mereka. Neera tengah menidurkan triplets sementara Ayyub masih menyelesaikan pekerjaannya di sofa kamar.
Triplets yang sudah kelelahan bermain dengan ayahnya langsung tertidur begitu mendapatkan usapan dan ASI bundanya.
Lantas Neera mendo'akan mereka satu persatu dengan memegang kepalanya dan beranjak untuk memakaikan mereka selimut dengan hati-hati.
"Sayang, udah selesai menidurkan anak-anaknya ?" tiba-tiba suara mengejutkan berbisik tepat di telinga Neera membuat hembusan napasnya mengenai lehernya.
"Uda bikin kaget aja ah" ucap Neera yang berusaha keluar dari kungkungan badan berotot suaminya.
"Mau kemana yang ?" tanya Ayyub dekat dan lembut ditelinga istrinya lagi.
"M...m....mau ambil minum" gagap Neera yang sudah sangat gugup.
Dengan masih mengungkung Neera, Ayyub meraih gelas yang ada di nakas lalu meminumnya lantas menarik tengkuk Neera dan menyalurkan air itu kedalam mulutnya.
Neera yang kaget segera meminum air itu dan terbatuk setelahnya. Melihat itu Ayyub segera menepuk belakang punggungnya dan mengusapnya dengan lembut.
"Uda apa-apaan sih" kesal Neera yang sudah selesai batuknya.
"Loh, kan kamu tadi minta minum ya Uda kasih lah sayang, masa istri sendiri gak dikasih minum" jelas Ayyub.
"Tapi kan bisa pake gelasnya langsung kenapa harus pakai mulut Uda" protes Neera.
"Kan gapapa sayang, malah lebih enak lagi. Iyakan yang ?" goda Ayyub sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Apaan sih Uda, mesum banget jadi orang" malu Neera yang sudah seperti kepiting rebus.
"Gapapa sayang, orang mesumnya sama istri sendiri kok" cuek Ayyub yang terus memberi kode pada Neera dengan mengusap bahunya yang terbuka.
"Uda kenapa sih, mepet terus. Lapar, mau dimasakin sesuatu atau mau minum kopi ?" tanya Neera yang tidak peka dengan kode suaminya.
__ADS_1
"Sayang, Uda memang lapar tapi maunya makan Neera bukan makan nasi" bisik Ayyub sensual sembari memeluk Neera dari belakang.
"Eh, maksudnya ?" bingung Neera.
"Sayang, kenapa sih kamu mendadak bingung. Biasanya kan kamu pintar banget kenapa tiba-tiba jadi lola begini ?" tanya Ayyub yang mulai tidak sabar.
"Ah ? maksud Uda Neera bodoh gitu ?" bingung Neera.
"Enggak sayang, kamu cuma terlalu polos untuk hal begini. Uda mau makan kamu itu seperti ini yang ?" jelas Ayyub sembari mempraktekkan dengan menghisap dan mencumbu tengkuk Neera.
"Ahhhh Uda apaan sih, jangan disini nanti anak-anak bangun dan lihat yang tidak-tidak gimana ?" elak Neera yang berusaha kabur dari Ayyub.
"Iya makanya kita ke kamar depan, atau mau diluar aja, atau mau coba di dapur juga boleh" goda Ayyub yang senang sekali melihat rona merah diwajah putih istrinya.
"Dikamar aja , tapi wudhu dulu" ajak Neera sembari masuk kamar mandi diikuti Ayyub.
Mereka memang sebisa mungkin membiasakan berwudhu dan berdo'a sebelum melakukan hubungan suami istri agar bernilai ibadah dan anak yang akan hadir nanti diharapkan akan menjadi anak yang sholeh serta sholeha.
Sementara Ayyub sudah lebih dulu menunggu Neera disana. Bahkan ia meninggalkan pekerjaannya karena nanti bisa dikerjakan pada saat istirahat terbang sementara mengerjai istri tidak bisa sama sekali makanya sekarang Ayyub kejar target memuaskan diri dan menabung hingga dua minggu kedepan.
Tengah asik membayangkan istrinya tiba-tiba yang dikhayalkan muncul didepan mata dengan lingerie merahnya terlihat kontras dengan warna kulitnya sangat seksi.
Rambut lurusnya yang tergerai hingga pinggang menambah pesona Neera terlebih lips gloss yang membuat bibirnya basah dan sungguh sangat mengugah nafsu Ayyub.
Meskipun Neera memiliki tubuh mungil tetapi sangat seksi ditunjang dengan dada yang besar dan padat serta panggul yang berlekuk indah seperti gitar spanyol dan besar.
Tanpa menunggu Neera sampai Ayyub sudah lebih dahulu menghampirinya yang tengah menutup pintu.
Dipeluk erat dari belakang sembari mengecup pundak dan tengkuk Neera yang terbuka, sungguh wangi yang menguar dari tubuh Neera sangat memabukkan.
"Sabar sebentar Uda, Neera lagi mengunci pintu. Ayo do'a kan dulu" pinta Neera.
__ADS_1
Segera Ayyub memegang puncak kepala Neera sembari tangan satunya menengadah memohon pada Sang Khalik, setelahnya mengamini bersama lantas ia mencium lembut kening Neera.
Kembali Ayyub mencumbui Neera, seluruh bagian tubuhnya tidak lepas dari bibir dan tangan Ayyub. Sungguh Neera bagaikan candu yang tiada habisnya. Kapanpun dan dimanapun Ayyub selalu bersemangat menyentuh Neera.
Tidak hanya diam saja kali ini Neera juga ikut aktif membalas dan memuaskan suaminya karena ia tidak ingin suaminya bosan dan nanti mencari pelampiasan diluar. Oleh karena itu meskipun malu Neera tetap berusaha dan belajar mengimbangi permainan Ayyub.
Walau sebenarnya tanpa Neera berusaha aktifpun Ayyub sudah sangat tergila-gila padanya apalagi mendapatkan sentuhan tangan lembut Neera dan service yang luar biasa makin membuat Ayyub mabuk kepayang.
Malam itu mereka habiskan dengan bergulat dengan saling memuaskan berkali-kali hingga terdengar desahan dan erangan kenikmatan yang bersahutan memenuhi kamar yang untung saja dibuat kedap suara.
Hingga puncaknya Neera telah kelelahan akibat permainan mereka. Akan tetapi Ayyub masih betah berlama-lama seakan tidak ada hari esok.
"Sayang, sudah dulu ya. Neera capek" ucap Neera dengan mengatur napas pasca pelepasan mereka.
"Hmmm belum sayang. Lagi yaaa, biar Uda yang bekerja Neera diam saja ya sayang., Hmm yaa ?" rayu Ayyub yang masih ingin menikmati tubuh Neera lagi.
Neera yang masih lelah tidak sanggup menjawab lagi, apalagi sekarang tangan dan mulut suaminya telah menjelajah kemana-mana membuat ia meremang lagi.
Seakan tiada habisnya, Ayyub terus menggarap tubuh Neera. Bercocok tanam meskipun Neera sudah seaktif tadi. Tidak masalah bagi Ayyub, biarlah ia yang bekerja bahkan tenaganya tak pernah habis untuk pekerjaan ini.
Bukan main, Neera yang kelelahan selalu heran dengan suaminya. Apakah kini ia menikahi monter dengan tenaga kuda mengapa kuat sekali bahkan ini sudah berjam-jam sejak permintaan berhenti Neera tadi.
Sementara Ayyub merasa bangga dan bersyukur, ternyata berkat rajin berolah raga dan gym membuat kekuatannya meningkat sehingga bisa tahan lama.
Neera hanya bisa pasrah menikmati permainan Ayyub yang terlihat sangat menikmati dengan penuh semangat. Bagaimanapun inilah tugas seorang istri meskipun badannya sekarang sudah tiada rasa.
Akhirnya Neera tertidur sesaat setelah Ayyub mendapatkan pelepasannya dan membiarkan Ayyub mengungkung tubuh mungilnya.
Setelah mengatur napasnya Ayyub bangun dari tubuh Neera dan mendapati istrinya sudah tertidur dengan lelap segera ia mengusap keringat yang bercucuran di dahi, wajah dan lehernya kemudian menyelimuti mereka.
Meskipun Ayyub masih ingin lagi tetapi ia merasa kasihan pada istrinya, walaupun demikian Ayyub tetap membiarkan dirinya berada di dalam istrinya mana tau nanti bisa dilanjutkan lagi sembari mendekap erat tubuh polos Neera kedalam tubuhnya.
__ADS_1