Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 248


__ADS_3

Malam semakin larut saat Ayyub masuk ke kamar mereka setelah menyelesikan sedikit pekerjaan di ruang kerja yang langsung terhubung ke kamar utama.


Neera sudah selesai dengan rutinitas malamnya dan saat ini tengah bersantai diatas tempat tidur. Membacakan ayat-ayat Al-qur'an untuk buah hati mereka yang masih di perut besarnya.


"Hi sayang, lagi ngapain Yang ?" sapa Ayyub sembari membuka baju atasan dan menyisakan celana pendek lantas ikut berbaring di kasur.


"Lagi bacain twin ayat Yang, biar nanti mereka selalu ingat Allah dan semoga kelak bisa menghafalnya juga" jawab Neera yang menyudahi bacaannya.


"Masya Allah, sudah besar sekali ya Yang perutnya, lucu sekali" gemas Ayyub sembari menciumi perut istrinya.


"Assalamu'alaikum anak-anak ayah, lagi pada ngapain di perut bunda nak ?" sapa Ayyub pada calon bayi mereka.


"Oh.. lagi belajar sama bunda ya" jawab lelaki itu kembali setelah menempelkan telinga di perut istrinya.


"Terus sekarang belum mau bobok nak ?" tanya Ayyub kembali.


"Oh.. apa sayang ?! Mau main sama ayah, mau dijenguk ayah yaa.., kita bilang bunda ya nak" jawab Ayyub kembali dengan menganggukan kepalanya.


"Bunda, kata twin mereka mau dijenguk ayah Nda, katanya kangen sama ayah" adu Ayyub dengan muka seriusnya.


"Kapan itu, kok Bunda gak dengar ya ?" balas Neera yang jelas meragukan perkataan suaminya.


"Beneran Bunda, tadi Ayah habis bicara sama twin" yakin Ayyub.


"Mana ada, itukan akal-akalan Ayah saja" elak Neera yang tau akal bulus suaminya.


"Sayang tidak boleh loh menghalangi pertemuan ayah dan anak-anaknya. Kasian sayang" yakin Ayyub dengan muka sangat serius.

__ADS_1


"Mana ada Neera halangi, terus gimana caranya Uda ketemu saya twin, nanti pasti ujung-ujungnya Neera sakit pinggang" sangkal Neera.


"Ya enggak sayang, Uda akan pelan-pelan gak akan sampe pegal pingganggnya" potong Ayyub langsung.


"Nah kan..... benar kata Neera, Uda sebenarnya mau olahraga malam pake kasih alasan twin segala. Neera udah tau isi kepala Uda" tembak Neera yang seketika membuat Ayyub kicep.


"Iya sayang kan tidak masalah, udah lama lo Uda puasanya. Sejak Neera ketahuan hamil, bayangin aja sayang seberapa pusing kepala Uda. Uda janji gak akan lama dan tidak akan buat Neera pegal-pegal" rengek Ayyub yang sudah tidak bisa mengelak lagi.


"Neera gak percaya tuh, sebentarnya Uda itu berbeda sama sebentar yang normal, pake janji gak bikin pegal, Neera gak yakin" elak Neera.


"Benaran sayang, yah kalau pegal nanti bias Uda pijetin" solusi Ayyub.


"Nak kan.., Uda mau mijetin lagi alamat mau nambah itu" tangkis Neera yang membuat suaminya garuk kepala belakang yang tidak gatal.


Akal bulusnya sudah ketauan sama istrinya, sepertinya ia harus mencari trik baru lagi untuk mendapatkan jatah lebih dari wanita yang terus saja membuatnya tergila-gila dan mendamba.


Bahkan kini tangan yang awalnya mengusap lembut perut istrinya sudah merajalela kemana-mana membuat Neera kepayahan menahan buaian yang dimainkan suaminya.


Tidak puas dengan tangan bibirnya juga sudah mulai ambil bagian dibeberapa daerah sensitif istrinya yang malam ini semakin terlihat cantik dan seksi.


"Uda, berdo'a dulu" ingat Neera yang mencoba waras ditengah serangan malam suaminya.


Dengan penuh cinta Ayyub mengucap do'a, sebelah tangan menengadah dan sebelah lagi memegang ubun-ubun istrinya lalu Ayyub mencium lama kepala istrinya setelah membacakan do'a sebelum mengauli istri.


Perlahan tapi pasti Ayyub mengabsen setiap inci tubuh Neera dengan sentuhan lihat tangan dan bibirnya. Setiap gerakan terasa sangat lembut dan penuh cinta. Kaki mulus Neerapun juga tak lepas dari sentuhan lembut Ayyub.


Cukup lama Ayyub pemanasan hingga masuk ke permainan inti setelah uji coba nutrisi yang nanti akan diberikan pada buah hati mereka. Dua gunung Neera yang bertambah lebar dan tinggi menjadi destinasi favorit suaminya.

__ADS_1


Awalnya Ayyub bermain sangat santai setelah susah payah memasuki gua kenikmatan istrinya yang masih sempit dan hangat. Lama-lama pria itu semakin menggila saat merasakan pijitan dan sedotan dari dinding gua yang terasa basah.


Padahal lelaki itu sudah berjanji akan cepat dan tidak akan membuat Neera sakit pinggang tapi kini wanita yang tengah terbaring di ujung ranjang itu sudah bercucuran keringat dengan nafas yang ngos-ngosan mengimbangi permainan suaminya yang tak kunjung usai.


Dari posisi telentang, miring kanan kiri, jongkok, duduk, berdiri, hingga menempel didinding bahkan kamar itu sudah seperti kapal pecah tetapi suaminya masih belum puas dan masih mengulang permainan menegangkan itu terus menerus.


Saat ini Neera sudah pasrah setelah tubuhnya di balik-balik Ayyub bahkan wanita itu sudah setengah mengantuk saat Ayyub masih semangat memompa dirinya dari belakang dengan posisi menyamping dengan perut besarnya.


Awalnya Neera juga mengimbangi permaian Ayyub sama-sama proaktif tapi lama-kelamaan ia lelah setelah suaminya memiliki daya tahan yang tinggi jadilah ia wanita pasrahan dan mengikuti permaian lelaki yang saat ini masih mencari kepuasannya.


Erang kepuasan terdengar dari seorang pria yang sudah menuntaskan hasratnya pada pukul tiga dini hari. Saat itulah ia melapaskan istrinya setelah mengecup lama wanita yang saat ini sudah setengah sadar didalam kungkungannya.


Mau bagaimana lagi, kebutuhan biologisnya memang diatas rata-rata dan sangat sulit untuk ditahan setelah berpuasa beberapa lama. Seakan menemukan oase karenanya ia menyedot habis air hingga ke mata air terdalam.


Setelah melepaskan penat dan menormalkan napas yang masih memburu Ayyub mengecup kembali Neera dan mengangkat istrinya ke kamar mandi.


Ia sadar diri sudah menyiksa istrinya dalam kenikmatan oleh sebab itu ia bertanggung jawab membersihkan tubuh Neera dengan air hangat.


Dengan telaten Ayyub menggosok hingga ke bagian privasi yang menjadi muara kenikmatan dirinya. Meskipun kembali bergejolak tetapi Ayyub berusaha menekan pergerakan adik kecilnya yang mudah sekali menggeliat saat melihat Neera apalagi semenjak istrinya hamil.


Melihat bagian inti Neera sedikit lecet barulah Ayyub sadar seberapa gila dirinya, beruntung kandungan istrinya kuat sehingga tahan dengan permainannya.


Setelah mandi bersama dan mengeringkan badan Ayyub mengoleskan salap ke bagian bawah Neera setelah itu mengusap seluruh tubuh istrinya dengan minyak kayu putih agar tidak masuk angin.


Lalu Ayyub memakaikan baju yang nyaman ke tubuh istrinya yang saat ini lebih memilih memejamkan matanya karena sudah tidak tahan dengan godaan ngantuk.


Mereka tertidur setelah meneguk segelas air bersama lantas saling berpelukan menghabiskan sisa malam untuk mengistirahatkan sejenak tubuh menghadapi esok hari yang masih beberapa jam lagi.

__ADS_1


__ADS_2