Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 130


__ADS_3

Dini hari yang masih sunyi menyambut kedatangan Ayyub dan keluarganya. Setelah mengudara selama kurang lebih 26 jam mereka akhirnya sampai di tanah air.


Perasaan haru segera menyeruak memenuhi relung hati Neera. Empat tahun ternyata telah banyak mengubah ibu kota negara ini. Semakin banyaknya gedung dan semakin ramainya jalanan.


Ada perasaan lega di hati Neera akhirnya ia diberi kesempatan lagi menginjak tanah kelahirannya meskipun tak pernah terbayang akan secepat ini. Namun, tidak ia pungkiri perasaan takut dan cemas juga ada, semua bercapur menjadi satu dalam hatinya.


Jujur saja ia sangat takut mendapatkan penolakan terlebih lagi bila itu terhadap buah hatinya. Ia sungguh akan lebih terluka lagi. Sejujurnya ia ingin menyampaikan perasaannya pada Ayyub tapi ia tahu ini bukan saat yang tepat.


Beruntung saat ini triplets terbangun dan mereka ingin jalan sendiri sehingga Ayyub dan Neera tidak terlalu repot untuk menggendong ketiganya.


Mereka dijemput oleh sopir yang sudah diatur Ayyub menuju apartemen tempat mereka menetap selama di ibu kota. Bukannya tidak ingin langsung ke kediaman keluarga besar Kaisar namun mereka tidak mau membuat keributan di subuh buta ditambah lagi mereka saat ini bersama triplets.


Kurang lebih setengah jam perjalanan mereka sampai di apartemen mengingat di jam ini jalanan tidak begitu padat dan tidak ada kemacetan.


Mereka memutuskan istirahat sejenak menetralisir jetlag yang mereka rasakan juga menyesuaikan diri dengan suhu dan kondisi yang berbeda dengan negara asal mereka.


Sejujurnya Neera sedikit khawatir dengan triplets karena ini pertama kalinya mereka mengunjungi dan menetap lebih lama di negara tropis. Apakah tubuh mereka bisa menyesuaikan diri dengan iklim disini.


Subuh menjelang, saat ini kumandang azan sangat jelas terdengar sungguh menggugah hati, pasalnya sudah lama sekali Neera tidak mendengarkan lantunan selantang itu biasanya hanya ia peroleh dari ponsel.


Meskipun muazim telah memanggil sedari tadi tetapi Neera masih setia dibawah selimutnya yang kini entah kenapa semakin nyaman.


Badannya terasa sangat sulit digerakkan hingga akhirnya Ayyub yang harus menggendong dirinya dan membantunya berwudhu di kamar mandi.


Alhasil mereka sholat berjama'ah berdua dan membiarkan triplets tertidur sedikit lebih lama. Entah kenapa sedari mereka datang malah Neera yang terkesan manja dan bergantung pada Ayyub apalagi di tambah beban di hati dan pikirannya yang membuat ia sering melamun dan kurang fokus.


Menyadari perbedaan sikap dari istrinya Ayyub membawa Neera dalam pangkuannya sehabis mereka tadarus dan berdo'a. Dengan lembut Ayyub mendudukkan Neera diatas kakinya yang bersila dan menatap manik mata indah itu.


"Sayang, ada apa hmm ?" tanya Ayyub lembut.


"Eh, ga ada apa-apa kok Uda" balas Neera dengan senyum yang sedikit dipaksa.

__ADS_1


"Jangan bohong, Uda tau ada yang Neera sembunyikan" tekan Ayyub tapi tetap lembut.


"Mana ada" elak Neera yang masih berusaha menutupi perasaannya.


"Neera membohongi siapa sayang, bahkan dari matamu saja Uda bisa melihat itu" tegas Ayyub lebih menuntut.


"Sejelas itu ya Uda" tanya Neera yang tidak bisa lagi berkilah.


"Karena Uda ini suamimu, jadi katakanlah" pinta Ayyub pada istrinya.


"Hmmm sejujurnya Neera sedikit takut" lirih Neera sembari menatap mata tajam yang menatapnya dengan lembut.


"Takut ? Apa yang Neera takutkan ?" tanya Ayyub bingung.


"Bagaimana jika seandainya...." ucap Neera ragu sembari memainkan kancing baju Ayyub.


"Seandainya apa ?" tanya Ayyub bingung sekaligus gemas dengan Neera yang bicara sepotong-sepotong.


"Hei sayang, sini, coba lihat Uda" seru Ayyub sembari menengadahkan kepala Neera yang tertunduk setelah lepas dari keterkejutannya akibat perkataan Neera.


"Apa..." lirih Neera yang mulai menatap Ayyub dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sayang..., bukankah kita sudah berjanji untuk berjuang bersama. Pikiran bodoh dari mana yang membuat Neera mengira Uda akan meninggalkan kamu. Tidak akan pernah sayang, tidak akan lagi hingga maut yang menjadi pemisahnya"


"Sudah cukup semua perjuangan kita selama ini, terutama kamu sayang. Lihatlah semua yang sudah kita lalui beberapa tahun belakang, sudah cukup sayang. Saatnya kita menjemput bahagia"


"Selagi kita tidak salah di mata agama dan hukum, maka kita harus berjuang untuk itu. Kita yang harus menciptakan kebahagiaan kita sendiri sayang, jadi Uda mohon jangan pernah menyerah dengan Uda maupun hubungan ini"


"Mari kita saling menguatkan, berpegangan tangan dan saling bertaut demi cinta kita, demi rumah tangga kita dan untuk kebahagiaan keluarga kita" tutur Ayyub yang kini sudah menggenggam erat jemari Neera.


Neera hanya diam mendengar penuturan suaminya. Begitu dalam dan menyentuh hingga ke relung jiwanya. Kali ini ia harus yakin dengan dirinya dan percaya penuh pada suaminya.

__ADS_1


Demi triplets dan kebahagiaan mereka kelak, ia harus lebih beejuang lagi dan berani menghadapi tantangan dalam rumah tangga mereka. Ia tidak bisa selamanya bersikap pengecut dan lari dari masalah.


Perlahan tapi pasti Neera menganggukan kepalanya seiring dengan keyakinannya. Hal ini menyulut senyum diwajah Ayyub dan lantas memberikan kecupan hangat didahi Neera.


"Ohiya sayang, Uda rasa kamu harus berpenampilan ala Zee saat nanti kita kerumah besar" ucap Ayyub yang membuat bingung Neera.


Pasalnya Neera hanya mengenakan itu untuk kepentingan show atau memang ada pekerjaan yang menyangkut perusahaan fashionnya.


Tentu saja bukan hal yang nyaman untuk berpenampilan mencolok dengan brand ternama menyelimuti seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga kepala. Ditambah dandanan trendi dan sapuan make up yang sedikit tegas.


"Gapapa sayang, pokoknya Uda mau nanti saat kita pergi kamu harus mengenakannya" tegas Ayyub.


"All of body ?" tanya Neera lagi.


"Yes, semuanya" tegas Ayyub.


"Uda yakin ?" tanya Neera lagi.


"Yakin sayang, pokoknya harus. Kamu bawa kan semua ?" tanya Ayyub was-was.


"Bawa sih, tapi yang ini belum keluar edisi terbaru dan baru ada di katalog" jawab Neera tak yakin dengan hal ini.


"Bagus, itu lebih baik" smirk Ayyub yang membuat Neera semakin bingung.


"Yasudah setelah ini kita pesan makanan aja, kamu pasti terlalu capek untuk buat sarapan dan setelahnya nanti kita siap-siap untuk ke rumah utama, oke sayang ?" putus Ayyub sekaligus memberi instruksi Neera.


"Yasudah, terserah Uda saja" pasrah Neera.


Akhirnya setelah merapikan tempat sholat mereka bergegas memisahkan barang-barang yang akan mereka bawa untuk hadiah dan oleh-oleh.


Sembari menunggu sarapan datang Neera juga berkemas terlebih dahulu karena jika harus berdandan layaknya Zee ia membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.

__ADS_1


Sementara untuk triplets akan ia kenakan seri yang sama dan warna dasar yang sama juga dengan variasi yang berbeda. Ayyub sendiri hanya menggunakan atasan kemeja polos yang digulung hingga siku dan bawahan celana jeans dengan warna yang hampir sama juga dengan Neera dan triplets.


__ADS_2