Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 123


__ADS_3

Sebulan sudah Ayyub disibukkan dengan pekerjaan dan jadwal terbangnya. Bahkan sangat jarang ia memegang ponsel untuk bersantai. Ia hanya melihatnya saat memang ada hal penting.


Selama itu pula Ayyub rungsing karena merindukan anak dan istrinya. Berkali-kali ia menghubungi istrinya tetapi selalu tidak aktif. Bahkan pesan yang dikirimnya selalu centang satu.


Sempat terlintas ketakutan akan ditinggalkan istrinya lagi tetapi setelah ia menyuruh seseorang untuk melihat keadaan Neera dan anak-anaknya barulah ia mendapatkan kabar bahwa mereka baik-baik saja dan masih ditempat yang sama.


Orang itu juga menginformasikan bahwa Neera sedang menjalankan suatu projek besar. Mungkin itu sebabnya istrinya itu tidak bisa dihubungi.


Meski rindu itu menggunung namun Ayyub mencoba bertahan karena ia ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya dan memastikan bisa ditinggal hingga tiga sampai empat bulan kedepan.


Bukan lantas meninggalkan, ia akan tetap memantau namun tak bisa kembali ke perusahaannya dalam waktu dekat.


Begitu juga dengan jadwal terbangnya, ia mengambil full selama sebulan ini sembari mengurus bisnisnya yang tersebar di berbagai negara agar nanti bisa mengajukan cuti kerja selama empat bulan.


Meskipun ia pemilik perusahaan namun sebagai pilot ia juga tidak bisa semena-mena yang nantinya akan mengganggu jadwal orang lain.


Namun, saat ini ia menyaksikan berita tentang program baru pemerintah yang juga menampilkan wajah istrinya. Betapa bangga dirinya melihat wanita hebat yang menjadi pendamping hidupnya.


Sungguh sangat luar biasa, perempuan cantik, sholeha, santun, cerdas, mandiri seperti tidak ada yang kurang dari dirinya.


Sepertinya Tuhan sedang tersenyum saat menciptakan wanita pujaannya itu dan dia menjadi lelaki beruntung yang mendapatkan wanita sempurna itu.


Ingin segera ia berlari memeluk istrinya namun apa daya dirinya masih berada dibelahan benua lain sementara ponsel Neera masih tidak bisa dihubungi sekedar untuk mengobat rindu.


Lain halnya dengan kesepian yang Ayyub rasakan dibelahan dunia lainnya terjadi kehebohan pada sebuah rumah yang besar dan mewah.


Saat semua orang tengah berkumpul diruang keluarga tiba-tiba saja Tuan Kaisar terbengong dan kaget saat menyalakan televisi yang menayangkan berita dunia yang saat ini tengah heboh.


"Masya Allah, hebat sekali Neera" puji kepala keluarga yang mengalihkan perhatian semua orang yang ada disana.


"Kenapa Papa tiba-tiba sebut nama dia ?" tanya istrinya tidak suka.


"Loh Papa cuma kagum saja, tuh lihat sendiri" tunjuk kepala keluarga itu pada televisi besar yang tengah menyala.


Semua orang semakin kaget saat menyaksikan berita dunia itu. Benar, meskipun mereka menyangkalnya tetapi hati kecil mereka memastikan bahwa itu memanglah perempuan yang pernah mereka sia-siakan di rumah ini.

__ADS_1


"Kalian lihat tuh, perempuan baik yang kalian perlakukan buruk ternyata intan permata" komentar Tuan Kaisar pada anak dan istrinya.


"Apa benar itu dia, mana mungkin sih. Masa iya itu dia, jelas-jelas itu dari Inggris mungkin hanya mirip saja kali" elak sang istri yang sudah mulai tersentil.


"Loh mirip bagaimana, ya jelas dialah ma. Mama lihat sendiri tuh namanya Zaneera Khalisha, bahkan dia sekarang sudah Profesor" puji Hakim abang pertama Ayyub yang separtai dengan papanya.


"Wah... sayang sekali ya. Andai saja dia masih menantu kita. Papa sangat bangga sekali padanya" puji lelaki paruh baya itu lagi.


"Iya ya pa, aku juga turut bahagia. Diusianya yang masih terhitung muda sudah meraih gelar Profesor. Lihat tu pa, panjang sekali namanya sekarang" timpal si abang.


"Ada apa nih, kok tumben diam aja ?" tanya kedua Ayyub yang baru datang dari kamarnya.


"Itu habis pada syok lihat Neera" jawab santai Hakim.


"Hah Neera, dia kesini ? tanya abang kedua yang bernama Fazreen.


"Engga, tuh lihat sana" jawab Hakim sambil menunjuk arah televisi.


"Mana, gak ada tuh. Jadi artis ya dia sekarang ?" tanya Fazreen yang hanya melihat penayangan berita yang sedang heboh sekarang.


"Tunggu saja sebentar lagi" ucap Hakim santai.


Neera dengan jubah putih kebanggaannya dan hijab berwarna peach tengah tersenyum ramah menampakkan lesung pipi yang terlihat indah menyejukkan.


Menggunakan bahasa inggris yang lancar ia memaparkan jawaban yang mudah dimengerti oleh semua kalangan bahkan sesekali ia juga menggunakan bahasa lain untuk menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan dari seluruh dunia.


"Eh iya benar, makin cantik aja Neera. Hebat banget dia, lihat tuh Pa rekam jejaknya. Ternyata dia sekarang jadi dosen di Inggris ya. Wah dia juga punya klinik tuh ma. Menantu idaman banget itu, sayang sekarang udah bukan mantu" komentar Fazreen terasa menohok para wanita dan ipar mereka.


"Tau gitu aku sambut dia langsung dari Ayyub" seloroh Fazreen yang dijewer papanya.


"Jangan ngawur kamu, ingat istrimu" kesal Papa.


"Yah papa, mumpung lagi tidur pa" elak Fazreen jenaka.


"Rindu juga dengan Neera ya Pa, kangen masakannya juga. Sayang abang sudah terlalu malu jika menemuinya" komentar Hakim yang diangguki Papanya.

__ADS_1


"Papa juga, rasanya papa tidak sangup mengingat betapa buruk dia diperlakukan dirumah ini dahulu. Biarlah dia mengepakkan sayapnya diluar, terbang mengelilingi angkasa bersinar terang diantara langit. Daripada disini cahayanya akan semakin redup" ungkap Papa dengan rasa bersalahnya.


"Sayang sekali Bang Ayyub mau saja diperalat, melepaskan berlian demi sebuah bongkahan sampah. Ternyata perempuan yang kita bela mati-matian malah melemparkan kotoran ke muka kita" cerocos adik laki-laki Ayyub.


"Benar banget dek, itulah yang namanya karma" balas Hakim.


Pembicaraan-pembicaraan itu makin membuat mama dan saudara perempuan beserta ipar Ayyub terpojok.


Apalagi setelah mereka membaca tread record Neera yang disiarkan oleh berita dunia itu. Bahkan kini wanita cantik itu digadang-gadang sebagai Profesor perempuan termuda dan diperebutkan banyak instansi pendidikan.


Bahkan kini ketua lembaga penelitian dunia secara langsung menarik Neera sebagai salah satu peneliti disana. Makin banyak saja wanita yang mereka caci maki itu menuai pujian.


Para perempuan dan ipar di rumah itu bungkam seribu bahasa namun mereka juga penasaran mengenai Neera jadi mereka bertahan disana.


Namun rasa gengsi untuk mengakui kesalahan begitu besar malah kini para perempuan muda di rumah itu semakin iri melihat keberhasilan Neera.


"Bagaimana ya sekarang keadaan Kak Neera, apakah sekarang dia sudah menikah lagi. Padahal dia kakak ipar idaman banget lo, waktu dulu saja dia sering kasih aku duit tambahan saat aku mengeluh padanya dan juga membelikan aku banyak barang" kisah Luthfi adik Ayyub yang membuat semua orang menoleh padanya.


"Loh apa maksud kamu ? tanya Mama Ayyub bingung.


"Iya itu mah, bahkan waktu itu saja Kak Neera sempat belikan aku ipad baru. Aku udah berkali-kali minta mama tapi mama gak dengar ya sudah, aku cerita saja sama kak Neera. Saat itu langsung dibelikan, bahkan dia juga memberikan aku ponsel baru karena punyaku rusak saat jatuh di jalan. Setau aku semua belanjaan rumah kita juga ditanggung kak Neera selama dia tinggal disini. Dia kan yang selalu beliin semua belanjaa yang mama dan kakak-kakak inginkan" lanjut Luthfi lagi.


"Mama gak yakin, dari mana dia dapet uang coba. Belanja bulanan saja menghabiskan jutaan. Pasti Ayyub kasih dia uang lah" sangkal mama Ayyub.


Pasalnya tidak sekali dua kali mama, kakak serta iparnya Ayyub meminta dibelikam berbagai macam hal yang harganya fantastis pada Neera saat perempuan itu pergi belanja bulanan.


"Apa mama lupa kartunya Neera kan mama ambil dan mama belanjain bersama ladies-ladies yang ada disini. Kalian juga sudah cek sendiri kan tidak ada pengeluaran selama ditangan Neera bahkan Ayyub memperlihatkan sendiri buktinya" komentar Hakim sekaligus sindiran.


"Sebenarnya saat itu aku mau bela Kak Neera dan cari dia tetapi kakak selalu memarahi aku dan mengancam akan diadukan pada Papa dan Abang. Aku lihat sendiri Kak Neera disuruh-suruh, dijambak, ditampar, dipukul dan dikata-katain juga" ungkap Luftfi yang dulu tertahan dibibirnya.


"Apa ?! Jadi kalian selama ini juga menyiksanya diam-diam selain memperlakukannya layaknya pembantu ?!" marah papa Ayyub yang mulai berapi-api.


Semuanya langsung bungkam melihat kemarahan yang sudah lama tidak keluar itu. Sang kepala keluarga begitu murka saat mengetahui kebenaran tentang masa lalu menantunya itu.


"Apa kalian tau siapa orang tua perempuan yang sudah kalian injak-injak harga dirinya itu ?!" teriak Papa menggema diseluruh ruangan.

__ADS_1


"Mereka adalah pengusaha peternakan terbesar di negara ini, apa kalian tau dari mana dagiang dan susu mahal yang kalian beli di supermarket itu berasal, dari perusahaan mereka. Saat ini saja mereka sudah eksporter sapi terbesar dinegara kita" papar Tuan Kaisar yang membuat semua tercengang.


"Papa semakin malu menghadapi keluarga Neera terutama Ayahnya, bahkan terakhir kali bertemu saja ia masih bersikap baik dan menyapa dengan ramah. Mau taruh dimana muka Papa, sungguh Papa merasa gagal menjadi seorang kepala keluarga" sesal Papa Ayyub yang kini tengah memegangi kepalanya dan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


__ADS_2