
Sore itu mereka pulang setelah makan dan bermain di pusat perbenlanjaan. Ini adalah jalan-jalan keluarga pertama bagi mereka.
Ternyata sangat mudah jika Ayyub disamping mereka. Neera merasa sangat terbantu. Meskipun sesekali Neera tanpa sengaja mengacuhkan kehadiran pria itu karena sebelumnya terbiasa melakukan apapun sendiri.
Setelah sampai rumah, Neera memandikan triplets sementara Ayyub istirahat. Neera yang memintanya untuk tidur karena meski bagaimanapun pasti akan ada penyesuaian tubuh terhadap perbedaan waktu.
Selesai dengan triplets, Neera bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam mereka. Hari ini Neera menyiapkan lebih banyak lauk karena kehadiran suaminya itu. Sesuai requesan Ayyub, ia membuat masakan padang dan sayuran.
Sementara untuk triplets, Neera juga menyiapkan ayam bumbu dan sayuran agar mereka juga bisa makan nasi. Meskipun tinggal di UK Neera selalu menyukai masakan padang begitupun dengan Ayyub dan menurut lelaki itu dahulu alasan pendukung ia menikahi Neera adalah karena masakannya.
Wangi masakan kian memenuhi rumah itu membuat Ayyub perlahan terbangun dari istirahat singkatnya. Meskipun tadi siang mereka sudah makan tetapi perutnya langsung bereaksi saat mencium masakan Neera.
Segera ia ke dapur untuk melihat apa yang dikerjakan istrinya itu. Satu-satunya perempuan yang akan dipertahnkannya menjadi pendamping hidupnya.
"Sayang, kamu masak apa sih, wangi banget" seru Ayyub sembari memeluk pinggang Neera dari belakang.
"Ini sampadeh, dendeng lambok sama anyang, kan Uda yang reques tadi"
"Iya sih, Uda udah lapar lagi jadinya"
"Tunggu sebentar ya, dikit lagi matang. Uda temanin triplets aja dulu"
"Kalau temani kamu aja boleh gak ?"
"Jadi orang genit banget sih Uda"
"Kan genitnya sama istri sendiri"
"Yah nanti aja sayang, Uda temani triplets aja kasian mereka kangen sama ayahnya."
"Iyadeh, kalo udah selesai panggil ya sayang"
"Iya Uda, sana gih"
Tepat pukul 7 makan malam sudah selesai, setelah ibadah magrib mereka makan bersama. Setelahnya berkumpul di ruang keluarga sembari mengobrol santai hingga akhirnya triplets menyerah dan tertidur.
__ADS_1
Kemudian Ayyub membawa Neera ke kamar lain setelah memastikan situasi dan kondisi aman.
"Ada apa Uda ?" tanya Neera sedikit kikuk.
"Uda butuh bicara sama kamu sayang"
"Mengenai apa ?"
"Tentang kita"
"Sayang, duduklah disini. Uda tau kamu gak akan pernah merasa terbebani atau malah sama sekali tidak peduli. Tapi Uda tetap ingin bilang karena menurut Uda kita harus menuntaskan masalah ini"
"Maafkan Neera Uda, bukan maksud untuk mengabaikan, hanya saja aku tidak mau ikut campur dalam urusan Uda"
"Hei sayang, kamu istri Uda, sudah selayaknya kamu harus tau itu" jelas Ayyub
"Baiklah, aku akan mendengarkan semua. Sekarang ceritakanlah"
"Sebenarnya Uda sudah tau bagaimana Vina sebenarnya, saat itu Uda dan Sadiq memergoki dia saat berada di Jerman, Vina lebih liar dari yang kita kita sayang"
"Lalu kenapa waktu itu Uda tidak bilang dulu padaku ?"
"Kenapa Uda harus melakukannya di hari pertunangan kalian, apakah Uda tidak kasihan pada orang tua kalian dan Vina sendiri"
"Baru saja Uda bilang kamu sudah beginikan. Sayang, kamu harus tau bahwa Uda sudah memberikan banyak kesempatan pada Vina, bahkan di hari tunangan itu dia masih melakukannya dengan lelaki tua di hotel. Lagipula Uda harus melakukannya tuntas didepan semua orang agar dia tidak bisa berpura-pura dan bertindak di belakang lagi. Semua orang tidak akan mempercayai dia lagi sehingga suatu saat nanti mereka menemukan kita, dia tidak akan bisa membuat drama baru lagi"
"Sayang, ternyata Uda memikirkan kami" ucap Neera yang sudah berurai air mata mendengar penuturan suaminya.
"Tentu saja sayang, kamu adalah hidup Uda. Kalian adalah segalanya untuk Uda. Uda akan lakukan apapun untuk keamanan dan keselamatan kalian" ungkap Ayyub sembari membawa Neera dalam pelukannya.
"Makasih sayang, maafkan Neera jika selama ini belum menjadi istri yang baik. Neera berjanji akan berbakti penuh pada Uda. Tolong ampuni Neera jika tindak tanduk Neera pernah melukai Uda" ungkap Neera yang sudah membenamkan kepalanya di pangkuan Ayyub.
"Tidak sayang, kamu istri yang baik. Uda yang seharusnya minta maaf selama ini sudah lalai terhadap kamu istri Uda, tidak mencukupkan nafkah bahkan tidak ada saat kamu membutuhkan Uda" tutur Ayyub sembari mengangkat tubuh Neera untuk dipeluk.
"Kita akan memulai semua dari awal lagi"
__ADS_1
"Tidak sayang, kita hanya melanjutkan dan belajar dari masa lalu. Kedepannya kita harus saling terbuka. Kamu tidak boleh menanggung semuanya sendiri, kamu harus tau, Uda akan sangat senang jika kamu membagi kesulitan dengan Uda dan sama sekali tidak membebani atau merepotkan Uda"
"Baiklah Uda sayang, dan Uda juga harus berjanji untuk terbuka juga. Jangan lagi bersikap seolah tidak peduli. Jangan lagi ragu-ragu, kami sangat menyayangi Uda. Jadilah ayah yang terbaik untuk triplets"
"Kalau begitu apakah bisa Uda artikan bahwa kamu sudah menerima Uda disini dan bolehkah Uda bergabung dengan kalian ?" tanya Ayyub sembari melihat tumpukan kopet besarnya.
"Tentu saja, ngomong-ngomong apakah selamanya Uda akan tinggal disini. Bagaimana dengan orang tua dan keluarga Uda. Jangan pernah putus untuk berbakti pada beliau terutama mama Uda meskipun Uda disini"
"Kamu memang benar-benar istri yang baik sayang. Tentu saja Uda sudah meminta izin dan restu mereka untuk tinggal di luar negri meskipun Uda tidak bilang tentang kalian. Bukankah itu perjanjian kita. Tapi kamu harus ingat tidak mungkin selamanya kita bisa bersembunyi sayang"
"Iya Uda, Neera tau itu. Tapi untuk saat ini biarkan semua mengalir apa adanya hingga saatnya tiba nanti kita akan menghadapinya"
"Baikalah sayang, Uda paham banyak kekhawatiran di hatimu. Selama ini kamu bertahan sendiri. Kita hanya bisa berharap semuanya akan baik-baik saja"
"Terima kasih Uda. Kita juga harus lebih keras lagi berdo'a agar orang tua kit baik-baik saja dan orang tuamu akan menerima triplets dengan tangan terbuka".
"Sudahlah, kita jangan membahas hal yang menyedihkan terus. Uda punya kabar bagus untukmu"
"Apa sayang ?" tanya Neera.
"Uda paham kamu sudah bersusah payah untuk membeli rumah ini. Oleh sebab itu Uda akan membuatkan kantor untuk bisnis online kamu sayang. Alhamdulillah sekarang Uda sudah menjadi salah satu pemegang saham terbesar di maskapai jadi nanti Uda akan berhenti dan mulai kerja di kantor. Tapi untuk saat ini Uda harus terbang".
"Tidaka apa sayang. Neera tau bahwa itu adalah mimpi Uda dari awal, bahkan itu sangat mengagumkan mempunyai suami seorang pilot tampan"
"Benarkah Uda tampan ?" tanya Ayyub sedikit nakal.
"Tentu saja" ungkap Neera sembari mengangkat satu alisnya.
"Kalau begitu Uda akan menunjukkan lebih ketampanan dan kejantanan itu"
_________
Author minta maaf beberapa hari ini tidak update.
Semoga kalian selalu menikmati ceritanya.
__ADS_1
Please banget Like dan Vote Author ya
Love from author 💕💕💕